
Kota Neraka
Pertarungan, pertumpahan darah, itu adalah hal yang biasa terjadi di Kota Neraka. Tempat itu adalah surga bagi para penjahat karena tidak ada hukum yang mengatur. Bahkan untuk dua Klan yang nenajdi penguasa kota pun hanya membiarkan sesuatu seperti itu terjadi di dalam kota.
Setiap sebulan sekali, para kultivator yang ada di sana akan memberikan upeti kepada kedua Klan karena mereka adalah yang memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh semua kultivator yang bertarung. Bahkan untuk kedua Klan yang merupakan penguasa di Kota Neraka akan membereskan semua mayat-mayat yang tergeletak di tengah jalan.
Kota Neraka tidaklah terlalu besar tetapi wilayah pinggiran kota sangat luas dan disitulah para kultivator lebih sering bertarung dari pada di dalam kota agar lebih leluasa.
Saat Lin Yan memasuki Kota Neraka di pimpin oleh Li Hao, ia dapat mencium bau darah yang sangat menyengat. Siapapun yang pertama kali datang ke Kota Neraka tidak akan pernah menyangka bahwa akan ada tempat seperti itu di Benua Saint apa lagi jika Kota Neraka masihlah wilayah Kekaisaran Han.
“Lin Yan! Tempat ini sangat menjijikkan!” Xia Yue'er yang duduk di kursi VIP-nya pun mendengus karena ia sangat peka dengan hal seperti bau kematian, sebab ia adalah Roh yang penuh dengan energi kehidupan.
“Ya. Tetapi tempat ini memiliki kapasitas qi dua kali lebih padat dari pada Kota Han. Siapapun yang berlatih di tempat ini, kultivasinya akan cepat meningkat.” Balas Lin Yan dan melirik ke arah Li Hao karena dia adalah salah satu contohnya.
“Benar apa yang kau katakan. Tempat ini memang sangat unik, di bawah Kota Neraka, ada rumor mengatakan bahwa ada Vena Batu Spiritual yang sangat besar walaupun belum pernah ada yang melihatnya secara langsung. Vena Batu Spiritual merupakan tambang batu spiritual, sudah pasti qi yang berasal dari tambang seperti itu akan membuat daerah di sekitarnya memiliki kepadatan qi yang sangat tinggi.” ujar Li Hao.
“Oh? Vena Batu Spiritual?” Kilatan aneh terlintas di mata Lin Yan karena ia pernah mendengar dari neneknya apa itu Vena Batu Spiritual.
“Jika seperti itu, ayo kita cari cara untuk pergi ke Vena Batu Spiritual itu!” Seru Xia Yue'er bersemangat karena tentu ia tau betapa berharganya batu spiritual.
“Jika semudah itu, dua penguasa kota akan sudah menemukannya lebih dulu. Lagi pula, kota ini adalah Wilayah Kekaisaran Han, sebelum kedua Klan kuat di tempat ini menemukannya, sudah pasti Klan Han akan menemukannya lebih dulu.” ujar Li Hao.
“Cih!” Xia Yue'er berdecak tidak puas. Ia berharap bahwa ia dan Lin Yan bisa menemukan Vena Batu Spiritual tersebut dan sudah pasti kultivasi mereka akan meningkat drastis.
Sementara itu Lin Yan hanya menaikkan sudut bibirnya karena pernah mendengar dari kakek dan neneknya bahwa jalan menuju tempat Vena Batu Spiritual sangatlah tersembunyi. Itu tidak terletak tepat di bawah sumber qi yang bocor ke permukaan tetapi berada di tempat lain. Ia harus memastikannya terlebih dahulu sebelum mencoba mencari jalan masuk ke dalam sana.
“Hm? Kenapa aku merasa seperti kita sedang diperhatikan?” Tanya Xia Yue'er sedikit heran.
“Semua kultivator yang ada di sini tentu saja akan memperhatikan pendatang baru. Berhati-hatilah, di sini seseorang mungkin akan menyergap kalian tanpa sadar. Dan ketika kalian sudah tau, maka terlambat sudah. Tingkatkan kewaspadaan kalian setiap saat. Tempat ini tidaklah ramah sama sekali.” Li Hao memperingati.
“Ayo, kita akan pergi ke kediaman yang telah aku sewa.” Li Hao pun mempercepat laju langkahnya.
