Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 134 - Babak Penyisihan (3)



“Pemenangnya adalah peserta nomor 39!” Teriak Tetua tersebut tidak terlalu kuat.


Semua murid yang berada di grup 8 terkejut dengan pergantian peristiwa. Mereka sekali lagi terkejut bahwa ada murid dengan tingkat kultivasi Alam Roh tahap ketiga mampu mengalahkan musuh dua tahap darinya.


Banyak murid pria yang memiliki mata berbinar ketika melihat Gu Yin karena wanita seperti itu tentu saja akan menarik minat siapa saja. Selain cantik, Kultivasi tinggi di usia muda, kekuatan bertarungnya pun sangatlah tinggi.


Gu Yuena yang menatap itu dari jauh tersenyum kecil. Ia sudah yakin bahwa Gu Yin tidak akan kalah melawan murid seperti itu karena dirinya juga mungkin akan kalah jika tidak berhati-hati di tangan sepupunya itu yang selalu berlatih dengan giat serta memaksakan dirinya agar diakui oleh seseorang.


“Usahamu telah membuahkan hasil, adik kecil..” Batin Gu Yuena, ia bangga dengan kemenangan sepupunya itu.


Sementara Huan Caiyi hanya tersenyum dan melirik sekilas ke arah Lin Yan untuk melihat responnya.


Lin Yan yang menatap itu pun melebarkan sedikit matanya. Ia tau bahwa Gu Yin akan menang walaupun mungkin itu adalah kemenangan yang mungkin dipaksakan. Tetapi ia tidak menyangka bahwa Gu Yin hanya akan disudutkan dalam waktu singkat sebelum meraih kemenangan.


“Huft..” Gu Yin menghembuskan nafasnya lalu menyimpan pedangnya ke cincin ruang. Ia pun perlahan berjalan keluar dari arena dengan anggun.


Para pria menatapnya dengan panas karena sudah membuat Gu Yin menjadi target untuk dikejar.


Gu Yin yang sudah keluar pun langsung menghampiri Lin Yan dan menatapnya dengan seksama di jarak hampir satu meter.


Semua murid pria di grup 8 menatap Lin Yan dengan tatapan kebencian karena seorang Dewi Salju kemungkinan akan diambil tepat di depan mata mereka.


Lin Yan awalnya bingung kenapa Gu Yin menatapnya seperti itu, tetapi ketika melihat mata wanita itu yang tampaknya berharap akan sesuatu, ia pun menghela nafas lelah.


Lin Yan tidak mengatakan apapun dan hanya menepuk-nepuk kepala Gu Yin dengan lembut sambil tersenyum tulus.


Jantung Gu Yin berdetak cepat karena tau bahwa Lin Yan memujinya walaupun caranya berbeda. Dan menatap senyum Lin Yan, ia pun membatu karena terlena.


“Kemarilah.. aku akan mengobati lukamu.” Lin Yan pun mengeluarkan beberapa benda yang tampak seperti cairan lengket di dalam sebuah wadah kecil.


“Um..” Gu Yin yang tersadar mengangguk kecil.


Lin Yan membawa Gu Yin ke tempat duduk yang disediakan untuk para peserta menunggu giliran. Ia pun langsung merobek sedikit pakaian di dekat bahu Gu Yin dan mengoleskan benda lengket tersebut lalu menutupnya dengan sebuah kain putih yang digulung dengan rapi ke bahu Gu Yin.


Para pria menatap Lin Yan dengan iri karena Lin Yan terlihat seperti pangeran yang sedang membantu kecantikan yang terluka.


“Selesai.. jika nanti kau bertemu dengan murid yang lebih kuat, jangan memaksakan diri. Lebih baik menyerah, bukanya aku meremehkanmu tetapi lebih baik dari pada terluka,” ucap Lin Yan lagi.


“Dia khawatir padaku!” Teriak Gu Yin dalam hati.


“Um.. baiklah.” Gu Yin mengangguk kecil dengan rona merah di pipinya.


Di tempat jauh, Gu Yuena yang menatap itu sedikit tercengang. “Ternyata Lin Yan bau itu bisa juga memperlakukan seorang wanita!” Serunya dalam hati tidak percaya.


Adegan romantis itu membuat semua pria di grup 8 marah karena Dewi Salju yang hendak mereka dekati telah di klaim oleh seorang bocah pendek. Semua murid pria yang menatap itu mengutuk Lin Yan agar menjadi babi sembilan generasi.


