
Pinggiran Kota Han
Kepergian Lin Yan dan Canglan diikuti oleh salah satu anggota Cabang Klan Yao. Keduanya sama sekali belum menyadari bahwa mereka dibuntuti oleh seseorang.
“Canglan, Kota Neraka itu seperti apa?” Tanya Lin Yan penasaran. Meskipun Canglan telah memberitahunya, tetap itu hanya secara kasar.
“Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, Tuan Muda. Selebihnya, Kota Neraka sebenarnya dikuasai oleh dua Klan kuat, semua anggota mereka dianggap sangat brutal, tidak memiliki aturan dan yang terpenting, memiliki keahlian bertarung yang tinggi. Jika anda ingin mencari tempat pelatihan atau mencari teknik bertarung, di sana adalah tempat yang tepat. Semua kultivator pemula yang berhasil keluar dengan selamat di Kota Neraka akan menjadi orang ternama di Benua Saint.” ujar Canglan.
“Apakah kau pernah berlatih di tempat itu juga?” Tanya Lin Yan melirik Canglan.
“Ya Tuan Muda. Ketika aku telah mencapai tingkat Alam Raja, aku berlatih di Kota Neraka hingga aku mencapai tingkat Alam Raja puncak.” Balas Canglan dengan anggukan.
“Lalu, bagaimana dengan kakek dan nenekku? Apakah mereka juga pernah berlatih di sana?” Tanya Lin Yan lagi.
Canglan terdiam dalam beberapa detik lalu membalas, “Senior Lin Ming pernah berlatih di Kota Neraka tetapi itu hanya dalam waktu tidak sampai setengah tahun dan dia keluar karena tidak memiliki lawan lagi di tempat itu. Informasi ini adalah rumor yang beredar luas walaupun aku tidak tau apakah itu nyata atau tidak. Namun, dengan melihat peringkat senior Lin Ming di 200 daftar Master Bela Diri, tidak diragukan lagi bahwa semua informasi itu adalah kenyataan.”
“Oh? Hampir setengah tahun?” Kilatan yang membara akan semangat juang terlintas kelas di mata Lin Yan. Ia tentu akan melampaui prestasi milik kakeknya.
Canglan tentu tau bahwa Lin Yan pasti berniat melakukan itu. Ia berpikir bahwa Lin Yan mungkin akan dapat melakukannya.
“Ada seseorang yang mengikuti kita, Tuan Muda.” Canglan yang merasakan kehadiran seseorang pun memasang wajah serius.
Lin Yan juga mengedarkan energi spiritualnya sejauh yang ia bisa untuk melacak siapa yang sedang mengikuti mereka hingga mencapai perbatasan.
“Apa yang dia inginkan?” Tanya Lin Yan heran karena sudah tau siapa gerangan yang mengikuti.
Canglan hanya menggelengkan kepalanya karena tidak tau apa tujuan anggota Klan Yao yang menjual herbal Rumput Spiritual mengikuti mereka.
“Ayo kita tanya apa tujuannya.” Lin Yan pun berhenti di udara dan menoleh ke arah anggota Klan Yao.
“Oh? Dia bahkan dapat merasakan keberadaanku?” Batin anggota Klan Yao dengan senyum kecil diwajahnya. Ia masih percaya diri dengan kekuatannya jika Lin Yan tidak mau menyerahkan semua yang dimilikinya.
Pemuda itupun berhenti di jarak hampir sepuluh meter dari Lin Yan dan Canglan.
“Apa yang kau inginkan?” Tanya Lin Yan acuh tak acuh.
“Sesuai yang diharapkan untuk para kultivator yang memiliki qi Raja. Kalian semua selalu menganggap kultivator lainnya seperti serangga rendahan. Serahkan cincin ruang milikmu, aku tau bahwa kau pasti mempunyai banyak herbal berharga lainnya yang setingkat dengan herbal Bunga Bintang Emas!” Anggota Klan Yao itupun langsung mengatakan tujuannya.
“Kenapa kau berpikir bahwa aku akan memiliki herbal lainnya?” Tanya Lin Yan penasaran. Ia sedikit terkejut dengan tujuan anggota Klan Yao tersebut.
“Bunga Bintang Emas hanya akan tumbuh di sebelah herbal yang telah mati, dan herbal itu adalah Bunga Mutiara Kekal. Tidak hanya itu, herbal lainnya akan tumbuh juga disekitarnya dan memiliki kualitas yang setingkat dengan herbal Bunga Bintang Emas! Jangan banyak bicara, serahkan cincin ruang milikmu atau aku akan menghabisimu!” Ancam anggota Klan Yao tersebut.
