
Dimensi Naga
“Tempat yang melimpah dengan sumber daya? Bukankah jika tempat seperti itu ada, maka para naga akan datang ke tempat itu untuk mengambilnya lebih dulu?” Tanya Lin Yan dengan wajah serius.
“Para Naga tidak mengetahui lokasi tempat itu karena sangatlah tersembunyi. Hanya beberapa yang mengetahuinya tetapi mereka yang tau tempat itu sudah binasa akibat Festival Raja Naga sebelumnya. Saat ini, selain aku, ada dua lainnya yang mengetahui tentang tempat itu. Tetapi, keduanya tidak terlalu peduli karena Dimensi Naga ini tidak lagi membuat Kultivasi para naga meningkat.”
“Selain dari aku, salah satu saudaramu yang selamat ketika Festival Raja Naga berlangsung juga mengetahuinya, dan satu lagi adalah sosok yang berdiam diri di Pusat Dimensi Naga, tempat Festival Raja Naga diselenggarakan.” ujar Bing Rui.
Kerutan muncul di dahi Lin Yan saat mendengar hal itu, ia pun langsung bertanya kembali, “Ada naga lainnya yang selamat dari Festival Raja Naga sebelumnya? Dia pastilah sangat kuat!”
“Ya. Dia sangat kuat! Jika kami berada diluar, aku sendiri mungkin tidak akan dapat mengalahkannya. Tetapi di Dimensi Naga ini, semuanya bisa terjadi karena kekuatan kami di tekan ke level tingkat Alam Kaisar tahap kesembilan, begitu pula dengan salah satu saudaramu yang sebelumnya disegel karena sesuatu yang tidak disebutkan. Namun, setiap Festival Raja Naga berlangsung, saudaramu akan dikeluarkan untuk berpartisipasi, aku tidak tau mengapa ada pengaturan seperti itu.” ucap Bing Rui.
Lin Yan dan Lan Qinzhu terdiam ketika mendengar bahwa ada saudara mereka yang tampaknya memiliki kehidupan yang menyedihkan karena hanya ketika Festival Raja Naga berlangsung lah dia akan dikeluarkan. Siapapun di dalam posisinya pasti akan merasa marah.
“Apakah ini ulah ayah?” Batin Lin Yan dan Lan Qinzhu bersama-sama tetapi merasa ada kemungkinan apa yang mereka tebak nyata, sebab mereka juga mengalami hal yang sama walaupun tidak seperti yang dialami oleh saudara mereka yang dikatakan oleh Bing Rui.
“Aku tidak akan mengantar kalian keluar. Ini adalah lokasi dari tempat tersebut. Namun aku harus memperingkatkan kalian berdua, di dalam tempat tersebut, ada satu naga kuno yang berdiam diri. Lebih baik kalian tidak memancing amarahnya, dia tidak akan melarang kalian memanen apapun yang ada di sana.” ujar Bing Rui saat melempar sebuah peta kepada Lin Yan.
Lin Yan terdiam saat menangkap peta tersebut. Ia tidak sebenarnya sangat bersyukur bahwa Bing Rui membantu mereka dan juga telah merawat adiknya yang baru saja ia temukan.
Tetapi, untuk kasus Lan Qinzhu, itu memang tugas Bing Rui untuk merawatnya karena bisa dikatakan, selain menjadi Guru, Lan Qinzhu memiliki status Nona Muda untuk Bing Rui.
“Jika begitu, kami akan pergi.” ucap Lin Yan tidak mau membuang waktu setelah menyimpan peta yang diberikan oleh Bing Rui.
Bing Rui hanya mengangguk kecil dan menatap ke arah Lan Qinzhu dengan tatapan kasih sayang karena ialah yang telah membesarkan Lan Qinzhu selama hampir delapan belas tahun belakangan.
“Guru...” Lan Qinzhu memanggil Bing Rui dengan nada sedikit kompleks, ia tidak ingin berpisah dengan Gurunya tetapi ia juga ingin mencari jawaban tentang semua pertanyaan yang ada di benaknya.
“Aku akan menunggu diluar.” ucap Lin Yan saat berjalan keluar dari istana tersebut bersama dengan Gu Yin untuk memberi waktu bagi keduanya melakukan perpisahan.
