
Asosiasi Alkemis
Semua kultivator tingkat tinggi yang ada di ruangan tersebut memasang wajah serius ketika mendengar tentang pembuatan Kerajaan baru.
“Biar kuperjelas sekali lagi. Sebelumnya kami ingin membentuk sebuah Kerajaan, tetapi, ada banyak Kerajaan di Daratan Utara dan ada dua Kerajaan Besar yaitu Kerajaan Bulan dan Bintang. Oleh karena itu, aku ingin telah berdiskusi dengan pemimpin Asosiasi Alkemis agar membentuk sebuah Kekaisaran.”
“Dan pertemuan kali ini, kita akan menentukan apakah kita membentuk sebuah Kerajaan atau Kekaisaran!” ucap Di Shan dan menatap semua pemimpin kekuatan besar yang ada di dalam ruangan satu per satu.
Lin Yan yang mendengar itu terdiam. Ia tentu tau bahwa jika Kerajaan Bintang dibiarkan seperti itu tanpa penguasa, akan sangat banyak kekuatan yang saling berebut demi menjadi keluarga Kerajaan yang baru di Kerajaan Bintang.
Para pemimpin kekuatan besar pun berdiskusi di tempat itu dalam waktu yang lumayan lama.
Lin Yan, Huan Caiyi dan Gu Yin hanya diam dan mendengar semua percakapan mereka.
Meskipun Lin Yan dianggap sebagai orang penting, ia sama sekali tidak membuka suara karena menurutnya, pengalamannya dalam mengatur hal seperti itu belumlah matang.
“Hei Yin'er.. di mana Yuena?” Tanya Lin Yan penasaran dengan suara yang lumayan kecil agar tidak terdengar oleh siapapun.
Gu Yin menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan sedikit curiga karena tidak pernah sama sekali bertanya di mana sepupunya berada. “Kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang sepupuku?”
“Apa yang ada di kepala mungilmu itu? Aku hanya heran dia tidak terlihat selama ini!” Lin Yan menjentikkan jarinya di dahi Gu Yin karena tidak mengerti sama sekali apa isi kepala Istrinya itu.
Gu Yin memegang dagunya dan sedikit cemberut namun terlihat sangat imut. “Kakak sekarang sedang latihan khusus dan tidak bisa di ganggu. Mungkin masih lama baginya untuk keluar dari pengasingannya. Namun, satu yang pasti, ketika dia keluar dari pengasingan, mungkin kultivasinya akan melebih paman.” Balasnya meurujuk pada Patriak dan Tetua Agung Klan Gu.
“Oh?” Lin Yan sedikit terkejut mendengarnya. Yang artinya, ketika Gu Yuena selesai melakukan pengasingan, kultivasinya akan mencapai tingkat Alam Raja paling tidak.
Mengingat tentang Gu Yuena, Lin Yan teringat tentang satu sosok yang memiliki bakat tinggi seperti Gu Yuena, yaitu putra bungsu Li Hu, Li Hao yang tidak pernah lagi terlihat juga.
Lamunan Lin Yan pun pudar ketika suara Di Shan terdengar.
“Baik! Sudah diputuskan bahwa kita akan menguat sebuah Kekaisaran. Lokasinya adalah perbatasan dua Kerajaan Besar. Dan dari yang kita diskusikan, calon untuk menaksir Kaisar Kekaisaran Matahari adalah Di Tian, Li Hu, Patriak Klan Gu, Patriak Klan Cii, Master Sekte..” Di Shan menyebutnya semua kandidat yang akan menjadi Kaisar Pertama Kekaisaran Matahari.
Tetapi, Lin Yan berkedut ketika mendengar namanya diucapkan di akhir.
“Dan yang terakhir adalah Lin Yan, pahlawan perang.”
Tatapan semua kultivator tertuju pada Lin Yan yang tampak membuka tutup mulutnya beberapa kali.
Semua para pemimpin kekuatan besar yang ada di dalam ruangan saling memandang karena Lin Yan langsung mengundurkan diri sebelum pemilihan dilakukan.
Tetapi tidak ada yang berkomentar sama sekali karena merasa bahwa Lin Yan punya alasannya sendiri. Lagi pula, mereka sadar bahwa Lin Yan tampak tidak suka terikat di satu tempat saja, dengan kata lain, Lin Yan adalah tipe pemuda yang suka berpetualang.
