Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 158 - Ketidakpuasan



Para murid pun yang berada di dalam hutan semuanya bergerak ke arah luar hutan.


Lin Yan yang lebih dulu bergerak pun sudah tiba dan menatap beberapa Tetua sekte Seribu Pedang telah menunggu di tempat itu.


“Tunggulah semua murid mencapai tempat ini agar mengumumkan siapa yang masuk ke babak final kompetisi.” ucap Tetua tersebut dengan wajah sedikit tidak puas ketika menatap Lin Yan karena ia tentu tau Lin Yan adalah bocah yang membuat masalah sehingga sekte Seribu Pedang kehilangan wajah karena formasi yang mereka persiapkan diacak-acak oleh seorang anak.


Lin Yan hanya mengangguk dan melompat ke atas sebuah pohon lalu duduk bersandar di salah satu dahan mengambil posisi nyaman.


Beberapa Tetua sekte Seribu Pedang hanya mengabaikan Lin Yan dan menatap ke arah hutan.


Waktu terus berlalu, satu per satu murid pun keluar. Sebagian besar mereka memasang wajah lelah, jelek, gelap dan beberapa memasang senyum diwajahnya karena poin mereka pasti berada di peringkat atas.


Lin Yan menatap ke arah bawah dan menemukan Jian Li bersama dengan satu anggota sekte lagi yang Lin Yan tidak terlalu perhatikan. Ia tentu sadar bahwa jumlah poin Jian Li mencapai 700 lebih.


Jika saja Jian Li menggabungkan poinnya dengan rekan satu sektenya, itu pasti sedikit lebih tinggi darinya.


Tidak lama kemudian, Gui Shan dan Gui Zhang keluar bersamaan. Salah satu dari mereka telah yakin masuk ke babak final kompetisi juga.


Tidak tau apakah di saat-saat terakhir keduanya mengirim poin ke salah satu kristal poin mereka.


Tidak sampai dua jam kemudian, semua murid telah keluar dari hutan karena para Tetua melacak semua kristal token yang masih berfungsi. Jumlah murid yang keluar dari hutan tidak mencapai angka 25 lagi. Lebih dari setengah telah tewas di dalam.


“Perhatian semua! Karena semua murid yang selamat telah keluar, kami akan mengumumkan dua murid yang akan maju ke babak berikutnya!” Teriak salah satu Tetua tidak terlalu keras.


“Tidak perlu mengumumkan karena kami sudah tau siapa peringkat pertama dan kedua.” Gui Zhang berbicara dengan nada sedikit sombong.


Tetua tersebut menatap Gui Zhang dengan tatapan marah dan membalas, “Menurutmu, siapa peringkat pertama dan kedua?”


“Peringkat pertama adalah orang itu dengan jumlah poin 1.310 poin. Dan peringkat kedua adalah aku dengan jumlah poin 1.240 poin!” ucap Gui Zhang sambil mendengus sedikit.


Semua murid yang ada di sana hanya diam karena mereka telah memeriksa di detik-detik terakhir jumlah poin siapa yang paling tinggi. Dan memang benar bahwa peringkat pertama adalah Jian Li dan kedua adalah Gui Zhang.


Lin Yan yang mendengar itu hanya tersenyum karena tau bahwa keempat murid tersebut menggabungkan poin mereka dengan rekan yang berasal dari sekte mereka. Ini adalah sesuatu yang dibuat oleh sekte Seribu Pedang sebagai cara untuk salah satu murid dari sekte manapun memiliki peluang untuk masuk ke babak selanjutnya.


“Kau di peringkat kedua? Sangat disayangkan bahwa kau kali ini tidak masuk ke babak berikutnya!” ucap Tetua tersebut sedikit jijik karena merasa bahwa murid yang bernama Gui Zhang terlalu sombong.


“Apa maksudmu?” Tanya Gui Zhang tidak senang.


