Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 394 - Sosok Yang Mengintai Dari Kegelapan



Sekte Wayang telah rata oleh tanah akibat perbuatan Lin Yan dan Xia Yue'er. Saat ini, terlihat Tetua Agung Sekte Wayang yang sedang mencoba melawan Wayang Serigala Iblis Kegelapan dengan susah payah.


Tentu hal seperti itu akan terjadi karena kekuatan Wayang milik Canglan memang sangatlah luar biasa. Bahkan bisa dikatakan, kekuatan yang dapat dikeluarkan oleh Wayang itu saat ini hampir tiga kali lebih besar dari pada Canglan itu sendiri.


“Sialan! Sialan! Sialan!” Tetua Agung Sekte Wayang mengutuk Canglan dalam hati karena memiliki Wayang yang sangat berbahaya.


Wajah Tetua Agung Sekte Wayang pun semakin pucat saat melihat Canglan menghabisi Tetua An terlebih dahulu lalu Tetua Pertama. Dan saat ini, Canglan sudah mendekat ke arahnya. Ia tidak tau harus berbuat apa lagi dan tidak bisa kabur sama sekali jika dihadang oleh Wayang Serigala Iblis Kegelapan.


Karena terlalu banyak berpikir, Wayang Canglan pun memukul perut Tetua Agung Sekte Wayang menggunakan gagang pedang.


“Uhuk..” Tetua Agung Sekte Wayang perlahan mundur karena hanya dengan itu saja, ia merasakan sakit luar biasa.


Zhep!


Canglan pun berdiri di atas Wayang Serigala Iblis Kegelapan dan menatap ke arah Tetua Agung Sekte Wayang dingin.


“Pria tua, apa kau memiliki kata-kata terakhir?” Tanya Canglan dingin.


Tetua Agung Sekte Wayang perlahan mendongak dan menatap ke arah Canglan dengan penuh dendam. Jika ia tau bahwa kejadian seperti ini terjadi, ia akan memburu Canglan yang telah setengah lumpuh saat itu seorang diri. Tetapi penyesalan selalu datang terlambat.


“Kau akan mati dengan mengenaskan suatu hari nanti karena menghabisi orang-orang yang membesarkanmu!” ucap Tetua Agung Sekte Wayang mengutuk Canglan.


“Walaupun mungkin itu terjadi, kau tidak akan berada di sana menyaksikannya. Matilah!” Balas Canglan dingin dan mengendalikan Wayangnya.


Wayang Serigala Iblis Kegelapan mengangkat pedangnya lalu mengayunkannya ke arah Tetua Agung Sekte Wayang.


Tetua Agung Sekte Wayang yang menatap itupun melebarkan matanya dan mengendalikan Wayangnya untuk menahan serangan.


Sraing!


Jrezzh!


Duar!


Wayang yang mencoba memblokir serangan Wayang Canglan pun hancur berantakan dan tebasan itu tidak terhenti sama sekali dan langsung membelah Tetua Agung Sekte Wayang menjadi dua bagian tanpa bisa melawan sama sekali.


Jurang yang sangat dalam pun tercipta dari tebasan tersebut. Canglan hanya menatap hal itu dengan wajah dingin karena ia sama sekali tidak memiliki simpati.


Semua itu dikarenakan oleh Sekte Wayang itu sendiri yang mencoba menggunakan kemampuannya membuat Wayang dan menangkap para manusia untuk dijadikan Wayang. Ia sangat marah ketika mengetahui mereka melakukan hal itu sehingga memberontak kepada Sekte.


Pada akhirnya, Canglan diburu lalu istrinya ditangkap lalu dijadikan boneka. Ia tidak akan pernah memaafkan mereka semua atas perbuatan yang mereka lakukan walaupun ia dibesarkan di Sekte Wayang.


Lalu tatapan Canglan tertuju pada Master Sekte Wayang yang saat ini dalam kondisi sekarat akibat menerima peledakan diri Tetua Pertama menggunakan tubuhnya sendiri.


Canglan pun melesat ke tempat Lin Yan berada karena masalah tentang Sekte Wayang telah selesai untuk saat ini.


“Lalu, apa yang akan kau lakukan kepadanya?” Tanya Lin Yan menunjuk ke arah Master Sekte Wayang yang masih bernafas.


“Aku akan memberikan hal paling menyakitkan yang pernah dia rasakan dalam hidup. Dia tidak akan bisa mati semudah itu.” jawab Canglan.


“Baiklah, jadi yang artinya, kau akan pergi sementara waktu bukan? Aku tau bahwa kau juga ingin melakukan pemakaman yang layak untuk Wayang wanita sebelumnya.” ucap Lin Yan sekali lagi.