Li Hu yang mendengar itupun menaikkan sudut bibirnya karena sudah tau bahwa Lin Yan tidak akan mau menjadi seorang Kaisar. Ia sadar bahwa jika Lin Yan mau, mungkin sebagian besar pemimpin di tempat itu akan menunjuknya sebagai Kaisar Pertama. Tetapi, ketika ia mengingat kembali identitas Lin Yan, ia langsung tau bahwa Lin Yan akan segera pergi dari Daratan Utara menuju Benua Saint.
Patriak, Tetua Agung Klan Gu dan Gu Shen hanya diam saja karena mereka sudah menduga juga bahwa Lin Yan akan menolak menjadi seorang Kaisar.
“Baiklah, kami tidak akan memaksamu. Namun, karena kau dianggap sebagai pahlawan perang, monumen tentang dirimu akan diabadikan. Serta, sebelum Kekaisaran Matahari terbentuk, kau boleh meminta sesuatu kepada kami jika kau memerlukan sesuatu. Hanya ini yang bisa kami berikan kepadamu.” ucap Di Shan.
Mendengar itu, Lin Yan tersenyum dan mengangguk kecil sambil menatap ke arah Li Hu.
Merasakan tatapan Lin Yan, Li Hu menghela nafas panjang karena tampaknya kantong Asosiasi Alkemis akan robek sebentar lagi walaupun mungkin banyak kekuatan besar lainnya akan menyumbang sesuatu untuk keperluan Lin Yan.
Huan Caiyi yang menatap tatapan adiknya ke arah Li Hu pun langsung terkikik manis karena ia tau bahwa Lin Yan akan meminta banyak sumber daya untuk meningkatkan kultivasi.
Tentu Lin Yan tidak akan melewatkan kesempatan untuk mendapatkan sumber daya. Ia sudah sangat sadar bahwa di Daratan Utara sumber daya sangat terbatas, jika tidak, tidak mungkin hanya beberapa dari kultivator yang mencapai tingkat Alam Raja.
Sementara itu, Gu Yin hanya tersenyum senang karena merasa bahwa semua yang di minta oleh Lin Yan pasti akan menjadi miliknya. Sebagai seorang istri, itu adalah kewajibannya untuk memegang semua milik Lin Yan.
Jika Lin Yan mengetahui pemikiran Gu Yin, ia pasti akan hendak muntah darah.
“Baik, Tuan Li Hu, anda pasti sudah mengetahui apa yang aku inginkan. Selain itu, aku ingin beberapa informasi. Anda juga sudah tau informasi tentang apa itu. Ketika waktunya tiba, anda dapat berkunjung ke Klan Gu untuk menemuiku jika ada kesempatan.” ucap Lin Yan dengan senyum lalu perlahan berdiri dari tempatnya duduk.
“Baik, kami akan mempersiapkan semuanya dalam waktu beberapa hari.” Li Hu mengangguk kecil dan tau apa maksud dari Lin Yan.
“Baik, jika seperti itu, aku akan pamit undur diri dari pertemuan.” ucap Lin Yan dan membungkuk sedikit. Ia pun perlahan berjalan keluar dari ruangan dan Huan Caiyi serta Gu Yin langsung mengikuti Lin Yan dari belakang.
Tidak ada sama sekali yang menghentikan Lin Yan karena mereka semua memiliki pemikiran bahwa Lin Yan memang tidak terlalu menyukai urusan seperti itu walaupun beberapa dari mereka sangat mengetahui bahwa Lin Yan sangat pintas dalam urusan politik. Kecerdasan Lin Yan memang sangat patut dihargai tetapi mereka semua sadar bahwa tempat Lin Yan pasti tidak akan terhenti di Daratan Utara.
Para pemimpin kekuatan besar tentu sangat mengetahui bahwa dunia luas walaupun hanya segelintir yang mengetahui jalan untuk pergi.
Diantara mereka semua, mungkin yang mengetahui cara keluar dari Daratan Utara bisa dihitung dengan jari. Dan salah satunya adalah Li Hu, yang dimintai oleh Lin Yan tentang informasi cara untuk pergi ke Benua Saint.