Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 370 - Kemarahan Canglan



Kota Neraka


Saat ini terlihat seorang pria yang berada di bahu seekor binatang spiritual yang merupakan sebuah Wayang. Ia tidak lain adalah Canglan yang sedang mencari Lin Yan.


Ketika dirinya mencapai Kota Neraka, Canglan mengerutkan keningnya karena sangat banyak tempat yang telah hancur dan tidak diperbaiki seperti biasa.


Karena penasaran, Canglan pun menghampiri salah satu kultivator yang tampak sedang ingin pergi dari Kota Neraka.


Menatap Canglan yang mengendarai seekor Serigala berwana hitam, kultivator tersebut sedikit takut. Ia pun mencoba untuk pergi dari tempat tersebut tetapi Serigala tersebut tiba-tiba muncul tepat dihadapannya yang membuatnya berkeringat deras sebab ia sama sekali tidak dapat mengikuti pergerakannya.


“A-apa yang kau inginkan?” Kultivator tersebut pun membuat kuda-kuda bertahan saat bertanya.


“Katakan, apa yang terjadi pada Kota Neraka sehingga terjadi kerusakan seperti ini.” Canglan pun langsung ke intinya karena tidak mau membuang waktu juga.


Karena kultivator tersebut ketakutan, ia pun langsung menceritakan apa yang ia lihat karena ia juga berada di sana ketika Lin Yan sedang menghadapi dua Klan terkuat di Kota Neraka.


“Apa? Siapa kau bilang nama pemuda itu?” Teriak Canglan sekali saat kekuatannya perlahan bocor dan tekanan mengerikan pun menimpa kultivator tersebut.


“Na-nama pe-muda itu Lin.. Lin Yan.. tuan..” Kultivator tersebut merasakan tulang-tulangnya retak dan ia pun menjawab dengan nada terputus-putus.


“Bagus! Aku tidak menyangka bahwa dua kultivator yang memasuki 200 daftar Master Bela Diri mencoba mengeroyok tuan muda! Tampaknya mereka sangat ingin mati!”


Wusssh!


Canglan menghilang dalam sekejap dan muncul tepat di pusat Kota Neraka dengan wajah yang sangat dingin. Ia pun menggerakkan jari-jarinya lalu Wayang miliknya pun langsung bergerak.


Crang!


Wayang Serigala Iblis Kegelapan pun mencabut pedang besar dari sarung pedang yang ada di pinggangnya.


Canglan menarik nafas dalam-dalam lalu berteriak keras, “Chu Di! Chi Yang! Kalian berdua bajingan tua keluar sekarang juga!”


Saat teriak Canglan pecah, Wayang Serigala Iblis Kegelapan pun mengangkat pedangnya ke arah langit. Pedang itu ditutupi oleh qi Kegelapan yang sangat pekat lalu mengayunkannya ke arah bawah.


Sraing!


Jrezzh!


Kota Neraka pun terbelah dua dalam sekejap dan qi Kegelapan merembes keluar dari jurang yang membelah kota tersebut.


Chu Di dan Chi Yang awalnya terkejut dengan teriakan dibarengi oleh ledakan qi tersebut. Setelah itu, keduanya pun memasang wajah muram ketika Kota Neraka bergetar keras dan jurang tanpa dasar telah terlihat membelah Kota Neraka menjadi dua bagian.


“Kalian keparat tua keluar sekarang juga atau aku akan menghancurkan Kota ini!” Teriak Canglan sekali lagi dan Wayang Serigala Iblis Kegelapan pun mengangkat telapak tangan kirinya dari bawah ke atas.


Bussssh!


Cairan berwarna hitam pun meledak dari dalam jurang dan langsung menyelimuti hampir seperempat dari Kota Neraka. Itu adalah salah satu teknik pemusnah massal milik Wayang Serigala Iblis Kegelapan yang bernama Rawa Kegelapan. Hal itu terus menyebar ke segala arah tanpa henti sama sekali dan menenggelamkan banyak kultivator di dalamnya.


Zhep! Zhep!


Chu Di dan Chi Yang pun menghindari rawa kegelapan dan muncul tidak jauh dari hadapan Canglan sambil memasang wajah muram.


Ketika melihat siapa yang mencoba menghancurkan Kota Neraka, Chi Yang dan Chu Di memasang wajah yang sangat muram.


