Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 224 - Keluar Dari Kuil Dewi Salju



Klan Gu


Semua anggota klan Gu yang hadir dalam upacara itu tetap menunggu diluar. Semuanya tentu saja ingin melihat seperti apa perubahan Lin Yan dan Gu Yin ketika keluar dari Kuil Dewi Salju.


“Sudah lebih sehari. Kenapa mereka berdua belum keluar juga?” Tanya Gu Yuena dengan kerutan di dahinya.


“Apakah bisa terjadi kecelakaan saat melakukan upacara itu?” Tanya Huan Caiyi lagi.


Patriak, Tetua Agung dan Gu Shen yang mendengar pertanyaan Gu Yuena dan Huan Caiyi pun terdiam. Tentu saja mereka tau apa yang terjadi di dalam sana karena mereka pun pernah mengalaminya. Walaupun mereka bertiga tidak tau bahwa apa yang terjadi di dalam sedikit berbeda dari yang semua anggota klan Gu jalani ketika masuk ke Kuil Dewi Salju.


“Suatu hari nanti kau akan mengetahuinya ketika masuk ke dalam sana, Na'er.” Gu Lan pun membalas kata-kata putrinya itu lalu menatap ke arah Huan Caiyi, “Tidak pernah ada terjadi kecelakaan di dalam sana. Kau tidak perlu khawatir.”


Gu Yuena dan Huan Caiyi pun saling memandang sejenak dan tidak berbicara lagi.


Sementara Gu Feng dan Gu Yang terdiam mendengarnya. Tentu keduanya paham apa yang terjadi di dalam sana karena mereka berdua sebagai penerus dari Patriak dan Tetua Agung harus mengetahuinya.


**


Kuil Dewi Salju


“Ugh..” Lin Yan perlahan membuka matanya. Ia merasa sedikit pusing saat ini juga mengalami kelelahan pada tubuhnya. Ketika ia ingin melihat ia berada di mana saat ini, ia merasakan berat karena sesuatu seperti sedang menimpanya.


Ketika melihat sosok wanita dengan tubuh yang sangat indah di atas tubuhnya, Lin Yan hanya bisa menghela nafas panjang karena langsung ingat tentang apa yang terjadi pada mereka sebelumnya.


“Yin'er.. bangunlah.”


“Biarkan aku tertidur sebentar lagi. Aku sangat lelah.” Gu Yin yang malas bergerak pun, membalas dengan mata tertutup.


Lin Yan tidak bisa berkata-kata dan langsung menggunakan qi-nya mengangkat tubuh Gu Yin.


Saat merasakan apa yang dilakukan oleh Lin Yan, Gu Yin pun membuka matanya dengan malas. Ia tidak tau mengapa ia merasa sangat kelelahan saat ini.


“Pakai pakaianmu. Kita akan keluar dari sini,” ucap Lin Yan dan membersihkan tubuhnya menggunakan qi-nya. Lalu ia pun menggunakan pakaiannya.


Gu Yin hanya menurut. Saat sedang memakai pakaiannya, ia pun bertanya dengan wajah sedikit lelah, ”Lin Yan, apakah kau tidak kelelahan?”


“Ya. Aku sangat kelelahan. Aku tidak tau kenapa bisa seperti ini. Sebelumnya, ketika kita berkultivasi ganda, tidak pernah selelah ini.” Balas Lin Yan dengan gelengan kepala.


“Juga, kita bahkan tidak bisa melacak tingkat kultivasi kita setelah mencerna benda aneh itu. Sedari awal, kekuatan spiritual memang dikunci di tempat ini. Jika tidak, Xia Yue'er pasti sudah keluar dari Ruang Jiwa sejak lama.” Lanjut Lin Yan.


“Kau benar. Jika begitu, ayo kita keluar. Aku merasa tidak akan ada apa-apa lagi yang bisa dilakukan di tempat ini,” ucap Gu Yin saat menatap altar. Di tiga tiang di sudut altar, tidak ada lagi api biru seperti sebelumnya tanda bahwa mereka telah selesai melakukan ritual yang seharusnya dikatakan oleh ayah dan ibunya.


Gu Yin tidak bisa berkata-kata karena merasa ritual tersebut adalah bercinta di atas sebuah altar.


Setelah itu, Lin Yan dan Gu Yin pun melewati kabut seperti sebelumnya dan tiba di sebuah ruangan luas. Keduanya melewati jalan seperti sebelumnya. Ketika mencapai ujung jalan, pintu Istana tersebut pun terbuka lebar tanda bahwa mereka memang telah menyelesaikan urusan di dalam Kuil Dewi Salju.


“Lihat! Mereka telah keluar!” Salah satu Tetua berbicara.


Patriak, Tetua Agung klan Gu dan Gu Shen terdiam saat menatap ke arah Lin Yan dan Gu Yin. Hal itu juga terjadi untuk Gu Lan, Gu Mien, Gu Feng dan Gu Yang.