Lin Yan hanya mengikuti dari belakang serta terus-menerus melirik ke sana ke mari dan memperhatikan semua kultivator yang ada di sana juga. Ia tentu tidak akan menurunkan kewaspadaannya.
Tidak lama kemudian, Lin Yan dan Li Hao pun tiba di sebuah bangunan yang tidak terlalu besar. Tetapi keduanya terdiam ketika menatap bangunan tersebut.
“Seleramu sungguh buruk.” Xia Yue'er pun melanjutkan.
Li Hao terdiam ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan dan Xia Yue'er. Ia juga tidak tau harus berbicara apa ketika melihat kediamannya telah hancur setengah. Ia pun menggelengkan kepalanya lalu berbicara sambil berjalan ke arah bangunan rusak tersebut, “Ayo masuk, setengah dari bangunan ini masih bisa digunakan.”
Sesampainya di dalam Li Hao pun mempersilahkan Lin Yan duduk.
“Sudah berapa lama kau tiba di tempat ini?” Tanya Lin Yan.
“Pertama kali kita mengunakan gerbang teleportasi di Daratan Utara, aku langsung tiba di pinggiran Kota Neraka. Setelah itu, aku belum pernah pergi sama sekali karena tempat ini sangat cocok meningkatkan kekuatan.” Balas Li Hao.
“Aku tau tempat ini memang cepat meningkatkan kekuatan. Tetapi, selain itu, apakah ada cara mengumpulkan sumber daya lebih cepat?” Tanya Lin Yan.
“Tentu. Pertama sudah pasti dengan cara merampok karena tempat ini memang tidak ada larangan atau batasan apapun selama kau kuat. Selanjutnya adalah pertarungan di Arena, di Kota Neraka ada sebuah tempat yang dinamai Colosseum. Di sana, selain dari menantang banyak kultivator yang berkumpul, kita bisa bertaruh apapun. Namun, berhati-hatilah karena mungkin seseorang akan menipumu.” Li Hao menjelaskan.
“Apa gunanya tempat seperti itu jika kita bisa merampok dengan bebas?” Dengus Xia Yue'er.
Li Hao terdiam ketika menatap Roh Peri mungil tersebut. Ia langsung sadar bahwa ketika ia berbicara dengan Xia Yue'er, ia seperti sedang menghadapi anak kecil yang manja.
“Gunanya kau menghemat waktu mencari kultivator yang ingin dirampok, sebab di Colosseum, setelah kau menghabisi musuhmu, kau akan bisa mengambil semua yang dimilikinya. Di sanalah tempat berkumpulnya semua petarung handal yang memiliki tujuan yang sama, yaitu mengambil sumber daya pada musuh yang dikalahkan.” ujar Li Hao.
“Oh? Jika ada sesuatu seperti itu, kita tidak akan membuang waktu percuma.” Xia Yue'er mengangguk seolah-olah itu adalah rencananya.
Lin Yan sudah kebal dengan sikap Xia Yue'er. Ia pun menatap ke arah Li Hao dan berkata, “Jika seperti itu, beberapa hari kemudian, bawa kami ke Colosseum.”
“Aku tau bahwa kau pasti ingin pergi ke sana. Beristirahatlah beberapa hari ini. Ada beberapa hal yang harus aku urus.” Li Hao pun perlahan berdiri lalu menghilang dalam sekejap dari hadapan Lin Yan dan Xia Yue'er.
“Lin Yan.. tentang Vena Batu Spiritual itu..” Xia Yue'er membuka suara ketika Li Hao telah pergi.
Lin Yan menaikkan sudut bibirnya mendengar apa yang dikatakan Xia Yue'er. Ia tau bahwa Roh Peri mungil itu memang kekanak-kanakan, tetapi dia tidaklah bodoh sama sekali. Setelah mempelajari banyak hal dari dirinya, Xia Yue'er pun telah menjadi Roh Peri yang cekatan meskipun sifat serta mulutnya yang sangat pedas tidak bisa berubah sama sekali.
“Ya, kita pasti akan menyelidikinya nanti. Dan rumor tentang Vena Batu Spiritual itu pastilah nyata karena tidak mungkin tempat ini akan diisi oleh qi dengan jumlah kepadatan yang sangat tinggi jika tidka ada sumbernya,” ucap Lin Yan dan memikirkan di mana sebenarnya jalan menuju arah Vena Batu Spiritual di bawah Kota Neraka.