Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 214 - Proposal



Klan Gu


Nama Lin Yan membuat Gu Rong dan tiga Tetua memasang wajah serius. Tatapan mereka kini tertuju pada Lin Yan yang tampak santai sepanjang waktu.


“Apa maksudnya ini Patriak? Kenapa harus bocah ini? Apakah Anda lupa bahwa dialah penyebab semua hal yang menimpa klan Gu terjadi?” Tetua Gu Rong memasang wajah gelap saat menatap ke arah Lin Yan.


Begitu juga dengan tiga Tetua lainnya. Tentu mereka tidak menyukai Lin Yan karena menjadi pembawa bencana bagi klan Gu.


Alis Lin Yan naik sedikit saat mendengarnya. Ia memang mengakui bahwa ialah yang membuat masalah setahun yang lalu. Tetapi, apakah perlu untuk mengungkit peristiwa yang telah terjadi? Lagi pula semenjak klan Gu pindah ke Kerajaan Bulan, klan Gu pasti mendapatkan banyak hal karena dibuat istimewa oleh Kerajaan Bulan, itu juga karena hubungan klan Gu dengan klan Li yang merupakan pengelola Asosiasi Alkemis.


Dan keempat Tetua tersebut tidak mengerti bahwa mereka semua dihargai karena hubungannya dengan klan Li.


“Apa maksudmu berbicara seperti itu Tetua Gu Rong?” Tanya Gu Shen dengan kerutan diwajahnya.


“Kalian harus mematuhi cara leluhur kita menjaga garis darah klan Gu!” Balas Tetua Gu Rong dan menatap tiga Tetua lainnya untuk meminta pendapat.


Ketiga Tetua mengangguk setuju dengan perkataan Tetua Gu Rong. Tentu mereka ingin melakukan cara yang sudah dibuat oleh leluhur mereka untuk menjaga garis darah tetap murni.


“Lalu, apa yang ingin kau katakan Tetua Gu Rong? Aku tidak percaya bahwa kau hanya akan menjelaskan hal itu saja.” Kali ini, Patriak klan Gu pun membuka suara lagi karena tau bahwa Tetua Gu Rong memiliki permintaan lainnya selain melarang pernikahan anggota klan dengan orang luar.


“Aku melihat bahwa Gu Yin saat ini telah mencapai tingkat Alam Bumi tahap keenam yang artinya dia dianggap sebagai jenius kelas atas dari klan Gu. Agar menghasilkan keturunan yang lebih baik lagi, aku menyarankan agar menikahkan Gu Yin dengan Gu Lang, salah satu pemuda jenius di klan Gu. Aku yakin keturunan mereka akan membawa kejayaan bagi klan Gu nantinya!” Tetua Gu Rong pun langsung mengatakan niatnya.


Semua yang ada di ruangan tersebut terkejut dengan permintaan Tetua Gu Rong terutama untuk Gu Yin.


“Lebih baik aku tidak menikah seumur hidup dari pada bersama dengan orang itu!” Gu Yin berkata dengan wajah gelap sambil menatap ke arah Tetua Gu Rong.


“Oh? Apakah kau tidak mau memberikan kontribusi kepada klan Gu? Aku bertanya-tanya apakah kau itu adalah anggota klan Gu atau tidak.” Balas Tetua Gu Rong melirik ke arah Gu Yin.


“Jangan berbicara seenaknya Tetua Gu Rong! Apakah kau ingin memancing amarah kami?” Kali ini Gu Mien lah yang berbicara dengan nada yang sangat dingin.


“Apakah kalian semua tidak ingin membuat kemajuan bagi klan Gu? Ini demi klan, semua Patriak sebelumnya juga melakukan hal yang sama! Bukankah begitu Patriak?” Tanya Tetua Gu Rong menatap ke arah Patriak klan Gu.


Patriak klan Gu terdiam. Memang benar apa yang dikatakan oleh Tetua Gu Rong. Tetapi, meskipun ia adalah Patriak, ia tetap adil terhadap anggota klan dan anggota keluarganya.


“Tetapi, aku tidak bisa memaksakan kehendakku terhadap Yin'er. Jalan hidupnya dialah yang pilih, bukan aku.” Lanjut Patriak klan Gu yang membuat senyum Tetua Gu Rong pudar.


Anggota keluarga Gu Yin tersenyum semuanya karena mereka tentu tau bagaimana sifat Patriak klan Gu.