“Maaf Tuan Muda, aku hanya ingin menenangkan diri untuk beberapa saat. Ketika semuanya selesai, aku akan mencari anda kembali.” ucap Canglan sedikit menyesal.


“Ya. Aku mengerti. Aku tidak akan menahan mu. Jika kau ingin mencari ku, aku akan pergi ke daerah sekitar Klan Li berada karena di sanalah tujuanku berikutnya.” ucap Lin Yan memberikan petunjuk ke mana ia pergi selanjutnya.


“Baik Tuan Muda.. Jika begitu..” Canglan berhenti berbicara saat ia merasakan kehadiran seseorang. Ia pun melihat ke arah tertentu di tempat yang sangat jauh karena seseorang tampaknya sedang mengawasi mereka.


Dikejauhan, saat ini terlihat satu sosok pria yang tiba-tiba muncul. Alisnya sedikit terangkat karena tampaknya seseorang berhasil menemukannya.


“Jadi dia Peringkat ke 150 Master Bela Diri yang belum diresmikan? Ke-ke-ke... tampaknya ini akan menjadi sangat menarik. Awalnya aku ingin membawa anak itu bersama kami, tetapi tampaknya hal ini tidak mungkin saat ini. Sangat disayangkan bahwa sebelumnya ketika dia berkultivasi di dekat Sungai Abadi aku tidak menangkapnya. Jika aku bentrok dengan Canglan, Bos pasti akan kerepotan nantinya.” ucap sosok tersebut dan langsung pergi dari tempat tersebut.


Sosok tersebut adalah seseorang yang pernah menemukan Lin Yan ketika sedang berkultivasi bersama dengan Xia Yue'er dan Xiao Ziya. Dia adalah anggota dari kelompok Jubah Ular. Alasan dia ingin menangkap Lin Yan tentu disebabkan oleh hadiah yang ditawarkan untuk menangkap Lin Yan hidup hidup oleh Kaisar Han. Namun, karena keberadaan Canglan, ia tentu tidak akan besar kepala untuk mencoba menangkap Lin Yan.


Master Bela Diri peringkat 150 bukanlah sebuah lelucon karena itu memiliki tingkat yang dekat dengan pemimpin kelompok Jubah Ular. Tidak ada yang mengetahui hal itu karena itu disembunyikan oleh Organisasi Saint Langit kepada publik. Hanya untuk mereka yang memenuhi syarat yang dapat mengetahuinya.


“Ada apa?” Tanya Lin Yan saat ia melihat ke arah tempat Canglan menatap.


“Ada seseorang yang mengawasi dari kejauhan sebelumnya. Tetapi dia langsung pergi begitu saja. Tampaknya dia hanya kebetulan lewat sini dan melihat pertarungan.” Canglan membuat spekulasi dan tidak tau sama sekali tentang Lin Yan yang diburu oleh Kaisar Han karena informasi itu hanya diberikan kepada para pemburu hadiah.


Lin Yan menaikkan sedikit alisnya tetapi mengabaikannya juga karena merasa apa yang dikatakan oleh Canglan memang betul.


“Hei pria jelek. Aku tidak menyangka bahwa kekuatanmu akan meningkat sebesar ini.” Xia Yue'er yang berdiri di bahu Lin Yan dengan gaya melipat kedua lengannya di depan dadanya pun berbicara kepada Canglan.


Wajah Canglan sedikit berkedut karena Xia Yue'er terus memanggilnya pria jelek. Tetapi ia sama sekali tidak mengambil hati dengan kata-kata Xia Yue'er karena ia tau bahwa Roh Peri mungil itu hanyalah anak-anak.


Lalu Xiao Ziya, Dai Mubai dan Xie Shuyan pun datang ke sisi Lin Yan berada.


“Bukankah kau Canglan yang dirumorkan itu?” Tanya Dai Mubai sedikit terkejut.


“Hm? Rumor apa?” Tanya Lin Yan penasaran.


Bahkan Canglan sedikit heran karena ia sama sekali tidak mengetahui rumor apa yang dimaksud oleh Dai Mubai.


“Ini adalah berita baru yang baru saja menyebar luas bahwa Canglan, mantan anggota Sekte Wayang diundang oleh Organisasi Saint Langit untuk menjadi Master Bela Diri peringkat ke 150!” ucap Dai Mubai.


Mendengar hal itu, Lin Yan tentu saja terkejut sementara Xia Yue'er memasang wajah jengkel karena ia dan Lin Yan telah sepakat untuk mengambil posisi tersebut tetapi Canglan lebih dulu yang direkrut untuk menjadi bagian dari Master Bela Diri.


Sedangkan untuk Canglan, ia hanya bisa terdiam mendengar berita yang dikatakan oleh Dai Mubai. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan diperhatikan oleh Organisasi Saint Langit, Organisasi terbesar yang berada di Benua Saint.