Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 165 - Babak Final (5)



“Apa itu?”


“Ini adalah qi yang sangat mengerikan!”


“Ini adalah qi yang sangat jahat!”


“Apakah kau bercanda? Teknik apa itu? Apakah itu teknik sesat?”


Diskusi para penonton pun pecah saat merasakan tekanan yang sangat mengerikan dari tubuh Lin Yan.


Rambut hitam pendek Lin Yan menari-nari di udara. Ia tau bahwa jika ia tidak menggunakan teknik terkuatnya, ia pasti akan tewas di tangan Shi Zho yang merupakan jenius kuat yang sangat ahli dalam pertarungan.


Qi yang menyelimuti Lin Yan pun melayang ke udara dan membentuk sosok Naga Hitam setinggi enam meter. Ukurannya semakin besar setiap kali Lin Yan menerobos kultivasinya.


“Roar...!”


Naga Hitam yang baru saja tercipta pun langsung meraung keras yang membuat gendang telinga para penonton seakan pecah.


“Bukankah teknik itu yang dia gunakan sebelumnya untuk tempat berpijak? Kenapa itu sangat berbeda dengan yang terakhir kali?” Yue-Yue yang sudah merasakan aura teknik Lin Yan sebelumnya pun sedikit gemetaran karena terkahir kali Lin Yan tidak menggunakan kekuatan penuh qi-nya.


Para kultivator kuat pun sangat waspada saat ini karena mereka semua juga merasakan tekanan luar biasa dari Lin Yan.


“Anak ini tidak bisa dibiarkan tumbuh!” Batin Long Bao dan Long Gu.


Sementara pemimpin kelompok Kalajengking Merah pun sangat ingin membunuh Lin Yan saat ini karena ia juga merasa terancam oleh seorang kultivator tingkat Alam Roh.


Bahkan untuk Master sekte, Tetua Pertama, Kedua dan Ketiga pun memasang wajah serius karena tau bahwa qi yang terasa teramat jahat itu pasti sangat mengerikan.


“Apa itu?” Patriak klan Gu terkejut dengan apa yang ia lihat sama halnya untuk Gu Shen, Gu Mien dan Gu Lan.


Gu Yuena juga sedikit gemetaran karena gaya penindasan yang terasa luar biasa kuat dari Naga Hitam yang meraung di atas Lin Yan.


Sementara Li Hu, memasang wajah cerah karena membuat spekulasi bahwa itu adalah kekuatan garis darah klan Lin di benua utama. Ia sangat bersemangat karena ingin melihat teknik seperti apa sebenarnya yang mampu memancarkan aura mengerikan dan terasa sangat jahat.


Tetua Agung Sekte Seribu Pedang pun langsung mundur menjaga jarak karena merasa bahwa Naga Hitam itu sangat berbahaya.


Semua para kultivator kuat mengerti bahwa mereka akan mampu mengalahkan Lin Yan walaupun menggunakan teknik itu. Tetapi, insting mereka berkata untuk menjauh karena ada sesuatu yang buruk tentang Naga Hitam tersebut.


“Berikutnya adalah giliranku, kau akan merasakan keputusasaan!” ucap Lin Yan dengan seringai kejam diwajahnya.


Karena kata-katanya dikembalikan oleh Lin Yan, Shi Zho sangat marah. Ia menekan rasa takutnya akan aura jahat itu dan langsung membuat gerakan untuk menyerang.


“Apa kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan teknik sesat seperti itu?” Shi Zho mendengus dan auranya semakin kuat dari waktu ke waktu.


“Perlihatkan!” ucap Lin Yan dan mengangkat tangan kanannya ke arah atas.


“Formasi Penyegelan!”


“Roar!”


Naga Hitam meraung kembali dan qi hitam tak kasat mata menyebar ke segala arah lalu membuat penghalang tipis.


Lin Yan membuat Formasi menggunakan qi miliknya tidak mencapai Tetua Agung Sekte Seribu Pedang karena suatu hal.


Naga Hitam yang selesai meraung pun langsung mengangkat lengan kanannya dan membentuk sebuah tombak.


“Jangan meremehkan aku, sialan!” Teriak Shi Zho dan langsung melesat ke arah Lin Yan.


Lin Yan pun langsung mengendalikan Naga Hitam juga dan melesat ke arah Shi Zho.


Zhep!


Kecepatan Naga Hitam jauh lebih tinggi dari Shi Zho dan landasan tiba dihadapan Shi Zho sambil mengayunkan tombak di lengannya sekuat tenaga.


“Apa?” Shi Zho terkejut karena kecepatan Naga Hitam itu sungguh mengerikan.


