
Asosiasi Alkemis
“Hei wanita! Apa yang terjadi pada Lin Yan?” Tanya Xia Yue'er buru-buru dan terbang di sekitar Lin Yan. Tentu ia sangat khawatir karena Lin Yan saat ini tampak seperti patung batu. Bahkan nafasnya seperti tidak terasa lagi.
“Tenanglah Yue'er kecil..” ucap Xiao Ziya.
Li Hao, Patriak Klan Li dan lima Tetua awalnya waspada terhadap Xiao Ziya. Tetapi karena Xia Yue'er tampak sangat mengenal Xiao Ziya mereka hanya mundur menjaga jarak untuk mencari tau apa yang terjadi terhadap Lin Yan.
Sedangkan untuk Gu Yin, ia langsung mendekat karena sedikit khawatir juga. Saat ini mata Lin Yan tampak berubah menjadi pupil naga. Namun nafasnya hampir tidak terasa sama sekali. Mereka baru menyadari hal itu saat ini ketika Xiao Ziya menyentuh dahi Lin Yan.
Xiao Ziya tetap tenang seperti biasa walaupun pikirannya saat ini sedang kacau tentang identitas Lin Yan yang sebenarnya. Ia pun langsung membuat gerakan kecil lalu lingkaran Formasi tercipta tepat di atas kepala Lin Yan.
“Formasi Penguncian Aura!”
Dung!
Lingkaran Formasi itupun langsung perlahan turun ke arah kepala Lin Yan dan aura yang menyelimuti Lin Yan tampak terserap lalu lingkaran Formasi itu masuk ke dalam tubuh Lin Yan.
Zhep!
Setelah selesai, Xiao Ziya pun menarik kembali tangannya.
Mata Lin Yan pun pulih kembali seperti sedia kala lalu ia pun langsung terengah-engah. Ia merasa seperti tidak bernafas sebelumnya.
“Lin Yan! Apa kau tidak apa-apa?” Xia Yue'er pun langsung mendarat di bahu Lin Yan dan menyentuh Pipi Lin Yan ketika bertanya.
“A-apa itu tadi..?” Lin Yan bergumam sambil menarik nafas dalam-dalam karena ia melihat sesuatu yang tidak terduga ketika menatap peta yang dijual di tempat Lelang dengan seksama.
“Ada apa Lin Yan?” Gu Yin juga langsung bertanya buru-buru.
Lin Yan tersadar lalu menatap ke arah Gu Yin dan Xia Yue'er yang tampak sedikit panik. Ia pun menarik nafas dalam-dalam lalu menatap ke arah peta serta berkata, “Aku tau di mana lokasi yang di tunjuk peta itu!”
“Apa?” Gu Yin, Li Hao, Patriak Klan Li dan Lima Tetua terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Lin Yan.
“Lokasi peta itu? Apa maksudmu Lin Yan?” Tanya Xia Yue'er sedikit tertarik.
Bahkan Xiao Ziya yang masih berdiri di hadapan Lin Yan juga penasaran dengan apa yang dimaksud oleh Lin Yan.
“Ya. Aku tau lokasi yang di tunjuk oleh peta itu. Mataku dapat melihatnya.” Lin Yan berkata dengan nada serius saat matanya berubah kembali menjadi mata naga dan menatap kembali ke arah peta yang mengeluarkan kabut hitam sepanjang waktu.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan, Li Hao, Patriak Klan Li dan lima Tetua menelan ludah mereka. Jika para kekuatan besar mengetahui bahwa Lin Yan dapat melihat peta secara langsung dan tau di mana lokasinya dengan tepat, maka bisa dipastikan bahwa Lin Yan akan dikejar oleh mereka.
Patriak Klan Li tentu saja tidak bodoh. Ia tau mengapa Klan Yao menjual peta itu karena peta tidak akurat sama sekali. Bisa dikatakan, peta itu sebenarnya menunjukkan satu lokasi tetapi dalam ruang lingkup yang sangat luas. Namun, Lin Yan tampaknya sangat tau di mana lokasi spesifik yang dituliskan di peta hanya dengan melihatnya dari jauh.
“Tidak! Aku tau dengan pasti lokasi yang paling tepat yang ada di dalam peta!” Balas Lin Yan dengan wajah yang sangat serius.
Tanpa membuang waktu, Lin Yan pun mengeluarkan selembar kertas yang lumayan lebar lalu menatap ke arah Xiao Ziya.
