
Semua yang telah di prediksikan oleh Lin Yan memang tidak salah sama sekali. Ia menaikkan sudut bibirnya dan tersenyum sinis. Inilah wajah dunia kultivator. Kebanyakan dari mereka hanya menindas yang lemah serta menganggap dirinya istimewa dan ingin menjadi penguasa tetapi takut kepada yang kuat.
Lin Yan semakin penasaran sekuat apa sebenarnya kakek dan neneknya. Jika Master sekte Naga Langit pun sampai takut kepada kakek dan neneknya, kemungkinan tidak ada kultivator yang mampu menandingi kakek dan neneknya di Kerajaan Bintang.
Juga, Lin Yan saat ini sudah tau kenapa kakek dan neneknya mengatakan ia tidak bisa ikut dengan mereka. Dengan tingkat kekuatan seperti itupun, kakek dan neneknya mengatakan bahwa mereka melakukan misi yang berbahaya.
Lin Yan mengepalkan sedikit tangannya. Ia ingin menjadi kuat secepat mungkin agar bisa pergi bertemu dengan kakek dan neneknya lalu membantunya.
Tetua Pertama langsung mengurus dokumen milik Huan Caiyi. Setelah disahkan bahwa Huan Caiyi menjadi murid percobaan selama setengah tahun, Tetua Pertama langsung pergi karena ia merasa bahwa masalah akan menimpanya jika berada di sekitar Lin Yan.
“Kakak.. ayo pergi.” ucap Lin Yan kepada Huan Caiyi. Entah mengapa, ia lebih suka memanggilnya seperti itu. Tapi alasan lainnya tentu karena Huan Caiyi lebih tua hampir dua tahun darinya.
“Tuan mu-..” Huan Caiyi sedikit gugup di panggil seperti itu oleh Lin Yan tetapi kata-katanya dipotong lebih dulu.
“Tidak perlu sebutan tuan muda karena aku tidak menyukainya. Aku akan terlihat seperti mereka nantinya jika disebut seperti itu.” Lin Yan merujuk pada tuan muda klan klan besar yang arogan.
Huan Caiyi mengerti dan tidak mau membantah. “Baik Yan'er..”
Lin Yan tersenyum puas dengan panggilan Huan Caiyi untuknya. Itu akan lebih kelihatan bahwa mereka tampak seperti keluarga.
Sebenarnya Huan Caiyi yang tidak menolak sangat gugup. Tentu dari pertemuan dengan Master sekte Naga Langit sebelumnya, ia menyadari fakta penting bahwa kakek dan nenek Lin Yan adalah sosok luar biasa yang bahkan membuat Master sekte Naga Langit tidak berani menolak permintaan Lin Yan. Ia juga langsung lega karena Lin Yan tersenyum seperti itu kepadanya. Ia sadar bahwa kehidupannya kini tidak akan menjadi pelayan seperti sebelumnya dan ia akan melakukan yang terbaik untuk membantu Lin Yan.
Ketika mencapai kediamannya, Lin Yan terhenti seketika karena ia melihat dengan Mata Raja bahwa ada individu berada di dalam kediamannya. Ia memiliki insting tertentu yang seperti dapat merasakan nafas makhluk hidup dan ia akan mengaktifkan Mata Raja tanpa sadar untuk memeriksanya.
“Kenapa? Apakah ada yang salah?” Huan Caiyi bingung melihat Lin Yan yang tampak membatu ditempat.
“Ya. Ada yang salah, dan ini merupakan sesuatu yang merepotkan.” Lin Yan mengangguk kecil karena tau siapa dua sosok yang berada di dalam kediamannya.
Huan Caiyi bingung karena tidak mengerti maksud Lin Yan. Tetapi ia langsung meningkatkan kewaspadaannya.
Lin Yan berjalan ke depan pintu lalu membukanya. Ketika ia melihat dua sosok wanita yang tertidur di kasur miliknya, ia tidak tau harus berkata apa.
Walaupun hari sudah siang, kedua wanita itu malah asik tidur dan mengabaikan latihan. Hari pertama mereka tinggal di tempat itu, mereka tertidur dengan cepat. Setelah esoknya, karena gugup tentang Lin Yan yang belum kembali juga, kedua wanita itu tampak panik dan tidak bisa tidur semalaman. Dan akhirnya, ketika hari sudah terang, disaat itulah mereka tertidur.
