
Lantai ketiga restoran Bintang dalam suasana hening saat ini. Aura mencekam perlahan memenuhi ruangan dan qi dalam jumlah yang sangat besar kini mencoba untuk menekan apa saja yang ada di tempat itu.
Krak! Krak!
Terlihat sedikit retakan di kaki pemuda yang marah karena dikatakan sampah oleh Huan Caiyi karena ia kini mengerahkan semua qi-nya untuk mengintimidasi Lin Yan dan Huan Caiyi.
“Apa yang baru saja kau katakan? Sampah? Dengar *******, sangat sedikit wanita yang mencoba menolakku di tempat umum seperti ini! Kata-katamu juga sangat bagus.. Karena kau merendahkan ku, maka aku akan membuat sisa hidupmu menjadi seorang pela*cur rendahan!” Pria muda tersebut berkata dengan nada sangat dingin dan arogan sambil perlahan berjalan ke arah Lin Yan dan Huan Caiyi.
“Ho? Tampaknya putra dari Tetua clan Zhu sedang mengamuk saat ini.” Salah satu pelanggan di tempat itu menyeringai saat menatap pemuda yang memiliki wajah merah bercampur gelap karena sangat malu.
“Apakah anda perlu turun tangan? Aku akan mengurus mereka, tuan Zhu Bo.” Salah satu pria yang hampir mencapai usia paruh baya yang duduk bersama pemuda yang bernama Zhu Bo, menawarkan dirinya untuk memberi pelajaran kepada Lin Yan dan Huan Caiyi.
“Diamlah, aku akan melakukannya sendiri!” Zhu Bo yang arogan tidak peduli dengan perkataan pria itu yang merupakan anggota klan yang sama tanpa status sama sekali. Alasan mereka berdua bisa masuk ke lantai tiga tentu saja karena identitas Zhu Bo sebagai putra salah satu Tetua klan Zhu, juga memiliki sebuah bisnis besar yang membuatnya menjadi anggota VIP di restoran Bintang.
Kedua anggota klan Zhu hanya diam karena tau bagaimana tempramen Zhu Bo. Keduanya juga lebih lemah dalam bidang kultivasi yang membuat mereka berdua tidak bisa membantah perkataan Zhu Bo.
“Apakah tidak masalah jika membunuh seseorang di sini?” Huan Caiyi yang masih santai seperti biasa, mengeluarkan pedangnya sambil bertanya kepada pelayan.
Pelayan tersebut berkeringat mendengarnya karena tidak menyangka pertanyaan seperti itu ditanya pada dirinya.
Semua para kultivator yang ada di tempat itu tercengang mendengar apa yang ditanya oleh Huan Caiyi. Tetapi, mereka tidak menganggap Huan Caiyi bercanda sama sekali setelah memeriksa dengan cermat tingkat kultivasinya.
“Membunuh? Apa kau pikir akan mampu membunuhku?” Zhu Bo semakin marah saat ini karena tampak seperti Huan Caiyi menganggapnya tidak memiliki arti sama sekali.
“Kau akan mengalami kematian paling tragis setelah aku menangkapmu!” Zhu Bo langsung melesat dengan kecepatan penuhnya menuju ke arah Huan Caiyi lebih dulu karena dialah targetnya.
“Ketahuilah tempatmu!” Balas Huan Caiyi dan melesat dengan kecepatan tinggi juga.
Zhu Bo yang sudah mendekat, mengeluarkan sebuah pedang dari cincin ruangnya lalu mengayunkannya ke arah Huan Caiyi, begitu juga sebaliknya.
Tring!
Kedua serangan berbenturan seketika dan sangat terlihat bahwa Zhu Bo di dorong mundur.
Semua mata yang yang ada di sana kini tau bahwa wanita cantik dan panas itu ternyata memiliki kemampuan untuk menunjukkan taringnya.
Bahkan kedua anggota klan Zhu pun terkejut. Keduanya langsung berdiri dan mendekat ke arah Zhu Bo dan Huan Caiyi karena tentu keduanya ingin membantu Zhu Bo.
Zhep!
Lin Yan bergerak dengan kecepatan tinggi dan muncul di depan dua anggota klan Zhu tersebut.
