Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 106 - Kelelahan Mental



Lin Yan tidak tau harus berkata apa karena manual kultivasi tersebut tentu sangat cocok untuknya dan bisa dikatakan itu seperti memang khusus dibuat untuknya.


“Manual Kultivasi ini sungguh hebat. Hanya bagian pertama saja pasti akan membuat kekuatan meningkat dalam margin yang sangat besar. Aku sangat penasaran siapa sebenarnya yang menciptakan manual kultivasi ini. Apakah itu sang Kaisar Manusia?” Lin Yan berbicara sendiri karena keterkejutannya.


“Lebih baik aku mulai melatih manual ini ketika mencapai sekte Naga Langit karena tampaknya butuh waktu dan pemahaman tinggi untuk mengolahnya.” Lin Yan membuang pemikirannya saat ini dan kembali ke sisi Huan Caiyi.


Tetapi, sebelum itu Lin Yan mengambil semua cincin ruang milik anggota kelompok Kalajengking Merah serta cincin ruang mayat yang telah menjadi debu.


Lin Yan hanya memeriksa cincin ruang mayat yang telah menjadi debu dan sangat terkejut dengan isinya.


Di dalam cincin ruang itu sangat banyak koin emas walaupun mungkin koin emas miliknya lebih banyak. Juga, yang membuatnya sangat bersemangat adalah, jumlah batu spiritual yang mencengangkan.


“Aku tidak menyangka bahwa cincin ruang ini memiliki sekitar 10.000 batu spiritual. Siapa pemilik cincin ruang ini?” Karena penasaran, Lin Yan pun memeriksa benda lainnya walaupun tidak ada yang berharga menurutnya.


Tetapi, ketika melihat beberapa token, wajah Lin Yan sedikit gelap dan tau siapa pemilik cincin ruang tersebut.


“Oh? Klan Zhu? Aku tidak menyangka bahwa klan yang menerbitkan musuh ternyata mencoba menyerang kami. Sekte Naga Langit pasti tidak akan percaya karena aku tidak memiliki bukti. Cincin ruang ini pasti milik Patriak klan Zhu. Sudah pasti klan Zhu saat ini hanya memiliki beberapa orang kuat.” Lin Yan yang menahan emosinya pun tersebut sedikit kejam.


Tetapi Lin Yan membuang pemikirannya saat ini karena merasa tidak perlu berurusan dengan klan Zhu karena sudah memanen pembendaharaan klan Zhu yang berada di tangan Patriak klan Zhu.


Lin Yan pun melihat sekelilingnya sejenak dan berpikir kembali apakah perlu berkultivasi. Tetapi ia membuang pemikirannya karena tempat seperti itu tidak cocok untuk kakaknya yang sedang terluka parah.


Ketika Lin Yan memeriksa Huan Caiyi sekali lagi sebelum mengangkatnya, ia sangat terkejut bahwa Huan Caiyi telah mencapai tingkat Xiantian tahap kedelapan.


Lin Yan juga memeriksa kultivasinya dan tercengang juga seperti seorang idiot super.


“Kapan kultivasiku mencapai tingkat Xiantian tahap kedelapan juga?” Tanya Lin Yan tidak percaya saat memeriksa kultivasinya sendiri.


“Apakah itu berhubungan dengan masuknya qi dalam jumlah besar sebelumnya ke dalam tubuhku saat menyentuh tulisan-tulisan kuno itu?” Lin Yan sedikit ragu walaupun hanya itu spekulasi yang bisa ia buat.


Karena mengira itulah penyebabnya, Lin Yan tidak berpikir banyak lagi dan langsung mengangkat Huan Caiyi dan membawanya keluar dari tempat itu.


**


Sekte Naga Langit, pelantara dalam


Sudah lebih dari tiga bulan Lin Yan dan Huan Caiyi pergi. Saat ini, beberapa murid lainnya juga telah berhasil menyelesaikan ujian masuk pelantara dalam.


Tentu saja beberapa dari mereka juga Lin Yan kenal dengan jelas.


Gu Yuena, Gu Yin, Li Hao, Ye Quan, Yi Zong. Semuanya telah berhasil masuk ke pelantara dalam beberapa waktu lalu.


Tetapi tidak ada dari mereka yang berhasil menyelesaikan misi secepat Lin Yan dan Huan Caiyi.


Saat ini, terlihat Gu Yuena dan Gu Yin yang sedang berkeliling di pelantara dalam sekte Naga Langit. Mereka baru tiba selama kurang dari seminggu. Saat melakukan ujian masuk pelantara dalam, keduanya juga terkejut bahwa Lin Yan dan Huan Caiyi menyelesaikan misi dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Saat ini Gu Yuena telah mencapai tingkat Xiantian tahap ketiga dan Gu Yin mencapai tingkat Xiantian tahap kedua. Bisa dikatakan bahwa peningkatan keduanya sangatlah cepat.


