Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 447 - Garis Darah (2)



Dimensi Naga


“Akulah yang harusnya bertanya siapa kau sebenarnya!” ucap Lin Yan dengan mata sedikit menyipit.


Sebelum Xiao Yuu berbicara lagi, batu yang sebelumnya disentuh oleh Lin Yan pun bergetar sedikit lalu perlahan hancur.


Setelah itu, serpihan serpihan batu yang tampak seperti bubuk pun perlahan menyatu ke arah patung naga perak tersebut.


Dan apa yang membuat semua yang ada di dalam sana terkejut pun terjadi.


“Khaaa...”


Semua patung-patung yang awalnya bersujud pun bergerak lalu meraung sangat keras.


Hal itu membuat Lin Yan, Gu Yin, Xiao Bai dan bahkan Xiao Yuu pun terkejut.


Dimensi Naga pun bergetar sangat keras saat kejadian tersebut terjadi. Semua para Raja Naga yang ada di dalam Dimensi Naga pun berdiri di tempat karena tentu tau apa arti dari raungan tersebut, yaitu raungan penghormatan para naga kepada Ratu mereka.


**


Di suatu tempat di Dimensi Naga


Di jurang yang lumayan dalam, terlihat api berwarna hitam yang berada di mana-mana di sekitar jurang tersebut. Aura hitam merembes dari api yang tampak tidak pernah akan padam.


Jauh di dalam jurang, satu sosok sedang tampak menunggu sesuatu, ketika raungan naga yang ada di tempat Lin Yan terdengar, sosok tersebut pun membuka matanya.


Tatapannya tertuju pada arah tertentu lalu ia pun menampilkan gigi-giginya yang sangat tajam.


“Sebelumnya adalah Raungan Raja Naga Baru. Dan kali ini, raungan para naga yang tampak dikenal memberi penghormatan. Dimensi ini semakin menarik. Hei Dewa Naga Asyura, ketika aku keluar dari tempat ini dan memulihkan kekuatanku, aku akan mencarimu kembali! Dan kali ini, aku tidak akan kalah!” ucap sosok tersebut yang merupakan seekor naga dengan bentuk yang sangat mendominasi. Tidak hanya itu, api hitam tampak merembes terus-menerus dari tubuhnya.


Naga tersebut adalah sosok naga yang disegel dan dijaga oleh Klan Yao agar tidak masuk ke dalam Dimensi Naga. Sebab, ada catatan tertentu ketika sesuatu yang disebut sebagai Festival Raja Naga diselenggarakan, maka sesuatu yang buruk akan terjadi.


**


Di istana perak tersebut, saat ini terlihat Lin Yan, Gu Yin, Xiao Bai yang terlihat waspada sepanjang waktu karena tidak menyangka bahwa patung-patung tersebut dapat bergerak dan bahkan meraung seperti seekor naga pada umumnya walaupun tetap tidak ada tanda-tanda kehidupan.


Sementara untuk Xiao Yuu, tatapannya terpaku pada sosok naga perak yang belum bergerak seperti para patung naga lainnya yang sebelumnya bersujud.


Tidak lama kemudian, patung-patung naga yang bersujud sebelumnya pun kembali ke posisi semula setelah raungan mereka berakhir.


Drrrrtttt!


Istana tersebut bergetar kembali lalu semua patung-patung yang ada di sana kecuali untuk patung naga perak seperti tenggelam ke dalam lantai.


Dung!


Cahaya berwarna merah bercampur putih pun terlihat sekilas di mata patung naga perak tersebut yang membuat Lin Yan, Gu Yin dan Xiao Bai langsung melompat mundur menjaga jarak.


Bahkan untuk Xiao Bai juga mendapat perasaan yang sama.


Untuk Lin Yan, ia memang menjaga jarak tetapi rasa waspadanya sedikit memudar saat menatap bahwa Xiao Yuu sama sekali tidak bergerak dan malahan perlahan berjalan ke arah patung naga perak tersebut.


Deg!


Mata patung tersebut terbuka yang membuat jantung Gu Yin dan Xiao Bai berdetak sangat cepat karena mereka tidak pernah memperhitungkan bahwa patung tersebut akan hidup tiba-tiba.


