Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 295 - Target Selanjutnya



Perkataan Xia Yue'er membuat Canglan membatu di tempat. Saat ini ia tau mengapa temperamen dan sikap Lin Yan mengingatkannya pada seseorang tertentu yaitu kepada Lin Ming saat dia masih aktif di dunia kultivator.


“Apa.. apa kau benar cucu dari Senior Lin Ming?” Tanya Canglan dengan wajah yang sangat terkejut.


Lin Yan melirik ke arah Xia Yue'er dengan tatapan tidak puas karena Roh mungil tersebut sangatlah suka berbicara dan membongkar rahasianya.


“Ya. Aku adalah cucunya. Tetapi jangan katakan hal ini kepada siapapun. Aku tidak ingin para kultivator lain melihatku hanya karena ketenaran kakek dan nenekku.” ucap Lin Yan acuh tak acuh.


Canglan menghela nafas panjang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Ia hanya mengangguk dan mengerti alasan Lin Yan tidak ingin dilihat hanya karena dia cucu seorang legenda dari Klan Lin.


“Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah ini?” Tanya Canglan lagi.


“Aku ingin mengelilingi Benua Saint dan mencari beberapa rekanku. Kami terpisah sebelumnya. Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah ini? Apakah ada alasan mengapa Sekte Wayang mengincarmu meskipun kultivasimu telah jatuh?” Tanya Lin Yan balik.


Canglan terdiam sejenak lalu menghela nafas panjang. “Aku tau kenapa mereka mengincarku, itu pasti dikarenakan Wayang milikku yang masih bisa digunakan sampai saat ini.”


“Hm? Wayang seperti apa itu? Apakah itu sama seperti yang digunakan oleh kultivator sebelumnya?” Tanya Xia Yue'er. Jika itu sama, maka ia pasti akan meremehkannya.


“Tidak. Wayang yang aku ciptakan terbuat dari binatang roh dan juga mineral yang sangat langka sehingga sangat sulit untuk dihancurkan. Aku membutuhkan waktu ratusan tahun hanya untuk mencari semua bahan-bahan pembuatan Wayang dan membutuhkan waktu lebih dari dua tahun hanya untuk membuatnya.” ucap Canglan.


“Oh?” Lin Yan sedikit tertarik ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Canglan. Ia pun berpikir apakah ia perlu membantu Canglan memulihkan kultivasinya atau tidak.


“Apa kau ingin kekuatanmu kembali seperti semula?” Tanya Lin Yan.


Mata Canglan melebar ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan. “Apakah ada cara untuk memperbaiki Akar Spiritual yang lumpuh?” Tanyanya buru-buru.


“Tentu ada caranya. Namun, kemungkin kualitas Akar Spiritual milikmu akan turun sedikit, aku belum pernah mencoba melakukan hal ini tetapi aku memiliki pengetahuan untuk melakukannya.” Balas Lin Yan dan mengingat tentang kemampuan pengobatan yang diajarkan oleh neneknya Lin Xi ketika ia masih muda.


Walaupun Lin Yan belum pernah mempraktekkannya, ia tidak ragu dengan kemampuan pengobatan yang diajarkan oleh neneknya.


“Tidak masalah! Jika itu memang bisa memulihkan kultivasiku.” ucap Canglan tidak keberatan sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Itu lebih baik dari pada carat seperti sekarang.


“Jika begitu, ayo kita pergi ke suatu tempat untuk mencari bahan-bahan yang dibutuhkan.” Lanjut Lin Yan.


Canglan pun langsung berbicara kembali karena hal tersebut menyangkut masa depannya juga. Ia masihlah sangat muda jika dibanding dengan kultivator setingkat dirinya di masa lalu, ia dianggap sebagai jenius terbaik dari Sekte Wayang tetapi berakhir tragis hanya karena tidak menyetujui cara Sekte Wayang membuat sebuah Wayang. “Bahan seperti apa yang dibutuhkan?”


“Bunga Akar Qi.”


“Rumput Spiritual.”


“Bunga Akar Qi?” Canglan sedikit berkerut dan langsung memeriksa cincin ruang miliknya. Ia pun mengeluarkan sebuah bunga dengan tangkai yang sangat panjang dan selalu memancarkan qi.


