
Ruangan tersebut tampak memiliki banyak retakan yang membuat wajah Lin Yan sangat serius saat ini ketika melihat Roh Dewi Kematian yang mengeluarkan semakin banyak kekuatan.
“Ruang ini sudah sangat tua, bahkan tidak akan mampu menahan kekuatan di tingkat Alam Langit.” Batin Lin Yan sambil melirik ke sana ke mari sejenak. Tatapannya pun tertuju pada Roh Dewi Kematian kembali.
Terlihat saat ini Roh Dewi Kematian diselimuti oleh aura berwana merah kehitaman. Tidak lama kemudian, pakaian baru yang terbuat dari qi pun muncul menyelimuti Roh Dewi Kematian.
Penampilan Roh Dewi Kematian saat ini sudah snahat persis seperti Dewi Kematian itu sendiri jika memang sosok seperti itu ada. Temperamen Roh Dewi Kematian pun tampak berubah sepenuhnya.
Lin Yan pun langsung waspada. Naga Hitam yang ia ciptakan pun langsung bergerak ke arah belakang Roh Dewi Kematian. Jika dengan cara dua lawan satupun ia tidak mampu menghadapinya, sudah pasti mereka dalam bahaya saat ini. Dan dari aura Roh Dewi Kematian itu saja, Lin Yan paham bahwa jika Roh tersebut lepas, malapetaka akan terjadi.
“Kematianmu telah tiba!”
Zhep!
Roh Dewi Kematian pun langsung melesat ke arah Lin Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Sangat cepat!” Batin Lin Yan saat menatap dengan Mata Raja.
Zhep!
Lin Yan pun langsung bergerak dengan kecepatan tertinggi yang ia bisa hasilkan.
Keduanya langsung mengayunkan senjata masing-masing.
Tring! Tring! Tring!
Keduanya pun melancarkan serangan bersama-sama dan langsung menarik kembali secara bersamaan juga.
Benturan logam terdengar terus-menerus dalam waktu kurang dari lima detik.
Setelah itu, Naga Hitam dikendalikan oleh Lin Yan dan tiba di hadapan Roh Dewi Kematian.
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, tombak di lengannya di ayunkan saat Roh Dewi Kematian sibuk dengan Lin Yan.
Melihat itu, Roh Dewi Kematian hanya memiringkan kepalanya sambil mengayunkan sabitnya sekuat tenaga ke arah Lin Yan.
Crang!
Lin Yan kali ini merasakan berat yang lebih besar dari sebelumnya. Ia sadar bahwa tampaknya kekuatan Roh Dewi Kematian semakin lama semakin besar. Ia sadar bahwa itu karena faktor segel sebelumnya yang membuat tubuh Roh Dewi Kematian seperti kaku. Tetapi ketika memasuki pertarungan, kemampuannya pasti akan kembali perlahan-lahan.
Lin Yan terpental dan menancapkan tombaknya di tanah agar tubuhnya terhenti.
Zhep!
Roh Dewi Kematian tiba dibelakang Lin Yan sambil mengayunkan sabitnya ke arah leher Lin Yan.
“Jiwa Pelahap Raja Naga!”
Zhep!
Naga dikejauhan pudar dan Naga Hitam baru muncul di atas Lin Yan dengan tombak di tangannya.
Tring!
Zrrrrt! Zrrrt!
Roh Dewi Kematian menyipitkan matanya karena teknik Lin Yan memang sangat serbaguna. Ia paham bahwa teknik seperti itu tidak memiliki batas pertumbuhan sama sekali karena tergantung pada kekuatan qi pengguna teknik.
Lin Yan langsung mencabut Tombak Pembunuh Naga lalu mengayunkannya ke arah Roh Dewi Kematian sekuat tenaga yang ia bisa setelah diselimuti oleh qi Petir Hitam yang sangat liar.
“Formasi Ketiadaan Kematian!”
Srak!
Bilah tombak Lin Yan langsung membelah Roh Dewi Kematian tetapi itu pudar menjadi pecahan qi.
Mata Lin Yan melihat ke sana ke mari untuk mencari keberadaan Roh Dewi Kematian. Ia sangat sadar bahwa akan sulit mengalahkan musuh, sebab, sudah pasti pengalaman pertarungan Roh tua seperti itu sudah sangat kaya, sudah pasti Roh Dewi Kematian telah memenangkan pertarungan tak terhitung jumlahnya sebelum dikalahkan oleh seseorang.
Lin Yan tidak menemukan Roh Dewi Kematian di mana-mana, karena itu, ia pun menoleh ke arah atas dan menemukan keberadaannya saat ini yang sedang terbang tinggi jauh di atas.
“Kau memang sangat kuat, kau memiliki potensi pertumbuhan tak terbatas karena memiliki kesamaan dengannya! Tapi..”
Roh Dewi Kematian menghentikan kata-katanya dan mengangkat sabitnya ke depan.
“Formasi Alam Kematian!”
Dung!