Dan ketakutan keduanya semakin menjadi saat aura yang sangat menindas menyebar ke segala arah. Di saat itu juga patung naga perak itupun bergerak.


“Apakah ini nyata? Kekuatan ini sangat mengerikan! Apakah patung itu hidup?” Xiao Bai bertanya dengan nada sedikit ketakutan karena ia merasakan bahwa aura yang merembes dari patung tersebut jauh lebih mengerikan dari aura yang terpancar dari Patriak Klan Xiao.


Bahkan untuk Gu Yin juga merasakan bahaya begitu luar biasa. Ia sangat tau bagaimana kuatnya Gurunya ketika mengerahkan kekuatan penuhnya. Dan aura yang merembes dari patung naga perak tersebut jauh lebih besar dari pada aura milik Gurunya.


Tidak lama kemudian, patung naga perak tersebut pun bergerak perlahan menarik kedua cakarnya yang sebelumnya di dekatkan.


“Apakah sudah waktunya?” Gumam patung naga perak tersebut. Tatapannya pun tertuju pada Xiao Yuu yang perlahan mendekat.


“Xiao Yuu..” ucap patung naga perak tersebut.


Xiao Yuu yang awalnya mendekat pun berhenti di tempat lalu menatap ke arah patung naga perak tersebut. “Siapa kau sebenarnya dan siapa aku?”


Pertanyaan Xiao Yuu membuat naga perak tersebut terdiam. Ia tidak menjawab tetapi menatap ke arah Lin Yan yang hanya diam.


“Tampaknya kau telah tiba sehingga mekanisme di tempat ini telah diaktifkan.” ucap naga perak tersebut.


“Tampaknya kau telah mengenalku. Apakah kau itu sama dengan Dewi Naga Asyura?” Tanya Lin Yan yang perlahan mendekat karena ia merasa bahwa tidak akan ada Pertarungan yang terjadi.


“Dewi Naga Asyura? Sepertinya kau telah bertemu dengan pengacau itu. Aku tidak menduga bahwa dia juga meninggalkan sesuatu di dunia ini.” ucap Dewi Naga Perak.


“Jika kau mengenalnya, berarti kau juga berasal dari era yang sama dengannya. Apakah aku bisa bertanya sesuatu padamu?” Tanya Lin Yan ketika ia tiba di dekat Xiao Yuu.


“Tidak. Aku tau apa yang ingin kau tanyakan tetapi kau harus mencari jawabannya seorang diri. Ini juga berlaku untukmu, Xiao Yuu. Kalian berdua memiliki asal yang sama, tetapi aku tidak bisa memberi tahu apa-apa.”


“Dan juga, karena kalian berdua telah bertemu, artinya para Naga akan muncul kembali ke dunia luar. Dan sebelum itu, akan ada pertarungan diantara para naga untuk menentukan siapa Raja diantara mereka. Pemenangnya akan menentukan nasib para naga yang ada di dalam Dimensi Naga ini.” Dewi Naga Perak menejelaskan secara perlahan.


Sebelum Lin Yan ingin bertanya sesuatu, Xiao Yuu pun berbicara, “Kenapa aku tidak bisa mengetahui siapa aku sebenarnya? Kau pasti memiliki hubungan denganku! Dan kenapa aku ditinggalkan sendirian di tempat ini!”


Dewi Naga Perak menatap ke arah Xiao Yuu untuk beberapa saat lalu berbicara, “Karena jika aku memberitahumu, maka kau akan berhenti untuk tumbuh.”


Lalu Dewi Naga Perak menatap kembali ke arah Lin Yan, “Aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi. Di tempat tertentu di istana ini, ada sesuatu yang aku tinggalkan. Hanya untuk seseorang dengan garis darah Naga Hitam Kehancuran yang bisa menggunakannya.”


“Dan kalian berdua memiliki garis darah tersebut.” Setelah mengatakan itu, patung Dewi Naga Perak pun membeku kembali.


Sementara untuk Lin Yan dan Xiao Yuu, keduanya membeku di tempat lalu saling memandang karena mereka akhirnya tau dari mana perasaan akrab yang mereka rasakan sebelumnya walaupun terasa sangat samar, yaitu karena kesamaan garis darah.