Karena gubuk Lin Yan sangat kecil, sangat jelas terlihat bahwa ruang tamu berada di sebelah kasur, dan tiga meter dari kasur adalah tempat Lin Yan memasak.
Huan Caiyi bingung melihat pemandangan aneh di dalam ruangan. “Siapa mereka Yan'er?”
Lin Yan tidak menjawab pertanyaan Huan Caiyi. Ia tidak tau bagaimana harus bereaksi saat menatap pemandangan aneh di dalam.
“Gu Yuena, Gu Yin..” Lin Yan memanggil kedua wanita itu.
Kedua wanita itu tersadar saat mendengar suara Lin Yan. Mereka berdua pun langsung melompat. Mereka awalnya menatap Lin Yan dengan wajah marah karena tidak terlihat dalam dua hari ini tetapi mereka malu saat mendengar kata-kata Lin Yan berikutnya.
“Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Lin Yan penuh tanda tanya.
“Ada apa? Apakah aku harus melapor dahulu ketika ingin pergi?” tanya Lin Yan semakin heran dengan sikap Gu Yuena.
Gu Yuena terdiam karena memang benar bahwa Lin Yan tidak harus melapor kepadanya untuk pulang atau pergi ke mana pun.
“Kami hanya khawatir, kami mengira kau akan mengalami kecelakaan di hutan.” Gu Yin kemudian berbicara selembut mungkin kepada Lin Yan.
“Maaf, tetapi aku beberapa hari yang lalu pergi ke Kerajaan Bintang.” ucap Lin Yan.
“Kerajaan Bintang, apa yang kau lakukan di sana? Lalu siapa wanita itu?” Gu Yuena yang menyadari keberadaan Huan Caiyi, merasa sangat penasaran.
Di sisi lain, Gu Yin menatap Huan Caiyi dengan waspada.
“Aku pergi ke kota menjemput sepupuku. Kakak, ini Gu Yuena dan Gu Yin.”
“Gu Yuena, Gu Yin, ini sepupuku, Huan Caiyi.” Lin Yan memperkenalkan kedua belak pihak.
“Sepupu? Tapi kenapa nama keluarga kalian berbeda? Dan tunggu, bukankah nama keluarga Huan berasal dari klan yang kalah berperang itu?” Gu Yuena bertanya sekaligus membuat spekulasi identitas Huan Caiyi.
Tubuh Huan Caiyi gemetaran sedikit walaupun ia tidak merubah tampilan di wajahnya.
“Ayahku dan ibu Huan Caiyi adalah kakak adik.” ucap Lin Yan karena itu pasti akan menjelaskan kenapa nama keluarga mereka berdua berbeda.
“Oh.. ternyata sepupu.” Gu Yin berkata dengan nada lega. Gu Yuena yang berada di sebelahnya menatap ke arahnya dengan tatapan bingung.
“Kalian kembalilah lebih dulu. Aku ingin membahasa sesuatu dengan kakakku.” ucap Lin Yan.
Gu Yuena hanya mengangguk karena mungkin itu menyangkut hal kehancuran klan Huan. Gu Yin di sisi lain sedikit enggan tetapi tetap menurut dan pergi bersama Gu Yuena.
“Duduklah, buat dirimu senyaman mungkin.” ucap Lin Yan.
“Apa yang ingin kau bicarakan denganku. Tampaknya itu sangat penting sehingga harus menyuruh kedua wanita itu pergi.” ucap Huan Caiyi saat duduk di bawah dekat dengan Lin Yan.
“Ada beberapa hal yang ingin ku bicarakan, juga sebenarnya, niatku adalah menyuruh kedua wanita itu pergi.” Lin Yan terkekeh kecil.
Huan Caiyi mengerti. Ia tentu dapat mengetahui dengan jelas bahwa Lin Yan tidak tertarik dengan percintaan. Tetapi wanita bernama Gu Yin tersebut sangat menyukai Lin Yan.
“Mulai hari ini kau akan tinggal di sini juga. Pertama, jika kau ingin tau identitas ku, aku akan menceritakannya di kemudian hari.”
“Lalu, kau tau bukan kakak, aku telah membayar mahal untuk membawamu keluar dari Paviliun Long. Aku tidak memiliki banyak permintaan untukmu.” Lin Yan mengangkat dua jarinya dan berkata dengan nada datar walaupun aura intimidasi terpancar darinya.
“Aku hanya meminta kesetiaan dan kepercayaan.”