“Apa maksud Anda Patriak? Apakah Anda tidak mau memajukan klan Gu? Kami empat Tetua datang dengan niat baik kali ini, kenapa Anda tidak mempertimbangkannya? Selain dari Gu Lang, apakah ada anggota klan Gu lainnya yang cocok?” Tanya Tetua Gu Rong mencoba menekan permintaannya sekali lagi.


“Kau benar, Gu Lang adalah salah satu pemuda berbakat dari klan Gu yang telah mencapai tingkat Alam Langit tahap pertama di usia 22 tahun. Tetapi tetap saja aku tidak bisa memaksakan apapun.” Patriak klan Gu menggelengkan kepalanya dan mencoba untuk tetap bersabar menghadapi anggota klan-nya.


Wajah Tetua Gu Rong semakin gelap mendengarnya. Ketika ia hendak berbicara, suara yang tidak ia harapkan terdengar.


“Jenius di umur 22 tahun dengan tingkat kultivasi Alam Langit tahap pertama? Jika dia dianggap jenius, lalu aku ini apa? Aku masih berusia 16 tahun dan telah mencapai tingkat Alam Bumi tahap ketujuh. Tidak lama lagi aku akan menembus juga.” Kali ini Lin Yan pun berbicara dan melanjutkan, “Lagi pula, aku tidak seperti anggota klan atau Sekte yang mulai berkultivasi di usia 12 tahun, aku memulai jalan kultivasi diumur 14 tahun.”


Kata-kata Lin Yan membuat empat Tetua terdiam di tempat. Tentu mereka sadar apa maksud dari perkataan Lin Yan. Jika Gu Lang dianggap jenius, maka Lin Yan sudah bisa disebut jenius diantara para jenius.


“Ini bukan urusanmu, bocah! Kau adalah orang luar dan tidak memiliki hak untuk berbicara urusan di klan Gu!” Balas Tetua Gu Rong dingin.


“Kenapa ini bukan urusanku? Bagaimana jika seperti ini? Kau tau bukan jika Patriak, Tetua Agung dan Tetua Gu Shen ingin menjodohkan aku dengan Gu Yin. Biarkan aku bertarung dengan seseorang yang bernama Gu Lang untuk menentukan kelayakan. Jika aku kalah, aku akan mundur. Sederhana bukan? Lagian ini adalah keuntungan untuk Gu Lang yang kau sebutkan. Dia lebih tua enam tahun dari pada aku dan keuntungan lainnya baginya adalah tingkat kultivasinya yang telah mencapai tingkat Alam Langit tahap pertama.” Lin Yan membuat proposal dengan senyum diwajahnya.


Patriak, Tetua Agung klan Gu, Gu Shen, Gu Mien dan Gu Lan hanya diam saat mendengar Lin Yan membuat proposal. Tentu saja mereka tau Lin Yan seperti apa. Bahkan di waktu setahun yang lalu, Lin Yan telah membunuh satu kultivator kuat, yaitu Patriak klan Meng.


Dan juga, Patriak, Tetua Agung klan Gu serta Gu Shen sudah tau bagaimana hasilnya hanya menatap ke arah Xia Yue'er yang sedang asik bermain sendiri di bahu Lin Yan tanpa menghiraukan percakapan mereka.


“Baik! Kami menerima tawaranmu! Jangan menyesal jika kau kehilangan lengan bocah! Besok kau akan bertarung dengan Gu Lang!” Ucap Tetua Gu Rong dengan sedikit niat membunuh. Ia pun langsung berdiri dan keluar dari ruangan tersebut diikuti oleh Tiga Tetua lainnya dengan wajah dingin saat menatap ke arah Lin Yan.


Lin Yan hanya menaikkan sudut bibirnya. “Kau berani mengeluarkan niat membunuh padaku? Lihat nanti apa yang akan aku lakukan!” Batinnya.


“Siapa Gu Lang?” Tanya Lin Yan kepada Gu Yin yang berada di sebelahnya yang memasang wajah kesal setiap waktu.


“Dia putra Tetua Gu Rong yang tadi.” Balas Gu Yin dengan wajah cemberut karena sangat membenci seseorang yang bernama Gu Lang.


“Oh? Aku ingin bertanya kepada kalian, lebih tepatnya meminta izin. Apakah aku bisa membereskan Gu Lang?” Tanya Lin Yan yang membuat semua yang ada di dalam ruangan terdiam karena mereka tentu paham permintaan Lin Yan adalah membereskan anggota klan mereka sendiri.