“Berhenti di tempatmu, jika kau bergerak selangkah lagi, maka itu adalah hari peringatan kematianmu.” Lin Yan berkata dengan nada datar sambil mengeluarkan Tombak Raja Langit.
“Bodoh!” Gumam Lin Yan. Ia melapisi kakinya dengan qi lalu menghilang seketika karena bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Jleb!
Tanpa anggota klan Zhu itu tau, dadanya telah di tusuk oleh sebuah tombak. Ia membeku di tempat karena merasakan sensasi dingin. Ia menatap ke arah bawah dan menemukan sebuah bilah sudah menembus dadanya.
Lin Yan yang menusuk musuh dari belakang, berkata dengan nada datar seperti biasa, “Ini adalah hari peringatan kematianmu!”
Lin Yan menarik Tombak Raja Langit dan menatap ke arah anggota klan Zhu yang lainnya. “Apakah kau ingin mengikuti jejaknya? Jika ya, kau bisa bergerak.”
Satu lagi anggota klan Zhu membatu di tempat dan keringat dingin menetes di dahinya. Ia tidak berani bergerak karena rekannya sebelumnya setara dalam hal kekuatan dengannya yang artinya, ia akan tewas dalam sekejap juga jika mencoba untuk besar kepala.
Semua pelanggan di tempat itu sedikit terkejut dengan kecepatan yang ditampilkan oleh Lin Yan.
Sementara Zhu Bo yang di dorong mundur, memasang wajah jelek karena satu anggota klan-nya telah tewas dalam hitungan detik oleh seorang anak.
“Ke mana kau melihat? Apakah menurutmu kami adalah pejalan kaki yang bisa dipermainkan kapan saja? Kau sungguh menganggap dirimu tinggi.” Huan Caiyi berkata dengan senyum sinis. Saat itu terjadi, ia bergerak mundur dua langkah lalu membuat kuda-kuda menyerang dengan sangat cepat.
“Gaya Pedang Huan, Tebasan Penyembelih...”
Zhep!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Huan Caiyi melewati Zhu Bo seketika. Di belakangnya tampak bayangan kabur saat ia melancarkan serangan.
Zhu Bo yang menatap itu pun sudah mengangkat pedangnya untuk menahan tebasan.
Sraing!
Pedang Zhu Bo di potong bersih oleh Huan Caiyi. Terlihat jejak darah di lehernya sedikit tanda bahwa tebasan itu hampir saja memenggalnya.
Keringat dingin bercucuran di dahi Zhu Bo karena ia merasa sangat dekat dengan kematian beberapa saat lalu. Ia pun langsung melompat mundur menjaga jarak dari Huan Caiyi sambil memegang lehernya yang meneteskan sedikit darah.
“Tampaknya kau beruntung bisa selamat. Serangan berikutnya tidak akan memiliki hasil yang sama.” Huan Caiyi yang berbalik dan menatap Zhu Bo, berkata dengan nada sinis dengan senyum khasnya.
“Apa kau mencoba untuk menantang klan Zhu, nona klan Huan?” Zhu Bo bertanya dengan nada dingin karena ia langsung tau bahwa teknik berpedang Huan Caiyi adalah teknik yang berasal dari klan Huan yang telah binasa.
Namun, menurut para kultivator di Kerajaan Bintang, hanya klan Huan yang mampu menampilkan teknik seperti itu karena tingkat kesulitan teknik serta satu hal lain diperlukan agar bisa menyempurnakan teknik, yaitu garis darah klan Huan.
“Oh? Apakah sekarang kau hanya bisa menggunakan nama klan Zhu? Mana sifat aroganmu beberapa saat lalu? Kau itu hanya sampah dari klan Zhu dengan tingkat kekuatanmu. Apakah aku salah? Apakah mereka akan mencoba membalas dendam jika aku membunuhmu?” Huan Caiyi menyeringai kejam saat mengatakan itu.
Wajah Zhu Bo menjadi gelap seperti pantat wajan. Tentu ia tau apa arti dari semua pertanyaan Huan Caiyi. Dan memang benar, jika saja ia bukan putra salah satu Tetua dan memiliki bisnis lumayan besar yang menguntungkan klan Zhu, ia hanyalah sampah lemah. Di klan Zhu, untuk anggota klan seusianya sudah mencapai tingkat Alam Roh, tetapi ia hanya mencapai tingkat Xiantian.