Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 156 - Melawan Meng Cui



“Murid itu bahkan tidak membiarkan juniornya pergi dengan merebut benda formasi yang bisa membantu para murid yang menyerah agar tidak diserang lagi! Sungguh tercela!”


“Kuharap bocah pendek itu bisa melawan karena sebelumnya dia memiliki kekuatan yang luar biasa melawan dua murid sekte Bambu.”


“Bocah pendek itu tampaknya kehilangan konsentrasi karena tidak menyangka seniornya akan mencoba membunuhnya. Jika tidak, dia pasti akan bisa menghindari serangannya.”


Diskusi diantara penonton kembali pecah dan merasa marah dengan sikap Meng Cui.


Patriak klan Meng saat ini bergetar di seluruh tubuhnya karena perilaku Meng Cui semakin menjadi. Jika Meng Cui terus melanjutkan aksinya mempermalukan klan-nya sendiri, bisa dipastikan bahwa klan Meng akan menghadapi situasi paling sulit yang pernah ada semenjak klan didirikan.


Sementara itu, Gu Yuena dan Gu Yin menyeringai. Tentu keduanya tau bahwa Lin Yan telah membuat rencana licik menjatuhkan klan Meng. Dari apa yang mereka berdua tau, Lin Yan bahkan mampu mengalahkan kultivator tingkat Alam Roh tahap kedelapan ketika ia memiliki kultivasi tingkat Alam Roh tahap keenam.


Tidak mungkin Lin Yan akan dikalahkan oleh Meng Cui ketika Lin Yan telah menerobos tingkat Alam Roh tahap ketujuh. Apabila Meng Cui memiliki kekuatan tempur melampaui tahapan seperti Lin Yan, Huan Caiyi, Gu Yuena dan Gu Yin, mungkin Meng Cui bisa mengalahkan Lin Yan.


Tetapi untuk saat ini tidak mungkin sama sekali.


Tetua Kedua dan Tetua Ketiga tentu saja menyadari apa yang sedang terjadi. Tetapi mereka berdua tidak bisa mengalahkan Lin Yan karena sedari awal Lin Yan berkata ingin bekerja sama dan tidak terlihat ada niatan untuk memprovokasi Meng Cui.


**


“Dengan benda ini ditanganku, kau tidak akan bisa kabur lagi.” Meng Cui menyeringai kejam karena sangat ingin menyiksa Lin Yan saat ini.


Lin Yan hanya perlahan berdiri dan membersihkan debu yang menempel pada pakaiannya. Ia menatap ke arah Meng Cui dengan tatapan datar kali ini.


“Apakah kau yakin bisa menghabisiku?” Tanya Lin Yan dan mengeluarkan Tombak Raja Langit.


“Ha-ha-ha! Sungguh pertanyaan yang konyol, apa kau kira karena kau bisa mengalahkan Long Yang pecundang itu, kau akan bisa mengalahkan aku?” Meng Cui terus menggali lubang kuburannya sendiri dan bahkan menghina anggota keluarga Kerajaan.


Meng Cui tidak tau bahwa klan Meng saat ini sedang menghadapi bahaya besar karena telah memprovokasi dua monster raksasa yaitu sekte Naga Langit dan klan Long.


“Apa maksudmu kau menyebutnya seperti itu? Dia adalah musuh yang kuat!” Balas Lin Yan dan membuat kuda-kuda bertahan.


“Musuh kuat? Sungguh konyol, para anggota klan Long hanya kuat di mata kalian! Kami klan Meng akan mencapai puncak suatu hari nanti dan menggantikan klan Long sampah itu menjadi keluarga Kerajaan! Sayangnya kau tidak akan hidup untuk menyaksikannya!” Meng Cui terus berbicara hal konyol yang membuat klan Meng tidak bisa menghindar lagi dari bentrokan monster raksasa yang disebut sebagai klan Long.


Lin Yan tercengang dengan kata-kata Meng Cui dan merasa bahwa dia sudah gila. Ia berpikir kembali, bagaimana reaksi Meng Cui jika mengetahui semua yang ia katakan terdengar oleh semua kultivator yang sedang menonton.


Tetapi Lin Yan sama sekali tidak mengatakannya karena ingin membuat Meng Cui putus asa ketika keluar dari hutan.


