Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 237 - Diskusi dan Rencana



Terlihat saat ini Lin Yan sedang bergerak dengan kecepatan penuhnya menuju ke arah lokasi Klan Gu berada. Ia ingin memberitahukan tentang apa yang terjadi selama datang ke Reruntuhan Klan Long.


Dalam waktu beberapa hari Lin Yan bergerak dengan kecepatan penuhnya, ia pun tiba di Bukit Segitiga tempat Klan Gu berada.


Di perjalanan, Lin Yan tidak menemukan keberadaan Gu Feng dan Gu Yang. Ia tidak tau apakah keduanya telah kembali ke Klan Gu atau tidak.


Sesampainya di gerbang Klan, Lin Yan pun menatap penjaga yang semakin banyak berkumpul.


“Kau sudah kembali? Gu Feng dan Gu Yang telah datang setengah hari yang lalu. Saat ini, pertemuan Klan akan segera diadakan. Aku diperintahkan agar memberitahumu tentang ini dan pergilah ke Aula Klan tempat berdiskusi.” Gu Ping yang melihat Lin Yan datang langsung berbicara dan memerintahkan para Penjaga lainnya membuka Formasi.


“Baik paman. Terima kasih.” Balas Lin Yan dan langsung masuk ke dalam Klan ke tempat pertemuan diadakan.


Setelah mencapai Aula Klan, Lin Yan yang datang pun dipersilahkan oleh beberapa anggota Klan Gu yang menjaga pintu. Tentu mereka mengenal Lin Yan dengan sangat baik.


Saat memasuki ruangan pertemuan, terlihat sangat banyak anggota Klan Gu. Semua dari mereka memiliki tingkat kultivasi Alam Langit.


Banyak dari anggota Klan Gu yang menatap Lin Yan datang. Tetapi mereka tidak protes sama sekali tentang keterlambatan Lin Yan karena adanya penjelasan dari Gu Yang dan Gu Feng yang sudah tiba lebih dulu.


“Aku sudah menjelaskan semuanya. Penjelasan Gu Yang dan Gu Feng sedikit kabur. Maka dari itu, aku meminta Lin Yan untuk menceritakan kejadian yang ia saksikan karena kembali belakangan.” Setelah Lin Yan datang selama hampir sepuluh menit, Tetua Agung Klan Gu pun mempersilahkan Lin Yan berbicara.


Lin Yan berdiri dan tidak mau berbasa-basi. Ia pun menceritakan banyak hal yang ia ketahui tetapi tidak menyinggung soal Iblis agar kepanikan tidak terjadi.


Keberadaan Iblis pastilah hanya ada di dalam dongeng bagi para manusia. Tentu mereka akan menganggap Lin Yan membual sehingga ia tidak perlu menjelaskan apapun tentang Iblis.


Ketika mendengar bahwa para makhluk aneh itu ingin menebas dendam kepada keturunan tertentu yang di duga adalah Klan Long, semua dari anggota Klan Gu sedikit bersemangat.


“Aku telah mencoba untuk membuat mereka bermusuhan dengan Klan Long. Tampaknya itu memang kenyataan bahwa ada anggota Klan Long di zaman dulu menyegel mereka di bawah Reruntuhan Klan Long.”


“Tetapi, mereka tetaplah ancaman yang sangat besar karena memiliki kekuatan layaknya sebuah Kerajaan besar. Aku telah membuat prediksi bahwa Kerajaan Bintang akan membuat aliansi dengan Kerajaan Bulan. Kalian pasti paham apa yang akan terjadi jika memang ada ancaman besar bagi dua Kerajaan. Juga..” Lin Yan menghentikan kata-katanya karena mengingat tentang Gu Rong dan Tetua Agung Sekte Naga Langit.


“Apakah ada hal lainnya?” Tanya Terus Agung Klan Gu.


“Ya. Ini tentang Gu Rong dan Tetua Agung Sekte Naga Langit. Aku mengambil ini darinya, ini adalah cincin ruang Tetua Agung Sekte Naga Langit yang aku bereskan ketika ada kesempatan sewaktu dia melawan musuh.” Lin Yan pun menyerahkan cincin ruang kepada Tetua Agung Klan Gu karena ia sudah memeriksa isinya lebih dulu.


“Apa? Kau membereskan Tetua Agung Sekte Naga Langit?”


“Bagaimana caramu membereskan kultivator sekuat itu?”


“Apakah ada yang mengetahuinya? Jika ya, Sekte Naga Langit tidak akan tinggal diam!”


Banyak anggota Klan Gu yang langsung bertanya dan tentu saja tidak akan percaya begitu saja dengan cerita Lin Yan.


Ketika ruangan menjadi sunyi, Tetua Agung Klan Gu pun memeriksa cincin ruang tanpa melewatkan apapun. Ia terkejut saat melihat token Klan Gu dan beberapa benda lainnya yang berkaitan dengan Klan Gu.


