
Ledakan qi Raja Lin Yan membuat Roh Pelahap Jiwa semakin pucat.
“Aku akan memberikannya! Tetapi, itupun jika kau membiarkan aku pergi!” Balas Roh Pelahap Jiwa dan merasa bahwa hanya ini kesempatan baginya untuk bertahan hidup.
Lin Yan menatap ke arah Roh Pelahap Jiwa sangat dingin. “Baik, aku akan melepaskanmu! Kau bisa memegang kata-kataku, serahkan penawarnya!”
Roh Pelahap Jiwa yang menatap Lin Yan tidak sabar sama sekali pun langsung memberikan penawar untuk Xia Yue'er. Ia tau bahwa jika ia berbicara lagi, maka riwayatnya akan tamat dalam hitungan detik. Ia mengambil penawar dari dalam tubuhnya dan melemparnya ke arah Lin Yan.
Lin Yan yang menangkap itupun menatap dengan Mata Raja ke arah penawar. Ia pun mengangguk kecil karena telah memeriksa bahwa cairan yang ada di dalam botol kecil memang terlihat berlawanan dengan yang ada di tubuh Xia Yue'er.
“Aku telah memberikannya! Biarkan aku pergi!” ucap Roh Pelahap Jiwa.
Lin Yan pun menurunkan tombaknya dan membatalkan teknik Formasi segel yang menyegel Gerbang Roh.
Menatap itu, Roh Pelahap Jiwa tidak membuang waktu dan langsung membuka gerbang. Tetapi ia tertegun saat menatap serigala hitam setinggi enam meter muncul di sampingnya.
Jleb!
Roh Pelahap Jiwa merasakan sakit di dada kirinya. Ia pun menatap Lin Yan dengan dingin sambil berkata, “Dasar sampah! Kau sama sekali tidak menepati kata-katamu!”
“Apa? Aku menepati kata-kataku dan aku tidak akan pernah menarik kata-kata yang keluar dari mulutku jika aku telah berjanji! Tetapi aku tidak pernah mengatakan bahwa orang lain akan membiarkanmu pergi!” Balas Lin Yan dengan senyum yang sangat kejam.
“Sialan!” Roh Pelahap Jiwa yang merasakan tubuhnya hampir rusak pun perlahan menutup matanya.
Blar!
Ledakan qi hitam terjadi seketika saat Canglan mengendalikan Wayangnya dari jauh. Ia tentu tau apa maksud dari negosiasi Lin Yan. Ia sangat paham seperti apa cara Lin Yan dalam memusnahkan musuh-musuhnya. Dan Lin Yan tidak akan pernah mengampuni siapapun yang mencoba menyakiti orang-orang disekitarnya.
Karena Roh Pelahap Jiwa telah tewas, Canglan pun tiba di dekat Lin Yan dan menyimpan Wayangnya.
“Lalu, apakah kita akan langsung kembali ke Kota Han, Tuan Muda?” Tanya Canglan saat menatap Lin Yan yang perlahan kembali ke bentuk manusia dari setengah naga.
“Ya. Tetapi sebelum itu, ambillah barang-barang kultivator tersebut. Aku penasaran kenapa Jubah seperti itu mampu mengeluarkan banyak kemampuan.” ucap Lin Yan saat mengeluarkan Xia Yue'er dari dalam Ruang Jiwa.
Canglan mengangguk kecil. Ia juga sangat penasaran tentang bagaimana cara kerja Jubah Ular. Walaupun mungkin ia pernah mengalahkan salah satu anggota Jubah Ular di masa lalu, tetap saja Jubah Ular itupun hancur dibuatnya sehingga ia tidak sempat untuk memeriksanya.
Lin Yan menatap ke arah Xia Yue'er yang ada di telapak tangannya. Ia menghela nafas panjang ketika menatap Roh Peri mungil tersebut yang senyum-senyum sendiri seperti orang idiot serta menggumamkan sesuatu yang tidak dapat dimengerti.
“Yue’er.. minumlah ini.” Lin Yan pun membuka tutup botol kaca yang sangat kecil tersebut dan memberikannya kepada Xia Yue'er.
Xia Yue'er yang sedang dalam keadaan mabuk tidak jelas pun mencium aroma lainnya yang membuat air liurnya menetes. Ia pun mengambil botol kecil itu dan langsung meminum semua cairan yang ada di dalamnya.
Tidak sampai sepuluh detik setelah Xia Yue'er meminum cairan di dalam botol kaca kecil, ia pun memegang kepalanya dan merasa sedikit pusing.
