
Petir hitam terus-menerus menyambar di mana-mana ketika Lin Yan menerobos tingkat Alam Raja tahap pertama. Tidak hanya itu, petir hitam kemerahan pun meledak ke segala arah dan mencoba menekan semua yang ada di tempat tersebut.
Rong Ku dan Roh Kontrak-nya pun memasang wajah sangat gelap ketika merasakan aura tersebut.
“Sial! Dari mana bocah ini datang? Hanya satu diantara sejuta kultivator yang memiliki qi Raja! Dia pasti memiliki identitas tidak sederhana. Bahkan Roh Kontrak-nya pun berasal dari garis darah Kerajaan! Kita telah salah melawan dan mencoba memburunya!” ucap Rong Ku dengan wajah yang sangat gelap.
“Apakah dia dari Klan Kuno Xiao? Dia adalah bintang roh campuran!” Roh Pelahap Jiwa pun sedikit ketakutan saat ini. Meskipun ia adalah Roh, tetap saja ia mengetahui tentang Empat Klan Kuno. Dan salah satunya diisi oleh binatang roh campuran yang disebut sebagai Demi-Human.
[1] Demi-Human adalah makhluk yang merupakan setengah manusia dan setengah binatang roh.
Sementara itu Canglan yang menatap itu pun menaikkan sudut bibirnya. “Sungguh layak sebagai anggota Klan Lin dan juga cucu dari Leluhur Tua Klan Lin, Lin Ming dan Lin Xi yang melegendaris!”
Sementara itu, terlihat Lin Yan yang saat ini dalam bentuk setengah naga. Petir hitam bercampur petir hitam kemerahan terus-menerus menyebar ke segala arah dari tubuhnya.
Terlihat Lin Yan yang saat ini tersenyum kejam. Ia tidak lagi merasakan kegembiraan, tetapi kemarahan. Ini adalah skill unik yang diajarkan oleh Lei Wang ketika ia masih berada di Daratan Utara yaitu mengubah kemarahan menjadi kekuatan.
“Kalian berdua sungguh membuatku muak! Karena kalian sangat ingin memburu Yue'er kecil, maka kalian akan menghadapi konsekuensinya, yaitu mati di ujung tombak ini!” ucap Lin Yan saat mengarahkan Tombak Pembunuh Naga ke arah Rong Ku.
Sebelum Rong Ku dan Roh Kontrak-nya bereaski, Lin Yan pun muncul dalam sekejap tepat dihadapan Rong Ku.
“Sangat cepat!” Batin Rong Ku terkejut luar biasa. Saat ini ia paham bahwa ketika Lin Yan menerobos ke tingkat Alam Raja tahap pertama, kekuatannya tampak bertambah tiga hingga empat kali lipat.
Lin Yan yang tiba di depan Rong Ku pun langsung mengayunkan tombaknya dengan gaya menusuk tepat ke arah kepala Rong Ku.
Trang!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Rong Ku mengangkat pedangnya dan menahan serangan Lin Yan dengan pedangnya. Tetapi ia melebarkan matanya ketika menatap Lin Yan membuka lebar-lebar mulutnya dan qi yang sangat menakutkan berkumpul dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Roh Pelahap Jiwa yang menatap itu pun muncul tepat di samping Lin Yan dan terlihat di tangan kanannya lingkaran Formasi telah tercipta.
Merasakan Roh Pelahap Jiwa muncul di sebelahnya, Lin Yan langsung memutar kepalanya ke samping dan berkata dengan nada yang sangat dingin.
“Kau sungguh mengganggu!”
“Bola Awal Kehancuran!”
Blar!
Ledakan besar pun tercipta dari mulut Lin Yan dan langsung menelan Roh Pelahap Jiwa.
“Arrrrrgggg!”
Teriakan keras terdengar saat Roh Pelahap Jiwa di bawa ke tempat yang sangat jauh oleh teknik yang dilancarkan oleh Lin Yan.
Sementara itu, Rong Ku yang menatap itu pun semakin muram dan langsung menggunakan kemampuan lainnya dari Jubah Ular miliknya.
“Jubah Ular, Sembilan Kepala Ular Bencana!”
