
Busshhh!
Ledakan terjadi di air sungai saat seekor binatang roh perlahan melompat keluar dan masuk kembali ke dalam air.
“Binatang roh tipe air, ayo kita lihat apakah aku mampu menjatuhkannya!” Gumam Lin Yan dengan senyum kecil saat menatap binatang roh ikan dengan mata Raja miliknya.
Lin Yan pun langsung melompat ke atas dan melapisi telapak kakinya menggunakan qi miliknya.
Tap!
Saat mendarat di atas permukaan air, Lin Yan tidak tenggelam sama sekali karena para kultivator tingkat Alam Roh mampu melakukan hal seperti itu. Ia pun mengeluarkan Tombak Raja Langit dan lalu melihat ke sekelilingnya.
Binatang Roh ikan yang berada di dalam air, merasakan pergerakan tertentu dipermukaan. Ikan itu pun langsung berenang kembali kepermukaan dan menatap manusia yang mengambang di atas permukaan air.
Lin Yan terus menatap ke arah bawah menggunakan Mata Raja miliknya. Ia sudah melihat ikan itu menuju ke arahnya.
“Binatang roh air dengan tingkat kekuatan yang setara dengan kultivator tingkat Alam Roh tahap ketujuh.” Gumam Lin Yan. Ia tau bahwa tidak akan terlalu sulit untuk menjatuhkan binatang roh tersebut.
Ikan yang berada di dalam air berenang dengan kecepatan tinggi karena merasa Lin Yan adalah sebuah mangsa untuk cemilan di pagi hari.
“Datang!”
Busshhh!
Ikan tersebut membuka rahangnya lebar-lebar dan mencoba menerkam Lin Yan.
Lin Yan sudah menghindar lebih dulu dan melompat ke belakang. Ia pun langsung melakukan gaya tolakan ketika mendarat dan langsung menyerang kembali dengan cara menusuk kepala ikan tersebut menggunakan Tombak Raja Langit.
Ikan tersebut merasakan bahaya dan mengayunkan ekornya ke arah Lin Yan yang sudah menerjang ke arahnya.
“Keputusan yang salah,” ucap Lin Yan saat mencengkram erat Tombak Raja Langit. Qi Petir Hitam menyelimuti tombak dan langsung menusuk ke arah ekor ikan.
Jleb!
Ikan tersebut merasa kesakitan saat tombak Lin Yan bersarang di ekornya. Ia pun langsung masuk ke dalam air kembali untuk melarikan diri dengan luka yang terus mengeluarkan darah.
Tetapi Lin Yan sama sekali tidak menarik tombaknya. Ia pun ikut tenggelam ke dalam air dan terus di seret oleh ikan.
Lin Yan yang sedang ditarik, mengangkat lengan kirinya dan membentuk cakar. Petir Hitam tampak memeriksa di ujung jarinya dan ia pun langsung mengayunkannya sekuat tenaga karena tau bahwa serangannya akan melemah di sama air.
“Cakar Pemotong Bumi..”
Sraing!
Srak! Srak! Srak!
Darah merah berceceran ketika serangan Lin Yan mengenai target karena tentu jarak keduanya sangat dekat.
Ikan tersebut perlahan melambat karena menerima luka yang sangat dalam.
Lin Yan pun menarik tombaknya dan menggunakan qi-nya di telapak kakinya untuk membuat gaya tolakan di dalam air.
Zhep!
Lin Yan kembali melesat ke arah kepala ikan dan langsung menusuknya dengan tombaknya.
Jleb!
Melihat itu, Lin Yan pun langsung menarik ikan kembali ke permukaan dan mengeluarkannya dari dalam air.
“Tidak terlalu sulit,” gumam Lin Yan dan mengambil pisau kecil dan menggali inti bintang roh yang berada di dekat sirip ikan tersebut.
Setelah itu, Lin Yan mengeluarkan kristal yang diberikan oleh Tetua lalu menyalurkan qi-nya ketika menaruh inti bintang roh tersebut diatas kristal.
Zhep!
Kristal itu melahap inti binatang monster. Dalam waktu kurang dari setengah menit, inti binatang roh menghilang dan kristal menunjukkan angka tertentu.
“7 poin. Tampaknya tingkatan binatang roh itu sesuai dengan poin yang diberikan. Yang artinya, binatang roh terkuat yang kemungkinan memiliki kekuatan tingkat Alam Bumi tahap pertama mendapatkan 11 poin. Bisa jadi itu bahkan mencapai 20 poin karena perbedaan kekuatan.” Lin Yan menganalisis.