Xiao Ziya paham dengan apa yang ingin dilakukan oleh Lin Yan. Ia pun langsung menyentuh permukaan kertas lalu gambar-gambar suatu wilayah mulai muncul.
Gu Yin, Xia Yue'er, Li Hao, Patriak Klan Li dan Lima Tetua hanya diam dan terus menatap ke arah kertas yang dikeluarkan oleh Lin Yan.
Tidak lama kemudian, satu wilayah tertentu pun terlihat. Patriak Klan Li yang mengerti geografis Benua Saint pun menyipitkan matanya.
“Tanah Tengkorak!”
“Di mana itu kakek?” Tanya Li Hao penasaran dengan nama Tanah Tengkorak.
“Di Benua Saint, ada beberapa tempat berbahaya. Dan mereka semua di jaga oleh kekuatan besar kecuali satu. Yaitu Tanah Tengkorak! Di tempat itu, ada rumor tentang adanya perang yang membuat daerah tersebut sangat gersang dan di penuhi oleh tulang belulang. Daerah itu sangatlah luas, udara yang sangat tidak bersahabat, qi yang tercemar, dan juga, makhluk yang tinggal di tempat itu juga sangat berbahaya! Dan itu terletak tepat di tengah-tengah Empat Klan Kuno!” ujar Patriak Klan Li.
Semua yang ada di sana memasang wajah serius ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Patriak Klan Li.
Lin Yan yang menatap peta itu pun langsung mempersempit pencarian. Ia menyentuh kertas dengan telapak tangannya lalu menggambarkan apa yang ia lihat.
Di empat tempat yang beredar, terlihat tanda tertentu dan warisan tepat berada di tengah-tengahnya. Kilatan tertentu muncul di mata Lin Yan ketika menatap empat tertentu. Peta yang terbuat itu adalah peta yang hampir menggambarkan 70% dunia tersebut.
Dan salah satu tanda berada di wilayah luar, yaitu berada tepat di Lembah Naga, tempat Klan Zhu tinggal sebelumnya.
Patriak Klan Li sangat mengetahui dengan pasti di mana Klan Zhu tinggal dahulu sebelum kembali ke Benua Saint.
Untuk Lin Yan, karena pengetahuan yang ia dapatkan melalui peta, ia langsung tau di mana lokasi spesifik semua Klan Kuno. Tatapannya tertuju pada satu lokasi, yaitu tempat Klan Lin berada.
Bahkan Patriak Klan Li dan Lima Tetua terkejut bahwa lokasi keempat Klan kuno akan langsung terlihat di peta yang digambar oleh Lin Yan menggunakan qi-nya.
Sebelum ada yang berbicara, suara Yao Ran disertai ledakan qi dahsyat pun muncul di tempat lelang.
“Selamat untuk Ruang VIP Diamond Nomor Satu karena telah membeli peta dengan harga 490.000.000 batu spiritual kelas atas!” Teriak Yao Ran.
Tempat kelompok Lin Yan berada terkejut karena peta tersebut ternyata dibeli oleh Kaisar Han dengan harga yang sangat tinggi. Dan juga, aura yang meledak berasal dari Patriak Klan Xiao, Klan Zhu dan Klan Lin. Tampaknya kali ini Kaisar Han telah membuat masalah yang akhirnya mengundang kebencian tiga kultivator kuat yang menjadi Master Bela Diri peringkat pertama, kedua dan ketiga.
Kaisar Han yang telah membeli peta menggunakan semua batu spiritual yang ia miliki pun tersenyum kejam. Ia tidak takut dengan ketiga monster itu karena peta kini telah berada di tangannya. Ia sangat tau bahwa Klan Kuno selain dari Klan Yao sangat menghormati Kaisar Manusia. Dan dengan peta di tangannya, ia bisa mengancam mereka untuk mundur dengan cara ancaman menghancurkan peta. Sudah pasti ketiganya akan mundur karena tentu mereka sangat ingin pergi ke lokasi tempat yang ditinggalkan oleh Kaisar Manusia.
Tetapi Kaisar Han tidak pernah tau bahwa selain Klan Yao yang netral, ada dua sosok lainnya yang mengetahui isi peta. Dan salah satu dari mereka bahkan melihat jauh ke dalam peta dan mengetahui lokasi paling spesifik. Keduanya tidak lain adalah Lin Yan dan Xiao Ziya.