
Lembah Naga
Lin Yan saat ini tidak sadarkan diri, ia bernafas dengan sangat cepat. Wajahnya juga terlihat sangat pucat.
Menatap Lin Yan, Xia Yue'er pun sangat gugup. Ia tidak tau harus melakukan apa saat ini. Ia melihat sekelilingnya untuk meminta pertolongan tetapi baru sadar bahwa mereka sedang memasuki tempat yang sangat sunyi.
“Ibu.. tolong aku..” Xia Yue'er pun langsung memeluk Lin Yan di lehernya dengan mata berkaca-kaca karena tidak tau apa yang harus dilakukan. Ia saat ini sangat ketakutan karena di tempat yang sangat gelap itu, ia seperti sedang sendirian karena Lin Yan tidak sadarkan diri.
Waktu terus berlalu, Xia Yue'er terus berada di samping Lin Yan dan mencoba beberapa hal menggunakan qi-nya tetapi Lin Yan tidak sadarkan diri juga walaupun nafasnya tidak seperti sebelumnya yang terlihat buru-buru. Wajah pucat Lin Yan pun kembali seperti semula.
Dua hari kemudian, Lin Yan perlahan membuka matanya. Ia merasakan sakit di kepalanya.
“Uwaaa.. ku kira kau akan mati!” Xia Yue'er pun langsung menempel di pipi Lin Yan sambil menangis keras.
Cairan aneh menempel di pipi Lin Yan yang membuatnya sedikit jengkel. Ia pun mengambil Xia Yue'er dan menatapnya dengan seksama, “Kenapa kau berpikir bahwa aku akan mati?”
“Habisnya kau tidak bangun bangun walaupun aku memukulmu dengan keras!” Balas Xia Yue'er sambil menangis.
Lin Yan menyentuh kepalanya dan ada benjolan. Ia sekarang paham dari mana asal rasa sakit sebelumnya. Ia pun menatap Xia Yue'er yang masih menangis dengan wajah kesal. “Apa begitu caramu membangunkan seseorang?” Batinnya.
Dengan wajah lelah, Lin Yan pun menatap kembali ke buku yang sebelumnya ia baca. Ia masih mematung menatap gambar wanita tersebut. Ia ingat dengan jelas kalimat yang dikatakan oleh wanita yang ia lihat dalam kepalanya walaupun itu sangat buram.
Dengan perlahan, Lin Yan mengambil buku tua tersebut lalu mengambil lembar buku berisi gambar wanita.
“Jangan lihat lagi! Nanti kau pingsan lagi!” Xia Yue'er buru-buru mengambil lembar buku dari Lin Yan.
“Tenanglah Yue'er..” Lin Yan menghela nafas lelah dan meraih lembaran tersebut dari Xia Yue'er.
Tanpa membuang waktu, ia pun mengambil beberapa kayu dari dalam cincin ruang miliknya lalu membentuk sebuah bingkai dan menaruh lembar buku tersebut.
Karena merasa bahwa gambar itu sangat sangat penting, ia tidak ingin gambar itu rusak. Lin Yan juga membuat formasi yang sangat kuat yang ia bisa gunakan agar tidak terjadi kerusakan pada gambar yang ada di lembar buku yang sudah sangat tua dan agak rapuh.
“Lin Yan.. apa kau mengenal wanita ini?” Tanya Xia Yue'er menunjuk ke arah gambar yang telah dibuat bingkai oleh Lin Yan. Ia tidak gugup lagi karena ternyata Lin Yan tidak pingsan lagi.
“Mengenalnya?” Gumam Lin Yan. Ia merasa bahwa itu sekedar dari kenal. Tetapi ia tidak tau dari mana perasaan akrab tersebut muncul. Yang pasti, dirinya merasa bahwa wanita tersebut adalah sosok yang sangat penting baginya.
“Aku tidak ingat tentangnya atau pernah bertemu dengannya Yue'er..” ucap Lin Yan dan menyimpan bingkai bergambar tersebut ke dalam cincin ruangnya.
“Benarkah?” Tanya Xia Yue'er curiga. Ia tentu dapat merasakan bahwa Lin Yan sebenarnya mengenalnya. Jika tidak, Lin Yan tidak akan sadarkan diri karena gambar itu.
Setelah itu, Lin Yan kembali mengambil buku sebelumnya dan membaca kembali. Beberapa halaman berikutnya, terlihat sebuah gambar altar yang diatasnya ditaruh kulit naga yang pernah ia lihat.
