Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 376 - Menghabisi Musuh



Sungai Abadi


Tetua Ketiga memasang wajah yang sangat muram karena tau bahwa Lin Yan bukankah pemuda biasa yang dapat ditemukan di mana saja. Hanya dengan tubuh sekuat itu, ia paham bahwa Lin Yan termasuk dalam jajaran teratas di tingkat kultivasi yang sama. Dan yang lainnya, kepemilikan Qi Raja juga membuatnya semakin sadar bahwa tidak akan ada kultivator di tingkat sama yang dapat menandingi Lin Yan.


Saat Lin Yan mendorong tombaknya untuk menekan Tetua Ketiga Sekte Wayang, ia pun tersenyum lebar.


“Petir Hitam Surgawi!”


Blar!


Mata Tetua Ketiga Sekte Wayang melebar ketika teknik tertentu tiba-tiba saja turun dari arah langit dan itu tepat ke arah tombak Lin Yan.


“Sialan!” Tetua Ketiga Sekte Wayang langsung melapisi tubuhnya dengan qi terkuat yang ia miliki. Ia sangat paham bahwa jika ia menghindar, saat itulah Lin Yan akan menikamnya dengan sangat parah. Pengalaman bertarungnya tentu menyelamatkannya dari kematian walaupun ia harus menerima serangan secara langsung.


Petir hitam tersebut langsung menyambar ke arah bawah dan melewati Tetua Ketiga Sekte Wayang dan Lin Yan bersamaan.


Lin Yan tentu tidak akan menerima efek apa-apa karena tubuhnya itu kebal terhadap petir. Sedangkan untuk Tetua Ketiga Sekte Wayang, wajahnya sangat gelap karena qi-nya dihancurkan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Karena tau bahwa itu terus berlanjut dirinya akan bahaya, ia pun langsung mengayunkan lengan kirinya ke arah Lin Yan sambil menahan rasa sakit dari teknik yang dilancarkan oleh Lin Yan.


Dengan senyum kecil, Lin Yan pun langsung mengayunkan tinju kirinya sekuat tenaga juga setelah dilapisi oleh qi Petir Hitam dan Qi Raja.


Bam!


Krak! Krak!


Tetua Ketiga Sekte Wayang merasakan tulang-tulangnya retak saat kedua pukulan berbenturan.


Bussssh!


Pukulan Lin Yan langsung menghempaskan tubuh Tetua Ketiga Sekte Wayang ke tempat yang saat jauh. Ia pun langsung membuat kuda-kuda menyerang sekali lagi.


“Tombak Petir Neraka!”


“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”


Zhep!


Lin Yan bergerak layaknya Sambaran petir ke arah tempat Tetua Ketiga Sekte Wayang yang sedang terpental.


“Celaka!” Batin Tetua Ketiga Sekte Wayang karena merasakan bayaha sangat besar menghampirinya. Ia pun mencoba menyetabilkan tubuhnya dan mengangkat pedangnya untuk menahan serangan dari Lin Yan.


Trang!


Zhung!


Tetua Ketiga Sekte Wayang sama sekali tidak mampu menandingi teknik Lin Yan. Walaupun ia menahannya, ia terus di dorong seperti sebuah meteor ke arah bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Dengan Mata Raja, Lin Yan terus memperhatikan semua gerakan dari Tetua Ketiga Sekte Wayang. Ia tentu mempersiapkan teknik lainnya jika Tetua Ketiga Sekte Wayang berhasil menghindar di saat-saat terakhir.


Tetua Ketiga Sekte Wayang mengerti jika dirinya membentur tanah, tombak Lin Yan akan langsung menikamnya. Ia pun langsung mengambil kesempatan untuk kabur.


Ketika sudah berjarak hampir satu meter dari tanah, Tetua Ketiga Sekte Wayang pun langsung melesat dengan kecepatan penuhnya ke arah samping serta mencoba menghindari tubuhnya terkena bilah tombak.


Blar!


Ledakan besar dan petir hitam menyambar ke mana-mana saat tombak Lin Yan membentur permukaan tanah. Ia pun langsung mengayunkan lengan kirinya ke arah Tetua Ketiga Sekte Wayang.


“Cakar Pembelah Langit!”


Sraing!


Tetua Ketiga yang berhasil selamat pun terkejut ketika melihat lima bilah berwana hitam mencoba untuk membelahnya. Ia pun hanya bisa mengangkat pedangnya karena tidak mungkin melancarkan serangan balik.


Trang! Trang! Srak! Srak! Srak!


