Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 125 - Transaksi Besar



“Apa yang membawamu kemari, Lin Yan?” Tanya Li Wei dengan cara berbicara yang tampak sangat berbeda dengan pelanggan atau mitra bisnis lainnya. Tentu saja klan Li dan Asosiasi Alkemis tidak akan membiarkan rekan bisnis seperti Lin Yan pergi, karena itu pendekatan berbeda dibutuhkan.


Ini juga merupakan keuntungan jangka panjang, semua petinggi Asosiasi Alkemis yang berada di Daratan Utara tentu paham bahwa suatu hari nanti Lin Yan akan pergi dari Daratan Utara, dan ketika itu terjadi, Asosiasi Alkemis memberikan sesuatu agar bisnis mereka tetap berjalan walaupun Lin Yan keluar dari Daratan Utara.


Tentu saja hal itu dikarenakan spekulasi mereka tentang klan kuno Lin. Juga, dengan bakat yang ditampilkan oleh Lin Yan, mereka sadar bahwa identitas Lin Yan tidak sesederhana itu di klan kuno Lin meskipun para petinggi Asosiasi Alkemis masih bingung kenapa seseorang yang berbakat seperti Lin Yan menghabiskan waktu berkultivasi di tempat terpencil seperti Daratan Utara.


Gu Yuena sedikit terkejut saat melihat Li Wei karena sebagai putri dari kepala klan Gu, ia sudah pernah melihat Li Wei walaupun hanya dari gambar saja.


“Silahkan duduk terlebih dahulu.” Li Wei yang berdiri pun mempersilahkan Lin Yan duduk bersama dengan Gu Yuena, ia tentu saja sedikit tahu tentang putri dari kepala klan Gu yang sangat terkenal di Kerajaan Bintang.


Setelah Lin Yan duduk, ia pun langsung berbicara apa tujuannya datang ke Asosiasi Alkemis.


“Aku ingin menjual atau barter juga bisa dengan semua senjata yang aku miliki,” ucap Lin Yan tanpa basa-basi. Ia telah memikirkan semua hal tentang benda-benda yang ada di dalam cincin ruangnya. Untuk senjata sekelas pedang yang pernah dijualnya ke Paviliun Long atau pun yang lebih rendah, tidak ada gunanya menyimpannya.


“Oh?” Li Wei tentu saja terkejut karena tau bahwa Lin Yan pernah menjual beberapa senjata kuat kepada Paviliun Long. Senjata yang dijual Lin Yan tentu saja termasuk dalam kategori yang kuat tetapi untuk lokasi seperti Daratan Utara.


Gu Yuena tetap diam karena ingin tau juga senjata seperti apa yang hendak dijual oleh Lin Yan kepada Asosiasi Alkemis.


“Berapa banyak jumlah yang ingin kau jual?” Tanya Li Wei. Ia pun akhirnya serius karena merasa bahwa ini merupakan salah satu transaksi Lin Yan dengan Asosiasi Alkemis yang paling besar.


“Sekitar 50 senjata.” Lin Yan pun mengeluarkan dua pedang yang memiliki kelas berbeda.


“Ini adalah level senjata terkuat. Dan ini yang terlemah.”


Saat menatap kedua pedang, Li Wei tentu terkejut karena yang terlemah pun memiliki kelas yang setara dengan senjata seharga 3.000-5.000 batu spiritual. Dan untuk yang terkuat, tentu Li Wei tau bagaimana harga senjata seperti itu.


Walaupun bukan barang yang sangat langka seperti Batu Meteorit Hitam, tetap saja harganya sangatlah mahal.


Bahkan Gu Yuena pun terkejut dengan kedua pedang yang dikeluarkan oleh Lin Yan. Untuk pedang sekuat itu tentu saja ia mengetahuinya karena ayahnya yang merupakan Patriak klan Gu juga memiliki senjata pribadi sekelas itu.


Tetapi untuk Lin Yan, Senjata seperti itu tidaklah kuat karena bahkan tidak mencapai kelas Tombak Raja Langit miliknya.


Dan untuk senjata yang sekelas dengan Tombak Raja Langit dan yang lebih kuat tentu tidak diperdagangkan oleh Lin Yan karena jumlahnya juga sangatlah sedikit.


“Lin Yan.. dari.. dari mana kau mendapatkan senjata kuat sebanyak itu?” Gu Yuena tidak percaya bahwa Lin Yan mengatakan jumlahnya sekitar 50 buah.


