Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 388 - Lin Yan vs Tetua Pertama Sekte Wayang



Reruntuhan Sekte Wayang


“Tampaknya sejak awal kalian ingin memusnahkan kami semua!” ucap Master Sekte Wayang saat mengendalikan Wayang miliknya. Ia menatap ke arah Dai Mubai dingin karena merasa bahwa Dai Mubai adalah pemimpin kelompok tersebut. Tentu ia akan berpikiran seperti itu, sebab Dai Mubai adalah yang memiliki kultivasi paling tinggi sama dengan Xie Shuyan, tetapi Xie Shuyan adalah Roh sehingga siapapun tidak akan menganggapnya sebagai pemimpin.


Kelompok Lin Yan sama sekali tidak berbicara apa-apa. Mereka hanya bersiap-siap untuk bertarung.


Lin Yan yang tidak berbicara menatap ke arah Tetua Pertama Sekte Wayang dengan senyum kecil diwajahnya. Ia tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk melawan seorang dengan tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap pertama. Ia sangat ingin membandingkan dirinya saat ini apakah dapat melawan kultivator sekuat itu.


Zhep!


Ketika Lin Yan bergerak, Dai Mubai, Xiao Ziya, Xia Yue'er dan Xie Shuyan juga ikut bergerak untuk memulai pertarungan.


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Lin Yan pun tiba di hadapan Tetua Pertama sambil mengayunkan Tombak Pembunuh Naga dihadapannya.


Tetua Pertama tentu tidak akan tinggal diam. Ia juga langsung mengendalikan Wayang miliknya yang terlihat seperti pria paruh baya.


Walaupun Wayang itu terlihat seperti manusia, tetap saja banyak bagian tubuhnya telah diubah menjadi sebuah senjata walaupun tidak terlihat sama sekali.


Namun Lin Yan yang memiliki Mata Raja akan mampu melihatnya dengan jelas.


Trang!


Ayunan Tombak Lin Yan pun langsung ditahan oleh Wayang Tetua Pertama. Tetapi sangat terlihat bahwa Wayang tersebut di dorong oleh kekuatan Lin Yan.


“Tubuh anak ini sangat kuat!” Batin Tetua Pertama Sekte Wayang saat melesat lalu muncul tepat di samping Lin Yan dan mengayunkan pedangnya.


“Huh, kalian pengguna Wayang memang merepotkan karena jika bertarung dengan kalian, itu seperti melawan dua kultivator sekaligus.” ucap Lin Yan saat memiringkan tongkat tombaknya.


Trang!


Mata Tetua Pertama menyipit karena tidak menyangka bahwa Lin Yan begitu mahir menggunakan senjatanya bahkan setiap sudut senjatanya mungkin akan Lin Yan gunakan dalam pertarungan.


“Petir Hitam Surgawi!”


Lin Yan bergumam saat mengedarkan qi-nya.


Duar!


“Apa?” Tetua Pertama sangat terkejut saat melihat petir hitam tiba-tiba menyambar dari langit.


Wusssh!


Tetua Pertama dan Wayangnya langsung di bawah ke arah bawah oleh petir hitam besar yang menyambar dari langit. Tetapi ia tentu telah menggunakan qi pelindung agar tidak menerima cidera dari serangan tersebut.


Duar!


Ledakan terjadi di permukaan tanah saat petir hitam yang menjadi teknik Lin Yan menabrak permukaan tanah.


Lin Yan yang tidak terkena efek apa-apa, menaikkan sedikit sudut bibirnya. Ia tau bahwa jika Tetua Pertama menggunakan qi-nya dalam jumlah yang sangat besar, ia akan kerepotan. Hanya dengan bentrokan awal saja, ia sangat menyadari bahwa dengan kondisi normal, ia akan kalah melawan Tetua Pertama yang menggunakan Wayang.


Dalam bentrokan pertama, Lin Yan telah menggunakan qi-nya dalam jumlah besar tetapi Tetua Pertama mampu untuk menandinginya dengan sedikit qi saja.


Zhep!


Tetua Pertama muncul tiba-tiba di langit tidak jauh dari Lin Yan bersama dengan Wayangnya. Ia tidak mengalami luka sama sekali tetapi sedikit jengkel karena tampaknya petir hitam Lin Yan mempengaruhi sedikit gerakan Wayangnya.


“Tampaknya kau memiliki kemampuan. Namun, jika hanya itu, kau belum mampu melawan kultivator tingkat Alam Kaisar!” ucap Tetua Pertama dingin saat membuat kuda-kuda untuk menyerang.


“Benarkah? Perlihatkan kepadaku apakah itu benar!” Balas Lin Yan dengan senyum lebar. Ia sangat menantikan saat-saat dirinya melawan kultivator kuat yang membuatnya akan berjuang sekuat tenaga. Ia pun langsung memasuki Mode Setengah Naga.


Tidak hanya sampai di situ saja, qi Lin Yan pun tampak merembes keluar dan membentuk satu sosok yang memiliki tinggi lebih dari sepuluh meter.


“Jiwa Pelahap Raja Naga!”


“Roar..” Raungan naga terdengar dari naga yang tercipta melalui qi tersebut.


Tetua Pertama yang menatap itu tercengang seketika. Ia tentu dapat merasakan bahwa naga itu adalah gumpalan qi, tetapi yang membuatnya sangat terkejut adalah bentuk setengah naga Lin Yan.


Bahkan Master Sekte Wayang yang saat ini bentrok dengan Dai Mubai juga menyipitkan matanya saat menatap bentuk Lin Yan.


“Demi-Human!” Batin mereka semua dan berpikir kembali apakah Lin Yan berasal dari Klan Xiao atau tidak.


Namun, karena Lin Yan telah menghancurkan Sekte Wayang, mereka tentu tidak akan melepaskannya walaupun mungkin Lin Yan berasal dari Klan Xiao.


“Ayo kita mulai pertempuran yang sebenarnya!” ucap Lin Yan yang mencengkram erat Tombak Pembunuh Naga saat ia berada di atas naga hitam.


Dung!


Naga hitam membuka mulutnya lebar-lebar lalu qi petir memadat dengan kecepatan yang sangat tinggi membentuk sebuah bola qi.


Tetua Pertama yang menatap itu melebarkan matanya dalam sekejap. Ia langsung mengendalikan Wayang miliknya dan dari tangan kiri Wayang tersebut, perisai perlahan terbentuk.


“Bola Awal Kehancuran!”


Duar!


Wusssh!


Naga hitam pun menembakkan bola qi ke arah Wayang milik Tetua Pertama.


Wayang itupun langsung mengarahkan tangannya yang kini berubah menjadi perisai. Perisai tersebut diselimuti oleh qi yang tampak kuat juga agar meningkatkan pertahanan tameng.


Blar!


Ketika bola qi menabrak tameng, itu langsung berubah menjadi dua arah ke samping Wayang. Sementara Tetua Pertama berlindung di belakang Wayangnya.


“Langkah Pemisah Bulan!”


Zhep!


“Jangan meremehkan aku bocah!” Teriak Tetua Pertama saat menyerang sekaligus mengendalikan Wayang untuk ikut membantu.


Trang! Trang!


Bussssh!


Drrrrtttt!


Udara tampak berdenyut-denyut saat tombak Lin Yan di tahan oleh Tetua Pertama sementara serangan Wayang Tetua Pertama di tahan oleh naga hitam yang tampak menyusut sedikit menggunakan tombak.


Lin Yan yang tampak bersemangat langsung menekan Tetua Pertama sekuat tenaga.


“Kekuatan ini...” Tetua Pertama sangat terkejut karena tampaknya kekuatan tubuh Lin Yan berlipat-lipat ganda ketika memasuki bentuk setengah naga.


Crang!


Wusssh!


Tetua Pertama yang tidak mampu menahan beban pun langsung melesat ke arah bawah.


Saat itu terjadi, Lin Yan pun mengepakkan sayapnya dan melesat ke arah Tetua Pertama sekali lagi.