Tetapi, jika keduanya mengetahui tingkat kultivasi Lin Yan dan Huan Caiyi, Gu Yuena dan Gu Yin tidak akan bisa berkata-kata.


“Kakak, aku tidak dapat menemukan informasi tentang Lin Yan sama sekali.” Gu Yin berkata dengan nada sedih karena ketika mencapai pelantara dalam sekte Naga Langit, hal pertama yang ia lakukan adalah mencari pujaan hatinya.


Wajah Gu Yuena bergerak-gerak tidak karuan karena sepupunya yang lebih muda itu tidak pernah membahas sesuatu yang lain selain Lin Yan.


Ini adalah perbincangan yang sangat membosankan bagi Gu Yuena. Ia sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal romantis dan hanya menganggap Lin Yan sebagai teman dan ia sangat tertarik bagaimana bisa Lin Yan sekuat itu, tidak lebih.


Tidak seperti Gu Yin yang setiap saat akan berbicara tentang Lin Yan dengan antusias. Hal itu membuat telinga Gu Yuena sakit. Ia selalu mencoba mencari topik pembicaraan dengan sepupunya itu tetapi tetap berakhir tentang Lin Yan.


“Gu Yin... Tidak bisakah kau dalam satu hari saja tidak membicarakannya?” Gu Yuena menatap Gu Yin dengan tatapan bau dan sangat ingin mencekik sepupunya itu karena hanya Lin Yan, Lin Yan dan Lin Yan saja setiap waktu.


“Ada apa denganmu? Tidak bisakah aku membicarakannya? Apakah kau tertarik juga dengan Lin Yan ku sehingga kau marah jika aku menyebutnya?” Gu Yin menatap Gu Yuena dengan tatapan curiga dan waspada.


Mendengar semua yang dikatakan Gu Yin, Gu Yuena hampir tidak dapat menahan emosinya. Dan kata-kata Gu Yin ‘Lin Yan Ku’ membuat Gu Yuena ingin membongkar kepala Gu Yin dan mencari tau kenapa kata seperti itu bisa keluar dan kenapa di kepala sepupunya itu cuma ada Lin Yan dan Lin Yan.


“Sudah berapa kali aku katakan bahwa aku tidak tertarik padanya?” Gu Yuena benar-benar ingin menghajar sepupunya itu kali ini.


Gu Yin hanya menyipitkan matanya dan menatap Gu Yuena dengan tatapan tidak percaya sedikitpun.


“Anak ini!” Gu Yuena menggertakkan giginya dengan kuat.


“Kalau kau tidak percaya, aku tidak akan mengatakan tentang informasi yang aku temukan kemarin tentang Lin Yan!” Gu Yuena mendengus.


“Apa? Cepat katakan!” Gu Yin langsung memegang kedua tangan sepupunya itu dan menatapnya dengan mata memohon seperti bayi.


Mulut Gu Yuena terbuka dan tertutup beberapa kali karena tidak menyangka bahwa Gu Yin akan tergila-gila sampai seperti itu kepada bocah bau yang bernama Lin Yan.


“Baiklah, jika aku mengatakannya, kau harus rajin berkultivasi karena dalam beberapa hari ini kau hanya bepergian ke sana ke mari mencarinya.” Gu Yuena membuat syarat. Karena keadaan sepupunya itu lah akhirnya ia mencari informasi tentang Lin Yan juga.


Gu Yin mengangguk seperti ayam mematuk biji-bijian dan langsung setuju begitu saja.


Gu Yuena menghela nafas panjang lalu menceritakan tentang tempat tinggal Lin Yan dan Huan Caiyi serta tentang keduanya yang telah pergi tiga bulan lebih menjalankan misi.


Sebelum Gu Yuena berkata tentang kesepakatan mereka, Gu Yin langsung menghilang dalam sekejap dari hadapannya dan sudah pasti dia akan pergi ke tempat tinggal Lin Yan dan Huan Caiyi.


“Dasar bocah sialan! Apa yang dilihat oleh Gu Yin dari Lin Yan itu? Dia memang tampan tetapi tidak terlalu jantan!”


“Dan juga... Lin Yan, aku akan mematahkan barangmu jika kau menyakiti sepupuku!” Gu Yuena kesal ketika mengingat Lin Yan yang mengambil misi keluar sekte sehingga adiknya tampak seperti wanita idiot kehilangan cinta saat ini.


Tidak tau kapan, Gu Yuena merasa dirinya menjadi pengasuh untuk Gu Yin saat ini. Ia pun menghela nafas lelah karena kelelahan mental menghadapi Gu Yin. Ia pun pergi menyusul adiknya itu.