
Kota Neraka
“Apakah kau yakin dia berasal dari Klan Kuno Lin?” Tanya Chi Yang dengan wajah serius.
“Ya. Ketika dia memasuki Kamar Dagang di Kota Han, dia membeli pil tertentu untuk Roh Kontrak-nya. Dia pasti tidak menyadari bahwa saat itu salah satu Petinggi Kamar Dagang akan berada di sana dan melihat Roh Kontrak miliknya yang sangatlah langka. Dan Roh Kontrak itu memanggilnya dengan nama, Lin Yan!” Chu Di pun mengatakan semua yang ia ketahui.
“Lin.. Yan?” Gumam Chi Yang dan mencoba mengingat informasi para pemuda Klan Lin walaupun sangat terbatas tetapi tidak dapat menemukannya.
“Apakah kau merasa tidak aneh? Canglan yang dijuluki jenius tertinggi Sekte Wayang di zamannya mengikuti Lin Yan dan bahkan memanggilnya Tuan Muda.” Lanjut Chu Di dan perlahan berjalan ke sebelah Chi Yang.
“Tuan Muda.. Klan Lin.. qi Raja..!” Mata Chi Yang melebar dan menatap ke arah Chu Di. “Jika apa yang aku pikirkan benar, maka Lin Yan itu kemungkinan adalah keturunan Patriak Klan Kuno Lin atau keturunan, Sang Legenda Klan Lin, Lin Ming!”
“Tepat sekali! Kau pasti menyadarinya bukan, setiap pemilik qi Raja akan terlahir dari keturunan para kultivator yang memiliki qi Raja walaupun itu kemungkinan 60% dan sisanya terlahir secara acak!”
“Dan dari pengamatan yang ada, informasi mengatakan bahwa Lin Yan memiliki tempramen yang mirip dengan Lin Ming ketika di masa mudanya!” Lanjut Chu Di.
“Walaupun begitu, itu hanya spekulasi. Jika benar dia dari Klan Lin, anggota Klan Yao pasti mengenalinya. Mungkin itu hanya kebetulan karena tidak hanya Klan Lin yang memiliki nama depan Lin di Benua Saint!” Chu Yang menggelengkan kepalanya ketika mengingat tentang Klan Yao yang mengincar Lin Yan.
“Ya, kau benar. Kita akan melihat kedepannya siapa sebenarnya Lin Yan itu! Dan cobalah periksa Klan Lin yang ada di pinggiran Benua Saint apakah ada anak bernama Lin Yan di sana.” ucap Chu Di ketika memikirkan tentang Klan Lin yang merupakan Klan kecil di pinggiran Benua Saint.
“Periksalah sendiri! Jangan memerintahku! Apa kau ingin mati?” Tanya Chi Yang ketika auranya perlahan bocor.
“Lakukan jika kau memiliki kemampuan!” Balas Chu Di dengan seringai kejam di wajahnya lalu menghilang dari tempat itu dalam sekejap.
“Sialan!” Chi Yang menggertakkan giginya dengan kuat lalu menatap ke arah pertarungan Li Hao lagi. Ia tidak terlalu peduli dengan Lin Yan karena menurutnya Lin Yan pasti bukan dari Klan Kuno Lin, jika dia berasal dari sana, anggota Klan Yao tidak akan sembarangan memburunya karena sudah pasti mengenali siapa Lin Yan.
**
Sementara itu, Lin Yan pun terus mendekat ke arah Kota Neraka. Ia tidak tau bahwa dirinya telah diburu oleh para anggota Klan Yao Cabang.
Beberapa hari kemudian, Lin Yan menatap sebuah kota yang sangat jauh di depan. Ia sedikit menyipit karena merasakan di sekitar tempat itupun sebelum mencapai kota, banyak bau darah yang sangat menyengat tanda bahwa pembunuhan sering terjadi.
“Lin Yan! Tempat ini sungguh tidak menyenangkan!” Xia Yue'er mengeluh karena tempat yang mereka datangi ternyata tidak indah dan tampak sangat suram karena bau darah yang menyengat.
“Tetapi di sana banyak lawan tangguh yang bisa kau tindas tanpa adanya hukum.” Balas Lin Yan saat melirik ke arah Xia Yue'er.
“Oh? Benarkah? Jika aku bisa bermain dengan mereka, maka tidak masalah sama sekali!” Xia Yue'er pun mengangguk puas karena tampaknya Lin Yan membawanya ke tempat bermain yang layak.
Lin Yan pun menggelengkan kepalanya melihat sikap Xia Yue'er. Ia pun kembali terfokus pada kota dikejauhan.
