Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 56 - Tantangan



Sraing!


Huan Caiyi yang membuat kuda-kuda awalnya, melesat dengan kecepatan penuh dan melewati Raja Kera Emas dalam sekejap. Tubuhnya hanya meninggalkan jejak kabur hitam setelah ia tiba di belakang Raja Kera Emas.


Semua murid tingkat Xiantian membeku di tempat menatap teknik super cepat itu. Dan beberapa dari anggota klan kuat tentu mengenal dengan jelas teknik berperang Huan Caiyi. Itu adalah teknik pedang klan Huan yang sering disebut sebagai teknik berpedang gaya bayangan.


Jrezh!


Kepala Raja Kera Emas terpisah dari lehernya dalam sekejap dan menyemprotkan banyak darah.


Blug!


Tubuh Raja Kera Emas terjatuh dan terbaring di atas permukaan tanah.


Huan Caiyi tersenyum kecil. Ia memang menggunakan banyak qi dalam serangan sebelumnya tetapi hasilnya memang memuaskan. Ia mengibaskan pedangnya untuk membuang jejak darah yang menempel pedangnya. Tentu ia akan sangat menyayangi pedang itu karena itu adalah benda pertama yang diberi oleh Lin Yan kepadanya.


“Itu teknik berpedang gaya bayangan.. siapa dia? Seharusnya tidak ada lagi yang menggunakan teknik itu semenjak klan Huan musnah.” Ye Quan sedikit bergetar melihatnya. Tentu ia tau betapa kuatnya klan Huan yang bertempur habis-habisan melawan salah satu klan terkuat di Kerajaan Bintang walaupun mereka akhirnya kalah secara tragis.


Bahkan Yi Zong yang saat ini sedang mengalami cedera pun mau tak mau sedikit takut. Para anggota klan Huan sangat terkenal dengan gaya membunuh dengan satu tebasan pedang.


Dan sebagian besar dari anggota klan Huan memiliki profesi menjadi pembunuh bayaran. Semua anggota klan besar tidak akan pernah lupa pada klan Huan yang menjadi salah satu klan teratas di Kerajaan Bintang.


Huan Caiyi berbalik dan menatap ke arah Ye Quan. Tatapan datar itu membuat Ye Quan gemetaran karena takut di bunuh. Sebab, banyak rumor yang mengatakan bahwa anggota klan Huan memiliki tempramen yang buruk. Itulah awal mula perang dua klan yang berakhir dengan hancurnya klan Huan.


“Oh? Teknik itu sungguh luar biasa kakak.” Lin Yan yang sudah menyimpan tombaknya berseru sambil bertepuk tangan.


“Kakak?” Yi Zong pucat seketika karena ia pernah mencoba menindas Lin Yan.


Bahkan Meng Yang mendengar itu mau tak mau ketakutan juga.


Tetapi beberapa dari murid tingkat Xiantian tidak takut sama sekali. Mereka tau bahwa Huan Caiyi kuat. Tetapi, walaupun begitu, pasti tidak akan mampu menghadapi semua kultivator yang ada di tempat itu.


Mendengar Lin Yan berseru ke arahnya dan memujinya, Huan Caiyi langsung tersenyum manis seperti bidadari turun dari surga. Citra sebagai seorang pembunuh yang baru saja ia tampilkan telah lenyap sepenuhnya.


“Karena kakak adalah yang membunuhnya, tampaknya kita yang akan membawa mayat Raja Kera Emas ini.” Lin Yan tersenyum lebar sambil berjalan ke arah mayat Raja Kera Emas untuk memanen hadiah utama.


“Berhenti!” suara seseorang terdengar dan menghentikan Lin Yan.


“Ada apa?” tanya Lin Yan saat menatap ke arah murid tingkat Xiantian yang memiliki banyak darah lengket di seluruh tubuhnya walaupun dia hanya mengalami sedikit luka.


“Apa kau pikir bisa mengambilnya sesuka hatimu? Jadi apa harga dari usaha kami selama ini? Apa artinya pengorbanan semua dari mereka yang tewas? Kau bahkan baru bergabung dengan pertarungan. Tetapi kau sangat serakah dan ingin mengambil semuanya untuk dirimu sendiri!” ucap murid tingkat Xiantian tersebut dengan nada dingin.


“Lalu apa? Kakakku lah yang menghabisinya, tentu itu adalah hadiah bagi kami.” ucap Lin Yan acuh tak acuh.


