Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 126 - Transaksi Besar (2)



Li Wei tau bahwa Lin Yan bukanlah anak yang sembarangan dalam mengambil, berbicara ataupun memutuskan sesuatu. Ia hanya membuat spekulasi bahwa Lin Yan adalah anak dengan tubuh yang sangat kuat dan mampu menahan beban yang besar dari sebuah senjata serta dapat menggunakannya selincah pengguna tombak ringan yang berfokus pada kecepatan karena tombak berat merupakan jenis gaya bertarung yang mengkhususkan dalam kekuatan serangan.


“Baik. Ayo ikuti aku.” Li Wei pun berdiri dan mengambil cincin ruang serta kedua pedang yang dijual oleh Lin Yan.


Lin Yan mengangguk dan berdiri juga bersama dengan Gu Yuena yang masih terdiam karena mencoba memproses semua transaksi yang dilakukan oleh Lin Yan dan Li Wei.


Li Wei menuntun Lin Yan dan Gu Yuena ke tempat penjualan teknik-teknik bersenjata serta manual kultivasi.


Ketika mencapai tempat itu, Lin Yan melirik ke arah manual berkultivasi yang dijual oleh Asosiasi Alkemis. Namun ia langsung kehilangan minat karena tau bahwa di Asosiasi Alkemis tidak akan ada manual yang melebihi ataupun mencapai kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga.


Sikap Lin Yan saat melihat semua manual itu juga tidak luput dari pandangan Li Wei. Ia paham bahwa Lin Yan pasti memiliki manual kultivasi yang berasal dari klan Lin walaupun ia salah menduganya.


Tidak lama kemudian, Li Wei pun berhenti di sebuah rak yang diisi oleh beberapa gulungan yang memiliki nama yang merupakan teknik bertombak.


“Ini adalah yang terbaik yang bisa kami tawarkan. Semua dari gulungan ini berisi teknik bertombak kelas 5 dan beberapa adalah kelas 6,” ucap Li Wei.


Lin Yan langsung memeriksa satu persatu teknik tersebut. Namun semuanya hanya berisi setengah bagian tiap lapisan karena harus memiliki kunci untuk membukanya. Jika tidak, pasti seorang kultivator yang membaca sekaligus satu teknik bisa menghafalnya. Teknik itu terpotong tepat di cara menggunakannya.


Tentu saja Lin Yan memilih teknik bertombak kelas 6 lebih dulu. Semuanya memang lumayan kuat menurutnya tetapi rata-rata tidak cocok dengannya.


“Hm? Ini?” Ketika Lin Yan menyentuh salah satu gulungan, ia merasakan getaran tertentu. Ia pun langsung mengambilnya dan membuka gulungan teknik tersebut.


“Tombak Petir Neraka..” Kerutan muncul di wajah Lin Yan yang awalnya bersemangat saat membaca teknik tersebut karena hanya ada satu gaya sementara di pengantar teknik, teknik tersebut memiliki tiga gaya.


“Apakah bagian lain teknik ini dijual secara terpisah?” Tanya Lin Yan penasaran.


“Bukan dijual secara terpisah, tetapi teknik itu memang ditemukan seperti itu. Gaya tombak yang sangat rumit dengan basis tombak berat, khusus untuk pengguna qi petir bawaan,” jawab Li Wei.


Lin Yan terdiam sejenak dan menutup gulung teknik. “Aku akan mengambilnya.”


Li Wei hanya mengangguk dan memegang teknik. Sementara Lin Yan, mencari teknik lainnya. Setelah memeriksa, Lin Yan pun akhirnya mengambil satu teknik lagi dengan dua gaya tombak yang bernama teknik Tombak Petir Suci. Ia mengambilnya karena merasa bahwa teknik tersebut tidak sesederhana kelihatannya. Instingnya tidak akan pernah salah dalam menilai sesuatu.


“Apakah tidak ada yang lainnya?” Tanya Li Wei.


“Tidak, berikutnya adalah pil-pil untuk meningkatkan kultivasi, elemen bawaan terutama untuk qi elemen Bayangan,” ucap Lin Yan.