Dari perkataan Bing Rui, Lin Yan paham bahwa dia tidak ingin keluar sampai waktunya tiba. Ia merasa bahwa ada hal lainnya yang hendak dilakukan oleh Bing Rui, tetapi sudah pasti itu tidak berada di dalam Dimensi Naga.
“Ya. Aku ingin tau mengapa kami disegel dan apa tujuan sebenarnya kami ditinggalkan di tempat tertentu tanpa mengetahui asal-usul kami. Namun, suatu hari kami pasti akan menemukan jawabannya.” ujar Lin Yan. Ia tetap berpikir positif tentang ayahnya yang meninggalkannya karena ia tau bahwa pasti ada sesuatu yang membuat ayahnya harus melakukan itu, begitu pula dengan ibunya.
Gu Yin hanya mengangguk setuju. Ia saat ini sudah penasaran seperti apa orang tua suaminya itu karena ia telah menduga-duga siapa sebenarnya ayah dari Lin Yan.
Setelah menunggu selama lima menit di depan istana, Lan Qinzhu pun keluar dengan wajah yang sangat tegas. Tidak tau apa yang dikatakan oleh Bing Rui kepadanya.
“Apakah kau sudah selesai?” Tanya Lin Yan acuh tak acuh.
Wajah serius Lan Qinzhu langsung berubah sedikit. Ia menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan kosong karena merasa bahwa kakaknya itu memiliki sifat yang lumayan dingin.
“Hei, kau Lan Qinzhu bukan? Aku Gu Yin, istri kakakmu.” ucap Gu Yin dengan nada bangga.
Lin Yan terdiam karena tidak tau harus merespon seperti apa. Menurutnya, perjalanannya pasti akan berwarna jika keduanya ikut bersamanya.
Lan Qinzhu menatap ke arah Gu Yin dengan tatapan kosong penuh arti yang sedikit menyiratkan, ”kenapa Lin Yan mau menikahi gadis seperti ini? Dia pasti tidak tau malu dan berwajah tebal. Tetapi, karena dia adalah Pembunuh Iblis, maka itu tidak masalah. Dia pasti menjadi kultivator kuat suatu hari nanti.”
Tatapan kosong penuh arti dari Lan Qinzhu membuat Gu Yin sedikit berkedut. Ia juga menatap Lan Qinzhu untuk beberapa saat dengan tatapan yang menyiratkan, “Adik Lin Yan pastilah tidak tau malu karena sebelumnya hampir menghancurkan kami tetapi dia memasang wajah tidak bersalah sepanjang waktu. Tetapi, karena dia adalah adik Lin Yan dan dia juga kuat, maka itu tidak masalah sama sekali.”
Lin Yan menatap keduanya saling memandang lalu menggelengkan kepalanya karena merasa keduanya memiliki sifat yang sama. “Ayo pergi!” Lin Yan pun terbang ke arah langit dengan kecepatan penuhnya karena tidak ingin membuang waktu lagi.
Gu Yin dan Lan Qinzhu hanya diam dan terbang mengikuti Lin Yan.
Ketika Lin Yan, Gu Yin dan Lan Qinzhu pergi dari Klan Naga Es, Bing Rui yang berada di istana hanya diam untuk beberapa menit.
“Nyonya, Qinzhu telah pergi untuk mencari keberadaan anda. Aku tau bahwa tugasku selanjutnya adalah menunggunya di alam atas. Aku akan mengikuti pengaturan kalian agar dia tumbuh sendiri tanpa perlindungan karena itu akan membuatnya bertambah kuat dengan cepat.” Gumam Bing Rui dengan nada sangat kompleks.
Walaupun Bing Rui bisa dikatakan seorang pelayan untuk Dewi Es Lotus dan Lan Qinzhu, tetap saja ia menganggap Lan Qinzhu adalah putrinya sendiri karena selama waktu yang tidak diketahui, ia adalah yang menjaga segel Lan Qinzhu sebelum dia terbangun di waktu yang telah ditetapkan. Dan ia juga adalah yang membesarkan Lan Qinzhu sedari bayi sehingga perasaan seperti itu muncul.
“Berhati-hatilah di luar sana.” Gumam Bing Rui lalu menutup matanya kembali menunggu waktu untuk keluar dari Dimensi Naga.