
Kota Han
Herbal yang dikeluarkan oleh Lin Yan adalah salah satu herbal kelas atas yang bahkan lebih berharga dari herbal Rumput Spiritual. Bisa dikatakan Bunga Bintang Emas memiliki kualitas satu tingkat lebih tinggi dari pada Rumput Spiritual.
Tawaran demi tawaran pun langsung menghujani Lin Yan karena tentu sangat banyak kultivator yang menginginkan herbal Bunga Bintang Emas. Sebab, herbal itu memiliki banyak fungsi, tidak hanya bisa dicerna secara langsung untuk meningkatkan kultivasi, itu juga bisa digunakan untuk meramu beberapa pil kelas atas.
“Baiklah, aku akan menukar Bunga Bintang Emas itu dengan herbal Rumput Spiritual ini.” ucap pemuda anggota Klan Yao dengan nada tidak senang.
Lin Yan pun menatap ke arah pemuda tersebut lalu tersenyum kecil. “Baiklah, herbal ini milik kalian dan aku akan mengambil herbal Rumput Spiritual.”
Tanpa membuang waktu, Lin Yan pun langsung mengambil herbal Rumput Spiritual yang membuat semuanya terkejut bahwa Lin Yan akan setuju begitu saja termasuk Canglan.
“Tuan Muda, kenapa anda langsung mau bertukar? Herbal itu lebih berharga dari Rumput Spiritual.” Canglan mengirim telepati kepada Lin Yan.
“Jangan ceroboh Canglan! Jika aku menolak, mungkin anggota Klan Yao itu tidak akan mau memberikan herbal Rumput Spiritual kepada kita. Jika herbal Rumput Spiritual awalnya ada beberapa di sini, aku pasti akan memberikannya. Tetapi kini hanya ada satu dan kita juga punya satu kesempatan. Jika tidak, kita mungkin akan membutuhkan waktu untuk mencari herbal Rumput Spiritual kembali.” Balas Lin Yan dengan telepati.
Canglan terkejut bahwa Lin Yan akan berpikir ke arah itu. Sebenarnya ia tidak masalah menunggu sedikit lama, tetapi tampaknya Lin Yan sangat menghargai waktu sehingga lebih memilih membuat sesuatu yang lebih berharga hanya untuk menyempatkan agar kuat lebih cepat.
“Hei anak muda, apakah kau yakin? Herbal itu berharga hampir dua kali lipat Rumput Spiritual.” ucap pria paruh baya berjenggot panjang.
“Tidak masalah sama sekali.” Balas Lin Yan lalu menatap ke arah Canglan, “Ayo kita cari beberapa pil lainnya untuk di konsumsi kemudian.”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan, Canglan pun hanya mengangguk kecil. Keduanya pun bergerak perlahan mengintari tempat itu untuk mencari apakah ada yang menarik minat mereka atau tidak.
Anggota Klan Yao terdiam menatap ke arah herbal Bunga Bintang Emas. Ia pun memeriksanya kembali apakah herbal tersebut asli atau tidak. Tetapi setelah memeriksa, herbal itu memang asli dan Lin Yan tidak menggunakan tipu daya apapun.
“Dasar anak muda bodoh! Jika untuk meningkatkan kultivasi, herbal Bunga Bintang Emas jauh lebih berharga. Memang benar bahwa Rumput Spiritual bisa digunakan untuk meningkatkan kultivasi juga tetapi lebih condong ke arah energi spiritual. Walaupun mungkin dia adalah seorang Spiritualis Dunia, tetap saja apa yang dilakukan olehnya membuang-buang sumber daya penting!” Pria paruh baya berjenggot panjang mendengus ke arah Lin Yan yang pergi karena merasa bahwa pemuda yang dianggap sebagai pendatang baru yang hebat dan memiliki qi Raja ternyata seseorang yang bodoh.
Anggota Klan Yao itupun tersadar dan menatap ke arah Lin Yan dan Canglan yang berkeliling mencari sesuatu.