“Jangan sebut Sekte terkutuk itu di depanku! Suatu hari aku akan memusnahkan mereka semua dengan tanganku sendiri! Dan kalian berdua telah membuatku marah! Hari ini, dua Master Bela Diri akan mati!” Canglan yang tidak ingin menjelaskan pun langsung mengendalikan Wayang menyerang ke arah Chi Yang lebih dulu.


Mata Chi Yang melebar karena hanya dengan kecepatan Wayang itu saja, ia tau bahwa dirinya akan tewas jika menahan diri.


Sementara itu, Chu Di juga bergerak dan tiba di depan Canglan sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


Trang!


Brrrttt!


Mata Chu Di melebar karena merasakan kekuatan Canglan tidak wajar sama sekali. Itu tampak seperti seekor binatang roh kuno yang siap menerkam siapa saja.


“Canglan! Kenapa kau melakukan semua ini?” Teriak Chu Di saat menekan pedangnya sekuat tenaga ke arah Canglan.


“Kenapa? Kalian berdua telah menyerang tuan muda Lin Yan! Dan kalian akan mati hari ini! Kalian tidak akan pernah lepas dari cengkraman ku!” Dengan wajah yang sangat dingin, Canglan membalas dan langsung mengayunkan lengan kirinya ke arah wajah Chu Di.


Mata Chu Di melebar ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Canglan dan serangan tersebut pun membuatnya sedikit ketakutan. Tanpa membuang waktu, ia pun langsung mengerahkan semua kekuatannya untuk melawan balik.


Bom! Bom! Bom!


Pertarungan dahsyat pun terjadi di Kota Neraka disaksikan oleh puluh ribuan kultivator. Semua dari mereka berkeringat saat menyaksikan pertarungan tersebut yang tidak pernah mereka saksikan sebelumnya.


**


Sementara itu, Lin Yan yang sedang bergerak bersama dengan Xiao Ziya dan Xia Yue'er yang berada di bahunya tentu tidak tau tentang hal itu.


Mereka hampir tiba di Sungai Abadi dan menatap banyak kultivator yang sudah berkumpul.


Ketika mereka mendekat, banyak yang memperhatikan Lin Yan yang datang seorang diri karena di tempat itu tidak ada yang bisa melacak Xiao Ziya dan Xia Yue'er yang menggunakan Formasi.


Anggota Sekte Wayang menatap ke arah Lin Yan dengan seksama beberapa saat lalu mengabaikannya karena mereka tidak memiliki informasi tentang Lin Yan yang menghancurkan Cabang Pertama dan Kedua Sekte Wayang.


Untuk para anggota Sekte Mayat, ketika menatap ke arah Lin Yan, awalnya mereka sedikit tertarik karena dapat merasakan kekuatan tubuh Lin Yan yang sangat besar. Tetapi ketika melihat basis kultivasinya, mereka kehilangan minat. Jika saja Lin Yan adalah kultivator tingkat Alam Raja tahap kedelapan atau kesembilan, mereka akan mencoba memburunya untuk menjadikan tubuh Lin Yan sebagai senjata.


Sebab, Sekte Mayat tentu mencari mayat unggulan. Meskipun tubuh Lin Yan kuat, ketika dia mati, basis kultivasi akan mempengaruhi tubuh Mayat yang mereka jadikan senjata.


“Sekte Wayang..” Gumam Lin Yan saat melihat beberapa anggota Sekte Wayang. Ia pun tersenyum sedikit kejam karena tentu berencana untuk menghancurkan mereka di tempat itu jika ada kesempatan.


Ketika Lin Yan sedang memikirkan tentang anggota Sekte Wayang, seseorang pun mendekat ke arahnya.


“Lin Yan.. tampaknya kau telah tiba.”


Tatapan Lin Yan tertuju pada sumber suara tersebut dan menaikkan sudut bibirnya. Ia tentu tau bahwa pria yang tidak lain adalah Dai Mubai memang jenius kultivasi juga karena saat ini telah mencapai tingkat Alam Raja tahap kedelapan.


“Apakah kau telah memikirkan rencana untuk mereka?” Tanya Lin Yan datar.


Wajah Dai Mubai serius sedikit dan niat membunuh sedikit merembes dari tubuhnya. “Ya, kebetulan bahwa dua dari orang penting mereka datang. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengurangi kekuatan mereka.”


Mendengar apa yang dikatakan oleh Dai Mubai, Lin Yan menaikkan sudut bibirnya karena sekutu untuk melawan Sekte Wayang yang bisa dikatakan sebagai bantuan yang lumayan kuat bertambah satu. Ia saat ini bertanya-tanya apakah Canglan telah selesai memulihkan tubuhnya atau tidak.