
Duar!
Ledakan terjadi saat teknik Lin Yan menghantam Meng Cui secara telak.
Karena Meng Cui menahan dengan segenap kekuatannya dan melindungi tubuhnya dengan qi terkuatnya, itu membuat dampak ledakan ketika dua qi bertemu.
Lin Yan menatap itu dengan senyum kecil. Ia perlahan berjalan ke arah depan meskipun debu-debu masih menutupi tempat Meng Cui berada.
Zhep!
“Mati!” Teriak Meng Cui yang muncul tiba-tiba dengan kondisi mengenaskan. Ia terlihat berlumuran darah saat ini dan lengan kirinya telah tampak tidak bisa digunakan sama sekali setelah mencoba menahan teknik Lin Yan.
Lin Yan tentu sudah memperhatikan itu menggunakan Mata Raja miliknya, tidak mungkin debu-debu seperti itu bisa menghalangi penglihatan Lin Yan yang bisa melihat aura seseorang.
Tring!
Dengan santainya, Lin Yan mengangkat Tombak Raja Langit menahan tebasan Meng Cui.
Wajah Meng Cui semakin pucat karena tidak menyangka bahwa Lin Yan mampu menahan serangan mendadak darinya.
Buak!
Lin Yan langsung menendang perut Meng Cui yang membuatnya muntah darah dan berguling guling di permukaan tanah.
“Uhuk.. uhuk..” Meng Cui batuk darah lagi beberapa kali. Ia melepaskan pedangnya dan menggenggam bahu kirinya karena merasakan sakit luar biasa. Ia masih ingat pengalaman mengerikan itu ketika menerima teknik Lin Yan secara langsung.
“Tunggu, kita adalah sesama murid dari sekte Naga Langit, apakah perlu untuk melakukannya sampai sejauh ini? Aku akan membantumu untuk mengalahkan murid lainnya agar dapat mengumpulkan poin yang banyak agar lolos ke babak utama.” Meng Cui mencoba perlahan berdiri sambil berbicara agar Lin Yan melepaskannya. Ia masih tidak rela untuk mundur dari kompetisi karena sangat ingin mengangkat namanya sendiri agar menjadi terkenal.
“Bekerja sama? Orang lemah sepetimu tidak memiliki kualifikasi bekerja sama denganku!” Balas Lin Yan seperti yang dikatakan oleh Meng Cui kepadanya sebelumnya.
Wajah Meng Cui sangat muram saat ini ketika mendengarkan balasan Lin Yan.
“Aku akan mengingat ini!” Meng Cui pun mengunakan benda formasi karena ia merasa lebih baik menyerah dan menunggu waktu lagi untuk membalas dendam.
Karena Meng Cui menggunakan benda formasi, kristal poin miliknya secara otomatis terjatuh dan tidak bisa lagi diambil olehnya karena sudah ada formasi seperti itu.
Lin Yan menaikkan sudut bibirnya karena tau bahwa Meng Cui ingin membalas dendam padanya suatu hari nanti. Tetapi, apakah para kultivator diluar sana mengijinkannya pergi? Jawabnya tentu saja tidak, bahkan Patriak klan Meng pun pasti akan membunuhnya ketika keluar dari hutan.
“Tentu, aku akan mengingatnya, semoga kau selamat saat keluar.” Balas Lin Yan dengan senyum dan mengambil kristal poin Meng Cui.
Meng Cui hanya menggertakkan giginya dengan kuat lalu pergi ke arah luar hutan. Ia tidak tau bahwa saat ini, beberapa singa lapar akan menerkamnya ketika keluar dari hutan.
Setelah itu, Lin Yan pun memulai proses menyerap poin. Ketika selesai, poinnya kini mencapai angka 970.
“Apakah ini sudah cukup?” Gumam Lin Yan dan melihat semua jumlah poin murid lainnya.
Setelah memeriksa, Lin Yan tau bahwa jika salah satu dari peringkat kedua, ketiga dan keempat mengalahkan satu murid lainnya, ia akan masuk ke posisi kedua.
“Hanya dua jam lebih kompetisi bagian pertama akan berakhir.” Batin Lin Yan dan langsung bergerak kembali untuk mengalahkan setidaknya satu murid lagi untuk berjaga-jaga.
