
Tempat yang dimasuki oleh Lin Yan, Gu Yin dan Xia Yue'er terlihat seperti dunia luar pada umumnya namun sedikit lebih indah.
“Kenapa tempat ini sedikit mirip dengan Dunia Roh Peri?” Xia Yue'er yang melihat sekelilingnya pun sedikit bingung.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Xia Yue'er, Lin Yan dan Gu Yin mengerti bahwa Dunia Roh tidak seperti yang mereka pikirkan.
Menatap kejauhan dengan Mata Raja, Lin Yan langsung menemukan ujungnya, tempat itu tampak seperti sebuah ruangan besar yang dibuat seperti layaknya dunia luar.
“Di tempat inipun, energi spiritual sangatlah padat, bahkan lebih besar dari pada Dunia Roh, tempat apa sebenarnya ini?” Xia Yue'er semakin tertarik dan langsung terbang ke sana ke mari untuk mencari sesuatu yang berharga. Ia merasa tidak mungkin tidak ada benda penting di tempat itu ketika para Roh tidak diizinkan untuk mengakses Formasi.
Lin Yan dan Gu Yin hanya terus berjalan dan tatapan mereka tertuju pada beberapa pintu yang ada di tengah-tengah tempat tersebut.
“Lin Yan, menurutmu pintu apa itu? Dua pintu itu kecil dan satu yang ditengah memiliki ukuran yang sama dengan pintu masuk. Juga, lihatlah sesuatu yang ada permukaan pintu besar itu.” Gu Yin menunjuk ke arah tiga pintu di tengah-tengah tempat yang mereka masuki.
Sementara itu, Xia Yue'er yang terus berkeliling ke setiap sudut tempat itupun langsung kecewa, ia berpikir bahwa ada sesuatu yang bisa dimakan seperti Rumput Peri, nyatanya, semua tumbuhan yang tumbuh di tempat itu hanyalah tumbuhan biasa.
Di sisi lain, Lin Yan dan Gu Yin sudah tiba di depan tiga pintu tersebut. Ketika mereka mengelilingi pintu, tidak ada yang istimewa sama sekali dan bagian depan dan bagian belakang memiliki bentuk dan ukiran yang sama disetiap sudutnya.
“Apa ini?” Xia Yue'er pun yang telah mendekat langsung mengelilingi pintu karena merasa sangat penasaran, ia adalah makhluk Roh yang memiliki rasa ingin tau yang sangat tinggi.
Lin Yan dan Gu Yin tidak langsung menjawab dan terfokus pada lukisan yang ada di pintu bagian tengah.
Pintu tersebut berwana emas tetapi ukiran yang ada setiap sudutnya berwana merah darah yang membuatnya terkesan mengerikan.
“Hei Lin Yan.. cepat buka pintu ini!” Seru Xia Yue'er bersemangat.
“Tunggu sebentar, kami ingin memeriksanya terlebih dahulu. Jangan bertindak gegabah karena kita tidak tau apa fungsi ketiga pintu ini terutama yang ada di tengah,” balas Lin Yan saat melirik ke arah Xia Yue'er yang langsung cemberut manis.
Pintu yang ada di tengah tersebut memiliki ukiran yang sangat aneh dan terkesan menakutkan. Di bagian atas, terlihat beberapa makhluk aneh dan salah satunya adalah spesies yang mirip dengan Xia Yue'er.
Di ukiran tersebut, terlihat bahwa perang panjang terjadi, semua dari mereka saling membunuh yang membuat siapa saja akan bingung.
Lalu, dibawahnya, terlihat ukiran satu makhluk aneh lainnya yang menonton kejadian tersebut dari kejauhan, walaupun wajah sosok itu tidak terlihat karena posisinya membelakangi, sangat terlihat bahwa sosok tersebut menatap pertarungan seperti menonton sesuatu seperti layaknya menonton pertunjukan.
Kemudian, di tengah-tengah pintu, terlihat ukiran sosok yang menonton sebelumnya melawan satu makhluk yang memiliki gambar buram karena ditutupi oleh kabut hitam. Di atas mereka, terlihat hamparan bintang-bintang. Beberapa makhluk juga terlihat walaupun itu sangat kecil tanda mereka menonton pertarungan dari kejauhan.
Setelah itu, terlihat sosok buram tersebut menusuk tubuh sosok yang menonton sebelumnya. Karena ukiran tersebut menunjukkan sosok buram di bagian depan, tidak diketahui dengan apa musuhnya di tikam karena hanya menampilkan sedikit ujung senjatanya saja.
