
Para murid di grup 8 pun semakin waspada kepada Lin Yan saat ini tetapi tidak untuk murid dengan tingkat kultivasi Alam Roh tahap kedelapan karena merasa bahwa tidak mungkin Lin Yan untuk mengalahkan mereka.
Sementara itu, Gu Yuena yang berada di kejauhan hanya menatap ke arah anggota klan Yi dengan tatapan dingin. Ia tentu tidak akan takut dengan klan seperti itu karena klan Gu-nya bisa menghancurkan klan Yi dalam waktu beberapa hari saja.
“Lin.. Yan..” Gu Yin semakin gugup karena Lin Yan bisa saja didiskualifikasi dari babak penyisihan setelah menyerang seorang murid secara terang-terangan.
Lin Yan menatap ke arah Gu Yin sambil berkata, “Tidak apa-apa, aku tidak melakukan kesalahan sama sekali. Sekte tidak akan memiliki hak untuk mengeluarkan aku dari babak penyisihan.”
Tetua yang mendengar itu pun memasang wajah marah karena sadar bahwa Lin Yan tidak sebodoh kelihatannya. Ia juga sadar bahwa sebelumnya Lin Yan hendak membunuh murid tersebut tetapi masih bisa menahan diri karena tau konsekuensinya sangat berat. Ia juga paham bahwa Lin Yan sengaja memancing amarah anggota klan Yi untuk menyerangnya lalu Lin Yan pun bergerak untuk memberi pelajaran dengan alasan bahwa ia lebih dulu diserang.
“Ayo, aku akan mengobati lukamu.” Lin Yan pun perlahan berjalan keluar dari Arena dan Gu Yin hanya menurut. Ia merasa sangat senang bahwa Lin Yan memperlakukannya dengan sangat baik.
Semua murid menatap ke arah Lin Yan dengan kebencian sekaligus kewaspadaan. Kebencian mereka tentu karena Dewi Salju mereka telah direbut sementara rasa waspada karena Lin Yan sangat mudah mengalahkan kultivator yang setingkat dengannya.
Setelah beberapa Tetua mendiskusikan apa yang terjadi dengan Tetua Kedua yang sedari awal menyaksikan semua itu pun mengambil keputusan bahwa Lin Yan memang tidaklah bersalah dan juga dianggap membantu para Tetua untuk menghentikan seorang murid melukai murid lainnya secara sengaja.
Perbuatan Lin Yan mematahkan lengan anggota klan Yi juga tidak disalahkan karena murid tersebut lebih dulu menyerang Lin Yan yang hanya mencoba membantu.
Tetua Kedua tentu sudah menyadari semua apa maksud Lin Yan ketika menghina seorang tuan muda dari klan Yi. Pemikiran seperti itu hanya dimiliki oleh para rubah tua licik dan ia semakin heran bagaimana cara Lin Yan dibesarkan oleh Lin Ming dan Lin Xi.
Tentu saja tidak ada yang tau bahwa Lin Yan dibesarkan dengan cara yang sangat teliti. Sebagai sosok yang telah hidup dalam waktu yang sangat lama, Lin Ming dan Lin Xi tentu tau cara mendidik anak walaupun sedikit keras agar menjadi seseorang yang berkualitas dikemudian hari. Dan Lin Yan telah mendapatkan pendidikan keras selama hampir 14 tahun dalam banyak bidang. Tentu semua cara berpikir Lin Yan yang tidak logis diajari oleh Lin Xi yang sangat ahli untuk memutarbalikkan fakta dan membuat rencana untuk menjebak seseorang agar mendapatkan keuntungan.
Pertandingan terus berlanjut karena tidak ada masalah yang terjadi. Lin Yan saat ini sedang mengobati Gu Yin dengan seksama karena banyak luka serta yang paling parah adalah pinggang Gu Yin yang mengeluarkan banyak darah.
Di grup pertama, Gu Yuena juga telah dikalahkan di pertandingan ketiga yang ia ikuti. Ia sudah puas dengan perkembangannya karena mampu mengalahkan dua murid dengan tingkat kultivasi Alam Roh tahap keempat dan kelima. Ia juga melakukan perlawanan sengit melawan murid tingkat Alam Roh tahap keenam tetapi akhirnya kalah juga karena perbedaan kultivasi yang terlalu jauh.