“Ini informasi yang paling aku cari!” Batin Lin Yan. Ia selalu berpikir ke mana kulit naga sebelumnya menghilang. Ternyata ada sebuah gua bawah tanah tepat di bawah altar ia mengambil Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga.
“Yuu’er.. ayo pergi!” Lin Yan pun langsung melayang dan bergerak keluar dari perpustakaan tersebut setelah menyimpan buku ke cincin ruang miliknya. Ia sudah mendapatkan petunjuk cara untuk memasuki tempat tersebut.
Xia Yue'er tidak bertanya lagi dan ikut terbang mengikuti Lin Yan.
Lin Yan dan Xia Yue'er pun langsung bergerak ke arah jurang dan melesat ke dalamnya. Karena adanya Lin Yan, Xia Yue'er tidak takut lagi.
Juga, karena telah sendirian selama dua hari di tempat yang sangat gelap, membuat Xia Yue'er sudah memiliki sedikit keberanian berada di tempat seperti itu.
“Lin Yan! Jurang ini sangat dalam! Apakah ini memiliki dasar?” Tanya Xia Yue'er yang terbang di sebelah Lin Yan.
“Kita mungkin akan mencapainya dalam waktu beberapa jam.” Balas Lin Yan. Bahkan dengan tingkat Alam Langit pun, masih butuh waktu waktu mencapai dasar yang membuat Lin Yan bertanya-tanya bagaimana cara membuat jurang tersebut.
Tidak sampai dua jam kemudian, keduanya pun tiba di sadar jurang.
“Hm? Tampaknya tidak sampai dua tahun yang lalu ada yang datang ke sini.” ucap Xia Yue'er saat menatap mayat yang sedikit membusuk.
“Akulah yang membunuh mereka hampir dua tahun yang lalu.” Balas Lin Yan dan menatap ke arah tertentu di ujung jurang.
“Kau pernah ke sini sebelumnya?” Tanya Xia Yue'er terkejut.
Lin Yan tidak menjawab. Ia melayang sedikit dan melesat ke arah tertentu.
Xia Yue'er kesal karena Lin Yan mengabaikannya tetapi tetap mengikuti dari belakang karena ia tentu tidak mau sendirian di tempat gelap walaupun sudah sedikit terbiasa.
Tidak lama kemudian, keduanya pun tiba di sebuah dinding jurang yang memiliki sebuah segel. Tepat di bawah kaki Lin Yan, ada sebuah Formasi yang berhubungan dengan segel yang ada di dinding.
Lin Yan menggigit ibu jarinya sebelah kiri lalu menarih beberapa tetes darah di tangan kanannya.
Tap!
Telapak tangan Lin Yan menempel pada dinding jurang tepat di segel berada. Segel tersebut pun perlahan menghisap darah di telapak tangannya.
Drrrrtttt!
Getaran terjadi di jurang tersebut.
Saat itu terjadi, Lin Yan langsung meraih Xia Yue'er.
Zhung! Zhung! Zhung!
Tiang tiang yang memiliki pola pun muncul mengelilingi Lin Yan membentuk lingkaran.
Zhep!
Saat percikan petir muncul di sekitar Lin Yan, ia pun langsung menghilang dalam sekejap dari tempat tersebut karena dipindahkan ke suatu tempat.
Lin Yan pun muncul di dalam tempat yang sangat gelap karena itu terletak jauh di bawah tanah. Tempat itu hanya memiliki sedikit udara, jika ia manusia biasa, ia mungkin sudah sesak nafas.
“Yue’er.. gunakan Formasi untuk membuat penerangan. Lemparkan ke arah langit-langit!” Perintah Lin Yan menunjuk ke arah tertentu ke atas.
Xia Yue'er tidak bertanya dan langsung membuat formasi. Ia adalah ahli qi cahaya. Tentu membuat hal seperti itu tidak sulit sama sekali. Ia bertanya-tanya kenapa sebelumnya saat Lin Yan tidak sadarkan diri ia tidak menggunakan cara seperti itu.
Ketika Xia Yue'er melempar Formasi ke arah langit-langit, bola berukuran kepala manusia yang terbuat dari qi pun memancarkan silau lalu memperlihatkan semua yang ada di sana.
Mata Xia Yue'er menyipit sedikit karena merasa silau. Ketika penglihatannya kembali normal, tubuhnya gemetaran saat menatap sosok dalam posisi tertidur.
Lin Yan yang menatap itupun tau bahwa dirinya berada dijalur yang tepat untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar.