
Lin Yan perlahan mendekat ke arena pertandingan. Ia merasakan bahwa pria itu akan berbuat sesuatu yang buruk kepada Gu Yin. Tentu saja ia tidak akan membiarkan seseorang yang ia kenal dan juga selalu bersikap baik kepadanya terluka.
“Pertarungan dimulai!”
Zhep!
Murid tersebut pun langsung menerjang ke arah Gu Yin dan sebaliknya.
Tring!
Pertarungan kecepatan pun langsung berlangsung. Dari awal pun, Gu Yin sudah terlihat ditekan karena murid tersebut menggunakan kekuatan penuhnya.
Srak! Srak! Srak!
Dari waktu ke waktu, Gu Yin terus-menerus terkena tebasan dangkal. Namun tetap saja luka seperti itu akan menghambat pergerakan Gu Yin.
Senyum kejam terlihat di wajah pemuda itu karena ia menggunakan kekuatan penuhnya untuk mempermainkan Gu Yin. Ia juga melirik ke arah Lin Yan yang dekat dengan Arena pertandingan yang membuatnya semakin bersemangat untuk membuat Lin Yan merasa putus asa.
Lin Yan yang menatap itu tau bahwa Gu Yin tidak akan bisa unggul walaupun hanya sebentar saja. Sebab, kemampuan bertarung murid tersebut bisa dikatakan sebagai jajaran teratas di tingkat kultivasi yang sama.
Sraing!
Murid tersebut pun langsung melewati Gu Yin sekali lagi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Terlihat saat ini bahwa di pedangnya, qi yang berbentuk tajam menyelimuti pedang. Itu adalah qi angin yang berasal dari klan kuat tertentu yang bisa dikatakan sebagai garis darah sama seperti Gu Yuena, Gu Yin dan Huan Caiyi.
Gu Yin yang menerima tebasan di pinggangnya pun mengeluarkan lumayan banyak darah. Ia memasang wajah semakin gelap karena tau bahwa ia bukan tandingan musuh. Ketika ia melihat Lin Yan yang dekat dengan Arena, ia ingin menunjukkan bahwa ia mampu melawan musuh kali ini.
Dengan kecepatan tinggi, Gu Yin pun menggunakan tekniknya untuk membalas.
Sraing!
Gu Yin mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah dan bilah qi berwana putih pun melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Terlihat di tempat yang dilewati oleh tebasan itu, jejak garis yang membeku terlihat tanda bahwa Gu Yin memang ahli menggunakan garis darah miliknya.
Murid tersebut hanya menyeringai kejam. “Salahkan dirimu karena menolak tuan muda ini!”
Sraing!
Murid tersebut pun mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dan menghancurkan teknik milik Gu Yin.
“Gu Yin! Menyerahlah!” Lin Yan pun membuka suara karena sudah tau bahwa Gu Yin tidak akan mampu untuk melawan lagi.
Mendengar kata-kata Lin Yan, Gu Yin pun hanya setuju sambil menggigit bibirnya.
“Aku me-..” Ketika Gu Yin ingin mengatakan menyerah, tiga serangan yang sangat ganas pun melesat dengan kecepatan tinggi. Tebasan itu berbentuk bulan sabit berwana hijau dengan ruang lingkup yang lumayan besar.
Tetua yang melihat itu pun mengerutkan keningnya karena tau bahwa ketika Gu Yin ingin menyerah, murid tersebut langsung menyerangnya sekuat tenaga. Ia ingin bergerak tetapi terhenti saat seseorang sudah bergerak lebih dulu.
Gu Yin yang melihat itu, melebarkan matanya. Wajahnya sedikit pucat saat ini karena tau bahwa jika serangan itu mengenainya, ia akan terbelah menjadi beberapa bagian.
Ketika ia mencoba menghindar, satu sosok pemuda yang tidak terlalu tinggi muncul dihadapannya.
Blar!
Percikan petir menyebar ke segala arah saat Lin Yan menggunakan qi petir hitam miliknya untuk menghancurkan semua serangan dengan cara melambaikan tangannya dengan cara sederhana.
“Kau...” Murid tersebut melotot ke arah Lin Yan karena menghentikan serangannya.
“Hei Tetua! Apakah hal ini diperbolehkan? Dia membantu seseorang dalam pertandingan! Dia harus dikualifikasi!” Teriak murid tersebut dengan nada marah tetapi di dalam hati ia merasa sangat senang.
“Lin.. Yan..” Gu Yin gugup ketika mendengar kata-kata murid tersebut. Ia tau bahwa Lin Yan sangat ingin ikut kompetisi untuk mengukur kekuatannya. Jika Lin Yan dikualifikasi saat ini, ia tidak akan tau bagaimana cara menghadapi Lin Yan lagi.
“Pecundang!” Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Lin Yan sebelum Tetua berbicara.
“Apa katamu? Apa kau tidak tau siapa aku? Kau pasti mencari mati!” Murid tersebut berkata dengan nada yang sangat marah karena dihina. Ia perlahan mendekat dan menyalurkan semua qi miliknya ke pedangnya untuk menghabisi Lin Yan di tempat. Ia tidak takut dengan konsekuensi yang ia terima karena ia adalah bagian dari klan tertentu yang menjadi sekutu sekte Naga Langit.
Ketika membunuh murid tidak bernama, pasti sekte Naga Langit akan membuat keringanan untuknya.
“Tidak peduli siapa kau, begitu kau mendekat, kau akan menyesal!” Balas Lin Yan acuh tak acuh.
“Sialan!” Teriak murid tersebut dan langsung menerjang ke arah Lin Yan yang sudah berjarak hampir 5 meter darinya.
“Betapa merepotkan!” Tetua tersebut mengeluh. Ketika ia ingin bergerak, ia membatu seketika di tempat karena apa yang ia lihat adalah sesuatu yang tidak ia harapkan.
Krak!
Suara patah yang sangat renyah terdengar jelas di tempat itu.
“Arrrrrggghhh!”
Suara teriakan yang begitu kuat terdengar dan asalnya dari murid yang mencoba menyerang Lin Yan.
“Bagaimana mungkin..” Murid itu gemetaran saat merasakan sakit di lengan kanannya. Ia tidak dapat mengikuti pergerakan Lin Yan sama sekali dan muncul dalam sekejap di sampingnya lalu memutar lengan kanannya secara paksa.
“Klan Yi tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja!” Ancam murid tersebut.
“Oh? Benarkah?” Tanya Lin Yan balik dengan nada datar.
“Hentikan!” Teriak Tetua yang menjadi wasit karena merasakan niat membunuh dari Lin Yan. Ia pun langsung bergerak untuk menghentikan aksi Lin Yan yang akan membuatnya masuk dalam masalah juga.
Bom!
Lin Yan yang menangkap kepala murid tersebut langsung membenturnya ke permukaan lantai. Ia sangat ingin menghabisi murid itu tetapi ia menahannya karena tau bahwa jika ia melakukan itu, tujuannya untuk mengikuti kompetisi tidak akan kesampaian.
“Kau.. apa yang kau lakukan?” Teriak Tetua tersebut saat tiba di depan murid yang tidak bergerak lagi setelah Lin Yan membentur kepalanya ke permukaan lantai Arena.
“Dialah yang lebih dulu menyerang, aku hanya membela diri.” Balas Lin Yan acuh tak acuh.
Jawaban Lin Yan membuat wajah Tetua tersebut menjadi semakin gelap karena apa yang Lin Yan katakan memang benar. Siapapun di posisi Lin Yan tidak akan menunggu untuk di tebas, itu adalah hal yang sangat wajar dilakukan.
Dan melihat pergerakan pertama, murid tersebut lah yang bersalah. Semula, Gu Yin ingin menyerah tetapi dia langsung menyerang ketika lawan mengatakan ingin menyerah. Dan setelah itu, murid tersebut juga mencoba menyerang Lin Yan yang menghentikan serangannya yang sedari awal ingin dihentikan oleh Tetua.
“Kau..” Tetua itu hanya menggertakkan giginya sambil menatap murid yang telah kehilangan kesadaran akibat perbuatan Lin Yan.
“Aku akan mendiskusikan semua ini apakah kau akan didiskualifikasi atas apa yang kau lakukan! Bawa murid ini!” Perintah Tetua kepada beberapa murid untuk membawa murid yang pingsan di tengah Arena.
Lin Yan tidak peduli sama sekali karena ia merasa bahwa ia tidak melakukan kesalahan. Ia hanya melirik ke arah murid tersebut dan sudah memutuskan bahwa suatu hari nanti ia akan menghabisinya juga karena mendengar tentang perkataan murid tersebut bahwa dia berasal dari klan Yi, sama seperti murid yang ia bunuh ketika pertama kali ikut pendaftaran masuk ke sekte Naga Langit.