Li Wei menatap Gu Yuena dengan seksama. Ia langsung mengerti bahwa wanita Gu itu tidak mengetahui asal Lin Yan sesungguhnya.


Gu Yuena tercengang mendengarnya dan tidak tau harus berkata apa karena surat rekomendasi yang di bawa Lin Yan waktu itu juga berasal dari kakek dan neneknya. Ia saat ini semakin mengerti bahwa kakek dan nenek Lin Yan sangatlah mengerikan sehingga memberikan Lin Yan senjata sekuat itu dalam jumlah yang banyak.


Itu bukanlah kubis cina, bahkan untuk Patriak klan kuat sekalipun, tidak akan mudah mengeluarkan jumlah kekayaan seperti itu.


Li Wei langsung menghitung jumlah kasar totol harga yang harus dibayar oleh Asosiasi Alkemis kepada Lin Yan.


“Bisakah aku memeriksa semua senjata yang ingin kau jual? Aku ingin menghitungnya.” Pinta Li Wei karena merasa sulit menghitung. Sebab, tidak tau berapa banyak kualitas senjata tertinggi dan yang lebih rendah.


Lin Yan mengangguk kecil. Ia telah memisahkan mereka semua langsung ke dalam cincin ruang lainnya lalu memberikannya kepada Li Wei.


Li Wei pun langsung melihat ke dalam cincin ruang setelah menerimanya. Wajahnya berbinar melihat semua senjata-senjata itu.


Setelah memeriksa selama hampir lima menit, Li Wei pun meletakkan cincin ruang diatas meja.


“Total semua senjata adalah 55 buah dengan kedua pedang ini. 15 buah dengan kualitas senjata kelas 6, 30 senjata kelas 5 dan 10 senjata kelas 4.”


“Aku tidak akan menawar nawar lagi, aku akan meratakan harga senjata sesuai kelasnya karena aku yakin kau juga sudah tau harga semua senjata ini. Senjata kelas 4 akan dihargai 3.000 batu spiritual, senjata kelas 5 akan dihargai 7.000 batu spiritual dan senjata kelas 6 akan dihargai 20.000 baru spiritual,” ucap Li Wei.


“Jadi total keseluruhan adalah 540.000 batu spiritual.”


Lin Yan tentu tidak terkejut dengan angka itu. Ia sudah menduga bahwa semuanya akan dihargai sekitar 500.000 batu spiritual. Namun, ia juga membuat spekulasi tertentu, batu spiritual dalam jumlah seperti itu hanya akan berguna baginya untuk mencapai tingkat Alam Bumi tahap pertama atau kedua paling besar. Semakin tinggi kultivasinya, semakin tidak berguna batu spiritual untuknya.


Sementara Gu Yuena tercengang mendengar total batu spiritual yang akan diperoleh Lin Yan. Itu adalah kekayaan satu klan sebesar klan Gu.


“Apakah kau ingin semuanya dijadikan batu spiritual?” Tanya Li Wei lagi.


“Tidak, aku ingin membeli teknik menggunakan Tombak yang kuat, sumber daya kultivasi seperti pil dan juga peningkatan elemen bawaan.” Lin Yan langsung meminta apa yang ia inginkan.


Li Wei sedikit lega mendengarnya karena untuk mengeluarkan batu spiritual sebanyak itupun akan membuatnya sakit kepala. Lebih baik jika sebagian besar batu spiritual ditukar dengan sumber daya lainnya.


“Baik, pertama, katakan jenis teknik menggunakan tombak seperti apa yang kau inginkan.” Li Wei tentu saja percaya diri dengan gudang Asosiasi Alkemis yang telah mengumpulkan banyak benda walaupun mereka berfokus pada pembuatan pil dan penjualan pil.


“Aku ingin teknik menggunakan tombak berat dengan gaya fleksibel serta terkait erat dengan qi petir.” Lin Yan pun langsung memintanya.


“Tombak berat gaya fleksibel?” Li Wei tentu saja sedikit tercengang mendengar permintaan Lin Yan dan ia langsung membuat spekulasi bahwa Lin Yan adalah anak yang memiliki kekuatan fisik luar biasa mengerikan karena mampu mengklaim bahwa bisa menggunakan gaya tombak berat yang fleksibel.