
Sekte Naga Langit
Lin Yan saat ini sedang bersama dengan Huan Caiyi seperti biasa dikediamannya, sementara itu, Gu Yuena dan Gu Yin kembali ke klan mereka karena di panggil untuk alasan tertentu.
Awalnya Gu Yin tidak ingin kembali karena ingin pergi ke sekte Seribu Pedang untuk menonton kompetensi. Namun Gu Yuena menyeretnya untuk kembali karena itu adalah perintah langsung dari Patriak klan Gu.
Lin Yan dan Huan Caiyi sedang sarapan pagi saat ini. Walaupun keduanya tidak membutuhkan makan dan bisa bertahan selama berminggu-minggu atau pun lebih dari sebulan, tetap saja keduanya akan menikmati sesuatu seperti itu.
“Kita akan segera berangkat. Sudah pasti beberapa dari Tetua telah menunggu di depan gerbang sekte saat ini.” ucap Huan Caiyi.
“Tidak perlu terburu-buru. Ayo kita nikmati saja hidangan ini.” Lin Yan tidak terlalu peduli soal itu. Ia hanya menikmati hidangan dihadapannya dengan cara santai seperti biasa.
“Apa yang terjadi dengan klan Gu, sehingga Na'er dan Yin'er tiba-tiba di panggil untuk kembali?” Tanya Huan Caiyi penasaran karena keduanya berpamitan kepada Lin Yan sebelumnya saat ia sedang bermeditasi untuk mencerna tentang teknik terhebat klan Huan.
“Keduanya juga tidak tau kenapa mereka dipanggil.” Lin Yan hanya menggelengkan kepalanya.
Huan Caiyi tidak bertanya lagi dan menikmati hidangannya juga.
Setelah itu, keduanya pun bersiap-siap dan langsung pergi keluar menuju gerbang sekte Naga Langit.
Sesampainya di sana, banyak murid yang telah berkumpul untuk melihat para murid yang menjadi peserta kompetisi akan berangkat.
Para murid yang menjadi peserta kompetisi juga telah tiba semuanya kecuali untuk Lin Yan dan Huan Caiyi karena masih menyempatkan diri untuk sarapan pagi.
“Ke mana kedua bocah itu?” Tetua Kedua sangat marah karena Lin Yan dan Huan Caiyi terlambat. Mereka sudah menunggu hampir 10 menit saat ini.
Pria tua yang merupakan Tetua Ketiga hanya terdiam. Ia kali ini menawarkan diri untuk ikut mengantar para murid. Bahkan jika dia disebut sebagai Tetua Ketiga, dua Tetua utama lainnya tidak berani memerintahnya.
Tentu saja hal itu terjadi karena dia adalah Guru dari Master dan Tetua Agung sekte Naga Langit saat ini.
Para murid yang menjadi peserta juga tidak puas dengan sikap kedua peserta yang dianggap terlemah.
Hanya Li Han yang tampak tidak keberatan sama sekali. Ia hanya tersenyum dalam hati karena tau bahwa Lin Yan sengaja melakukan itu.
“Keduanya telah tiba.” Tetua Ketiga berkata dengan suara sedikit serak.
Pandangan semua murid yang menjadi peserta dan Tetua Kedua berbalik ke arah tertentu tempat para murid-murid berkumpul dalam jumlah yang sangat besar.
Semua murid memberi jalan kepada Lin Yan dan Huan Caiyi yang masih tampak santai saat ini.
“Lin Yan!”
Beberapa murid wanita bersorak-sorai saat melihat Lin Yan karena saat ini tentu saja Lin Yan menajdi salah satu bintang favorit untuk para murid perempuan.
“Dia sudah sangat terkenal di kalangan para gadis.” Batin Li Han saat melihat Huan Caiyi yang masih tenang dan menghiraukan semua teriakan wanita-wanita disekitarnya.
Banyak murid pria yang melototi Lin Yan karena tentu sangat membenci Lin Yan saat ini karena menjadi idola para gadis.
“Tampaknya kau sudah memiliki klub penggemar, Yan'er..” Goda Huan Caiyi sambil terkekeh kecil.
Lin Yan hanya memutar bola matanya ke arah Huan Caiyi dan menyiratkan bahwa ia tidak membutuhkan klub penggemar.
“Kalian terlambat!” Seorang murid tingkat Alam Roh tahap kesembilan berbicara dengan nada tidak puas.
