
Hari terus berlalu, sudah lebih dari sebulan Lin Yan dan Huan Caiyi pergi ke pusat hutan untuk melakukan misi kelas B.
Selama sebulan itu, kultivasi Huan Caiyi telah meningkat sesuai prediksi Lin Yan mencapai tingkat Xiantian tahap ketiga sementara Lin Yan telah mencapai tingkat Houtian tahap kedelapan.
Mereka terus berburu bintang roh setiap hari sekaligus bergerak. Mereka tidak pernah mengalami kesulitan saat bertarung karena tingkat kekuatan Huan Caiyi yang sangat tinggi. Mungkin hanya beberapa bintang roh yang akan membuatnya kerepotan.
**
Sementara itu, di pelantara luar sekte Naga Langit, seorang wanita setiap sore hari akan berada di pintu gerbang ke hutan wilayah pertama untuk menunggu kedatangan seseorang. Ia selalu berada di tempat itu selama 3 jam setiap hari.
“Gu Yin.. ayo kembali.” suara seseorang terdengar. Wanita yang menunggu di gerbang tersebut adalah Gu Yin.
“Kakak..” Gu Yin melihat ke arah belakang dan menemukan sosok wanita cantik yang tidak lain adalah Gu Yuena.
“Kau harus tau bahwa itu adalah misi jangka panjang. Dia tidak akan kembali secepat itu. Juga..” Gu Yuena menghela nafas panjang karena sudah tau apa yang terjadi kepada sepupunya itu. Ia sangat kesal dengan Lin Yan saat ini karena tidak mengatakan mengambil misi kelas B.
Dan inilah yang terjadi. Sepupunya yang ternyata memendam rasa untuk Lin Yan tampak seperti wanita bodoh yang setiap hari akan berdiri di depan pintu gerbang hutan wilayah pertama menunggu kedatangan Lin Yan.
Gu Yin tidak menjawab apapun. Ia menatap ke arah hutan lagi sambil bergumam. “Lin Yan.. apakah kau baik-baik saja? Apakah kau makan secara teratur? Apakah tidurmu nyenyak?”
Mendengar gumaman Gu Yin, urat-urat tebal muncul di dahi Gu Yuena. Ia tidak menyangka bahwa Gu Yin akan terlihat sebodoh itu karena Lin Yan.
“Ayo kembali!” Gu Yuena langsung menyeret Gu Yin. Tetapi pada akhirnya Gu Yin pergi ke kediaman Lin Yan karena setiap hari ia tinggal di tempat itu.
**
Tring! Tring! Tring!
Suara benturan logam tersengat di hutan. Pertempuran antara beberapa murid sudah mulai terjadi untuk memperebutkan sumber daya apapun.
“Ayo bunuh bocah sialan ini bersama-sama!” teriak salah satu murid kepada rekannya.
Seorang anak menggunakan tombak berwarna biru di tangannya, tersenyum senang karena menemukan beberapa lawan yang layak. Ia tidak lain adalah Lin Yan yang melawan enam kultivator tingkat Houtian tahap kedelapan seorang diri.
Sementara Huan Caiyi hanya menatap pertempuran itu dari kejauhan. Jika terjadi sesuatu pada Lin Yan, ia akan langsung membantunya.
“Apakah hanya ini kemampuan para pemegang peringkat di pelantara luar? Sungguh mengecewakan.” ucap Lin Yan dengan senyum saat di kelilingi oleh enam kultivator.
Lin Yan telah membuat spekulasi bahwa banyak dari murid yang telah menerobos tingkat Houtian tahap kesembilan. Bahkan yang menerobos tingkat Xiantian pun pasti sangat banyak karena mereka semua harus berjuang keras untuk bertahan hidup dan berusaha mencari sumber daya. Karena kesulitan mencari sumber daya, semua murid akhirnya berubah pikiran dan merampok murid lainnya untuk bisa bertambah kuat.
“Kau memang kuat bocah! Tetapi kau tidak akan mampu melawan kami berenam seorang diri! Serahkan semua sumber daya yang telah kau kumpulan atau mati!” salah satu dari mereka berkata dengan nada dingin.
“Benarkah? Untuk seorang yang akan menjadi mayat, kau bahkan masih sempat untuk mengancam orang yang akan membunuhmu.” balas Lin Yan sambil menunjukkan gigi-giginya.
“Bocah sialan! Matilah!” teriak mereka berenam sambil melesat ke arah Lin Yan dan mengayunkan Senjata mereka serempak.
Lin Yan melapisi kakinya dengan qi yang sangat padat dan langsung bergerak ke arah depan.
Zhep!
Lin Yan muncul di salah satu kultivator yang sedang mengangkat pedang sambil mengayunkan tombaknya sendiri.
Jleb!
