
Pulau Es Utara
Dihadapan Lin Yan saat ini, terlihat Gu Yuena dan Gu Yin yang bersiap-siap untuk melawannya.
Lin Yan merasa jengkel dengan sikap Xiao Ziya. Ia akan mendisiplinkan Roh itu nanti ketika bertemu.
“Siapa kau? Jawab sekarang atau kami akan memenggalmu.” Gu Yuena berkata dengan nada dingin. Ia mengarahkan Pedang Kembar Chi ke arah Lin Yan saat qi-nya perlahan bocor.
“Tingkat Alam Langit tahap ketiga.” Batin Lin Yan dan merasa heran dengan peningkatan Gu Yuena dan Gu Yin. Ia telah menggunakan sumber daya yang sangat banyak tetapi tetap saja kultivasinya hanya setara dengan mereka berdua.
Namun, memikirkan kembali tentang Sekte Istana Salju dan betapa kuatnya seorang Tetua bernama Mu Rou, sudah pasti untuk membuat para murid Sekte Istana Salju menjadi sekuat itu tidak akan sulit.
Sebelumnya, Lin Yan ingin menjelaskan siapa dirinya. Tetapi, ia berubah pikiran karena ingin menguji kekuatan mereka berdua.
Karena gaya bertarungnya mungkin dikenali oleh Gu Yuena dan Gu Yin, ia merubahnya sedikit. Jika saja ia menggunakan cara bertarungnya yang biasa, sudah pasti keduanya akan curiga bahwa dirinya adalah seseorang yang menangkap Lin Yan dan mengambil semua yang ada pada Lin Yan walaupun sebenarnya dirinyalah Lin Yan.
“Kakak, aku merasakan keakraban tertentu darinya walaupun aku tidak tau apa itu.” Gu Yin membuka suara.
Alis Gu Yuena naik sedikit ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Gu Yin. Namun, karena sepupunya itu tidak tau apa itu, maka mungkin keakraban yang dirasakan oleh Gu Yin hanyalah kebetulan belaka.
Karena tidak ingin jati dirinya terbongkar, Lin Yan pun memikirkan cara memodifikasi tekniknya. Lalu, ia teringat tentang Formasi yang ada di gudang teknik Formasi milik Xia Yue'er. Ia pun tersenyum karena tentu dapat menyamarkan semua tekniknya.
Karena Lin Yan hanya diam saja, Gu Yuena yang tidak sabar pun membuat kuda-kuda menyerang. Ia tidak ingin menghabiskan waktu untuk berada di tempat tersebut mengurusi seorang penyusup. Ia ingin berlatih kembali karena ingin melampaui sepupunya Gu Yin.
“Pedang Chi, Tebasan Angin Salju!”
Sraing!
Gu Yin sedikit terkejut bahwa sepupunya akan langsung menyerang.
Bilah es berwana biru pun melesat ke arah Lin Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi, qi yang terpancar dari bilah tersebut pun sangatlah kuat.
Menatap itu, Lin Yan pun langsung mengaliri qi-nya bercampur dengan Formasi berbasis Cahaya yang membuat qi Petir miliknya berubah warna.
Dung!
“Formasi Cahaya, Dinding Cahaya Petir!”
Duar!
Bilah qi yang dilancarkan oleh Gu Yuena pun di tahan oleh Lin Yan dengan begitu mudahnya. Tentu hal itu dikarenakan oleh panas yang terpancar dari petir yang tercipta melalui Formasi yang dibuat oleh Lin Yan.
Sekuat apapun teknik elemen Es, itu akan tetap melemah dalam jumlah tertentu jika bentrok dengan sesuatu yang memiliki panas. Dan qi Petir tentu menghasilkan panas dalam tingkat tertentu walaupun tidak sepanas elemen Api.
Menatap itu, Gu Yuena tidak heran sama sekali. Ia pun langsung hancur menjadi butiran salju.
“Butiran Salju!”
Zhep!
Di belakang Lin Yan, butiran salju memadat dengan kecepatan yang sangat tinggi membentuk sosok Gu Yuena.
“Bilah Es!”
Pedang Chi yang ada di tangan Gu Yuena dilapisi oleh qi Es yang teramat kuat ketika ia mengayunkannya dari atas ke bawah sekuat tenaga.
Lin Yan menaikkan sudut bibirnya karena ternyata Gu Yuena memang berkembang sangat banyak.
“Langkah Pemisah Bulan!”
Sraing!
Ketika Gu Yuena mengayunkan pedangnya, ia merasa bahwa dirinya telah menang karena telah berhasil membelah Lin Yan. Tetapi, matanya menyipit saat tubuh Lin Yan perlahan kabur.
Lin Yan muncul di belakang Gu Yuena dan langsung mengayunkan tinjunya karena tentu ia hanya ingin melihat sejauh apa kemampuan Gu Yuena.
Tetapi, ketika Lin Yan hendak mengayunkan tinjunya, Gu Yin yang sedari tadi diam pun menggunakan tekniknya juga.
“Hutan Es!”