Di grup 7, Huan Caiyi terus menang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bahkan untuk lawan pertamanya hampir saja tewas jika Tetua tidak menghentikan serangannya.
Lin Yan juga terus-menerus bertarung melawan kultivator tingkat Alam Roh tahap ketujuh. Ia belum menggunakan tombaknya sama sekali tetapi sudah menggunakan qi petir hitam karena sedikit kesulitan melawan murid yang memiliki kemampuan tempur tinggi.
Waktu terus berlalu, tanpa disadari, hari sudah sore dan hanya beberapa pertandingan saja yang tersisa.
Pertandingan final grup 1 sampai 6 telah selesai. Hanya tersisa gurp 7 dan 8 yang belum ada pemenangnya.
“Pertandingan final penyisihan grup 7, peserta nomor 19 dan 33 dipersilahkan masuk ke Arena!” Teriak Tetua yang menjadi wasit di grup 7.
Semua mata tertuju pada Huan Caiyi karena bisa dikatakan ia adalah wanita cantik luar biasa dan sangat panas dalam ukuran tubuh. Namun tidak ada yang berani merayu Huan Caiyi karena nama depannya yang terkenal sebagai klan pembunuh.
Huan Caiyi yang tiba di Arena pun menatap ke arah murid pria dengan wajah dingin dengan tingkat kultivasi Alam Roh tahap kedelapan.
Pertandingan final setiap grup tentu saja tidak dilakukan serempak seperti sebelumnya karena sekte ingin menunjukkan pertunjukan antara murid berkualitas yang akan menjadi peserta untuk mengikuti kompetisi antar sekte.
Enam murid tingkat Alam Roh yang sudah menjadi peserta kompetisi tentu akan melihat dengan seksama ke arah Huan Caiyi yang masih bertahan sampai saat ini dengan tingkat kultivasi Alam Roh tahap kelima yang bisa dikatakan sudah sangat luar biasa.
Lin Yan juga menonton pertarungan tersebut bersama dengan Gu Yuena dan Gu Yin. Ia melihat ke arah murid yang menjadi lawan terkahir kakaknya.
Senyum Lin Yan terlihat sedikit karena tau bahwa kali ini kakaknya pasti akan menggunakan semua kekuatannya untuk mengalahkan musuh karena ini juga menyangkut masa lalu kakaknya.
“Anggota klan Shi, sungguh tidak terduga bahwa lawan terkahir kakak adalah musuh yang memang harus disingkirkan.” Batin Lin Yan saat melirik ke arah pinggang murid tersebut yang memiliki tanda pengenal untuk anggota klan Shi.
Zhep!
Di kedua tangan Huan Caiyi, dua pedang muncul. Keduanya adalah Pedang Hitam Kematian.
“Hm? Pengguna pedang ganda?” Anggota klan Shi mengerutkan keningnya karena tidak tau bahwa anggota klan Huan akan menggunakan pedang ganda. Tentu ia tau bahwa Huan Caiyi berasal dari klan Huan yang dimusnahkan oleh klan-nya hanya dengan melihat teknik qi Bayangan yang Huan Caiyi gunakan selalu.
“Tampaknya ini sudah ditakdirkan! Sekali lagi anggota klan Huan akan jatuh di tangan klan Shi. Dan ingat, anggota klan Shi yang mengalahkanmu bernama Shi Fu!” Ucap Shi Fu sambil mengeluarkan dua pedang karena ia juga pengguna pedang ganda. Setiap anggota klan Shi menang kebanyakan menggunakan pedang ganda.
Shhhhh!
Aura putih kemerahan merembes dari tubuh Shi Fu. Para anggota klan Shi adalah ahli dalam menggunakan qi Cahaya yang memiliki sifat panas.
Huan Caiyi sama sekali tidak membalas. Uap gelap perlahan merembes dari tubuhnya serta dari dua Pedang Hitam Kematian.
Para Tetua juga menang menantikan pertandingan ini karena ingin melihat apakah anggota klan Huan akan jatuh kembali di tangan anggota klan Shi atau tidak.
“Pertandingan final penyisihan grup 7, dimulai!” Teriak Tetua dengan nada yang keras yang membuat semua peserta sebelumnya dan semua murid yang menonton pun bersemangat untuk melihat pertarungan seperti apa yang akan diperlihatkan oleh kedua murid yang menjadi calon peserta kompetisi antar sekte.