“Apakah ini sebuah sejarah?” Tanya Gu Yin heran.
Lin Yan terdiam karena merasa bahwa itu hanyalah sebuah ukiran belaka, tetapi ada perasaan di hatinya bahwa kejadian itu memang terjadi.
Lalu, gambar di bawah ukiran selanjutnya adalah sebuah ledakan besar dan hanya itu yang ada. Kemudian, gambar berikutnya terlihat sosok buram yang menciptakan sesuatu saat mengangkat tangannya ke arah atas. Di sekitarnya pun terlihat beberapa sosok yang buram juga.
Dan satu gambar berikutnya di samping gambar tersebut, terlihat aura yang berkumpul dari semua tempat, aura hitam kemerahan berkumpul perlahan lalu menciptakan sesuatu, itu adalah sosok wanita yang diselimuti oleh kabut merah kehitaman.
Wajahnya tidak terlihat sama sekali, tetapi, satu hal yang pasti, sosok tersebut memegang sebuah sabit hitam dengan tongkat panjang dan dua mata bilah seperti sabit pada umumnya di tangan kanannya.
Lalu, ukiran terakhir adalah, terlihat sosok wanita dengan sabit hitam tersebut di tarik ke dalam sebuah pintu emas lalu pintu itupun tertutup sepenuhnya.
“Ukiran-ukiran ini sangat aneh. Dan Lihatlah bagian terakhir, pintu itu bukankah sama dengan pintu ini? Tetapi pintu emas itu tidak memiliki ukiran-ukiran ini sama sekali,” ujar Gu Yin sambil menunjuk ukiran yang paling bawah.
“Ya, ini memang pintu yang sama. Apakah menurutmu ukiran-ukiran ini nyata?” Tanya Lin Yan.
“Tidak, itu seperti sesuatu yang mustahil.” Gu Yin menggelengkan kepalanya.
Lin Yan juga setuju dengan spekulasi Gu Yin karena tidak mungkin ada sesuatu seperti itu jika mengikuti akal sehat.
Sementara itu, Xia Yue'er terus menatap ke beberapa sosok yang mirip dengan dirinya sendiri. Ia terbengong karena merasakan keakraban tertentu dari beberapa sosok tersebut.
“Ada apa Yue'er?” Tanya Lin Yan heran.
Xia Yue'er tersadar dari lamunannya. Ia tampak mencoba mengingat sesuatu tetapi tidak tau apa itu. “Tidak ada apa-apa. Lalu, apakah kita akan membuka pintu ini?” Ia pun kembali bersemangat seperti biasa seperti anak yang akan mendapatkan mainan baru.
Lin Yan tidak langsung menjawab dan melihat ke arah dua pintu lainnya. Itu terlihat seperti pintu biasa dan tidak memiliki ukiran apapun, dan warnanya pun seperti warna kayu untuk membuat pintu pada umumnya.
Jreg!
Tiba-tiba, pintu tempat mereka masuk pun tertutup yang membuat ketiganya menoleh.
Zhep!
Pintu tersebut pun lenyap seketika yang membuat ketiganya membatu di tempat.
“Mana pintu itu? Apakah kita akan terjebak di sini selamanya seperti di puncak Gunung Safir?” Xia Yue'er langsung panik seketika dan terbang ke sana ke mari dengan wajah gugup.
“Tenanglah Yue'er, kemungkinan salah satu dari pintu ini adalah jalan keluarnya,” ucap Lin Yan sedikit lelah dan menenangkan Roh Kontraknya itu.
Xia Yue'er langsung terhenti dan memasang wajah malu.
Lin Yan kembali melihat ke arah pintu yang ada di tengah. Tidak ada reaksi energi apapun yang membuat pintu tersebut tampak tidak berbahaya sama sekali kecuali ukirannya yang terlihat sedikit menyeramkan.
Lin Yan menatap ke arah Gu Yin. Keduanya pun mengangguk tanda bahwa setuju untuk membuka pintu.
Karena hanya ada tiga pintu yang ada di tempat itu, Lin Yan pun langsung mengulurkan tangannya dan menyentuh pintu. Ia pun langsung mendorong pintu tersebut.
Jreg!
Lin Yan merasa heran karena tampaknya bahwa pintu itu memang seperti pintu biasannya. Namun, ketika celah sedikit terbuka, mata Lin Yan, Gu Yin dan Xia Yue'er melebar saat energi yang sangat mengerikan merembes keluar.
Bussssh!