Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 391 - Tiba



Reruntuhan Sekte Wayang


Bom! Bom! Bom!


Ledakan beruntun terjadi di tempat Sekte Wayang berada sebelumnya yang kini telah menjadi sebuah Reruntuhan.


Ledakan Qi cahaya tersebut berasal dari teknik yang dilancarkan oleh Lin Yan. Ia saat sedang berada di udara sambil terengah-engah dan menatap ke arah kejauhan.


“Apakah berhasil?” Gumam Lin Yan saat mencoba melihat dengan Mata Raja miliknya ke tempat ledakan sebelumnya terjadi.


Zhep!


Satu sosok pria tua pun muncul. Ia tidak lain adalah Tetua Agung Sekte Wayang. Ia sama sekali tidak terluka oleh teknik sebelumnya yang dilancarkan oleh Lin Yan.


“Sial! Jika terus seperti ini, aku akan kalah!” Batin Lin Yan saat melirik ke arah tempat lain. Semua rekannya belum menghabisi musuhnya.


Terlihat Xie Shuyan saat ini yang sedang memojokkan Tetua An, tetapi itu butuh waktu untuk menghabisinya.


Lalu tatapan Lin Yan tertuju pada tempat Xiao Ziya berada.


Saat ini terlihat bahwa Xiao Ziya hampir saja mengalahkan Tetua Kedua. Tetapi, tiba-tiba saja Tetua Kedua Sekte Wayang mengeluarkan kartu truf miliknya untuk bertahan melawan Xiao Ziya.


Dan yang terakhir, terlihat Dai Mubai yang ditekan habis-habisan oleh Master Sekte Wayang. Tentu hal seperti itu akan terjadi karena perbedaan kultivasi mereka. Lagi pula, Master Sekte Wayang menggunakan Wayang yang membuat Dai Mubai kesulitan untuk bertarung karena gangguan dari Wayang itu.


Sedangkan untuk Wayang milik Tetua Agung Sekte Wayang terus dibuat sibuk oleh naga hitam yang diciptakan oleh Lin Yan. Qi-nya sangat cepat terkuras karena naga hitam hanya akan bertahan selama satu menit saja sebelum dihancurkan begitu saja.


Untuk menciptakan naga hitam terus-menerus menggunakan qi, tentu saja qi Lin Yan akan sangat cepat terkuras. Dan lagi pula, itu hanya untuk menahan Wayang Tetua Agung. Itu sama sekali tidak mampu melukainya sedikitpun.


“Bocah! Kau sungguh membuatku kerepotan! Aku tidak menyangka bahwa seorang pemuda sepertimu mampu bertahan selama lebih dari 5 menit melawanku. Namun, kali ini aku akan meningkatkan kekuatan untuk menghabisimu.” ucap Tetua Agung Sekte Wayang saat melirik ke arah tertentu.


Zhep!


Tetua Pertama Sekte Wayang muncul di langit. Ia pun langsung melesat ke arah Lin Yan karena kali ini Tetua Agung berniat untuk membuatnya sebagai pengalihan serangan agar Lin Yan lengah.


Ketika Tetua Pertama tiba di depan Lin Yan, ia pun langsung melancarkan serangan terkuat yang ia miliki.


Lin Yan pun mengayunkan Tombak Pembunuh Naga miliknya karena ia harus menghabisi Tetua Pertama Sekte Wayang yang selalu mengganggu pertempurannya melawan pria tua tersebut.


“Teknik Tombak Petir Neraka!”


“Gaya Kedua, Petir Kehancuran!”


Dengan segenap kekuatannya, Lin Yan pun mengayunkan Tombak Pembunuh Naga yang saat ini terlihat di bagian bilahnya telah diselimuti oleh petir hitam yang membentuk bola tidak beraturan.


Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi saat Lin Yan menatap lengan milik Tetua Pertama Sekte Wayang membuka kulitnya dan membuat penghalang sekaligus menyerang. Dari hal itupun, ia sangat sadar bahwa Tetua Pertama Sekte Wayang telah merubah sebagian tubuhnya menjadi Wayang.


Blar!


Ketika kedua serangan bertabrakan, pedang milik Tetua Pertama Sekte Wayang pun langsung hancur dan membentur teknik pertahanan yang digunakan olehnya.


Bom!


Wusssh!


Ketika menerima serangan tersebut, Tetua Pertama Sekte Wayang merasakan lengannya bisa hancur kapan saja. Ia pun langsung terpental sangat jauh ke arah bawah karena tentu tidak dapat menandingi Lin Yan yang telah melakukan Fusi dengan Xia Yue'er.


Namun, saat itu terjadi, Tetua Agung Sekte Wayang telah bergerak ke arah Lin Yan sambil mengayunkan pedangnya ketika ia tiba tepat di samping Lin Yan.


“Tamatlah riwayatmu bocah!” Teriak Tetua Agung Sekte Wayang saat mengayunkan pedangnya yang telah diselimuti oleh qi yang sangat padat ke arah Lin Yan.


