Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 293 - Menghapus Cabang Kedua Sekte Wayang



Cabang Kedua Sekte Wayang


Duar!


Ledakan gelombang kejut qi Cahaya pun langsung menghancurkan segala sesuatu yang ada di tempat tersebut.


Xia Yue'er yang berada di langit pun tersenyum puas ketika menatap ledakan tersebut. Ia sangat bangga dengan dirinya saat ini karena kekuatan serangan Formasinya tampak lebih kuat dari pada terakhir kali ia menggunakannya.


“Sialan!” Yongzha yang menatap itu pun sangat marah. Ia langsung bergerak ke arah tempat Xia Yue'er berada karena ia sangat ingin membunuh Roh yang telah menghancurkan tempat ia berkuasa.


Zhep!


Tetapi naga hitam yang diciptakan oleh Lin Yan langsung menghadap Yongzha.


Yongzha sangat marah karena tidak tau bagaimana bisa naga hitam yang terbuat dari qi tampak hidup dan memiliki pemikiran untuk bertarung seorang diri.


Gelar mereka sebagai pengendali Wayang pun tampak seperti lelucon di hadapan pengendalian qi naga hitam milik Lin Yan. Kemampuan pengendalian seperti itu langsung mengingatkannya terhadap seseorang. Yaitu sosok yang pernah melawan Master Sekte Wayang bersama dengan ribuan kultivator seorang diri dan saat ini individu tersebut ada di tempat tersebut, yaitu Canglan.


Canglan di sisi lain yang menatap kehancuran Cabang Kedua Sekte Wayang pun tidak menaruh simpati sama sekali. Ia menatap kembali ke arah naga hitam yang terbuat dari qi. Ia langsung mengingat tentang masa-masa dirinya dianggap sebagai pengendali Wayang nomor satu karena kemampuannya dalam mengendalikan Wayang sangatlah sempurna sama seperti yang dilakukan oleh Lin Yan saat ini.


“Pemuda bernama Lin Yan itu memang sungguh luar biasa. Dia tampak unggul dalam segala bidang. Tidak hanya itu saja..” Tatapan Canglan beralih ke arah Xia Yue'er yang sedang tampak membanggakan dirinya di langit ketika menatap ke arah bawah. “Bahkan Roh Kontraknya juga tidak biasa sama sekali. Kombinasi mereka memang belum terlihat sepenuhnya. Tetapi aku yakin bahwa ketika mereka berdua bekerja sama, sudah pasti kekuatan mereka akan sangat sulit untuk di tandingi.”


Sementara itu, Lin Yan yang sedang menghadapi Wayang milik Yongzha pun tersenyum lebar ketika menatap Xia Yue'er menggunakan salah satu teknik Formasi pamungkasnya.


“Sudah waktunya mengakhiri semua ini! Wayang ini memiliki gerakan yang sangat kaku. Meskipun mungkin kekuatannya besar, dia sangat lemah karena tidak bisa bergerak seorang diri. Karena Yongzha saat ini sedang dalam suasana hati yang buruk, Wayang miliknya tampak semakin melemah.” Batin Lin Yan. Ia pun tidak membuang waktu dan langsung memasuki bentu setengah naga.


Trang!


Ketika pedang besar dan tombak berbenturan kembali, Lin Yan membuka mulutnya lebar-lebar. Qi perlahan berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi lalu membentuk sebuah bola tidak beraturan.


“Bola Awal Kehancuran!”


Duar!


Ledakan qi disertai oleh petir hitam pun langsung menelan Wayang yang tampak melemah tersebut.


Wusssh!


Wayang tersebut pun di bawa ke tempat yang sangat jauh oleh teknik yang dilancarkan oleh Lin Yan.


Bom!


Ledakan besar terjadi dikejauhan yang membuat satu tempat dalam radius yang lumayan luas pun membentuk kawah yang sangat dalam.


“Apa?” Yongzha yang menatap itu pun gemetaran karena tidak menyangka bahwa teknik yang dilancarkan oleh Lin Yan akan mencapai level kekuatan seperti itu. Bahkan untuk dirinya sendiri yakin bahwa jika ia terkena teknik tersebut, ia akan binasa dalam sekejap. Ia mencoba untuk mengendalikan Wayangnya tetapi ia tidak dapat menggerakkannya sama sekali tanda bahwa Wayangnya telah rusak sepenuhnya.