Dalam jarak yang sangat dekat, sembilan kepala ular yang lumayan besar pun muncul lalu menembakkan qi yang teramat kuat.
“Formasi Cahaya, Pertahanan Cahaya!”
“Armor Naga Hitam!”
Blar!
Ledakan qi yang sangat kuat pun terjadi di udara ketika teknik Rong Ku menelan Lin Yan.
“Tombak Petir Neraka!”
“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”
Blar!
Layaknya Sambaran petir, Lin Yan pun muncul di depan Rong Ku dan sudah mengayunkan Tombak Pembunuh Naga.
“Jubah Ular, Pertahanan Delapan Segel Ular!”
Rong Ku dengan buru-buru menggunakan teknik pertahanan terkuat dari Jubah Ular miliknya.
Blar!
Jleb!
Teknik pertahanan tersebut pun langsung di tembus oleh tombak Lin Yan. Rong Ku yang mengetahui itu juga mencoba menghindar tetapi tidak sempat sama sekali. Namun, karena reaksinya yang sangat cepat, bahu sebelah kirinya pun di tusuk hingga tembus ke punggungnya oleh tombak Lin Yan.
“Dasar bocah sialan!” Rong Ku yang sangat marah pun mencoba untuk memusnahkan Lin Yan di jarak yang begitu dekat menggunakan Jubah Ular miliknya yang telah robek juga oleh Tombak Pembunuh Naga.
“Matilah!” Teriak Rong Ku saat Jubah Ular miliknya bersinar terang.
“Kaulah yang mati!” ucap Lin Yan saat naga hitam muncul di atas kepalanya dan langsung mengayunkan tombak ke arah kepala Rong Ku.
Jleb!
Rong Ku menegang di tempat karena tidak menyangka bahwa Lin Yan tidak perlu membuat ancang-ancang untuk membuat teknik menciptakan naga hitam dari qi.
Itulah betapa luar biasanya teknik tersebut sehingga tidak memiliki batas pertumbuhan sama sekali.
“Ledakan Petir Hitam!”
Blar!
Kepala Rong Ku pun meledak dalam sekejap tanpa tersisa sedikitpun. Ia bahkan tidak sempat untuk memohon diampuni dan kini sangat menyesal telah menantang seseorang seperti Lin Yan.
Mata Lin Yan melirik ke arah tempat Roh Pelahap Jiwa ia terbangkan sebelumnya.
Saat ini, terlihat Roh Pelahap Jiwa yang perlahan berdiri dengan tubuh gemetaran. Ia saat ini sudah ketakutan saat merasakan dengan seksama aura yang dimiliki oleh Lin Yan.
“Itu ternyata dia.. bagaimana bisa makhluk itu masih hidup di zaman ini? Mereka hanya ada di dalam cerita legenda para Roh.” Gumam Roh Pelahap Jiwa ketakutan saat menatap Rong Ku yang tanpa kepala perlahan terjatuh ke arah bawah. Ia saat ini membuat spekulasi bagaimana cara Lin Yan dapat mengkontrak Roh dengan garis darah Kerajaan karena dirinya sendiri pun memiliki garis darah yang tak tertandingi.
Karena ketakutannya, Roh Pelahap Jiwa pun langsung membuka Gerbang Roh untuk kembali ke dunianya.
“Ke mana kau ingin pergi?” Lin Yan muncul tepat di depan Gerbang Roh dan mengarahkan telapak tangannya ke arah Gerbang Roh.
“Formasi Cahaya, Empat Pilar Segel!”
Jreg! Jreg! Jreg! Jreg!
Empat pilar cahaya pun muncul mengelilingi Gerbang Roh dan menahannya untuk dibuka.
“Kau.. kau..” Roh Pelahap Jiwa pun perlahan melangkah mundur dengan tubuh gemetaran karena tidak menyangka bahwa Lin Yan bahkan mampu untuk menyegel Gerbang Roh walaupun ia tau bahwa itu hanya sementara.
“Berikutnya adalah giliranmu! Berikan penawar untuk Yue'er, atau aku akan membuatmu menderita selamanya!” Ancam Lin Yan saat qi Raja miliknya meledak ke segala arah dan menekan Roh Pelahap Jiwa.