“Oh? Tampaknya kau memiliki salah satu bahan. Jika seperti itu, kita hanya perlu mencari dua bahan lainnya. Juga, usia Bunga Akar Qi milikmu jauh melebihi harapan yang aku pikirkan.” ucap Lin Yan dengan senyum kecil.


“Aku mendapatkan herbal ini ketika memasuki Kebun Herbal Cabang Pertama Sekte Wayang. Juga.. seper apa bentuk kedua herbal lainnya? Aku tidak pernah mendengarnya sama sekali.” ucap Canglan sedikit canggung karena ia adalah ahli boneka bukan ahli herbal.


Lin Yan pun mengeluarkan sebuah buku dan membolak-balik halaman. Ia pun langsung menunjukkan Rumput Spiritual dan Jantung Pohon Spiritual.


“Aku pernah melihat Jantung Pohon Spiritual ini di sana juga! Sekte Wayang tampak sangat menghargai herbal ini karena dikatakan bahwa itu dapat membuat Akar Spiritual bisa berevolusi ke level selanjutnya.” Canglan tidak menduga bahwa herbal yang dibutuhkan oleh Lin Yan akan ia lihat juga di Kebun Herbal milik Sekte Wayang di Cabang Pertama.


“Oh? Jika seperti itu, ayo kita pergi ke sana dan merebutnya. Apakah kau yakin dengan herbal itu? Dan juga, seberapa besar herbal itu terakhir kali saat kau melihatnya?” Tanya Lin Yan.


“Ya, aku yakin itu herbal yang sama. Ukurannya telah mencapai panjang setengah meter.” jawab Canglan.


Mata Lin Yan sedikit menyipit ketika mendengar ukuran yang dikatakan oleh Canglan. Ia pun menaikkan sudut bibirnya karena tau bahwa ketika Canglan menggunakan herbal itu nantinya, sesuatu yang tidak terduga akan terjadi karena Jantung Pohon Spiritual adalah bahan utama untuk memulihkan kondisi Akar Spiritual yang catat.


“Jika begitu, kita tidak perlu membuang waktu. Ayo pimpin jalan menuju Cabang Pertama Sekte Wayang.” ucap Lin Yan.


Canglan terdiam sejenak lalu menghela nafas panjang. Beberapa saat kemudian, ia pun membuka suara kembali. “Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang adalah kultivator yang sangat kuat dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap keempat.”


Mendengar apa yang dikatakan oleh Canglan, Lin Yan dan Xia Yue'er menaikkan sudut bibir mereka yang membuat Canglan sedikit bingung.


“Jika itu hanya tahap keempat Alam Raja, tidak akan ada masalah sama sekali.” ucap Xia Yue'er percaya diri.


Canglan terdiam dan menatap ke arah Lin Yan untuk mengkonfirmasi perkataan Xia Yue'er.


“Hei pria jelek! Apa kau tidak percaya dengan putri ini?” Tanya Xia Yue'er sangat marah. Meskipun dalam keadaan marah, ia masih terlihat sangat imut.


Canglan merasa canggung dan sedikit malu. Ia tidak bisa membalas apa-apa ketika Xia Yue'er memanggilnya pria jelek. Karena Xia Yue'er masihlah terlihat seperti anak-anak, ia tidak terlalu memikirkan perkataan Xia Yue'er yang sangat pedas.


“Itu tidak masalah sama sekali. Ayo kita pergi, kultivator setingkat itu tidak akan bisa menghalangi kami meskipun dia menggunakan Wayang sekalipun.” Lin Yan pun berbicara dengan senyum kecil di wajahnya karena sangat yakin dengan kultivasinya saat ini yang telah mencapai tingkat Alam Langit tahap kesembilan serta Xia Yue'er tingkat Alam Langit tahap kedelapan, ketika mereka melakukan Fusi, kekuatan mereka akan setara dengan para kultivator tingkat Alam Raja tahap keempat.


Mendengar apa yang Lin Yan katakan, Canglan tidak membantah sama sekali karena ia tentu paham pemuda seperti apa Lin Yan sebenarnya. Ia tau bahwa Lin Yan bukan sosok yang suka membesar-besarkan kekuatannya.


“Jika begitu, ayo kita pergi!” ucap Canglan serius dan langsung memimpin jalan.


Lin Yan pun langsung mengikuti Canglan dengan Xia Yue'er yang masih duduk di atas kursi VIP miliknya.