Ketika fokusnya sedang pecah, tombak yang terbuat dari qi pun tampak melesat ke arah wajahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. “Sial!” Batin Yongzha dan langsung mengangkat pedangnya tepat ke depan wajahnya.


Trang!


Yongzha merasakan berat serangan dari waktu ke waktu dan bertanya-tanya apakah benar bahwa naga hitam tersebut terbuat dari qi atau tidak.


Dung!


Tiba-tiba saja, sebuah lingkaran Formasi muncul tepat di atas kepalanya yang membuat wajah Yongzha semakin pucat.


Xia Yue'er yang berada jauh di udara tersenyum kecil lalu menjentikkan jarinya.


“Formasi Cahaya, Pedang Cahaya!”


“Sialan!” Teriak Yongzha saat ia meledakkan qi tingkat Alam Raja miliknya agar dapat menepis pedang cahaya yang dilancarkan oleh Xia Yue'er.


Bussssh!


Ledakan Qi tersebut pun langsung mendorong naga hitam serta pedang cahaya menjauh dari tubuh Yongzha.


Tetapi, Yongzha membatu ketika merasakan bahaya kematian mendekat ke arahnya.


Blar!


Seperti sebuah Sambaran petir, Lin Yan melesat ke arah Yongzha yang masih dalam posisi meledakkan qi-nya.


“Tombak Petir Neraka!”


“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”


Menatap Lin Yan yang sudah sangat dekat dengannya, Yongzha pun langsung mengayunkan pedangnya juga sekuat tenaga.


“Gaya Pedang Berputar!”


Teriak Yongzha sekuat tenaga ketika mengayunkan pedangnya ke arah Lin Yan yang menerjang ke arahnya.


Trang!


Pedang dan tombak saling berbenturan seketika. Dua jenis qi pun meledak ke segala arah yang membuat udara tampak berdenyut-denyut.


Tetapi, Yongzha melebarkan matanya karena merasa kekuatannya seolah-olah ditekan sedemikian rupa.


“Tidak mungkin.. qi Raja!” ucap Yongzha ketakutan. Dan itulah kata-kata terakhir yang keluar dari mulutnya sebelum kematian menghampirinya.


Trang!


Pedang Yongzha pun patah dan Tombak Pembunuh Naga melesat tepat ke arah wajah Yongzha.


Jleb!


Menatap itu, Lin Yan menaikkan sudut bibirnya.


“Ledakan Petir Hitam!”


Blar!


Kepala Yongzha beserta dengan setengah bagian dari tubuhnya pun meledak dalam sekejap.


Canglan yang menatap itupun menghela nafas panjang karena memang harus mengakui bahwa Lin Yan adalah monster sebenarnya di jajaran pemuda yang baru saja tumbuh. Ia juga masih bertanya-tanya apakah Lin Yan juga berasal dari Klan Xiao yang memiliki banyak anggota yang mampu berubah ke bentuk setengah binatang roh.


Dari prediksi yang diperkirakan oleh Canglan, Lin Yan adalah campuran antara Klan Lin dan Klan Xiao meski pun ia masih ragu karena tau informasi tentang kedua Klan tidak akan pernah mau melakukan perkawinan silang untuk membuat garis darah mereka tetap murni.


Juga, ada hal lainnya yang membuat Canglan sedikit yakin bahwa Lin Yan adalah campuran antara kedua Klan, sebab, teknik bertarung Lin Yan mengandung teknik bertarung dari kedua Klan.


Memikirkan kembali tentang Lin Yan yang mencari arah, Canglan berpikir bahwa Lin Yan baru saja keluar dari Klan untuk membuat nama untuk dirinya sendiri di dunia yang luas.


Tatapan Canglan tertuju ke arah kawah yang sangat besar tempat Wayang Yongzha di lemparkan oleh Lin Yan dengan sebuah teknik yang sangat kuat.


“Semoga kau tenang, maaf karena aku tidak bisa membantumu saat itu bersama dengan semua rekanmu. Tetapi, yakinlah, suatu hari nanti aku akan membalas kematian kalian semua!” Batin Canglan mengepalkan tangannya sampai-sampai mengeluarkan darah.