Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 138 - Babak Penyisihan (7)



Sorak-sorai para murid terdengar sangat keras saat melihat pertarungan singkat namun sangat berkelas. Juga, semua murid pun bersemangat karena dengan melihat Huan Caiyi bertarung dan menang melawan murid dengan kultivasi yang lebih tinggi, artinya tidak semua kemenangan didasarkan oleh tingginya Kultivasi.


“Wanita itu sungguh kuat. Jika saja dia tidak berasal dari klan pembunuh, pasti sangat banyak murid yang mengejarnya!”


“Pertarungan yang sangat bagus, dia layak untuk menjadi salah satu peserta kompetisi antar sekte walaupun tingkat kultivasinya hanya tingkat Alam Roh tahap kelima.”


“Aku tidak menyangka bahwa putra kedua Patriak klan Shi akan jatuh di babak penyisihan. Sebelumnya anak itu sangat arogan dan akhirnya kalah juga!”


“Hei, jaga omonganmu, jika di dengar olehnya, kau akan berada dalam masalah!”


Diskusi murid-murid yang menjadi penonton pun terdengar di semua tempat membahas tentang pertarungan tersebut.


Huan Caiyi yang baru saja selesai bertarung pun perlahan berjalan keluar dari Arena tanpa mendengarkan diskusi para murid. Ia langsung bergerak ke tempat Lin Yan, Gu Yuena dan Gu Yin berada.


“Itu tadi sungguh hebat, kakak.” Seru Gu Yin dengan nada bangga.


“Sebenarnya dialah yang bodoh, jika saja dia waspada terhadap gerakanku, aku mungkin akan kalah.” Balas Huan Caiyi dengan senyum di wajahnya.


“Itu tidak penting, kemenangan adalah kemenangan,” ucap Gu Yuena.


“Tadi hampir saja kakak..” Lin Yan pun akhirnya membuka suara.


“Apa maksudmu Lin Yan?” Tanya Gu Yuena penasaran.


Lin Yan tidak menjawab dan hanya tersenyum tipis sambil menatap ke arah Huan Caiyi.


“Tampaknya kau mengetahuinya, Yan'er.. sesuai yang diharapkan darimu.” Huan Caiyi tidak kaget sama sekali tentang adiknya itu yang telah menganalisis tekniknya.


“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Gu Yin penasaran.


Lin Yan dan Huan Caiyi hanya diam tidak menjawab yang membuat Gu Yuena dan Gu Yin semakin penasaran dari waktu ke waktu.


Enam murid yang telah memenangkan babak penyisihan juga menatap ke arah Huan Caiyi sekilas. Dari pandangan yang mereka buat, terlihat bahwa keenam dari mereka memang mengakui bahwa Huan Caiyi memang layak menjadi salah satu peserta.


Tentu Lin Yan dan Huan Caiyi merasakan tatapan keenam murid tersebut tetapi hanya mengabaikannya.


“Baiklah, sebelum kita masuk ke pertandingan final penyisihan untuk tingkat Alam Bumi, kita akan melihat babak penyisihan terakhir di tingkat Alam Roh. Tidak perlu membuang waktu, peserta nomor 4 melawan peserta 24! Silahkan naik ke Arena!” Suara Tetua Kedua terdengar karena ia mengambil alih dari sini sekarang.


“Tampaknya giliranku telah tiba,” ucap Lin Yan dan perlahan berjalan ke arah Arena.


“Berhati-hatilah Lin Yan.” Gu Yin adalah yang pertama berbicara karena sedikit khawatir Lin Yan terluka.


“Jangan sampai kalah!” Lanjut Gu Yuena.


Di sisi lain, Huan Caiyi hanya diam karena tidak perlu memberikan semangat apapun kepada adik kecilnya itu. Ia yakin 100% bahwa Lin Yan akan menang setelah melirik ke arah murid yang berjalan perlahan juga ke arah Arena.


Lin Yan tanya mengangguk dan melewati ketiga wanita itu. Ia juga melirik ke arah musuhnya dan senyum terbentuk di wajahnya karena tau bahwa musuh kali ini memang kuat.


Akhirnya Lin Yan pun tiba di hadapan seorang murid yang memiliki penampilan lumayan tampan. Pria itu menggunakan baju yang tampak familiar, ketika mengingat kembali, ia langsung tau identitas murid dihadapannya.