Semua darah pun bergetar dan duri-duri es berwana hitam melesat ke arah langit kecuali tempat Gu Yuena berada.
Bussssh!
Lin Yan bereaksi tepat waktu. Tubuhnya di bawa ke arah langit oleh teknik yang dilancarkan oleh Gu Yin. Tetapi, karena teknik Armor Naga bercampur dengan Formasi pertahanan, ia sama sekali tidak terluka. Ia hanya merasakan sakit, jika itu kultivator setingkat yang sama dengannya, sudah pasti mereka akan tewas.
“Orang itu..” Batin Gu Yin karena tidak menyangka bahwa akan ada kultivator setingkat dirinya yang tidak terluka saat terkena tekniknya secara langsung. Juga, aura familiar yang ia rasakan semakin kuat. Qi-nya tampak seperti merasa bahwa qi Lin Yan adalah sesuatu yang ia cari.
Lin Yan yang melayang di udara menatap Gu Yin dengan senyum kecil. “Bagaimana dengan ini?” Batinnya saat mengangkat tangannya ke udara.
Dung! Dung!
“Formasi Petir, Amarah Sang Buddha!”
Dung!
Di atas langit, terlihat Buddha Raksasa yang tampak marah memercikkan petir putih dari semua bagian tubuhnya. Buddha tersebut pun mengayunkan tinjunya sekuat tenaga ke arah bawah.
Prang! Prang! Prang!
Hutan Es yang diciptakan oleh Gu Yin pun hancur dan tinju Buddha terus melesat ke arah Gu Yuena dan Gu Yin.
Dikejauhan, Xiao Ziya yang menatap itupun melebarkan matanya. Ia tidak menyangka bahwa Lin Yan akan begitu mudah memodifikasi teknik Formasi Roh Peri.
“Yue’er.. tampaknya Lin Yan memang sangat hebat dalam hal Formasi. Walaupun kekuatan teknik Formasi itu hanyalah 70% dari aslinya, tetap saja itu luar biasa.” Puji Xiao Ziya.
“Hmp! Apakah kau berpikir bahwa Lin Yan itu selemah dirimu? Ingat, dialah yang mengalahkan mu sebelumnya.” Balas Xia Yue'er mendengus ke arah Xiao Ziya.
Xiao Ziya sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Xia Yue'er. Ia hanya terus menonton pertunjukan yang sedang terjadi.
Sementara itu, Gu Yuena dan Gu Yin menatap dengan serius ke arah Buddha Raksasa yang tampak sangat marah sambil mengayunkan tinjunya.
“Yin’er..” Gumam Gu Yuena saat membuat kuda-kuda untuk menyerang ke arah langit.
“Ya, aku paham.” Balas Gu Yin saat membuat kuda-kuda untuk menyerang yang sama dengan Gu Yuena.
“Tebasan Embun Salju!”
Sraing! Sraing!
Gu Yuena dan Gu Yin pun mengayunkan Pedang Kembar Chi bersama-sama ke arah tinju Buddha Raksasa yang telah sangat dekat dengan mereka.
Srak! Srak!
Tinju serta Buddha Raksasa itupun terbelah dalam sekejap. Tebasan keduanya terlihat sangat kabur layaknya sebuah embun. Serangan itu tidak berhenti sama sekali dan terus menerjang ke arah Lin Yan yang berada di udara.
“Serangan yang luar biasa kuat!” Batin Lin Yan. Ia pun mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah bilah tak kasat mata tersebut. Dengan Mata Raja, ia tentu dapat melihatnya.
“Formasi Cahaya, Ledakan Cahaya!”
Wusssh!
Sinar cahaya yang begitu menyilaukan pun langsung menyapu kedua teknik tebasan Gu Yin dan Gu Yuena.
Bom!
Ledakan besar terjadi dan badai qi pun menyapu ke segala arah.
Gu Yuena dan Gu Yin yang berada di bawah memasang wajah serius karena teknik gabungan mereka berdua dapat ditahan begitu saja oleh Lin Yan.
Ketika badai qi telah lenyap, terlihat Lin Yan yang saat ini masih melayang di langit. Ia pun telah membuat Formasi untuk membatalkan Formasi milik Xiao Ziya di tubuhnya karena merasa tidak perlu lagi melanjutkan pertarungan.
“Kalian berdua telah bertambah kuat. Lama tidak bertemu, Yin'er.. Na’er..” ucap Lin Yan dengan senyum kecil diwajahnya.
Mendengar suara Lin Yan, Gu Yin dan Gu Yuena membatu di tempat. Keduanya tentu tidak akan lupa dengan suara Lin Yan walaupun saat ini Lin Yan tampak seperti seorang pria tidak dikenal.
“Kau.. kau..” Gu Yuena tidak tau harus berkata apa karena merasa heran bahwa seseorang yang ia lawan ternyata adalah Lin Yan.
Sementara itu, mata Gu Yin berkaca-kaca karena sekarang paham dari mana asal keakraban dari Lin Yan. Tentu itu disebabkan oleh Lin Yan adalah suaminya yang ia cari selama ini.