Ledakan besar pun terjadi tidak jauh dari lokasi Lin Yan yang membuat Lin Yan terhenti di udara lalu mengangkat tangannya ke arah wajahnya untuk menghalau ledekan qi tersebut.
“Ada yang sedang bertarung. Mereka lumayan kuat.” ucap Lin Yan karena merasakan bahwa yang bertarung adalah kultivator tingkat Alam Raja.
Xia Yue'er sedikit kesal karena ia hampir saja terjatuh dari kursi VIP-nya. Ia pun membuat Formasi untuk melindungi tubuhnya.
“Tampaknya mereka ingin bermain. Hei Lin Yan, apakah aku masuk ke dalam pertarungan? Tanganku sudah gatal karena sudah lama tidak memukul seseorang!” Xia Yue'er pun tampak bersemangat ingin menindas siapapun yang sedang bertarung tersebut dan terlihat saat ini ia *******-***** kepalan tangannya dengan senyum percaya diri.
“Tanganmu sudah gatal? Kau bahkan tidak pernah memukul orang lain dan hanya menggunakan Formasi.” Batin Lin Yan dan tidak membalas kata-kata Xia Yue'er. Ia terus menatap ke arah ledakan yang perlahan mereda.
Kerena Lin Yan tidak menggunakan Mata Raja, ia pun tidak melihat dengan jelas siapa yang bertarung. Karena jaraknya lumayan jauh dan tampak mereka tidak memiliki niat mengganggunya, Lin Yan hanya melayang di udara sambil memperhatikan.
Saat ledakan qi perlahan mereda, terlihat sosok tampan yang saat ini sedikit kelelahan dan sedikit luka di beberapa bagian tubuhnya.
Prang!
Salah satu pedang pemuda tersebut pun hancur karena sedari awal dirinya bukanlah pengguna dua pedang. Ia pun menatap ke arah atas dengan tatapan sedikit jengkel kali ini karena tampaknya ia semakin lama semakin di tekan.
“Bocah Klan Li! Menyerahlah dan akui kekalahanmu! Kami masih menghargai Klan Li tempatmu berasal, tetapi jangan salahkan kami jika menghajarmu habis-habisan jika tidak mengakui kesalahan!” Ancam salah satu anggota Klan Chi.
Pemuda yang tidak lain adalah Li Hao pun memasang wajah jelek ketika mendengar tentang Klan Li. Ia tentu tau dari ayahnya bahwa kakeknya adalah Patriak Klan Li di Benua Saint. Tetapi ia sama sekali tidak tertarik dengan hal itu karena ia lebih suka kuat dengan caranya sendiri. Jika tidak, ia pasti sudah akan pergi ke Klan Li di Benua Saint dan menemui kakeknya jika ingin sumber daya.
Li Hao telah bertarung selama berhari-hari melawan dua kultivator yang berasal dari Klan Chi, ia pun mulai muak karena keduanya seperti kecoa yang sangat sulit untuk dibasmi.
“Menghajarku habis-habisan? Tunjukkan jika kau mampu!” Li Hao menebas sembari membuat kuda-kuda menyerang menggunakan pedangnya.
Kedua anggota Klan Chi pun mendengus lalu menyerang ke arah Li Hao lagi untuk menghajarnya habis-habisan.
Sementara itu, di langit, Lin Yan yang sedang menonton pun tercengang karena tentu mengenal siapa yang sedang bertarung.
“Oh? Aku tidak menyangka bahwa dia akan berada di sini! Sungguh tidak terduga. Dia juga telah mencapai tingkat Alam Raja tahap pertama. Tampaknya Kota Neraka ini memang sangat layak digunakan sebagai tempat pelatihan meningkatkan kekuatan tempur dan juga kultivasi!” ucap Lin Yan dengan senyum kecil karena merasakan bahwa memang benar bahwa kepadatan qi di Kota Neraka tampaknya lebih tinggi dari Kota Han.
“Yue’er.. bermainlah dengan kedua kultivator itu. Tetapi berhati-hatilah karena mereka memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap kedua!” Lin Yan memperingati.
“Hmp! Apa kau pikir aku tidak dapat melacak kultivasi mereka? Lihatlah, putri ini akan menumbangkan mereka dalam waktu singkat!” ucap Xia Yue'er dan langsung menghilang ketika lingkaran Formasi menyelimutinya.
Lin Yan terdiam lalu hanya menggelengkan kepalanya. Ia pun perlahan mendekat karena tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Roh Peri mungil tersebut.