Lin Yan melihat murid pria yang memiliki penampilan botak garang yang menatapnya sangat dingin.
“Maaf, sebelumnya ada seorang murid yang terluka dan aku tidak tahan untuk tidak membantunya, setelah itu, seekor kucing hitam pembawa sial melewatiku, lalu aku memutar dan tersesat di jalan yang bernama jalan Kehidupan.” Balas Lin Yan acuh tak acuh yang membuat semua murid tersedak saat mendengarnya.
Pria botak yang merupakan anggota klan Ye, sangat marah mendengarnya. Ia adalah kakak dari Ye Quan yang pernah Lin Yan temui.
“Dia sangat manis..” Salah satu murid wanita tingkat Alam Bumi yang menjadi peserta pun berbicara memuji ketampanan Lin Yan.
“Apa kau tertarik dengan anak-anak?” Salah satu peserta yang merupakan seorang wanita bertanya dengan nada heran.
“Dia pasti sangat tampan ketika dewasa.” Balas murid wanita sebelumnya.
Kedua wanita itu mengobrol beberapa kata sambil memperhatikan Lin Yan dari waktu ke waktu.
Anggota klan Ye yang bernama Ye Qian hanya bisa marah karena Lin Yan tampak menganggapnya tidak ada.
Bahkan Long Hua yang berada di tempat itu juga tidak senang dengan sikap Lin Yan. Tetapi ia hanya diam saja.
“Ha-ha-ha. Hidup ini memang membuat siapa saja tersesat.” Li Han tertawa sedikit mendengar kata-kata Lin Yan.
“Lama tidak bertemu senior Han,” sapa Lin Yan.
“Lama tidak bertemu Lin Yan.” Li Han mengangguk kecil dan menyapa kembali.
“Tidak perlu membuang waktu, kita akan segera berangkat.” Tetua Kedua tidak membuang waktu dan mengeluarkan alat transportasi yang disediakan oleh sekte.
“Tidak perlu menggunakan itu karena terlalu lambat.” Suara Tetua Ketiga terdengar.
“Maksud anda..” Tetua Kedua tertegun sejenak.
Tetua Ketiga hanya mengangguk lalu membuat siulan yang lumayan kuat. Hal itu membuat semua semua murid-murid merasa bingung. Hanya beberapa dari mereka yang mengetahuinya seperti Li Han dan Long Hua.
Tetua Kedua menyimpan kembali alat transportasi yang ia keluarkan karena dengan cara yang dilakukan oleh Tetua Ketiga, mereka akan menghemat waktu satu hari perjalanan.
Suara kepakan sayap terdengar dari kejauhan yang membuat perhatian semua murid beralih ke sumber suara di langit.
“Itu..” Lin Yan yang menatap itu pun terkejut.
Jauh di langit, terlihat seekor burung yang sangat besar. Burung itu terlihat seperti seekor elang.
Ketika mendekat, para murid yang ada di sana terkejut luar biasa karena tidak pernah melihat burung sebesar itu.
Bahkan Long Hua dan Li Han kagum melihat sosok burung raksasa yang ingin mendarat di dekat mereka.
“Apa itu?”
“Sangat besar!”
Diskusi para murid pun terdengar saat melihat binatang roh yang perlahan mendarat di dekat Tetua Ketiga.
“Burung Roc,” Gumam Lin Yan. Ia langsung tau hanya dengan sekali lihat saja karena pernah membaca tentang binatang roh tersebut.
“Apa kau tau apa itu Yan'er?” Tanya Huan Caiyi sambil menatap Burung Roc dengan kagum.
“Ya, itu adalah salah satu spesies binatang roh yang sangat langka, bahkan untuk menjinakkan binatang roh tersebut juga sangat sulit karena setiap binatang roh Burung Roc, ketika terlahir sudah memiliki kekuatan tingkat Xiantian. Bisa kau bayangkan bagaimana kekuatannya ketika dewasa,” ujar Lin Yan.
“Sungguh pengetahuan yang luar biasa nak,” Suara Tetua Ketiga terdengar.
Bom!
Sebelum ada yang berbicara, Burung Roc pun mendarat di samping Tetua Ketiga.
“Kita akan pergi menggunakan Burung Roc untuk menghemat waktu. Kalian naiklah.” Ketika kata-kata Tetua Ketiga terdengar, Burung Roc itu pun langsung menunduk sedikit untuk membiarkan para murid untuk naik ke atasnya.