Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 367 - Panen (3)



Sungai Abadi


Kata-kata Dai Mubai membuat Lin Yan terdiam. Untuk beberapa detik kemudian pun, ia sama sekali tidak mengatakan apa-apa karena sudah memeriksa Ikan Qi aneh tersebut menggunakan Mata Raja.


Walaupun mungkin dengan Mata Raja dirinya hanya merasakan secara samar kapasitas qi Ikan Qi tersebut, Lin Yan tetap menduga-duga ada yang salah.


“Lin Yan! Simpan baik-baik Ikan Qi itu! Suatu hari nanti jika kau sedang bertarung, dengan Ikan Qi Abadi itu, kau akan menembus setidaknya dua tahap di tingkat Alam Raja dari tahap ketujuh ke tahap kesembilan!” Xiao Ziya mengirim telepati melalui koneksi spiritual mereka.


“Ikan Qi Abadi?” Tanya Lin Yan terkejut melalui telepati karena nama Ikan Qi itu tidak sama dengan Ikan Qi yang sering dibicarakan dan bentuknya bahkan berbeda.


“Tentu saja itu bernama Ikan Qi Abadi walaupun itu baru saja tumbuh berevolusi dari Ikan Qi biasa. Aku tidak menduga bahwa Ikan Qi Abadi akan terlihat. Ketika kau menggunakannya, tidak akan ada efek apapun yang kau terima karena itu mengandung qi yang sangat murni, jauh lebih murni dari Ikan Qi lainnya. Diantara begitu banyak Sungai Abadi di berbagai dunia, Ikan Qi Abadi mungkin hanya ada akan satu atau dua di Sungai Abadi itu.” Xiao Ziya menjelaskan melalui telepati.


Mata Lin Yan berbinar dalam sekejap karena tidak menyangka bahwa ia akan mendapatkan Ikan Qi seperti itu. Dari terobosannya sebelumnya bersama Xia Yue'er di Kota Neraka, ia memastikan bahwa mereka berdua menggunakan sekitar 700-800.000 batu spiritual kelas atas dan menembus dua tahap.


Yang artinya, tahapan selanjutnya tingkat Alam Raja membutuhkan jutaan batu spiritual kelas atas untuk dirinya dan Xia Yue'er menerobos dua tahap secara bersama-sama. Jika benar Ikan Qi Abadi mampu melakukan seperti yang dikatakan oleh Xiao Ziya, jika dihitung kembali, kemungkinan Ikan Qi Abadi memilki kapasitas qi hampir mencapai 10.000.000 batu spiritual kelas atas.


Bahkan untuk kultivator tingkat Alam Kaisar akan mampu menembus dua tahap jika menggunakan batu spiritual sebanyak itu. Namun, fisik Lin Yan sangat berbeda karena manual yang ia olah serta garis darahnya yang sangat tinggi dan sangat sulit dibuka. Bisa dikatakan, tubuhnya membutuhkan sumber daya berkali-kali lipat dari tingkat kultivasi yang sama dari pada kultivator lainnya.


Tentu Lin Yan tidak akan mengatakan tentang Ikan Qi Abadi. Walaupun ia merasa Dai Mubai tidak akan mencoba merebutnya, tetap saja ia waspada karena manusia yang baik juga pasti akan memiliki keserakahan jika itu adalah sesuatu yang sangat berharga.


“Lalu, jika aku menggunakannya saat ini, berapa tahap kultivasi yang dapat aku tingkatkan?” Tanya Lin Yan melalui telepati kepada Xiao Ziya.


“Sangat disayangkan bahwa Ikan Qi Abadi yang kau ambil masih di level Kultivasi Alam Raja juga yang artinya setiap tahapan Alam Raja akan mendapatkan efek yang sama. Kecuali jika Ikan Qi itu mencapai level Kultivasi Alam Kaisar, mungkin kau akan mendapatkan empat sampai lima tahap peningkatan kultivasi.” ujar Xiao Ziya melalui telepati.


Lin Yan tidak kecewa sama sekali. Ia hanya menyimpan Ikan Qi itu lalu menatap ke arah Dai Mubai.


“Semua Ikan Qi yang kau ambil bawalah dan gunakan untuk berkultivasi.” ucap Lin Yan.


Dai Mubai tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan karena jumlah yang ia peroleh jika dijadikan batu spiritual mungkin mencapai 500-600.000 batu spiritual kelas atas.


“Apakah kau yakin? Ini adalah jumlah yang sangat besar.” Dai Mubai hampir tidak bisa berkata-kata karena tampaknya Lin Yan tidak terlalu perduli dengan Ikan-ikan Qi yang ia ambil.


“Ya. Kita bersama-sama menangkap Ikan Qi itu. Kau juga yang menuntun kami ke tempat ini sehingga kami juga mendapatkan Ikan Qi dalam jumlah yang besar. Dan juga, ketika waktunya tiba, kita akan bertemu kembali saat Buah Abadi muncul di Sungai Abadi. Kau pasti paham apa maksudku.” ucap Lin Yan dan menatap ke arah Xia Yue'er dan Xiao Ziya lalu melanjutkan, “Ayo pergi, sudah saatnya kita meningkatkan kultivasi.”


Setelah mengatakan itu, Lin Yan pun bergerak ke arah tertentu diikuti oleh Xiao Ziya. Sementara Xia Yue'er langsung duduk di Kursi VIP-nya sambil mempertahankan Formasi yang mengurung Ikan-ikan Qi yang ia tangkap.


