
Pria paruh baya yang membawa Lin Yan ke kediamannya yang sederhana pun membeku sejenak lalu pulih sepenuhnya. Ia tidak bertanya sama sekali tentang hal lainnya dan terfokus pada permintaan Lin Yan.
“Desa ini terletak di pinggiran kota besar bernama Lingwu, salah satu kota berukuran sedang di Kekaisaran Han.” ucap pria paruh baya tersebut lalu melanjutkan, “Maaf, di mana sopan santunku. Aku adalah pemimpin di desa kecil ini, Canglan.”
“Kota Lingwu di Kekaisaran Han?” Batin Lin Yan. Ia tentu tidak heran bahwa di Benua Saint akan ada Kekaisaran. Kekaisaran adalah sebuah sistem bentuk pemerintahan yang mengelola banyak Kerajaan di bawahnya.
Itulah sebabnya Daratan Utara juga membentuk sebuah Kekaisaran karena banyak Kerajaan di sana meskipun hanya ada dua Kerajaan Besar.
“Apakah kau memiliki peta lengkap Benua Saint?” Tanya Lin Yan menatap ke arah Canglan.
“Aku tidak mempunyai peta lengkap. Aku hanya memiliki peta kasar Benua Saint.” Canglan pun mengambil peta dari cincin ruang miliknya lalu memberikannya kepada Lin Yan.
Lin Yan menerima peta lalu menatapnya dengan seksama. Peta tersebut memang tidak lengkap atau lebih tepatnya peta kasar Benua Saint. Hanya tempat penting seperti Kekaisaran Han yang tercatat dan beberapa kota besar serta Sekte-sekte ternama.
Tetapi tidak ada tercatat empat Klan Kuno di peta tersebut meskipun keempatnya adalah kekuatan tertinggi di Benua Saint. Lin Yan tentu paham bahwa lokasi empat Klan Kuno sangat dirahasiakan. Bahkan mungkin Kekaisaran Han tidak berani menantang mereka.
Sebelum Lin Yan bertanya hal lainnya, ledakan besar terjadi di dekat desa kecil tersebut.
Lin Yan sedikit heran dan menatap ke arah Canglan yang tampak memasang wajah yang sangat muram saat ini.
“Maaf Tuan Muda, aku harus permisi lebih dulu. Aku memiliki urusan yang harus diselesaikan.” Canglan pun langsung berdiri dan keluar dari kediamannya dengan buru-buru meninggalkan Lin Yan.
Lin Yan terdiam dan menatap ke arah tempat sumber ledakan terjadi. Ia mengedarkan energi spiritualnya untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.
“Hm? Sangat banyak kultivator tingkat Alam Langit tahap keempat dan kelima.” Batin Lin Yan. Ia perlahan berdiri untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Ketika keluar dari ruangan, Lin Yan terdiam menatap apa yang sebenarnya terjadi. Canglan saat ini sedang bentrok dengan beberapa kultivator yang memasang wajah kejam setiap waktu.
Kultivator yang menyerang tempat tersebut terlihat memakai pakaian tertentu. Ada enam dari mereka, ada dua melawan Canglan dan sisanya sedang menangkap beberapa anak-anak di desa tersebut.
Tiba tiba saja, satu kultivator pun muncul di depan Lin Yan dengan seringai lebar diwajahnya.
“Aku tidak menyangka bahwa akan menemukan pemuda yang layak untuk di bawa ke Sekte kali ini!” ucap kultivator tersebut sambil menjilat bibirnya seolah-olah menatap Lin Yan seperti sebuah santapan.
Lin Yan terdiam mendengarnya. Ia melihat dari atas ke bawah kultivator yang sekitaran umur 20han tahun dengan seksama. Ia tau bahwa kultivator di depannya tidak dapat melacak kultivasinya karena ia menekannya sedalam mungkin. Tidak seperti Canglan yang dapat merasakan aura berbahaya darinya.
Karena Lin Yan menatap ke arahnya dengan tatapan heran, kultivator tersebut mendengus. “Dasar bocah sialan! Apa kau mengabaikan aku?” Teriaknya dan langsung melancarkan serangan ke arah perut Lin Yan. Sebab, ia menghindari bagian vital. Ia tentu ingin menangkap Lin Yan karena suatu hal.
Menatap serangan yang mengarah pada perutnya, Lin Yan pun langsung menangkap tinju kultivator tersebut.
Tap!