Li Wei langsung mengangguk karena kebanyakan pil itu dibeli oleh Lin Yan untuk seseorang yang ia tau selalu bersama dengannya, Huan Caiyi, karena hanya satu orang yang tersisa dari klan dengan garis darah kuat yang hampir punah.


“Gu Yuena, apakah kau tidak ingin membeli teknik?” Tanya Lin Yan.


Lin Yan hanya mengangguk kecil melihat penolakan Gu Yuena.


Setelah itu, Li Wei memimpin Lin Yan dan Gu Yuena ke tempat lainnya yang merupakan tempat pil dan herbal berada.


“Aku akan memperkenalkan beberapa pil yang sesuai untuk kakakmu karena dengan melihat kultivasimu yang telah meroket tinggi, kau tidak akan berencana menerobos dalam waktu sebulan lebih,” ucap Li Wei dengan senyum kecil karena juga sangat terkejut dengan tingkat kultivasi Lin Yan saat bertemu kembali setelah hampir dua bulan lamanya.


“Apa tingkat kultivasimu saat ini Lin Yan?” Tanya Gu Yuena penasaran.


Lin Yan tidak menjawab dan hanya tersenyum misterius yang membuat Gu Yuena sangat geram dan ingin mencekik Lin Yan. Entah mengapa ia merasa bahwa Lin Yan sama mengesalkannya seperti Gu Yin.


Setelah tiba, Li Wei pun memberikan penawarannya dan akhirnya Lin Yan membeli 5 pil khusus untuk Huan Caiyi dan juga beberapa pil untuk meningkatkan kultivasi dalam jumlah besar juga. Ia sama sekali tidak akan menggunakan pil-pil itu karena memiliki cara sendiri untuk menerobos kultivasinya.


Berikutnya Lin Yan membeli banyak herbal-herbal khusus juga yang tidak dimengerti oleh Gu Yuena apa kegunaannya.


Tetapi di sisi lain Li Wei sangat mengerti untuk apa Lin Yan membeli semua herbal tersebut. Namun, hal yang membuat Li Wei bingung, kenapa Lin Yan tidak mencari cara untuk meningkatkan elemennya sendiri.


Tentu Lin Yan sudah memikirkannya. Tetapi, cara untuk dirinya sendiri sangatlah berbeda. Sesuatu seperti itu tidak akan bisa meningkatkan qi petir miliknya karena suatu sebab, dan tentu itu karena keganasan qi petir hitam tersebut sehingga sumber daya seperti itu akan langsung lenyap sebelum dicerna olehnya.


Juga, qi petir Lin Yan sangat unik, karena saat ini terkait erat dengan kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga, itu akan semakin kuat ketika ia menembus tingkat selanjutnya dari lapisan pertama.


Setelah selesai, Li Wei membuat total keseluruhan harga benda yang dibeli oleh Lin Yan.


“Jumlah keseluruhan adalah 250.000 batu spiritual. Sisa batu spiritual yang akan kau terima adalah 290.000,” ucap Li Wei setelah membuat total jumlah keseluruhannya.


Lin Yan mengangguk kecil dan menerima dua cincin ruang yang berisi benda-benda yang ia beli dan satu lagi adalah batu spiritual.


“Apakah ada hal lainnya yang kau inginkan?” Tanya Li Wei.


Lin Yan berpikir sejenak lalu menggelengkan kepalanya karena merasa transaksi kali ini sudah cukup.


“Tidak, aku akan kembali lagi jika aku membutuhkan sesuatu atau ingin berdagang kembali,” ucap Lin Yan walaupun merasa bahwa kemungkinan kecil untuk berdagang kembali karena benda yang tidak penting menurutnya telah habis terjual.


“Baik jika begitu, jika kau membutuhkan sesuatu, kau bisa datang ke tempat ini.” Balas Li Wei dan langsung mengantar Lin Yan dan Gu Yuena ke depan pintu masuk Asosiasi Alkemis.


Tentu saja hal itu membuat banyak murid-murid akan terkejut karena seseorang penting seperti Li Wei mengantar seorang anak seperti seorang rekan bisnis yang sangat besar.


“Ayo kembali,” ucap Lin Yan dan berjalan ke arah kediamannya diikuti oleh Gu Yin tanpa menghiraukan semua tatapan kepadanya.