Bom!


Ledakan besar terjadi saat tombak yang dipegang oleh Naga Hitam membentur permukaan Arena.


Shi Zho berhasil menghindar tetapi merasakan sesuatu yang mengerikan ketika bekas ledakan qi Petir Hitam mengenai sedikit kulitnya.


Zrrrrt! Zrrrt!


Petir Hitam menyebar ke segala arah dan Shi Zho saat ini berada di jarak hampir tiga meter setelah berhasil menghindar.


Duar!


Ledakan besar terjadi di Arena dan membuat semua permukaan Arena diselimuti oleh petir hitam yang sangat ganas.


Patriak klan Shi yang melihat itu pun langsung berdiri karena tau kekuatan teknik tersebut sama kuatnya dengan kultivator tingkat Alam Bumi.


Saat petir mereda, terlihat Shi Zho yang gemetaran karena qi Petir Hitam Lin Yan menginvasi tubuhnya. Ia saat ini tidak percaya bahwa qi jenis Petir memiliki fungsi seperti itu.


“Zho'er! Menyerahlah!” Teriak Patriak klan Shi sekuat tenaga dari bangku penonton.


Shi Zho tertegun mendengar teriakan ayahnya. Ia hanya bisa menggertakkan giginya dan berkata, “Aku menyerah!”


Suasana hening dalam waktu dua detik dan Shi Zho bingung kenapa Tetua Agung Sekte Seribu Pedang tidak mengumumkan pemenangnya.


“Sudah aku katakan, aku akan menunjukkan keputusasaan kepadamu ketika kau melukai kakakku!” Suara Lin Yan terdengar di telinga Shi Zho yang membuatnya gemetaran.


Naga Hitam pun langsung melesat ke arah Shi Zho sekali lagi yang membuatnya terkejut karena Lin Yan bahkan masih menyerang ketika ia sudah menyerah.


“Shi Zho! Apa yang kau lakukan? Cepat menyerah!” Teriak Patriak klan Shi sekuat tenaga.


Shi Zho semakin terkejut karena tidak tau apa yang sedang terjadi saat ini. Ia sudah berkata menyerah, kenapa tidak ada yang mendengarnya.


Lin Yan tersenyum kejam saat mendengar teriakan Patriak klan Shi. Ia akan membuat mereka putus asa saat ini dengan cara, membantai Shi Zho.


Tentu tidak akan ada yang mendengar suara Shi Zho karena ia telah membuat Formasi dengan qi-nya. Itu selalu menyelimuti Shi Zho dan suaranya tidak akan pernah terdengar sama sekali.


Zhep!


Naga Hitam muncul di atas Shi Zho sambil mengayunkan tombaknya sekuat tenaga.


Blar!


Benturan tombak itu terlihat seperti Sambaran petir.


“Arrrrrrgggg!”


Kali ini suara Shi Zho terdengar oleh para penonton karena Lin Yan mampu mengatur kapan Formasi harus diaktifkan dan kapan harus dibatalkan.


Buak!


Shi Zho pun terpental menjauh dan menabrak permukaan lantai.


Bom!


Shi Zho tenggelam ke dalam lantai dan perlahan berdiri. Saat ini, terlihat lengan kirinya yang terkena tombak dan tulang-tulangnya terlihat.


“Cepat menyerah Shi Zho!” Teriak Patriak klan Shi sekuat tenaga dengan mata yang sudah sangat merah.


“Aku menyerah!” Teriak Shi Zho tetapi suaranya tidak terdengar oleh siapapun.


“Kau akan mati hari ini!” ucap Lin Yan saat Naga Hitam muncul di belakang Shi Zho sambil mengayunkan cakarnya sekuat tenaga.


Sraing!


Srak!


Kaki Shi Zho terpenggal sebelah yang membuat para penonton sangat terkejut saat ini.


Bahkan Tetua Agung Sekte Seribu Pedang tidak mengerti mengapa Shi Zho tidak menyerah sama sekali.


“Ini yang terakhir!” ucap Lin Yan saat Naga  Hitam melesat ke udara lalu mengangkat cakarnya ke arah langit dan langsung mengayunkannya ke arah Shi Zho yang baru saja tergeletak dan mencoba untuk berdiri.


“Hentikan!” Teriak Patriak klan Shi saat ia melesat dengan kecepatan penuhnya menuju Arena.


“Terlambat!”


“Petir Surgawi!”


Blar!


Petir Hitam raksasa menyambar ke arah Shi Zho saat Naga Hitam mengayunkan lengannya ke arah bawah.


Duar!