Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 101 - Musuh Tiba



Huan Caiyi menatap Lin Yan dengan tatapan rumit karena adiknya itu tidak kunjung bangun juga walaupun kondisi tubuh Lin Yan telah pulih bahkan setelah beberapa minggu kejadian itu terjadi.


“Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus membawa Yan'er keluar dan mencari tabib handal agar memeriksa kondisinya lebih lanjut?” Mata Huan Caiyi berkaca-kaca saat menatap Lin Yan. Pandangannya pun teralihkan ke tiang batu kecil yang ada di tengah altar. Tidak ada apa-apa di batu itu, tetapi banyak tulisan kuno yang mirip dengan tulisan yang ada di sekitar altar.


Huan Caiyi bertaruh bahwa jika Lin Yan menyentuh itu, sudah pasti akan terjadi sesuatu. Alasan kenapa ia masih mencoba menetap di Lembah Naga juga karena mendapatkan perasaan bahwa jika Lin Yan melewatkan sesuatu di tempat ini, kemungkinan Lin Yan tidak akan mendapatkannya lagi di masa depan.


Setelah mengalihkan pandangannya dari altar, Huan Caiyi menghela nafas panjang sekali lagi dan mulai menyetabilkan kultivasinya agar lebih mudah mengendalikan kekuatannya.


**


Liubo, Gozu dan Dongzha masih terus mencari jalan masuk tetapi sama sekali tidak pernah terlihat. Ketiganya juga kini memiliki emosi yang tidak stabil karena itu.


“Sial! Sial! Sial! Kenapa tidak ada jalan untuk masuk ke sana? Apakah kita harus melompat ke bawah?” Liubo yang marah pun terlihat dibaluti oleh qi miliknya karena kesabarannya pun hampir mencapai puncaknya.


Sama halnya bagi Gozu dan Dongzha, keduanya pun sudah hampir kehabisan kesabaran karena hal itu.


Sebelum ada yang meledak karena kehilangan kendali, ketiganya membeku di tempat karena ada pancaran qi yang sangat besar mendekat ke arah mereka.


Ketiganya siap siaga untuk melihat siapa yang datang.


Tidak lama kemudian, dari kegelapan, sosok pria yang merupakan Patriak klan Zhu terlihat dengan jelas. Seluruh tubuhnya dilumuri oleh darah hitam dan merah.


Sebelumnya, Patriak klan Zhu bertempur habis-habisan dengan tiga Tetua yang membuatnya terluka. Walaupun ia membunuh ketiga Tetua itu, karena lukanya, ia harus berhenti menyusuri Lembah Naga untuk memulihkan luka-lukanya. Setelah pulih, ia pun berangkat kembali dan selalu bertempur di tengah jalan. Ia bukanlah Lin Yan yang memiliki teknik Mata Raja yang bisa melacak keberadaan binatang roh yang sangat pandai bersembunyi di Lembah Naga. Hal itulah yang membuat Patriak klan Zhu sangat lama sampai di tempat Liubo, Gozu dan Dongzha berada.


“Patriak klan Zhu? Apa yang kau lakukan di tempat ini?” Tanya Liubo dengan waspada.


“Oh? Kalian bertiga masih hidup? Sungguh keberuntungan yang luar biasa!” Puji Patriak karena bahkan para Tetua yang lebih kuat dari ketiga anggota kelompok Kalajengking Merah itu pun tewas selama dalam perjalanan.


Tetapi Patriak klan Zhu tidak tau bahwa itu disebabkan oleh fenomena aneh yang terjadi yang membuat semua binatang roh tampak dua hingga tiga kali lipat lebih kuat dari pada saat Lin Yan dan Huan Caiyi serta kelompok Liubo masuk ke dalam.


Ketiganya berkerut mendengar apa yang dikatakan oleh Patriak klan Zhu.


“Katakan apa tujuanmu.” Gozu tidak mau membuang waktu berbicara dengan Patriak klan Zhu.


“Nyatakan tujuan kalian lebih dulu, jika tidak, mungkin kita akan berselisih di sini!” Balas Patriak klan Zhu.


“Apa kau lupa? Bagaimana kami menjelaskan kepada para Petinggi kelompok Kalajengking Merah jika kami tidak membawa mayat kedua anak itu?” Liubo bertanya dan menganggap Patriak klan Zhu sungguh tolol.


Mendengar apa yang dikatakan oleh ketiganya, Patriak klan Zhu sedikit santai.