Tetua Pertama pun langsung menyetabilkan tubuhnya dan menyerang juga menggunakan pedangnya sekuat tenaga.


Trang! Trang! Trang!


Pertempuran intens antara keduanya pun terjadi dalam sekejap. Hanya dalam waktu lima detik, mereka berdua telah mengayunkan puluhan gerakan menyerang dan bertahan.


Trang!


Ketika keduanya bentrok sekali lagi, Lin Yan yang tau bahwa ia tidak memiliki keuntungan sama sekali pun merubah caranya untuk bertaring.


Zhep!


Lin Yan menggunakan Langkah Pemisah Bulan sekali lagi dan muncul di tempat tertentu lalu mengayunkan Tombak Pembunuh Naga dari arah atas ke depan.


“Tombak Petir Suci!”


“Gaya Pertama, Ledakan Tombak Petir!”


Blar!


Petir hitam pun menyambar dari arah tombak Lin Yan dan menerjang ke arah Tetua Pertama.


Tetua Pertama pun tidak membuang waktu dan langsung mengayunkan pedangnya dari belakang ke depan dari arah samping.


Sraing!


Blar!


Teknik Lin Yan pun dipatahkan dalam sekejap tetapi Tetua Pertama terkejut ketika melihat Tombak Pembunuh Naga telah sangat dekat dengan wajahnya karena Lin Yan langsung melemparnya juga setelah melancarkan serangan tersebut.


“Sial!” Tetua Pertama langsung memiringkan kepalanya sedikit untuk menghindari tombak menusuk ke arah kepalanya sekaligus memutar tubuhnya dan menebas ke arah bawah.


Trang!


Tombak Pembunuh Naga pun langsung ditebas dan melesat ke arah permukaan tanah oleh Tetua Pertama.


Zhep!


Lin Yan yang melihat itupun, melesat dan muncul tepat di depan Tetua Pertama sambil mengayunkan tinjunya sekuat tenaga.


“Tinju Penghancur, Gelombang Ledakan Qi!”


Blar!


Wajah Tetua Pertama tekena pukulan Lin Yan dan langsung melesat ke arah permukaan tanah dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Ketika itu terjadi, Lin Yan pun melesat ke arah tanah sambil menarik Tombak Pembunuh Naga ke tangannya.


Duar!


Ketika tubuh Tetua Pertama menabrak permukaan tanah dan membaut ledakan besar, Lin Yan juga telah memegang Tombak Pembunuh Naga lalu menusuknya ke arah tanah.


Jleb!


“Teknik Pembunuh Naga, Hujan Kematian!”


Drrrrtttt!


Tanah berguncang keras saat Lin Yan mengaliri qi-nya dalam jumlah yang sangat besar ke dalam tanah melalui Tombak Pembunuh Naga.


Jrezzh!


Dari dalam tanah di sekitar Tetua Pertama mendarat, tombak-tombak yang tercipta melalui qi pun melesat ke arah langit dan di salah satu tombak tersebut, terlihat Tetua Pertama yang ikut di bawa dengan kondisi sedikit memprihatinkan karena di tusuk oleh salah satu tombak qi.


“Sialan!” Tetua Pertama berteriak keras di langit dan qi-nya meledak dahysat lalu menghancurkan tombak yang menusuknya.


“Huft.. Huft.. Huft..” Nafas Tetua Pertama pun memburu karena tidak menyangka ketika Lin Yan mengubah pola serangannya, ia akan langsung ditekan begitu saja.


Tetua Pertama semakin marah karena ia tidak bisa menggunakan Wayang melawan Lin Yan karena ditekan oleh naga hitam.


“Tampaknya kau ingin mati sangat cepat, bocah! Jika begitu, biarkan aku menunjukkan kekuatan sebenarnya tingkat Alam Kaisar!” ucap Tetua Pertama sangat marah.


Lin Yan yang ada di permukaan tanah pun menaikkan sudut bibirnya lalu membalas saat melambaikan lengan kirinya ke arah bawah, “Katakan itu setelah kau berhasil hidup dari teknik ini!”


“Hujan Kematian..”