Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 349 - Xiao Ziya



Ruang Jiwa Lin Yan


Karena Xia Yue'er telah setuju untuk membantu membuat Kontrak, Lin Yan dan Roh Dewi Kematian pun membuat perjanjian isi Kontrak tersebut.


Perjanjian tersebut berlangsung selama 50.000 tahun yang membuat Lin Yan bertanya-tanya apakah ia akan hidup selama itu. Untuk para Roh, bahkan untuk setingkat Xia Yue'er pun memiliki umur ribuan tahun lebih, jika lebih kuat lagi, maka rentan umurnya akan terus bertambah.


Sementara itu para kultivator, yang Lin Yan ketahui, tingkat Alam Raja hanya memiliki rentan hidup sekitar 500 tahun. Kemungkin untuk kultivator puncak, mereka mungkin akan hidup paling lama sekitar 1.000 tahun lebih atau mungkin mencapai 2.000 tahun. Tetapi, karena informasi dari Xia Yue'er tentang Alam Abadi, Lin Yan berpikir kembali bahwa kemungkinan ketika mencapai tingkat lebih tinggi, rentan umur akan lebih panjang.


Hal itu terbukti dari Roh Dewi Kematian dan juga seseorang yang dianggap sebagai Kaisar Manusia serta Dewi Naga Asyura. Semuanya dari mereka telah hidup dalam waktu yang sangat lama sehingga Lin Yan berpikir bahwa mungkin dirinya akan mampu melakukan hal yang sama.


Setelah melakukan Kontrak yang hanya diberatkan kepada Roh Dewi Kematian, Lin Yan pun membuka segel yang menyegel Roh Dewi Kematian di dalam Ruang Jiwa miliknya.


Sementara itu, Xia Yue'er terus menatap Roh Dewi Kematian dengan tatapan maut sambil memeluk leher Lin Yan.


“Tampaknya saat ini kita berada di kapal yang sama. Aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik.” Roh Dewi Kematian berkata dengan senyum diwajahnya yang membuatnya sangat menawan.


“Kata wanita yang ingin membunuh kami sebelumnya.” Xia Yue'er mendengus.


“Jangan seperti itu Yue'er kecil. Jika kau terus memiliki sifat seperti itu, kau tidak akan bisa tumbuh lebih besar.” Goda Roh Dewi Kematian.


Wajah Xia Yue'er semakin gelap mendengarnya. Ia menatap setiap lekuk tubuh Roh Dewi Kematian yang sangat menggairahkan dengan tatapan iri lalu menatap ke arah tubuhnya yang tampak seperti sebuah papan.


“Lin Yan! Lihatlah, itulah sebabnya aku tidak ingin dia membuat Kontrak denganmu.” Xia Yue'er berkata dengan nada sedih dan mata berkaca-kaca sambil menunjuk ke arah Roh Dewi Kematian.


Lin Yan hanya bisa menghela nafas karena tampaknya perjalannya akan semakin berwana.


“Hentikan itu..” Lin Yan terdiam karena tidak mengetahui nama Roh Dewi Kematian.


“Kau bisa memanggilku..” Roh Dewi Kematian menatap ke arah Xia Yue'er untuk beberapa saat lalu menatap ke arah Lin Yan lagi lalu ia pun tersenyum dan melanjutkan, “Lin Ziya.”


Kelopak mata Lin Yan berkedut beberapa kali karena nama depannya diambil begitu saja. Ia tau bahwa sebelumnya Roh Dewi Kematian ingin menamai dirinya dengan nama depan Xia Yue'er.


“Tidak, kau lebih baik memanggilku Xiao Ziya.” ucap Xiao Ziya.


“Ziya? Apakah itu namamu?” Tanya Lin Yan penasaran.


“Ya.”


“Jika begitu, baiklah. Ketika aku akan bertempur, aku akan memanggilmu. Lagi pula kultivasimu saat ini masih..” Lin Yan menghentikan kata-katanya saat menatap kultivasi Xiao Ziya yang telah mencapai tingkat Alam Raja tahap ketiga sama sepertinya.


“Kau terlalu meremehkan aku, Lin Yan. Sudah aku katakan bahwa dahulu aku telah mencapai tingkat yang tidak akan bisa kau bayangkan. Tanpa berkultivasi pun, suatu hari nanti tingkat kultivasiku akan pulih ke puncaknya. Kau harus mengerti apa yang aku maksud bahwa aku adalah Roh yang akan bisa membantumu dalam keadaan genting.” ucap Xiao Ziya.