“Apakah kalian berdua siap?” Tanya Tetua Kedua sambil melihat bergantian ke arah murid tersebut dan juga Lin Yan.


“Ya.” Keduanya mengangguk kecil.


“Siapakah yang menang kali ini?”


“Tentu saja anggota keluarga Kerajaan!”


“Bukankah itu Long Yang?”


“Apakah anak pendek itu akan terhenti di tempat ini?”


“Kemungkinan besar ya, anak itu hanya menggunakan pertarungan tangan kosong yang membuatnya akan kesulitan untuk melawan Long Yang!”


Diskusi para murid pun kembali pecah karena setengah dari murid yang menonton kali ini mengenal Long Yang, dan memprediksi bahwa Long Yang akan menang.


“Anggota keluarga Kerajaan?” Gu Yuena dan Gu Yin menyipit karena keduanya belum pernah melihat Long Yang satu kalipun.


Di sisi lain, Huan Caiyi tentu sudah pernah melihat Long Yang, ia menatapnya sedikit jijik karena ingat tentang ayah Long Yang, Tetua klan Long, karena pernah hampir melecehkannya. Menurutnya, tidak ada hal baik yang ada di dalam Kerajaan Bintang.


“Pertandingan final penyisihan grup 8, dimulai!” Teriak Tetua Kedua.


Lin Yan dan Long Yang belum bergerak sama sekali karena terus memperhatikan lawan masing-masing.


“Lin Yan, bukan? Aku telah mendengar tentangmu terus-menerus. Aku tidak menyangka akan melawanmu kali ini. Namun hari ini, kau akan jatuh di tanganku!” Long Yang membuka suara dan mengeluarkan pedang yang dikenal oleh Lin Yan.


Pedang tersebut adalah pedang yang dijual oleh Lin Yan kepada Long Zu dan Long Ti di Paviliun Long.


Karena tau bahwa lawan kali ini tidak akan bisa dimenangkan dengan tangan kosong, Lin Yan pun langsung mengeluarkan tombaknya.


Brak!


Ketika Tombak Raja Langit muncul dan Lin Yan mengibaskannya ke arah lantai, sengatan petir hitam terlihat di ujung tombak dan tekanan di tempat itupun menjadi berat.


Semua murid yang ada di sana terkejut saat melihat bahwa Lin Yan ternyata menggunakan sebuah senjata juga.


“Ayo perlihatkan kepadaku bagaimana kekuatan anggota Keluarga Kerajaan yang telah mencapai tingkat Alam Roh tahap kedelapan!” ucap Lin Yan sambil membuat kuda-kuda untuk bertarung.


Brrrttt! Brrrttt!


Long Yang tersenyum kejam mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Ia juga membuat kuda-kuda bertarung menggunakan pedang, terlihat saat ini pedang Long Yang diselimuti oleh petir berwarna biru.


Petir dengan dua warna yang berbeda pun menyebar ke seluruh Arena saat Lin Yan dan Long Yang mengerahkan qi mereka.


“Dua pengguna qi petir akan bentrok! Ini akan menjadi menarik!” Salah satu murid yang telah menjadi peserta kompetisi antar sekte yang membawa pedang besar di punggungnya pun tersenyum kecil. Ia adalah individu yang dilihat oleh Lin Yan sewaktu hari pendaftaran.


“Tampaknya anak itu juga tidak sesederhana kelihatannya seperti anggota klan Huan sebelumnya.” Salah satu murid wanita yang telah menjadi peserta juga membuka suara sambil menatap ke arah Lin Yan dengan seksama.


Empat murid lainnya hanya diam dan terus melihat ke arah Arena.


Kilatan petir terlihat di mata Long Yang, ia tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk menjatuhkan Lin Yan di kompetensi ini karena telah menolak keluarga Kerajaan terus-menerus.


“Akan kuperlihatkan bagaimana perbedaan diantara kita!”


Setelah suara Long Yang jatuh, ia pun langsung melesat ke arah Lin Yan dengan kecepatan penuhnya.


Sama halnya bagi Lin Yan, ia juga langsung bergerak ke arah musuh.


Keduanya pun langsung mengayunkan senjata masing-masing.


Tring!


Blar!


Ledakan petir menyambar ke seluruh area pertandingan. Petir biru dan hitam memercik ke segala arah dan membuat banyak permukaan lantai menjadi retak.


Pertandingan antara kultivator pengguna qi petir pun telah dimulai.