“Apakah kalian belum menemukan mereka berdua? Sungguh aneh,” ucap Patriak klan Zhu.


Patriak klan Zhu tau bahwa ia ingin dimanfaatkan tetapi merasa tidak masalah karena tujuannya bukan Lin Yan, tetapi Fenomen yang dikatakan oleh Liubo. Ia berpikir bahwa bekerja sama dengan tiga sampah itu adalah keputusan yang bijak karena mungkin akan ada binatang roh kuat lainnya.


“Jadi asalnya dari jurang itu? Dan kau mengatakan bahwa tidak ada jalan untuk ke bawah? Kalian belum memeriksanya dengan cermat.” Patriak klan Zhu menyeringai dengan wajah mengejek ke arah Ketiganya. Ia pun menatap ke arah tempat tertentu dan ia memiliki pemikiran yang sama dengan Lin Yan.


Ketiganya memiliki wajah jelek karena diejek tetapi hanya bisa diam karena mereka tau bahwa ketiganya bukanlah tandingan Patriak klan Zhu.


“Ikuti aku, aku akan membawa kalian ke jalan yang sebenarnya,” ucap Patriak klan Zhu dan mengeluarkan sebuah buku. Ia pun membuka halaman terakhir buku tersebut dan di situ ada beberapa informasi.


Dan itu adalah informasi tentang batu yang memiliki catatan tentang jalan masuk ke peninggalan sejarah klan Zhu yang dibuat oleh mantan Patriak klan Zhu di masa lampau, sebab, di masa lampau, Patriak klan Zhu di zaman itu pernah masuk ke tempat itu dan mencatat beberapa informasi, dan informasi itu adalah jalan menuju tempat yang di datangi oleh Lin Yan dan Huan Caiyi.


**


Di sisi lain, Huan Caiyi terus berkultivasi. Dua hari kemudian, Huan Caiyi membuka matanya karena telah selesai menyetabilkan kultivasinya di tingkat Xiantian tahap kedelapan. Fondasinya tetap kokoh seperti biasa dan juga, efek lain yang ia terima adalah, ia merasa tubuhnya jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ini adalah efek dari peningkatan garis darah Naga yang ada di dalam tubuhnya sehingga membuat tubuhnya semakin kuat.


Huan Caiyi berdiri perlahan dan menghampiri Lin Yan lagi, ia pun membelai pipi adik kecilnya itu sambil bergumam, “Yan'er.. bangunlah, kakak tidak tau harus memutuskan apa saat ini. Kakak telah memeriksa tubuhmu tetapi tidak ada yang salah, di tempat ini kemungkinan kau akan mendapatkan peluang yang bagus sehingga aku tidak membawamu keluar.”


“Apakah aku harus membawamu sekarang keluar dari Lembah Naga ini?” Huan Caiyi berbicara dengan nada sedih karena tidak tau apa yang harus dilakukan. Kondisi Lin Yan sangatlah stabil tetapi belum sadar juga.


Di sisi lain, ada sesuatu di tempat itu yang mungkin berhubungan dengan Lin Yan sehingga membuat Huan Caiyi mencoba untuk tetap menunggu Lin Yan sadarkan diri.


Namun, semua pemikiran Huan Caiyi saat ini buyar karena merasakan bahwa ada empat individu yang sedang mendekat ke arahnya dan Lin Yan.


“Siapa?” Huan Caiyi langsung berdiri dan merasa waspada karena keempatnya lebih kuat darinya.


“Ha-ha-ha! Tampaknya kita telah menemukannya, butuh waktu yang lama untuk mencari kalian berdua!” Liubo menyeringai kejam begitu juga dengan kedua rekannya.


Sementara itu, Patriak klan Zhu hanya melirik ke sekelilingnya dan tatapannya tertuju pada altar.


“Patriak klan Zhu? Tiga anggota kelompok Kalajengking Merah?” Wajah Huan Caiyi muram seketika dan tau bahwa semuanya akan menjadi sulit saat ini. Apalagi ketika adik kecilnya belum siuman.


“Uruslah bisnismu!” Patriak klan Zhu tidak peduli sama sekali dan berjalan ke arah altar.


Sementara itu, Liubo, Gozu dan Dongzha menyeringai kejam. “Waktunya bagimu mati!”


Zhep!


Ketiganya langsung melesat ke arah Huan Caiyi dan Huan Caiyi pun tau bahwa situasi saat ini menjadi sangat buruk. Ia pun mengeluarkan pedangnya untuk melawan ketiga anggota kelompok Kalajengking Merah.