Tanpa kultivator itu sadari, tombak telah menusuk jantungnya.
“Satu..” gumam Lin Yan.
“Sialan!” dua kultivator yang terdekat dengan Lin Yan, muncul dari dua arah berbeda dan mencoba menebas Lin Yan.
Dengan Mata Raja, Lin Yan telah melihat pergerakan kedua kultivator tersebut. Ia memiringkan tubuhnya sambil mengangkat Tombak Raja Langit.
Tring!
“Tinju Gelombang Kejut..”
Buak!
Saat Lin Yan mengayunkan tinjunya ke arah musuh yang berjarak satu meter darinya, suara ledakan terdengar karena kepala kultivator tersebut meledak seketika.
“Dua..” gumam Lin Yan saat memiringkan tombaknya juga.
Sring!
Pedang kultivator tersebut turun ke samping dan Lin Yan langsung menarik tombak lalu menghunuskannya ke arah musuh.
Jleb!
“Tiga..” gumam Lin Yan saat menusuk kepala musuh.
Tiga kultivator yang tersisa sedikit ketakutan saat melihat tiga rekan mereka terbunuh dalam waktu beberapa detik.
“Lari!” teriak salah satu dari tiga kultivator tersebut karena mereka tau bahwa Lin Yan adalah seorang monster.
Lin Yan langsung mengejar salah satu dari mereka karena ketiganya pergi ke arah yang berbeda.
“Sialan!” melihat Lin Yan yang terus mengejarnya, salah satu kultivator tersebut mengutuk rekannya yang lainnya.
Awal mula permasalahan adalah wanita. Keenam dari mereka awalnya yang frustasi saat menjalankan misi, tergiur dengan sosok Huan Caiyi yang berujung pada pertarungan.
Lin Yan yang sedang mengejar musuh, tersenyum sinis. Ia langsung membuat kuda-kuda lalu melempar Tombak Raja Langit. Dalam waktu sebulan ini, Lin Yan hampir leluasa menggunakan tombak tersebut.
Zhep!
Tombak Raja Naga langsung melesat ke arah kepala kultivator tersebut.
Jleb!
Kultivator tersebut tidak menyangka bahwa Lin Yan akan menyerangnya seperti itu. Kultivator tersebut tewas seketika tanpa bisa menyesali keputusannya dan rekannya untuk menodai Huan Caiyi.
“Tidak mungkin untuk mengejar dua yang lainnya.” gumam Lin Yan saat mengambil tombaknya. Ia pun menjarah semua inti bintang roh dan beberapa sumber daya lainnya dari mayat musuh.
“Apakah kau membunuh mereka?” tanya Lin Yan karena merasakan kehadiran Huan Caiyi yang muncul tiba-tiba di sekitarnya.
“Satu dari mereka telah melarikan diri. Tampaknya ini sesuai dengan perhitungan bahwa sesama murid akan saling menyerang.” ucap Huan Caiyi saat menyerahkan barang jarahan kepada Lin Yan.
“Simpanlah terlebih dahulu. Setelah banyak mengumpulkan sumber daya, kita akan membaginya nanti.” ucap Lin Yan dan hanya di balas dengan anggukan oleh Huan Caiyi.
“Aku tidak mengerti mengapa sekte Naga Langit melakukan hal seperti ini.” ucap Huan Caiyi. Rasa hormatnya pun telah hilang terhadap sekte itu.
“Semua murid yang bertahan pun pasti akan menyadari bahwa ini sudah menjadi rencana sekte Naga Langit. Tetapi bagi kebanyakan mereka juga berpikir bahwa ini adalah ujian untuk meningkatkan pengalaman dan kekuatan. Sedari awal sekte Naga Langit tidak memaksa semua murid untuk melakukan misi sehingga tidak ada murid yang bisa menyalahkan sekte.” balas Lin Yan.
“Apakah sekte Naga Langit tidak takut semua klan akan menyerangnya karena melakukan ini?” tanya Huan Caiyi heran dengan keberanian sekte Naga Langit.
“Tidak mungkin. Pasti sekte Naga Langit telah melakukan pertemuan dengan para pemimpin klan dan membahas tentang misi ini. Jika tidak, sekte Naga Langit tidak mungkin berani menerbitkan misi berbahaya seperti ini.” ujar Lin Yan.
“Ayo pergi. Semakin hari jumlah binatang roh yang kita temui semakin banyak dan semakin kuat. Tempat tujuan kita telah dekat.” ucap Lin Yan.
Sebelum mereka bergerak, raungan mengerikan terdengar di tempat yang lumayan jauh.
Tatapan Lin Yan dan Huan Caiyi tertuju ke arah sumber raungan.
“Itu adalah tempat tujuan kita saat ini.” ucap Lin Yan dengan senyum kecil.