“Hmp! Apa kau berpikir dengan tingkat kultivasi itu kau lebih kuat dariku? Ingat ini, aku adalah Roh Kontrak pertama Lin Yan. Dan aku adalah yang menentukan apakah kau keluar atau tidak.” Xia Yue'er terus-menerus berkata dengan nada marah ketika menyangkut Xiao Ziya.


Xiao Ziya hanya tersenyum manis mendengar kata-kata Xia Yue'er. Ia tentu tidak akan peduli tentang perkataan seorang anak kecil.


Sementara itu, Lin Yan hanya diam dan langsung keluar dari Ruang Jiwa miliknya.


Bahkan Xia Yue'er juga langsung pergi setelah menjulurkan lidahnya ke arah Xiao Ziya.


Ketika Lin Yan membuka matanya, ia pun menghela nafas sekali lagi karena di hadapannya saat ini terlihat Xia Yue'er yang sedang menatap ke arah seseorang dengan tatapan sangat marah.


“Itu bukanlah masalah besar.” Xiao Ziya melambaikan tangannya lalu lingkaran Formasi pun tampak mengelilingi tubuhnya turun dari kepala ke bawah.


“Selesai, dengan ini aku tidak akan terlihat oleh kultivator biasa. Jika ada kultivator kuat, aku akan segera masuk ke Ruang Jiwa milik mu.” Lanjut Xiao Ziya.


Sementara itu, Xia Yue'er semakin cemberut dan duduk di kursi VIP-nya.


Lin Yan tidak berbicara lagi dan langsung duduk bermeditasi memulihkan kondisi tubuhnya ke puncaknya.


**


Hari terus berlalu, pertarungan antara Kaisar Han melawan Mu Xuanyin pun telah selesai. Di banyak tempat tertentu, kultivator puncak lainnya tentu merasakan pertarungan tersebut. Tetapi mereka tidak ikut campur sama sekali.


Pulau Es Utara


Zhep!


Sosok wanita cantik yang tidak lain adalah Mu Xuanyin pun tiba di sebuah kediaman yang tampak sederhana di tengah-tengah Sekte Istana Salju. Tempat itu adalah kediaman miliknya karena ia adalah tipe seseorang yang tidak terlalu tertarik dengan hal-hal mewah.


Wajah Mu Xuanyin saat ini terlihat sedikit pucat karena melakukan pertarungan intens melawan Kaisar Han. Walaupun tidak ada pemenang, tetap saja cidera tidak akan terhindarkan.


“Kaisar Han sialan! Suatu hari nanti aku akan mengalahkanmu.” Batin Mu Xuanyin saat perlahan berjalan ke kediamannya yang sederhana.


Ketika Mu Xuanyin membuka pintu, tatapan dingin yang ia tampilkan pun melunak sedikit ketika menatap seorang wanita yang sedang bermeditasi di dalam pondok sederhana tersebut.


“Hm? Guru? Apa yang terjadi padamu?” Tanya sosok wanita tersebut dengan wajah sedikit panik.


Mu Xuanyin hanya menggelengkan kepalanya lalu membahas sesuatu yang lain, “Bagaimana dengan teknik yang Guru berikan? Apakah itu sesuai untukmu?”


“Aku hampir menguasainya. Tetapi Guru, tubuhmu...” Wanita itu ingin berbicara lagi tetapi disela oleh Mu Xuanyin.


“Tidak masalah sama sekali. Guru hanya butuh istirahat untuk beberapa hari atau Minggu setelah itu Guru akan kembali ke kondisi semula.” Mu Xuanyin memotong kata-kata muridnya tersebut.


Wanita cantik yang menjadi murid Mu Xuanyin pun menghela nafas panjang. Ia pun tampak terdiam untuk beberapa saat karena memikirkan sesuatu.


“Apa kau masih memikirkannya?” Tanya Mu Xuanyin.


“Ya Guru.”


Mu Xuanyin menghela nafas panjang lalu menatap ke arah luar pondok sederhana tersebut. Tidak sampai beberapa detik kemudian, ia pun kembali berbicara, “Guru bukan mencoba memaksamu untuk menjadi lebih kuat dengan cara berlatih tanpa henti. Ini untuk kebaikanmu sendiri.”


“Kekuatan yang kau miliki sangat penting untuk masa depan. Hanya sedikit dari kultivator di Benua Saint yang peduli akan hal itu.”


“Tidak lama lagi kita akan pergi ke suatu tempat yang sangat berbahaya, di sana kau mungkin akan bertemu dengan kakek dan nenek dari suamimu..”


“Yin’er..”


Wanita yang menjadi murid dari Mu Xuanyin tidak lain adalah Gu Yin, wanita tak masuk akal yang merupakan istri Lin Yan yang terpisah ketika mereka melewati Gerbang Teleportasi.