Para Tetua yang awalnya yang sedang berdiskusi menghabiskan waktu pun terdiam juga saat menatap ke arah Lin Yan dan Gu Yin.


“Ada apa?” Lin Yan menaikkan sedikit alisnya saat merasa bahwa semua tatapan aneh diarahkan oleh semua orang yang ada di luar ke arahnya dan Gu Yin.


“Yan’er..” Huan Caiyi pun tiba di depan adiknya tersebut dengan wajah bersemangat.


“Bagaimana? Apakah kau menemukan sesuatu yang menarik di dalam sana? Dari yang aku dengar, setiap kali pasangan masuk ke dalam, tingkat kultivasi mereka akan meningkat drastis.” Huan Caiyi melanjutkan dan memeriksa Lin Yan dengan cermat. Tetapi ia sama sekali tidak bisa menentukan tingkat kultivasi Lin Yan karena ada aura kabur yang tampak menghalangi kekuatan Spiritualnya. Bahkan hal itu tidak terjadi pada para kultivator tingkat Alam Langit yang membuat Huan Caiyi semakin merasa heran.


“Sesuatu? Peningkatan kultivasi?” Lin Yan bergumam dan langsung memeriksa kultivasinya. Ia tentu penasaran apakah ada peningkatan setelah memakan benda aneh yang diberikan oleh wanita misterius di dalam Kuil Dewi Salju. Di dalam sana, ia juga tidak bisa mendeteksi kekuatannya sendiri dan itu mungkin disebabkan oleh penyegelan kekuatan spiritual.


Namun, ketika memeriksanya, Lin Yan sungguh terkejut kali ini. Ia tidak menyangka bahwa kekuatannya akan tumbuh sebesar itu. Juga, ada hal lain yang istimewa, yaitu, Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga telah mencapai lapisan pertama tingkat menengah.


Di sisi lain, Gu Yin yang bingung dengan kata-kata kakaknya Huan Caiyi pun langsung memeriksa tubuhnya sendiri. Ketika memeriksa secara cermat, ia juga tertegun di tempat karena memang basis kultivasinya sudah berubah tidak lagi di tingkat Alam Bumi tahap keenam.


“Apakah ada perubahan?” Gu Yuena juga bingung dan bertanya kepada Gu Yin saat mendekat ke arah sepupunya itu.


Sebelum Lin Yan dan Gu Yin menjawab, suara seseorang yang berbicara tidak puas pun terdengar.


“Lin Yan! Kenapa aku tidak bisa keluar sama sekali sebelumnya? Aku merasa bosan di dalam Ruang Jiwa selama lebih dari sehari! Hanya ada pintu menyeramkan yang selalu mencoba mengajakku berbicara dan itu sungguh menakutkan!” Xia Yue'er yang keluar dari Ruang Jiwa Lin Yan pun langsung protes di depan wajah Lin Yan.


“Bagaimana mungkin sebuah pintu mencoba untuk mengajakmu berbicara?” Tanya Lin Yan dengan nada heran.


“Kau tidak percaya padaku? Di dalam Ruang Jiwa milik mu saat ini ada pintu raksasa. Pintu itu seolah-olah ingin berbicara denganku sepanjang waktu! Itu sangat menyeramkan!” Xia Yue'er pun berpose seperti memeluk tubuhnya sendiri dan gemetaran di udara.


Lin Yan hanya menatap Xia Yue'er dengan tatapan kosong. Ia menduga bahwa itu adalah Roh Dewi Kematian yang mencoba menghubungi Xia Yue'er karena suatu alasan. Tetapi Xia Yue'er yang penakut menganggap Ruang Jiwa miliknya saat ini menjadi tempat yang menyeramkan.


Gu Yin, Gu Yuena dan Huan Caiyi terdiam melihat keluhan Xia Yue'er.


“Tampaknya kalian berhasil. Aku tidak menyangka bahwa kultivasi kalian berdua akan naik setinggi itu.” Patriak klan Gu tiba di dekat Lin Yan, Gu Yin, Gu Yuena dan Huan Caiyi.


“Ya, tampaknya kalian memang berbeda. Tidak pernah ada anggota klan Gu yang mengalami hal ini sebelumnya.” Lanjut Tetua Agung klan Gu.


Sementara itu, Gu Feng dan Gu Yang hanya menatap Lin Yan dan Gu Yin dengan tatapan kosong. Mereka tentu saja terkejut juga dengan peningkatan kultivasi keduanya setelah keluar dari Kuil Dewi Salju.


Lin Yan dan Gu Yin saling memandang dan tersenyum. Keduanya tentu saja terkejut dan tidak menyangka bahwa mereka akan mencapai tingkat seperti itu.


“Apa tingkat kultivasimu?” Tanya Gu Yuena dengan wajah cemberut tiba-tiba karena merasa bahwa Lin Yan dan Gu Yin akan meninggalkannya semakin jauh dibelakang.


Lin Yan menaikkan sudut bibirnya dan membalas, “Aku saat ini telah menembus...”