Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 223 - Rumit



Kuil Dewi Salju


“Siapa kalian?” Tanya Lin Yan dengan wajah ragu. Ia sedikit rileks saat ini dan menatap wanita itu dengan seksama apakah ia memang pernah melihatnya atau tidak.


“Kami? Kau akan mengetahuinya suatu hari nanti. Tugasku hanyalah untuk memberikan sesuatu untuk pasanganmu.” Balas wanita tersebut dengan senyum lembut diwajahnya. Ia pun melambaikan tangannya dengan anggun lalu di depan Lin Yan dan Gu Yin perlahan terbentuk sesuatu melalui butiran salju.


Ketika memadat, kristal tidak beraturan berwarna hitam kebiruan muncul dalam sekejap. Kristal tersebut berukuran kepala manusia dan mengeluarkan uap hitam bercampur biru setiap saat.


Lin Yan tidak terlalu memperhatikan benda tersebut seperti Gu Yin. Ia saat sedang memikirkan kembali siapa sebenarnya wanita tersebut. Tampaknya wanita itu sangat mengenalnya, tetapi tujuan utamanya adalah memberikan sesuatu kepada Gu Yin. Ia semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya wanita tersebut sedang rencanakan.


Juga, kata-kata tentang suatu hari nanti kau akan mengetahuinya, membuat Lin Yan tidak bertanya lagi karena ia tau pasti akan percuma meskipun sampai saat ini ia masih sangat penasaran dengan identitas wanita tersebut dan juga dirinya.


Alasan Lin Yan saat ini memiliki pertanyaan di benaknya, tentu karena perkataan Roh Dewi Kematian sebelumnya bahwa dirinya adalah keturunan Kaisar Manusia. Yang artinya, wanita dihadapannya saat ini memiliki hubungan dengan Kaisar Manusia.


Tetapi, Kaisar Manusia hidup di zaman yang sangat lampau, itu terbukti dari semua sejarah tentangnya yang telah hilang. Juga, itu berkaitan dengan ukiran aneh di Gunung Safir sebelumnya.


Bisa dipastikan, Lin Yan membuat kisaran tentang masa Kaisar Manusia hidup adalah, lebih dari 1.000.000 tahun yang lalu.


Pertanyaan yang mengganggu Lin Yan saat ini, bagaimana wanita dihadapannya yang tampaknya berasal dari zaman yang sama dengan Kaisar Manusia bisa mengenal dirinya? Semuanya menjadi lebih misteri dan membuat Lin Yan tidak mampu membuat spekulasi siapa ia sebenarnya.


Lin Yan tentu membuat prediksi bahwa wanita tersebut berada di zaman yang sama dengan Kaisar Manusia, itu dikarenakan keberadaan Kuil Dewi Salju. Bahkan untuk setiap generasi Patriak, mereka tidak tau kapan Kuil tersebut mulai ada.


Pikiran Lin Yan melayang terus-menerus dan terus berpikir banyak hal yang membuat wanita tersebut tersenyum semakin manis.


“Ini adalah benda yang harus digunakan oleh Gu Yin.” ucap wanita tersebut yang membuat Lin Yan tersadar dari pikirannya.


“Lalu selanjutnya..” Wanita tersebut menaikkan sedikit jarinya dan tangan Lin Yan terangkat sedikit.


Dari cincin ruang milik Lin Yan, sebuah benda yang ia kenal dengan jelas pun keluar.


“Ini adalah Bunga Mutiara Kekal yang berasal dari Ruang Dimensi tempat Roh Dewi Kematian disegel,” ucap wanita tersebut yang membuat Lin Yan dan Gu Yin tertegun di tempat.


“Dengan Bunga Mutiara Kekal bercampur dengan ini..” Wanita tersebut melihat ke arah Kristal tersebut lalu melambaikan tangannya sekali lagi.


Kedua benda tersebut langsung mencair dalam sekejap lalu menyatu. Cairan tersebut pun kemudian memadat lalu membentuk dua bola berwarna warni seukuran setengah genggaman tangan.


Walaupun warnanya berwarna-warni, uap hitam terus merembes keluar dari permukaan bola aneh tersebut.


“Kalian berdua harus mengkonsumsi ini.” ucap wanita tersebut dan mengendalikan kedua bola kecil ke arah Lin Yan dan Gu Yin.


Gu Yin pun mengambil bola tersebut dan menatapnya dengan seksama. Ia semakin penasaran dari waktu ke waktu apa sebenarnya tujuan wanita tersebut melakukan ini semua.