Setelah berkeliling melihat-lihat, tidak ada hal lainnya yang menarik minat Lin Yan. Banyak diantaranya adalah pil yang dapat meningkatkan kultivasi tingkat Alam Raja dengan mudah. Tetapi, Lin Yan paham bahwa semua pil-pil itu akan membuat efek pada tubuh dikemudian hari. Ini adalah sesuatu yang diketahui hanya beberapa kultivator saja dan salah satunya adalah neneknya Lin Xi, ahli dalam herbal.
Walaupun mungkin Lin Xi bukan seorang Alkemis, tetap saja ia mengetahui semua komposisi, kelebihan dan kekurangan herbal-herbal jika dibuat menjadi sebuah pil.
Dan dengan Mata Raja milik Lin Yan, ia dapat melihat semua kelebihan dan kekurangan setiap pil dari bahan yang telah ia ketahui dari neneknya.
“Canglan, tidak ada lagi yang menarik minatku. Ayo kita pergi.” Lin Yan pun perlahan berjalan ke arah lantai bawah dan Canglan hanya mengikuti dari belakang karena ia juga tidak terlalu tertarik dengan pil-pil atau herbal lainnya.
Anggota Klan Yao yang mengetahui tentang setiap herbal dari buku-buku Alkemis pun menatap ke arah Lin Yan dan Canglan yang pergi ke arah lantai bawah.
“Hei, semua pil dan herbal yang aku jual hampir habis. Bawalah ini di tempat mu karena aku memiliki urusan yang harus aku lakukan sekarang juga.” Anggota Klan Yao yang menjual Rumput Spiritual kepada Lin Yan pun menyimpan Bunga Bintang Emas lalu memberikan sisanya kepada anggota Klan Yao lainnya lalu pergi dari tempat itu tanpa menunggu jawaban dari anggota Klan Yao lainnya.
Ketika keluar dari bangunan tempat pameran diadakan, Lin Yan pun langsung berbicara, “Canglan, apakah kau ingin aku menyembuhkan Akar Spiritual milikmu di Kota ini atau kita pergi ke tempat lain?” Tanyanya.
Canglan tampak berpikir beberapa saat lalu membalas, “Kita akan melakukannya di tempat lain Tuan Muda. Di daerah perbatasan Kota Han dan Kota Neraka, aku pernah membuat tempat tinggal di daerah terpencil yang sulit untuk ditemukan.”
Mendengar saran Canglan, Lin Yan mengangguk setuju karena ia memang tidak terlalu suka tinggal di Kota karena terbiasa dengan tempat yang lumayan sunyi seperti di Desa Pelangi tempat ia tinggal bersama dengan kakek dan neneknya.
Karena Lin Yan telah setuju, Canglan pun memimpin jalan menuju tempat yang pernah ia tempati dalam waktu beberapa tahun ketika berkelana seorang diri untuk meningkatkan kultivasinya.
Satu sosok menatap kepergian Lin Yan dan Canglan ke arah tertentu dan sosok itu mengerti bahwa arah yang di tuju keduanya adalah lokasi Kota Neraka berada.
“Oh? Tampaknya ini adalah hari keberuntunganku. Jika aku mencoba merebutnya di Kota Han, mungkin aku akan menerima konsekuensi yang parah. Tetapi mereka berdua memberi aku kesempatan!” Sosok tersebut yang merupakan anggota Klan Yao pun tersenyum sedikit ganas. Ia tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengambil semua herbal yang kini telah ada di dalam pikirannya terutama Bunga Mutiara Kekal walaupun ia tidak tau bahwa Lin Yan telah menggunakan herbal tersebut di Kuil Dewi Salju ketika berada di Daratan Utara.
Pemuda tersebut pun langsung mengikuti Lin Yan dan Canglan. Ia sama sekali tidak takut dengan rumor tentang Lin Yan adalah pengguna qi Raja karena Kultivasinya masih dua tahap diatas Lin Yan. Itulah yang membuatnya memiliki rasa percaya diri untuk mengambil semua yang ada pada Lin Yan.