“Jangan sombong bocah! Apa kau pikir kau bisa berbuat sesuka hatimu? Apa kau yakin ingin melawan kami semua?” Meng Yang berteriak keras ke arah Lin Yan. Ia tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk memprovokasi semua orang agar menyerang Lin Yan.


“Menyerahlah! Kau tidak mungkin menghadapi puluhan murid tingkat Xiantian dan ratusan murid tingkat Houtian!” Yi Zong berkata dengan nada dingin juga.


Lin Yan menatap ke arah Yi Zong dengan seksama lalu kepada murid yang menghentikannya sebelumnya. Ia menaikkan sudut bibirnya sedikit. Lalu tatapannya berputar ke arah Meng Yang.


Apakah ia takut? Tentu saja tidak. Ia tidak akan gentar dihadapan semua murid yang berada di sana walaupun mereka hanya berdua.


Huan Caiyi menyeringai saat mendengar kata-kata Lin Yan.


Di sisi lain, Meng Yang pucat pasi seperti pantat ayam. Ia tidak menyangka bahwa Lin Yan menyuruh pembunuh itu membunuhnya.


Zhep!


Huan Caiyi melesat dengan kecepatan penuhnya dan tiba di depan Meng Yang seperti bayangan.


“Kau pasti mencoba memprovokasi semua murid agar menyerang Yan'er bukan? Tetapi kau melakukan kesalahan fatal. Kami sama sekali tidak takut dengan semua jumlah kalian!” ucap Huan Caiyi yang tiba di jarak tiga meter dari Meng Yang yang sedang menggendong Meng Song.


“Kau..” Meng Yang ketakutan dan perlahan mundur.


“Gaya Pedang Huan, Kilat Malam..”


Sraing!


Tebasan super cepat langsung Huan Caiyi ayunkan. Itu tidak terlihat sama sekali dan Meng Yang membeku di tempat.


Srak!


Meng Song terjatuh dari pelukannya lalu kepala Meng Yang terpenggal seketika.


Huan Caiyi hanya memasang wajah datar saat membunuh Meng Yang. Ia sama sekali tidak takut akan konsekuensi membunuh semua anggota klan besar. Ia pun menusuk jantung Meng Song kemudian yang saat ini tidak sadarkan diri.


Lin Yan terhenti di depan mayat Raja Kera Emas sambil melihat sekelilingnya. “Apakah ada yang keberatan? Jika ada, maka datanglah kemari. Rebut mayat ini secara paksa. Tetapi siapapun yang mendekat, kalian harus siap mempertaruhkan nyawa!”


Saat kata-kata itu terucap, senyum ganas terpancar di wajah Lin Yan. Ia tampak seperti predator yang menunggu mangsanya.


Yi Zong dan Ye Quan menelan ludah mereka saat merasakan aura intimidasi dan haus darah yang sangat pekat terpancar dari tubuh Lin Yan.


Semua murid tingkat Xiantian memiliki mata merah karena sangat marah. Jika mereka bergabung, tentu kesempatan menang lebih besar. Tetapi tidak ada yang mau memulai karena tidak mau kehilangan nyawa.


Lin Yan menunggu selama hampir sepuluh detik. Karena tidak ada yang bergerak, ia tidak sopan sama sekali dan langsung menyimpan mayat Raja Kera Emas.


“Baiklah. Karena aku akan berbaik hati kepada kalian, kalian bisa memperebutkan mayat Raja Kera Emas yang satu lagi.” ucap Lin Yan dengan senyum kecil di wajahnya.


Semua murid di tempat ini ingin menyemburkan seteguk darah karena sangat marah.


Huan Caiyi terkikik mendengar kata-kata Lin Yan. Lalu tatapannya tertuju pada murid yang menghentikan Lin Yan pertama.


“Jika aku tidak salah.. kau berasal dari klan Shi bukan?” tanya Huan Caiyi dengan senyum kecil tetapi haus darah terpancar dari tubuhnya.


Anggota klan Shi tersebut menelan ludahnya. Ia mengingat satu fakta bahwa ia menggunakan token klan Shi di pinggangnya.


Para murid Xiantian lainnya menatap ke arah anggota klan Shi dengan wajah terkejut karena mereka baru menyadari satu fakta penting. Klan Huan binasa di tangan klan Shi.