“Baik, aku akan mengumumkan dua murid yang lolos ke babak berikutnya. Peringkat pertama dengan jumlah 1.310 poin, Jian Li. Dan peringkat kedua dengan jumlah 1.290 poin, Lin Yan!” Teriak Tetua tersebut yang membuat Gui Zhang dan Gui Shan membeku di tempat.


“Bagaimana bisa? Namanya bahkan tidak ada di dalam daftar! Apakah sekte Seribu Pedang melakukan kecurangan?” Teriak Gui Zhang sangat marah. Ia juga menatap semua murid di sana untuk menunjukkan bahwa sekte Seribu Pedang berbuat semena-mena dengan kompetisi.


Gui Zhang sangat marah mendengarnya lalu melihat sekelilingnya untuk mencari murid yang bernama Lin Yan tetapi tidak tau yang mana.


“Lin Yan! Tunjukkan dirimu!” Teriak Gui Zhang marah.


Tap!


Lin Yan turun dari atas pohon dan menatap Gui Zhang dengan penasaran.


“Kau Lin Yan?” Tanya Gui Zhang tidak percaya karena Lin Yan memiliki tingkat kultivasi Alam Roh tahap ketujuh dua tahap dibawahnya.


“Ya, apa kau kecewa dengan hasilnya?” Balas Lin Yan dengan senyum kecil.


“Kau, tidak mungkin bocah pendek ini adalah peringkat kedua!” Teriak Gui Zhang. Bahkan Gui Shan juga tidak setuju bahwa Lin Yan bisa masuk ke peringkat kedua, sebab ia sudah melihat bahwa Lin Yan berasal dari sekte Naga Langit dan tidak ada murid lainnya berasal dari sekte yang sama di situ.


Para murid lainnya juga langsung mengutuk sekte Seribu Pedang karena tampaknya sengaja meloloskan satu murid tidak dikenal dengan tingkat kultivasi rendah ke babak selanjutnya.


“Ayo bertarung denganku, tunjukkan bahwa kau memang peringkat kedua!” ucap Gui Zhang marah.


“Hentikan! Cukup sampai di sini! Jian Li, Lin Yan, ayo ikuti aku! Kalian berdua akan bergabung dengan murid lainnya yang lolos ke babak berikutnya!” ucap Tetua tersebut dan semakin tidak senang dengan sikap Gui Zhang.


Jian Li yang sedari tadi melirik Lin Yan pun tidak tau harus bereaksi seperti apa. Ia merasa tidak perlu ikut campur karena di grupnya saat ini sudah ada murid sekte Seribu Pedang yang lolos ke babak selanjutnya walaupun harus menggabungkan poin dengan rekannya.


Lin Yan hanya mengangguk dan berjalan mengikuti Tetua tersebut.


Gui Zhang sangat marah karena masih tidak terima dan langsung menerjang ke arah Lin Yan.


“Tidak mungkin kau masuk peringkat kedua!” Teriak Gui Zhang marah.


Buak!


Salah satu Tetua muncul di depan Gui Zhang dan langsung memukul perutnya yang membuat Gui Zhang terpental sangat jauh.


“Kau.. sekte Gerbang Surgawi tidak akan membiarkan hal ini! Walaupun kedua sekte memiliki kerja sama, kalian telah membuat kesalahan yang membuat kedua sekte menjadi musuh!” ucap Gui Zhang sambil memegang perutnya karena merasa sangat sakit.


Tetua itu hanya mendengus dan pergi dari tempat itu karena tidak peduli dengan ancaman Gui Zhang, sebab, memang Lin Yan lah juara kedua, dan semua kultivator di luar sana juga mengetahuinya.


Para murid-murid yang di sana pun tidak senang dengan cara sekte Seribu Pedang. Mereka tentu akan melaporkan hal ini kepada Tetua mereka dan semuanya pasti akan terkejut dengan jawaban semua Tetua setiap sekte.


Di sisi lain, Lin Yan dan murid sekte Seribu Pedang bernama Jian Li pun mengikuti Tetua ke sebuah tempat yang merupakan tempat para peserta yang lolos ke babak berikutnya berkumpul.