Sementara Lin Yan yang menangkap bola aneh yang tampak sedikit kenyal pun menatap kembali ke arah wanita tersebut, “Kenapa kami harus mempercayaimu?” Tanyanya.


Karena wanita tersebut bukan makhluk hidup, Lin Yan sama sekali tidak dapat mendeteksi apakah dia berbohong atau tidak. Ia pun menatap kembali ke arah benda yang ada di telapak tangannya saat ini. Dengan Mata Raja, ia melihat bahwa benda tersebut mengandung qi yang sangat besar dan sangat cocok dengan atribut miliknya dan Gu Yin. Tetapi, ada satu jenis energi aneh yang tampak sedikit liar. Ia sidua membuat spekulasi bahwa tubuh akan memiliki dampak negatif tertentu jika ia mengkonsumsinya.


“Kau bertanya bukan, kenapa ada energi negatif di dalam benda yang aku buat?” Tanya wanita tersebut karena melihat ekspresi Lin Yan dengan berubah-ubah setelah memeriksa bola kecil dengan seksama.


Lin Yan terkejut dengan pertanyaan wanita tersebut dan tidak tau harus bagaimana menjawab.


“Matamu memang sangat hebat. Itu sama seperti kemampuannya, tetapi kau memilikinya di mata walaupun aku menganggap itu adalah versi yang lebih sederhana.” Tambah wanita tersebut yang membuat Lin Yan semakin penasaran dengan jati dirinya serta wanita dihadapannya dan seseorang yang disebutnya.


“Apa kau mengetahui tentang kemampuanku?” Tanya Lin Yan dengan kerutan diwajahnya.


“Tentu saja aku tau. Tetapi kemampuan yang kau peroleh sedikit berbeda tetapi lebih lemah. Namun tetap saja memiliki keunggulannya sendiri. Kau tidak perlu bertanya lagi, suatu hari nanti kau akan mengetahui semuanya secara perlahan-lahan.”


“Dan tentang energi negatif yang ada di dalam benda itu, kau akan mengerti apa fungsinya. Hanya sampai sini aku menemanimu, aku senang bahwa kau memang benar-benar memilih keturunanku untuk menjadi pendampingmu.” ucap wanita tersebut dengan senyum hangat. Setelah itupun, ia langsung pudar perlahan.


Lin Yan dan Gu Yin yang mendengar itupun tertegun di tempat karena wanita tersebut menyebut Gu Yin adalah keturunannya.


“A-apakah aku barusan salah mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu?” Tanya Gu Yin tergagap.


“Tidak.”


Gu Yin terdiam dan menatap ke arah benda di tangannya. Ia tidak tau apa yang harus dilakukan saat ini karena wanita itu tidak mengatakan cara menggunakannya.


“Makanlah itu.” ucap Lin Yan saat menggigit benda yang tampak seperti buah namun tidak di sisi lain, isinya tampak seperti cairan yang sedikit lengket serta menghasilkan aura dingin.


Melihat Lin Yan yang memakannya, Gu Yin pun langsung memakannya juga. Ia tentu akan melakukan hal yang sama.


Setelah menelan benda aneh tersebut yang memiliki rasa seperti air asam bercampur rasa dingin, keduanya tiba-tiba terkejut.


“Lin.. Yan..” Gu Yin sedikit gugup saat ini.


Di sisi lain, Lin Yan pun menghela nafas. Sekarang ia mengerti mengapa tempat itu harus dimasuki secara berpasangan.


Apalagi untuk kasusnya dan Gu Yin saat ini. Keduanya merasakan panas di dalam tubuh mereka karena apa yang mereka makan mengandung energi yang sangat besar dan hampir membuat tubuh mereka tidak mampu menanggungnya.


Tetapi sesuatu yang negatif tersebut membantu menyeimbangkannya karena membuat pengkonsumsi memiliki nafsu yang tinggi. Itulah alasan mengapa tempat tersebut harus dimasuki secara berpasangan.


Tanpa membuang waktu, Lin Yan pun langsung melakukan hal yang harus dilakukan bersama dengan Gu Yin, yaitu Kultivasi Ganda agar semua qi yang ada di dalam tubuh mereka yang berasal dari benda yang mereka makan akan dicerna dengan sempurna.


Dan teriakan aneh pun menggema di dalam ruangan tersebut dalam waktu yang lumayan lama.