Juga, ketika melihat identitas asli Tetua Agung Sekte Naga Langit, Tetua Agung Klan Gu pun langsung menampar meja dengan keras sampai retak.


Anggota Klan Gu lainnya terdiam karena terlihat saat ini Tetua Agung Klan Gu sangat marah.


“Ada apa saudaraku?” Tanya Patriak Klan Gu yang duduk di sebelah Tetua Agung Klan Gu.


“Periksalah!”


Patriak Klan Gu langsung serius dan memeriksa cincin ruang. Matanya pun melebar dan auranya bocor sedikit saat melihat beberapa hal tertentu.


“Bisakah Anda menjelaskan Tetua Agung?” Salah satu Tetua pun berbicara.


“Baik! Akan aku jelaskan! Tetua Agung Sekte Naga Langit memiliki identitas asli yaitu anggota Klan Gu, keturunan pemberontak yang mencoba mengambil posisi Patriak generasi sebelumnya, juga merupakan kakak tertua dari Gu Rong! Kalian pasti ingat tentangnya yang mencoba membunuh Patriak saat ini ketika kami masih sangat muda!”


“Juga, dia memiliki rencana busuk yaitu melakukan ritual darah bagi semua anggota Klan Gu untuk mencapai tingkat kekuatan legendaris yang tentu kalian tau tentang hal itu karena dianggap sangat jahat! Ini adalah buktinya!” Terus Agung Klan Gu melihat ke arah saudaranya lalu mengangguk.


Patriak Klan Gu pun langsung mengeluarkan semua bukti yang membuat anggota Klan Gu sangat marah. Itu juga berkaitan dengan Kuil Dewi Salju. Mereka semua paham kenapa saat pindah ke Kerajaan Bulan, Sekte Naga Langit menyerang mereka. Itu sudah pasti karena perintah dari Tetua Agung Sekte Naga Langit.


“Karena ini, jika semuanya seperti yang diprediksi oleh Lin Yan tentang kerjasama antara dua Kerajaan, maka kalian harus berhati-hati dengan Sekte Naga Langit. Mereka tidak akan mendengarkan penjelasan kita jika ada yang mengetahui tentang siapa yang membunuhnya. Juga, jika mereka melakukan gerakan, bunuh di tempat tanpa ragu!” Perintah Tetua Agung Klan Gu.


Semua anggota Klan setuju dengan perintah itu.


“Apakah ada hal lainnya Lin Yan?” Tanya Tetua Agung Klan Gu.


Lin Yan melihat ke sekelilingnya dan tidak menemukan istrinya. Jika Gu Yin ada di tempat itu, ia tidak akan berbicara apa-apa lagi.


“Pertama, hubungi Asosiasi Alkemis. Katakan semua tentang kejadian ini. Tuan Li Hu pasti akan setuju dengan proposal yang aku ajukan walaupun aku tidak akan berada di sana ketika kalian mengirim informasi tentang hal yang aku temukan lainnya, yaitu Bahtera Kuno yang muncul tiba-tiba di Reruntuhan Klan Long.” Lin Yan pun menjelaskan secara detail tentang benda tersebut yang kemungkinan memiliki fungsi lainnya sebagai alat transportasi.


“Apakah mereka akan setuju untuk membantu merebut sesuatu yang kau sebut sebagai Bahtera Kuno meski belum tau fungsi utamanya? Dan apa maksudmu kau tidak akan berada di sana ketiga negosiasi?” Tanya Tetua Agung Klan Gu heran.


“Alasan mereka setuju, karena kemungkinan aku akan memiliki cara untuk menggunakan Bahtera Kuno itu. Dan kenapa aku tidak akan ada di sana? Itu karena aku akan pergi ke suatu tempat yang memiliki kemungkinan paling besar untuk mengambil kunci pengendalian Bahtera Kuno.” Lanjut Lin Yan.


“Di mana itu?” Tanya Tetua Agung Klan Gu penasaran. Semua anggota Klan juga penasaran dari mana Lin Yan mengetahui semua hal itu.


“Aku tidak bisa menjelaskannya saat ini. Namun, tempat itu berhubungan dengan Klan ku sendiri.” Balas Lin Yan sambil perlahan berdiri lalu melanjutkan, “Aku akan pergi setidaknya selama setengah tahun, cobalah untuk bersiap-siap terhadap perang besar yang mungkin akan segera pecah.”


Setelah mengatakan itu Lin Yan pun menghilang dalam sekejap. Awalnya ia ingin menyusup ke Klan Long. Tetapi, ia merubah rencananya karena merasa kekuatannya saat ini masih sangat lemah. Dan cara tercepat untuk menaikkan kultivasinya dan mencari beberapa kebenaran lainnya pasti ada di tempat tersebut, salah satu tempat peninggalan Kaisar Manusia, Lembah Naga.