Lin Yan menyimpan kristal dan melihat ke sekelilingnya. Ia tau bahwa hutan itu tidaklah terlalu luas tetapi diisi oleh banyak binatang roh kuat.
Tanpa membuang waktu, Lin Yan pun langsung bergerak ke arah acak. Ia menyalurkan qi miliknya dan melihat beberapa informasi tentang peringkat. Sudah ada beberapa murid yang memiliki poin 9 saat ini.
Kerutan muncul di dahi Lin Yan saat melihat fitur lainnya dari kristal. Ia langsung berhenti bergerak dan senyum kejam muncul di wajahnya.
“Tampaknya sekte Seribu Pedang memberikan bantuan kepadaku.” Ucap Lin Yan saat melihat informasi tentang seseorang yang harusnya menjadi rekannya.
“Tidak akan disangka bahwa kristal ini memiliki fitur untuk mencari letak rekan yang berasal dari sekte yang sama.” Lin Yan mengingat tentang Meng Tuo yang pasti akan mengincarnya juga selama kompetisi. Belum ada yang mengetahui fitur tersebut jika tidak memperhatikan dengan seksama.
Kristal tersebut memiliki beberapa formasi yang saling tumpang tindih. Dan salah satunya memiliki fungsi untuk menemukan rekan sendiri di tempat yang jauh sekalipun.
Lin Yan memeriksa formasi dan tau bahwa itu adalah formasi yang rumit. Namun ia terkekeh karena bisa memodifikasi beberapa kegunaannya walaupun untuk penghitungan jumlah poin tidak bisa.
“Tidak ada peringatan tentang peraturan bahwa murid yang mengetahui tentang formasi tidak diizinkan melakukan hal ini.” Lin Yan tersenyum jahat dan langsung mencari tempat untuk memulai rencana jahatnya.
**
Waktu terus berlalu, di luar hutan, tepatnya di pusat sekte Seribu Pedang, terlihat sangat banyak penonton yang sedang menyaksikan adegan tertentu.
Tidak ada pemberitahuan bahwa kristal yang dipegang oleh murid-murid dapat merekam gambar tertentu dan mentransfernya ke keluar agar dapat disaksikan oleh para tamu yang datang untuk melihat kompetisi.
“Oh? Diakah Lin Yan? Aku tidak menyangka bahwa akan sangat mudah baginya untuk melawan ikan itu. Binatang Roh tipe air adalah sesuatu yang sulit untuk dilawan oleh para kultivator tingkat Alam Roh.” Seorang wanita yang mendekati usia paruh baya bernama Gu Mien menatap ke arah kristal raksasa segi empat yang merekam semua kejadian di dalam hutan.
Di sebelahnya saat ini ada seorang wanita muda cantik yang tidak mengedipkan matanya saat melihat ke arah kristal raksasa yang berbentuk segi empat, dia tidak lain adalah Gu Yin.
Patriak klan Gu dan Gu Shen juga terkejut melihat penampilan Lin Yan. Gu Shen mengangguk puas karena ternyata putrinya tidak memilih seorang anak dengan sembarangan.
“Hm? Apa yang dilakukannya?” Patriak klan Gu bingung saat melihat Lin Yan memasuki sebuah gua dan mulai melakukan sesuatu.
Tidak lama kemudian, para Tetua sekte Seribu Pedang, dan semua tamu-tamu yang ada di sana berkedut saat melihat Lin Yan memodifikasi formasi yang ada pada kristal.
“Dasar bocah sialan!” Tetua Jian An mengutuk Lin Yan karena ternyata ahli dalam formasi juga.
Zhep!
Gambar Lin Yan menghilang seketika dan menampilkan gambar baru. Itu hanya gambar apa yang dilihat oleh Lin Yan, bukan keseluruhan apa yang ia lakukan. Hanya tangannya yang terlihat ketika Lin Yan mengulurkan lengannya kedepan.
Sementara Patriak klan Gu semakin terkejut. Ia langsung membuat spekulasi bahwa formasi yang sangat rumit di kedua Pedang Kembar Chi ternyata diletakkan oleh Lin Yan hanya dengan menatap kecepatan Lin Yan dalam memodifikasi formasi yang diletakkan oleh ahli formasi sekte Seribu Pedang.