“Mulutmu sungguh busuk! Jangan banyak omong kosong! Serangga rendahan sepertimu hanya bisa berbicara sampah tanpa hasil!” Ucap Lin Yan dan merubah kuda-kudanya menjadi menyerang.


“Dasar bocah sialan!” Meng Cui yang tidak senang pun langsung melesat dengan kecepatan penuhnya ke arah Lin Yan.


“Langkah Pemisah Bulan..”


Zhep!


Lin Yan juga melesat  ke arah Meng Cui dengan kecepatan penuhnya.


Melihat pergerakan Lin Yan, Meng Cui hanya mendengus, ia pun langsung mengayunkan pedangnya ketika Lin Yan tiba dihadapannya.


Sraing!


Saat tebasan itu diayunkan, Meng Cui merasa gembira tetapi wajahnya berubah ketika mengetahui bahwa pedangnya menebas udara kosong.


Tiba-tiba sebuah ujung tombak melesat ke arah wajah Meng Cui yang membuatnya sedikit pucat.


“Sial!” Meng Cui buru-buru memiringkan kepalanya.


Srak!


Bilah tombak Lin Yan pun langsung menyayat telinga sebelah kanan Meng Cui dan mengeluarkan banyak darah.


“Sialan!” Meng Cui pun memutar arah bilah pedangnya dan menebas ke arah Lin Yan sekuat yang ia bisa.


“Pedang Angin!”


Tring!


Benturan logam terdengar yang membuat Meng Cui terkejut dengan kecepatan reaksi Lin Yan yang memiliki kultivasi dua tahap dibawahnya.


“Tinju Gelombang Kejut..”


Buak!


Meng Cui terpental seketika dan merasakan organ-organ dalamnya seperti diacak-acak.


“Uhuk..”


“Bagaimana bisa..” Meng Cui yang batuk darah, tidak percaya sama sekali ia tidak mampu melawan Lin Yan.


Saat hendak berdiri, Meng Cui melihat Lin Yan yang sudah tiba diatasnya sambil mengayunkan tombak yang telah dibaluti oleh petir hitam ke arahnya.


Meng Cui dengan paksa berguling di permukaan tanah untuk menghindar.


Bom!


Brrrttt! Brrrttt!


Petir hitam menyambar ke arah samping saat tombak Lin Yan membentur permukaan tanah.


Meng Cui yang berguling-guling pun langsung berdiri dan melompat ke belakang sambil menahan rasa sakit di bagian organ dalam tubuhnya.


“Bocah sialan! Aku akan membunuhmu!” Teriak Meng Cui sekuat tenaga sambil membuat kuda-kuda menyerang dengan pedangnya.


Melihat itu, Lin Yan juga tidak membuang waktu karena dapat melihat qi yang terkumpul dalam jumlah yang sangat besar di pedang Meng Cui.


“Tombak Petir Suci..”


Zrrrt! Zrrrt!


Tombak Lin Yan pun memercikkan petir hitam yang semakin ganas ketika ia membuat kuda-kuda untuk menyerang juga.


“Matilah bocah!” Teriak Meng Cui dan mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


“Tornado Penghancur!”


Sraing!


Meng Cui menebas dengan gaya memutar beberapa kali dan qi Angin membentuk tornado lalu melesat ke arah Lin Yan.


Lin Yan yang sudah selesai menggumpal qi pun, membuat gerakannya juga.


“Gaya Kedua, Ledakan Tombak Petir..”


Lin Yan mengangkat tombaknya ke arah langit dengan kedua tangan dan langsung mengayunkannya ke arah Meng Cui serta serangan tornado angin yang tampak bisa memotong apa saja.


Bom!


Dari ujung tombak Lin Yan, petir menyambar ke arah serangan milik Meng Cui.


Zhep!


Blar!


Tornado tersebut langsung ditembus begitu saja dan membuatnya bubar seketika. Tidak hanya sampai di situ, serangan Lin Yan sama sekali tidak berhenti dan menerjang ke arah Meng Cui.


Melihat petir yang tampak seperti tombak tidak beraturan mendekat, ia paham bahwa tidak mungkin untuk menghindar lagi. Ia hanya menggunakan cara terkahir yaitu melapisi seluruh tubuhnya dengan qi dan menyilangkan kedua lengannya untuk bertahan.


Duar!