**
Para kultivator menonton semua adegan itu dan ingin muntah karena Meng Cui mencoba untuk memohon bekerja sama dan membuat alasan mereka adalah sesama murid dari sekte Naga Langit.
“Betapa tidak tau malu anak dari klan Meng itu! Sungguh menjijikkan!”
“Lebih baik dia mati saja!”
Pada penonton merasa sangat jijik terhadap Meng Cui saat ini.
Tidak hanya Patriak klan Meng, bahkan Long Bao dan Tetua Kedua berniat membunuh Meng Cui.
“Tangkap anak itu ketika dia keluar dari hutan!” Perintah Patriak klan Meng kepada beberapa Tetua klan Meng.
“Baik!” Beberapa Tetua yang memasang wajah jelek hanya bisa mengangguk dan pergi menunggu Meng Cui keluar dari hutan.
Long Bao melirik ke arah salah satu bawahannya agar menghabisi Meng Cui ketika keluar dari hutan juga.
Tetapi Tetua Kedua hanya diam karena tidak mungkin membunuh Meng Cui secara langsung. Ia juga melihat ada dua kultivator kuat yang akan membereskan Meng Cui sehingga ia tidak bergerak atau mengirim seseorang.
Waktu terus berlalu, tidak sampai dua jam kemudian, Meng Cui yang sudah sampai di formasi merasa lega. Ia masih bersumpah untuk membunuh Lin Yan suatu hari nanti.
Ketika ia keluar, Meng Cui melihat dua Tetua yang telah menunggu dengan wajah penuh kebencian.
“Tetua..” Meng Cui buru-buru membungkuk dan memasang wajah meminta maaf karena gagal dalam kompetisi.
Buak!
Tamparan super keras Meng Cui terima ketika ia membungkuk. Ia sangat terkejut karena Tetua menamparnya seperti lalat.
Blug!
Meng Cui terjatuh di permukaan tanah dengan beberapa gigi yang terlepas.
“Apa yang anda lakukan? Ayahku tidak akan melepaskanmu karena telah melakukan ini!” Teriak Meng Cui dingin.
Sraing!
Tiba-tiba sebuah tebasan memotong kaki Meng Cui.
“Arrrrrggg!” Meng Cui berteriak kesakitan dan menatap siapa yang menebasnya.
Bahkan dua Tetua yang ada di situ hanya terdiam karena tau bahwa klan Long juga kini sangat membenci Meng Cui.
“Siapa kau?” Teriak Meng Cui kesakitan saat memegang pahanya dengan tangan kanannya menahan rasa sakit luar biasa tersebut.
“Kematianmu!” ucap sosok yang merupakan seorang pengawal kerajaan.
Sraing!
**
Lin Yan sama sekali tidak mengetahui hal itu walaupun ia sudah memprediksi bahwa Meng Cui akan tewas begitu keluar dari hutan.
Saat ini, Lin Yan telah berhasil mengalahkan murid lainnya dan mendapatkan poin tambahan.
“Tampaknya ini sudah cukup.” ucap Lin Yan saat menatap poinnya yang telah mencapai angka 1.290 poin.
Karena itu, Lin Yan pun akhirnya bergerak ke arah pusat formasi yang berada di tempat pertama kali mereka sebelum dikirim masuk ke dalam hutan.
Ketika bergerak, waktu kompetisi babak pertama telah habis karena kristal poin bersinar terang dan tidak menerima tambahan poin lagi.
“Kompetisi bagian pertama telah selesai, aku ingin tau bagaimana keadaan kakak, apakah dia akan lolos ke babak utama?” Gumam Lin Yan saat terus bergerak ke arah luar hutan. Ia hanya bisa berharap bahwa Huan Caiyi saat ini tidak terluka karena. Sedangkan untuk masuk ke babak utama atau tidak, ia ragu bahwa kakaknya akan mampu.
Bukannya Lin Yan meremehkan Huan Caiyi, tetapi memang itu adalah hal yang sangat sulit dicapai dengan tingkat kultivasi Huan Caiyi saat ini.