Pedang Tetua Ketiga Sekte Wayang berhasil menahan dua bilah sementara tiga lainnya menyayat-nyayat bagian tubuhnya.


Jrezzh!


“Tarian Kematian!”


Zhep!


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Tetua Ketiga pun muncul di depan Lin Yan lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


Lin Yan pun mengangkat tombaknya ke arah udara untuk menahan tebasan dari Tetua Ketiga Sekte Wayang. Tentu ia akan dapat memperhatikan semua gerakan musuh menggunakan teknik Mata Raja. Tidak hanya itu, reaksi tubuhnya juga sangat cepat sehingga dapat melakukan hal seperti itu.


Trang!


Zrrrrt!


Percikan petir pun terlihat seketika saat kedua Senjata berbenturan.


Tetua Ketiga menggertakkan giginya dengan kuat karena Lin Yan bahkan masih mampu bereaksi dengan salah satu serangan terkuatnya.


Sementara itu, Lin Yan yang bertahan di dorong mundur beberapa meter. Ia menyipitkan matanya karena tidak menyangka bahwa teknik Tetua Ketiga Sekte Wayang akan sekuat itu dan mampu mendorongnya mudur bahkan dengan tubuh kuat yang ia miliki.


Tetapi Lin Yan menaikkan sudut bibirnya ketika melirik ke arah tertentu dan itu adalah tempat naga hitam yang sedang melawan wayang berada.


Wusssh!


Naga hitam itupun menghilang dalam sekejap dan di atas Lin Yan, naga hitam baru tercipta dalam sekejap.


Menatap naga hitam yang ada di atas Lin Yan, Tetua Ketiga Sekte Wayang tau bahwa riwayatnya pasti akan tamat.


Naga hitam itupun langsung mengayunkan tombaknya tepat ke arah kepala Tetua Ketiga Sekte Wayang. Jejak petir hitam terlihat memercik saat tombak itu melesat ke arah musuh.


“Sialan!”


Tetua Ketiga Sekte Wayang dengan putus asa mundur ke belakang berharap bahwa tombak naga hitam itu tidak mengenainya.


“Langkah Pemisah Bulan!”


Zhep!


Lin Yan tentu tidak membuang kesempatan saat Tetua Ketiga Sekte Wayang mundur.


Bom!


Saat tombak yang di pegang naga hitam mengenai permukaan tanah karena Tetua Ketiga Sekte Wayang berhasil menghindar, tetap saja kematiannya tidak dapat lagi dielakkan.


Jleb!


Lin Yan muncul di samping Tetua Ketiga Sekte Wayang lalu langsung menusuk leher musuh.


Tubuh Tetua Ketiga Sekte Wayang menegang di tempat karena ia sama sekali tidak bisa bereaksi dengan pergerakan Lin Yan. Semua gerakan Lin Yan tampak sempurna karena selalu mengincar titik buta tempatnya bisa bertahan.


“Ka..- kau.. Sekte.. Wayang.. tidak akan.. pernah.. melepaskan..mu!” Tetua Ketiga pun berbicara kata-kata terakhirnya.


“Petir Hitam Surgawi!”


Blar!


Petir hitam menyambar ke arah tombak Lin Yan dan langsung menghancurkan tubuh Tetua Ketiga Sekte Wayang tanpa ampun sama sekali.


“Sekte Wayang? Tidak akan lama lagi, kalian akan binasa di tanganku.” ucap Lin Yan acuh tak acuh dan mengabaikan tubuh Tetua Ketiga Sekte Wayang yang telah hancur berantakan. Tatapannya pun kini tertuju pada Tetua keempat Sekte Wayang yang sedang melawan Dai Mubai.


Sangat terlihat bahwa Dai Mubai saat ini ditekan.


Sedangkan untuk Xiao Ziya dan Xia Yue'er yang sedang melawan dua kultivator dan dua Mayat tampak unggul. Dan itu karena qi Kematian Xiao Ziya yang mempengaruhi kedua Mayat.


Karena tau bahwa kedua Roh Kontrak itu pasti akan menang, Lin Yan pun melesat ke arah tempat Dai Mubai berada untuk menghabisi Tetua Keempat Sekte Wayang.


Tetua Keempat Sekte Wayang yang sedang menekan Dai Mubai pun memasang wajah sangat jelek karena Tetua Ketiga Sekte Wayang telah tewas. Ia tau bahwa ketika Lin Yan mencapai tempatnya berada, dirinya akan tewas dalam waktu singkat.