Lin Yan terdiam karena tampaknya Xia Yue'er tidak mengingat sama sekali apa yang terjadi padanya sebelumnya.
“Lin Yan? Di mana ini?” Tanya Xia Yue'er menatap sekelilingnya karena hal terkahir yang ia ingat adalah mereka masih berada di sebuah ruangan untuk membeli pil Sembilan Surya Roh.
“Apa kau tidak ingat apa yang terjadi?” Tanya Lin Yan heran.
“Memangnya apa yang terjadi?” Tanya Xia Yue'er balik dan menatap Lin Yan dengan matanya yang besar sambil berkedip beberapa kali.
“Kau hanya pingsan sebelumnya ketika mencerna pil yang kita beli. Coba lihat kekuatan spiritualmu.” Balas Lin Yan dan tidak mengatakan bahwa Xia Yue'er tampak seperti orang bodoh sebelumnya. Ia tau dengan pasti Roh Peri mungil itu akan mengomel sepanjang jalan jika mengetahui dirinya seperti itu.
“Benarkah?” Tanya Xia Yue'er menatap Lin Yan sedikit curiga. Ia pun memeriksa kekuatan spiritualnya dan langsung melebarkan matanya. Ia sangat bersemangat saat ini karena apa yang dikatakan oleh Lin Yan memang kenyataan.
“Lin Yan.. Lin Yan! Kekuatan spiritual ku telah setara dengan para Roh tingkat Alam Raja! Dan kultivasiku telah mencapai Alam Langit tahap kesembilan!” Seru Xia Yue'er dan langsung terbang ke sana ke mari karena sangat bahagia.
Lin Yan hanya tersenyum kecil menatap Xia Yue'er yang langsung ceria karena peningkatan kekuatannya.
Tetapi Xia Yue'er yang sedang dalam suasana hati yang sangat baik tiba tiba terhenti dan menatap Lin Yan dengan cemberut di wajahnya.
“Lin Yan, kenapa kultivasimu saat ini telah mencapai tingkat Alam Raja?” Tanya Xia Yue'er tidak puas karena ia ternyata masih tertinggal. Sebelumnya ia selalu di bawah Lin Yan satu tahap dan kali ini ketika ia menembus kultivasinya, ia merasa bahwa kultivasinya telah sama dengan Lin Yan tetapi nyatanya masih tertinggal satu tahap.
“Kenapa? Ketika kau tidak sadarkan diri, aku tentu akan berkultivasi juga. Tidak mungkin kultivasiku selalu berada di tingkat Alam Langit tahap kesembilan.” Balas Lin Yan dengan alasan masuk akal.
“Hmp!” Xia Yue'er melipat kedua tangannya di depan dadanya lalu melihat ke arah lain karena merasa sedikit kesal mendengar penjelasan Lin Yan.
Lin Yan hanya terkekeh melihat sikap Xia Yue'er yang terlihat sangat imut ketika sedang kesal.
“Tuan Muda, ini Jubah Ular itu.” Canglan pun muncul dan memberikan Jubah Ular serta cincin ruang milik Rong Ku.
“Periksalah isinya, jika ada yang berguna, simpan.” ucap Lin Yan dan hanya menerima Jubah Ular.
Canglan tentu langsung memeriksa apakah ada yang berguna di dalam cincin ruang Rong Ku. Ia tentu tau bahwa Rong Ku adalah seorang Alkemis karena menciptakan pil Sembilan Surya Roh.
Sementara itu, Lin Yan memeriksa Jubah Ular dengan Mata Raja miliknya. Ia sedikit terkejut dengan komponen aneh di dalam Jubah Ular yang bereaksi ketika qi disalurkan ke dalam jubah.
“Bagaimana cara menciptakan Jubah Ular ini? Pasti siapapun yang memiliki kemampuan penempaan untuk menempa senjata berupa jubah pasti tidak sederhana sama sekali.” ucap Lin Yan terkejut karena tidak tau cara membuat senjata seperti itu.
Canglan yang sedang memeriksa cincin ruang Rong Ku pun terhenti dan menatap ke arah Lin Yan. “Apa yang anda katakan benar, Tuan Muda. Dari informasi yang ada, Jubah Ular hanya bisa diciptakan oleh seorang kultivator saja, dia adalah Pemimpin dari organisasi Jubah Ular yang beroperasi di luar Kekaisaran Han.”
“Kultivator kuat yang memiliki tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap kedua dan juga salah satu penempa senjata terbaik di Benua Saint!”