Qi mengerikan dalam jumlah yang sangat besar pun menyebar ke segala arah. Tidak sampai satu detik kemudian, Formasi yang menyelimuti seluruh tempat itu pun tercipta.
“Kau masih sempat mengkhawatirkan orang lain? Tidak ada tempat untuk kabur. Akan ku tunjukkan seperti apa kekuatan Roh yang telah mencapai level terkuat yang pernah ada!”
Saat kata-kata Roh Dewi Kematian jatuh, seluruh tempat pun berubah menjadi daerah yang digenangi oleh cairan yang tampak membentuk sebuah tangan menjulur ke arah atas di banyak tempat. Terlihat darah di mana-mana, tulang-benulang dan bahkan udara di tempat itu sangat menyesakkan.
“Ini..” wajah Lin Yan semakin muram saat melihat ke arah tengah tempat tersebut, di situ masih ada tiga pintu yang artinya, kekuatan Roh Dewi Kematian mampu mengubah tempat dalam sekejap.
Lin Yan pun tiba di depan Gu Yin yang sedang membawa Xia Yue'er yang tampak ketakutan dari waktu ke waktu.
“Terimalah kematianmu, wahai keturunan Naga Hitam Kehancuran!” Gumam Roh Dewi Kematian walaupun tidak di dengar oleh Lin Yan.
“Formasi Hutan Kematian!”
Mata Lin Yan melebar dan langsung membuat tekniknya juga bertahan dan juga langsung memeluk Gu Yin.
“Jiwa Pelahap Raja Naga!”
“Armor Naga Hitam!”
Jrezh!
Di semua tempat, benda tajam melesat ke arah langit mencapai tinggi dua puluh meter.
Zhep!
Tidak sampai dua detik, semua benda-benda tajam yang mulanya muncul pun kembali ke permukaan tanah dalam sekejap.
“Kedua Formasi ini memakan terlalu banyak qi dan energi spiritual. Juga, efeknya pun hanya sekuat 0,01% aslinya.” Batin Roh Dewi Kematian dan menatap ke arah tempat Lin Yan berada.
Kerutan muncul di dahi Roh Dewi Kematian saat melihat Naga Hitam yang di banyak tempat telah tertusuk oleh benda tajam.
Krak! Krak! Krak! Prang!
Naga Hitam tersebut runtuh seketika dan menampilkan Lin Yan yang memiliki banyak luka sambil memeluk Gu Yin.
Lin Yan menatap ke arah Roh Dewi Kematian dengan tatapan sangat dingin karena hampir saja melukai salah satu orang terpenting dalam hidupnya.
“Lin Yan..” Gu Yin gugup ketika melihat banyak bekas luka di tubuh Lin Yan yang tampak seperti di tusuk oleh banyak benda tajam.
Bahkan Xia Yue'er pun menutup mulutnya serta meneteskan air matanya.
Shhhhh!
Luka-luka Lin Yan perlahan mengeluarkan uap hitam karena ia langsung menutup luka dirinya menggunakan qi-nya sendiri. Walaupun begitu, itu hanya untuk menutup luka bukan menyembuhkan.
Lin Yan merasakan qi-nya turun drastis saat menggunakan qi-nya seperti itu. Ini adalah teknik yang dikembangkan olehnya untuk merangsang sel-selnya sendiri agar tumbuh lebih cepat menggunakan qi Petir Hitam tetapi membutuhkan sangat banyak qi.
“Oh? Kalian masih selamat, tetapi serangan berikutnya tidak akan mungkin!”
“Formasi Rantai Kematian!”
Rantai-rantai hitam pun perlahan muncul dari dalam tanah dalam jumlah yang sangat besar. Jika itu melilit semua tempat yang ada, bisa dipastikan bahwa seseorang akan tewas dengan cara diremukkan.
“Ini adalah kemenanganku!” ucap Roh Dewi Kematian saat menggenggam tangannya dan semua rantai bergerak dalam sekejap.
“Celaka!” Batin Lin Yan.
Gu Yin pun melebarkan matanya karena tau bahwa riwayat mereka akan tamat ketika semua rantai tersebut melilit semua tempat.
“Tidak!”
Teriakan seseorang terdengar dan itu adalah teriakan Xia Yue'er yang secara naluriah mencoba bertahan dari kematian.
Cahaya menyilaukan terpancar dari tubuh Xia Yue'er saat ia menggunakan kekuatannya.
Dung!
Semua yang ada di sana tampak terhenti selama kurang dari sedetik.
Bussssh!
Energi spiritual bercampur qi Cahaya pun menghempaskan semua yang ada di sana yang membuat rantai-rantai tersebut hancur berantakan.
Roh Dewi Kematian pun mengangkat tangannya untuk menghalau energi spiritual yang begitu murni tersebut.
“Roh itu.. tidak salah lagi, aku tidak akan menyangka akan bertemu denganmu lagi, Roh Dewi Peri! Atau lebih tepatnya, Roh Dewi Kehidupan!”