“A-apa?” Kultivator tersebut terkejut karena Lin Yan tampak begitu mudah menangkap tinjunya. Ia tentu tidak berpikir bahwa Lin Yan adalah kultivator kuat karena dia masih sangat muda. Tidak seperti Canglan yang lebih berhati-hati dan mencoba menilai seseorang yang menekan kekuatannya.
“Kenapa kau menyerangku? Apa kau ingin mati?” Tanya Lin Yan acuh tak acuh.
Wajah kultivator tersebut gelap mendengarnya. Ia pun sangat marah dan ingin menghabisi Lin Yan di tempat. Ia mencoba menarik tangannya tetapi ia terkejut karena tidak mampu menariknya sama sekali.
“Lepaskan tanganku sialan! Apa kau tau siapa aku? Aku adalah murid Sekte Wayang yang terkenal di Benua Saint!” Teriak kultivator tersebut sangat marah dan langsung mengatakan asal tempatnya berada.
“Sekte Wayang?” Mata Lin Yan menyipit karena memang benar ada Sekte Wayang tercatat di peta yang di berikan oleh Canglan. Tetapi, ia tentu tidak takut sama sekali dengan seseorang yang mencoba memprovokasi dirinya lebih dulu.
“Lalu kenapa jika kau berasal dari Sekte Wayang?” Tanya Lin Yan acuh tak acuh dan langsung meremas tangan kanan kultivator tersebut.
Krak!
“Arrrrgghh!” Teriakan keras terdengar setelah suara renyah terdengar saat Lin meremukkan tangan kultivator tersebut.
Buak!
“Uhuk..” Kultivator tersebut melotot saat ia terpental sangat jauh ketika Lin Yan menendang perutnya.
Brak!
Kultivator tersebut pun menabrak sebuah rumah sederhana lalu menghancurkannya dalam sekejap.
“Apa?”
“Siapa dia?”
“Apakah dia penduduk desa kecil ini juga?”
Beberapa rekan kultivator yang di tendang oleh Lin Yan pun langsung menatap ke arah Lin Yan saat menatap rekan mereka terpental lumayan jauh.
Canglan yang sedang melawan dua kultivator dengan susah payah pun langsung menjaga jarak dan menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan rumit. Ia tentu tau bahwa Lin Yan akan mendapatkan masalah jika berurusan dengan para kultivator yang sedang menyerang tempat tinggalnya.
Wusssh!
Lima kultivator lainnya pun menghentikan apa yang mereka lakukan dan langsung bergerak ke arah tempat Lin Yan berada.
“Siapa kau? Apa kau tidak tau dengan siapa kau berurusan?” Tanya salah satu dari mereka dengan nada yang sangat marah.
“Aku tidak peduli siapa kalian. Rekan mu adalah yang pertama kali menyerangku. Apakah aku harus berdiam diri dan menunggu di serang begitu saja?” Tanya Lin Yan acuh tak acuh.
Kelima kultivator tersebut sangat marah mendengarnya karena tampaknya Lin Yan tidak peduli dengan siapa mereka.
“Asal kau tau saja! Kami adalah anggota Sekte Wayang, cabang kedua!” Teriak kultivator lainnya lagi sambil mengeluarkan sebuah boneka.
Lin Yan menatap boneka tersebut dan memasang wajah dingin karena ia tentu tau bahwa boneka tersebut adalah manusia sebelum diubah menjadi boneka. Meskipun banyak fitur yang berubah sehingga tidak terlihat sama sekali bahwa boneka tersebut sebelumnya adalah manusia, dengan Mata Raja miliknya, tentu ia dapat membedakan apakah boneka tersebut awalnya manusia atau tidak.
Empat yang lainnya juga melakukan hal yang sama. Tetapi hanya dua diantara mereka yang menggunakan boneka manusia dan yang lainnya murni dari sebuah kayu bercampur logam tertentu.
“Tampaknya kalian ingin mati!” ucap Lin Yan acuh tak acuh. Ia juga membenci Sekte seperti Sekte Wayang karena mengubah manusia tak bersalah menjadi sebuah boneka untuk digunakan. Ia sekarang paham kenapa mereka menangkap banyak anak-anak dan itu pasti untuk uji coba pembuatan boneka. Oleh karena itu, ia pasti akan memusnahkan lima kultivator dihadapannya saat ini tanpa belas kasihan sama sekali. Sebab, mereka pun tidak mempunyai belas kasihan terhadap manusia yang tidak bersalah.