Dai Mubai terdiam di tempat itu. Tatapannya sangat kosong dan menatap semua Ikan Qi yang ia selimuti menggunakan qi-nya sendiri.


“Menarik, memang tidak salah aku menilai Lin Yan. Jika seperti itu, kita akan bertemu kembali dalam seminggu kemudian. Jika kau ingin, aku akan membantumu mengambil Buah Abadi walaupun aku tau bahwa Buah Abadi adalah sesuatu yang berbahaya. Mungkin kau tau cara menggunakan benda itu nantinya.” Batin Dai Mubai dengan senyum kecil lalu menyimpan semua Ikan Qi ke cincin ruang miliknya dan melesat ke tempat tertentu untuk berkultivasi juga.


Di tempat itu, terlihat lima danau kecil yang berdekatan dan beberapa kultivator sering menggunakannya untuk berkultivasi karena suasananya yang lumayan tenang.


Lin Yan dan Xiao Ziya pun turun ke bawah dekat salah satu danau. Tidak ada kultivator di tempat itu yang membuat danau tersebut menjadi tempat berkultivasi yang sangat cocok.


“Hm? Lin Yan, jika kau ingin berkultivasi, lebih baik di dalam goa bawah air yang terletak di danau. Aku dapat melacaknya bahwa tempat itu lumayan tersembunyi.” Xiao Ziya menyarankan.


Lin Yan sedikit bingung bahwa kekuatan spiritual Xiao Ziya sangatlah luar biasa karena mampu melacak tempat seperti itu di bawah air.


“Pimpin jalan.” ucap Lin Yan.


Xiao Ziya mengangguk dan langsung melesat ke dalam danau diikuti oleh Lin Yan. Sementara itu, Xia Yue'er langsung melapisi tubuhnya dengan Formasi agar tubuhnya tidak terkena air.


Saat masuk ke dalam danau, Xiao Ziya langsung menuntun Lin Yan ke sebuah gua yang lumayan gelap. Ketika mencapai ujung jalan, mereka pun keluar di sebuah tempat yang cukup aneh dan bisa dikatakan sangat indah.


“Oh? Aku tidak menyangka bahwa akan ada tempat seperti ini.” Gumam Lin Yan saat menatap ke arah atas bahwa goa itu terbuat dari sesuatu kristal tembus pandang yang membuat sinar matahari masuk ke dalamnya.


“Ini adalah batu spiritual, tetapi hanya memiliki sedikit qi yang tersisa.” ucap Xiao Ziya. Itulah alasan mengapa ia dapat melacaknya.


“Baiklah, tidak perlu membuang waktu. Kita akan mulai berkultivasi di tempat ini dalam waktu seminggu.” ucap Lin Yan saat mengeluarkan semua Ikan Qi yang ia jarah dari anggota Sekte Wayang.


Sementara itu, Xia Yue'er langsung melepaskan Formasinya dan menjatuhkan Ikan-ikan yang tampak masih mencoba bergerak setiap saat. Xiao Ziya juga melakukan hal yang sama.


Menatap semua Ikan-ikan Qi tersebut, Lin Yan menaikkan sudut bibirnya. “Panen kali ini lumayan besar. Sangat disayangkan bahwa kita hampir mengambil semua Ikan Qi di aliran qi hitam Sungai Abadi. Jika lebih banyak Ikan Qi seperti ini di tempat itu, kita akan mencapai tingkatan yang lebih tinggi lagi dengan cepat.”


Xiao Ziya memutar matanya ke arah lain sambil membalas, “Apakah menurutmu Ikan Qi itu mudah tumbuh? Butuh waktu bertahun-tahun untuk mereka tumbuh di aliran qi hitam, tidak seperti di aliran qi Sungai Abadi yang biasa, itulah mengapa jumlah Ikan Qi di tempat itu sedikit.”


“Hei wanita menyeramkan, apa yang dikatakan oleh Lin Yan benar! Apa kau tidak ingin berkembang lebih cepat? Tidak akan masalah jika Lin Yan sedikit berharap sesuatu seperti itu! Jangan protes!” Keluh Xia Yue'er saat menaruh kedua tangannya yang mungil di pinggangnya dan menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan tidak puas.


Xiao Ziya sama sekali tidak melihat ke arah Xia Yue'er yang memuat Roh Peri mungil itu semakin jengkel dan ingin melancarkan Formasi terkuatnya.


“Hentikan Yue'er. Ayo, sudah saatnya kita meningkatkan kekuatan lagi.” ucap Lin Yan dengan senyum kecil lalu perlahan duduk bersila.


“Hmp!” Xia Yue'er mendengus ke arah Xiao Ziya lalu duduk bersila di kursi VIP-nya.


Sementara itu, Xiao Ziya juga melakukan hal yang sama karena tentu jika Lin Yan sedang berkultivasi, ia akan menerima efek kultivasi juga yang dapat meningkatkan kultivasinya walaupun sumber daya yang mereka butuhkan besar. Tetapi, jika dibandingkan lagi saat berkultivasi sendiri-sendiri, untuk mencapai hasil yang sama, tentu sumber daya yang lebih besar dibutuhkan. Itulah keunggulan para Roh Kontrak dengan manusia yang mengontrak mereka, bisa dikatakan itu adalah penghematan sumber daya.