“Oh? Kau terlalu menganggap dirimu tinggi!”
Zhep!
Setelah kata itu terucap, Lin Yan pun menghilang dalam sekejap dan muncul tepat di hadapan pemuda tersebut.
“Apa?” Anggota Klan Yao tersebut terkejut dengan kecepatan Lin Yan yang hampir menyamai dirinya yang memiliki kultivasi tingkat Alam Raja tahap kedua.
Pemuda itupun langsung mengayunkan tinjunya karena Lin Yan juga mengayunkan tinjunya.
Bam!
Benturan pun terjadi. Tetapi, sesuatu yang tidak diharapkan oleh pemuda itupun terjadi. Ia merasakan tangannya sangat kebas ketika bentrok secara langsung dengan Lin Yan.
Bam! Bam! Bam!
Karena Lin Yan hanya menggunakan teknik bertarung sederhana tanpa senjata ataupun teknik berbasis qi, pemuda tersebut merasa bahwa Lin Yan meremehkannya.
“Bocah sialan! Aku akan membunuhmu!” Teriak pemuda tersebut saat api berwana hijau meledak dari tubuhnya.
“Hm?” Kerutan muncul di dahi Lin Yan dan ia pun langsung mundur menjaga jarak karena suhu api hijau tersebut lumayan panas.
“Tuan Muda, berhati-hatilah, setiap anggota Klan Yao akan memiliki api kuat. Mereka telah dilatih untuk membentuk Inti Api di tubuh mereka sedari mereka kecil!” Canglan memperingati.
“Inti Api? Menarik.” Gumam Lin Yan dengan senyum kecil di wajahnya.
“Aku akan membakarmu hingga menjadi abu!” Pemuda itupun mengangkat tangannya ke langit lalu sebuah bunga teratai berwarna hijau berdiameter 5 meter pun muncul. Teratai hijau yang diciptakan oleh qi pemuda itu tampak terbakar oleh api berwana hijau juga.
“Api Lotus Pemusnah!”
Pemuda itupun langsung mengendalikan teratai ke arah Lin Yan dengan wajah dingin.
“Suhu yang lumayan tinggi!” Lin Yan menyeringai lalu percikkan petir hitam muncul di tangan kanannya.
Lin Yan pun mengangkat lengan kanannya ke arah langit lalu mengayunkannya ke arah bawah.
“Petir Surgawi!”
Blar!
Dari langit, Petir Hitam pun menyambar. Ukurannya juga sangat besar lalu menghantam langsung tepat di teratai hijau yang merupakan teknik dari anggota Klan Yao.
Duar!
Ledakan besar pun terjadi. Percikan petir hitam dan api hijau menyebar ke segala arah. Namun, sangat terlihat bahwa sisa petir hitam Lin Yan terus menerjang ke arah permukaan tanah.
“Apa?” Pemuda itupun melebarkan matanya karena tampaknya petir hitam Lin Yan membakar habis teknik miliknya. Tentu elemen petir akan menghasilkan panas juga tetapi siapapun pasti akan terkejut jika itu dapat membakar habis teknik berbasis elemen api.
“Apa hanya ini yang kau punya?” Tanya Lin Yan acuh tak acuh. Ia sebenarnya tau bahwa teknik pemuda tersebut sangat kuat. Ia juga menggunakan kekuatan penuhnya meskipun ia tidak menggunakan bentuk setengah naga.
“Kau..” Pemuda itupun menggertakkan giginya dengan kuat.
“Kau yang memintanya bocah!” Teriak pemuda tersebut sekuat tenaga.
Lin Yan hanya menggelengkan kepalanya menatap pemuda itu yang kehilangan ketenangannya. Tanpa membuang waktu, ia pun masuk ke bentu setengah naga lalu mengeluarkan Tombak Pembunuh Naga.
“Langkah Pemisah Bulan!”
Zhep!
Lin Yan tiba dalam sekejap tepat di atas pemuda tersebut.
“Apa?” Pemuda itupun tercengang karena Lin Yan muncul dalam sekejap dengan kecepatan yang tidak dapat ia ikuti sama sekali. Ia telah mempersiapkan teknik terkuatnya tetapi ia tidak menduga bahwa musuh akan lebih dulu menyerang dengan kecepatan tinggi.
“Sampaikan salamku pada penjaga gerbang neraka!” Ucap Lin Yan dingin saat mengayunkan Tombak Pembunuh Naga yang telah dilapisi oleh qi Petir Hitam sekuat tenaga ke arah bawah.
“Sial!” Hanya itu kata terakhir yang dikatakan oleh pemuda itu.
Blar!