“Pertandingan selanjutnya nomor 2 dan 4!” Teriak Tetua yang membuat Lin Yan berdiri dan berjalan perlahan ke arena.


“Hati-hati, Lin Yan..” Bisik Gu Yin dengan suara seperti nyamuk karena masih berbunga-bunga oleh perlakuan Lin Yan dan juga karena rasa malunya.


Lin Yan berhenti lalu berbalik. Ia mengangguk kecil dengan senyum tipis. Setelah itu, ia bergegas masuk ke dalam arena.


Tidak ada yang berbicara sama sekali. Karena itu, Tetua tersebut pun langsung memulai pertandingan.


Di tempat murid yang menunggu giliran, terlihat saat ini beberapa murid pria yang mendekati Gu Yin karena Lin Yan sedang bertarung.


“Hei nona, siapa namamu?”


“Apakah kau memiliki waktu setelah ini?”


“Aku adalah tuan muda klan..”


“Kau terlihat seorang Dewi..”


“Apakah kau tertarik dengan..”


Banyak pertanyaan yang dilontarkan ke arahnya yang membuat Gu Yin merasa risih. Tetapi ia tetap diam dan tidak menjawab, ia mengabaikan mereka semua dan fokus menatap pertandingan Lin Yan.


Huan Caiyi dan Gu Yuena yang menatap itu juga terkejut karena Gu Yin langsung populer di kalangan murid pria.


Salah satu murid pria tidak terima ketika Gu Yin mengabaikannya. “Dasar ja*lang! Tidak pernah ada yang menolak tuan muda ini!” Batin murid tersebut. Ia pun melihat tokennya dan tersenyum sinis karena ia akan melawan Gu Yin selanjutnya.


“Pemenangnya peserta nomor 4!” Teriak Tetua tersebut saat Lin Yan menghancurkan musuhnya ke arah lantai menggunakan teknik bertarung tangan kosong.


“Cukup sulit jika tidak menggunakan qi petir dan tombak.” Batin Lin Yan saat berjalan keluar dari arena.


Hanya kultivator tingkat Alam Roh tahap kedelapan yang mampu memaksanya untuk menggunakan kekuatan penuhnya. Jika tidak, hampir tidak ada kultivator tingkat Alam Roh tahap ketujuh yang mampu melawan Lin Yan kecuali kultivator tersebut memiliki kemampuan bertarung melebihi dua tahap diatasnya.


Lin Yan pun datang ke tempat Gu Yin berada dan merasa heran bahwa kali ini wanita aneh itu langsung populer di kalangan pria seperti Gu Yuena.


Karena Lin Yan menatapnya dengan aneh, Gu Yin menjadi gugup lalu menatap semua pria di sekitarnya dengan tatapan maut untuk mengusir mereka semua. Itu adalah isyarat bahwa seseorang yang memilikiku telah datang, jangan lakukan sesuatu yang bisa membuat jadi salah paham.


Jika Lin Yan mengetahui pemikiran Gu Yin, ia pasti tidak bisa berkata-kata karena ia tidak pernah memikirkan hal seperti itu.


Para murid pria merasa canggung saat menatap mereka bergantian dengan tatapan membunuh. Semuanya minggir dan membiarkan Lin Yan mendekat, mereka semua terus mengutuk Lin Yan dalam hati dan ingin mencekik Lin Yan hingga tewas.


Lin Yan tetap memasang wajah seperti biasa seolah-olah tidak ada yang terjadi. Hal itu membuat Gu Yin sedikit cemberut tetapi tidak berbicara apapun.


Pertandingan terus berlanjut. Lin Yan melihat semuanya dengan seksama untuk mempelajari cara bertarung mereka semua untuk memperkuat dirinya. Hal itu bisa menjadi pelajaran yang penting jika seseorang menyadarinya.


“Pertandingan selanjutnya, peserta nomor 35 dan 39!”


“Berhati-hatilah,” ucap Lin Yan.


“Um.” Gu Yin mengangguk dengan senyum lalu berjalan perlahan menuju Arena.


Lin Yan juga melihat musuh Gu Yin kali ini. Karena yang lemah telah tereleminasi setengah, kali ini Gu Yin melawan pria dengan tingkat kultivasi Alam Roh tahap keenam.


Mata Lin Yan menyipit saat melihat aura hitam yang tandanya bahwa murid itu memiliki niat buruk kepada Gu Yin. Karena tau bahwa hampir tidak mungkin Gu Yin untuk memenangkan pertarungan, ia pun berdiri dan menonton dari dekat.