“Sial!” Batin Lin Yan karena dengan perbedaan kultivasi, ia sama sekali tidak mampu mengikuti pergerakan Tetua Agung Sekte Wayang walaupun ia dapat melihatnya. Jika hanya pasangan saja, ia tentu tidak akan mampu menyaingi kecepatan pria tua tersebut.


Crang!


Zrrrrt!


Percikan qi terlihat jelas saat serangan itu ditahan oleh sayap Lin Yan. Namun, Tetua Agung Sekte Wayang hanya menyeringai kejam meksipun ia sedikit terkejut bahwa sayap Lin Yan bisa digunakan sebagai perisai.


Sraing!


Karena kepadatan qi yang ada di pertahanan Lin Yan, ia hanya mampu melindungi tubuhnya tetapi sayapnya terpotong dan ia pun langsung dipantulkan ke arah bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tentu itu disebabkan oleh berat serangan yang berasal dari Tetua Agung Sekte Wayang.


Duar!


Ledakan besar terjadi saat tubuh Lin Yan menabrak permukaan tanah. Ia pun perlahan bangkit dengan wajah pucat. Sangat terlihat bahwa tiga sayap Lin Yan kini telah terpotong dan mengeluarkan sangat banyak darah.


“Formasi Alam, Penyembuhan Alam!”


Dung!


Tubuh Lin Yan pun dikelilingi oleh lingkaran Formasi dan terlihat luka-lukanya perlahan sembuh. Namun, bisa dipastikan bahwa sayapnya akan sembuh dalam waktu yang sangat lama karena itu sudah seperti bagian dari tubuh Lin Yan.


“Oh? Kau masih selamat! Sungguh tidak terduga! Jika begitu, waktunya kau mati!” ucap Tetua Agung saat mengendalikan Wayangnya dan menghancurkan naga hitam sekali lagi lalu bergerak ke arah Lin Yan bersamaan dengan dirinya.


Xiao Ziya yang berada dikejauhan yang baru saja selesai menghabisi Tetua Kedua pun memasang wajah gelap. Ia pun langsung melesat ke arah tempat Lin Yan berada.


Sementara itu, Xie Shuyan yang masih menekan Tetua En pun langsung melancarkan serangan terkuatnya dan membuat Tetua En dipukul ke tempat yang sangat jauh. Ia pun langsung bergerak juga untuk menghentikan Tetua Agung Sekte Wayang walaupun ia merasa bahwa kecepatannya tidak akan mampu menandingi Tetua Agung Sekte Wayang.


Di sisi lain, Dai Mubai yang berada di jarak paling dekat dengan Lin Yan pun mencoba untuk pergi juga membantu Lin Yan tetapi ia langsung dihadang oleh Master Sekte Wayang bersama dengan Wayangnya.


Namun, ketika Lin Yan ingin menggunakan cara terakhir untuk melawan walaupun mungkin tubuhnya akan rusak, ia merasakan qi yang tidak asing lagi.


Dengan energi spiritualnya yang bergabung dengan Xia Yue'er, tentu ia akan dapat melacak ke tempat yang sangat jauh sekalipun.


Senyum kecil terlihat di wajah Lin Yan sambil bergumam, “Tampaknya kau telah tiba. Waktu yang sangat tepat, Canglan!”


Tetua Agung Sekte Wayang yang bergerak ke arah Lin Yan pun melihat gerakan bibir Lin Yan ketika berbicara dan tubuhnya sedikit bergetar.


Dung!


Di tempat yang lumayan jauh, Canglan keluar dari lubang kegelapan bersama dengan Wayangnya. Ketika ia melihat apa yang terjadi, tanpa membuang waktu pun, ia langsung mengendalikan Wayangnya.


Sraing!


Wayang Serigala Iblis Kegelapan pun mencabut pedang dari sarungnya lalu mengayunkannya sekuat tenaga karena Canglan sama sekali tidak menahan kekuatannya.


Sraing!


Bilah hitam raksasa pun muncul dalam sekejap dan melesat ke tempat yang merupakan daerah diantara Lin Yan dan Tetua Agung Sekte Wayang.


Merasakan kekuatan luar biasa akan menghampirinya, Tetua Agung Sekte Wayang pun langsung berhenti di udara bersama dengan Wayangnya.


Jrezzh!


Di jarak hampir dua meter darinya, bilah qi hitam menerjang ke tempat yang sangat jauh. Serangan itu membuat jurang yang sangat dalam yang bahkan membuat Tetua Agung Sekte Wayang memasang wajah yang sangat pucat. Ia pun langsung menoleh ke arah datangnya serangan tersebut dan wajahnya semakin gelap.


Bahkan untuk Master Sekte Wayang pun menatap ke arah tempat arah serangan tersebut dan memasang wajah yang sangat jelek.


“Canglan!” ucap Master dan Tetua Agung Sekte Wayang dengan nada yang sangat dingin karena sosok yang sangat mereka waspadai akhirnya telah tiba.