Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 53 - Satu Lawan Satu



“Woaaa!” Raja Kera Emas sangat marah dan mencoba menampar Lin Yan dengan tangan kirinya.


Tanpa membuang waktu, Lin Yan memutar tangan kanannya dan memegang pergelangan tangan Raja Keras Emas. Saat ia memiringkan tubuhnya untuk menghindar, ia pun langsung menarik tangan Raja Keras Emas lalu melemparnya menjauh.


Setelah itu, Lin Yan langsung bergerak kembali ke arah Raja Kera Emas sambil mengayunkan tinjunya.


Bang!


Dengan kecepatan Lin Yan yang lebih tinggi dari Raja Kera Emas, ia pun mendaratkan pukulan di perut Raja Kera Emas tersebut.


Merasakan sakit di perutnya, Raja Kera Emas mengepalkan kedua tangannya yang di gabungkan dan langsung mengayunkannya ke arah bawah.


Lin Yan yang menatap itu tetap tenang. Ia menyilangkan kedua lengannya ke arah atas dan mencoba menahan pukulan yang pasti sangatlah kuat. Tetapi tentu ia akan melapisi tubuhnya dengan qi Xiantian. Ia tidak akan mau melakukan hal bodoh dengan menahan dengan kekuatan tubuh saja. Sudah pasti organ-organ dalamnya akan berantakan jika ia melakukan hal konyol seperti itu.


Bang!


Bom!


Saat Lin Yan menahan pukulan itu, kakinya tenggelam ke dalam tanah. Bahkan area tempat mereka bentrok melengkung sedikit ke dalam.


Semua kultivator Xiantian tentu melihat adegan itu dengan mata tidak percaya. Tidak akan ada yang menyangka bahwa akan ada anak yang mampu bentrok secara langsung dengan Raja Kera Emas.


“Ha-ha-ha.. ini sungguh menyenangkan. Ayo, keluarkan lebih banyak kekuatan!” Lin Yan yang merasakan darahnya sangat mendidih, berteriak keras lalu membuang tangan Raja Kera Emas ke samping. Setelah itu, ia melapisi kakinya dengan qi lalu melesat dengan kecepatan tinggi sambil mengayunkan tinjunya sekuat tenaga.


Buak!


Pukulan telak Lin Yan mendatar di perut Raja Kera Emas yang membuatnya tampak seperti tersedak.


“Wooaaa!” Raja Kera Emas menangkap tubuh Lin Yan dan langsung membantingnya ke arah tanah.


Bom!


Lin Yan merasakan tubuhnya kesakitan tetapi itu tidak akan berpengaruh apa-apa. Ia pun perlahan berdiri, saat itu terjadi, tinju seukuran setengah tubuhnya melesat dari samping ke arahnya.


Lin Yan secara naluriah mengangkat tangan kanannya ke samping untuk menahannya.


Bang!


Tubuh Lin Yan bergeser sedikit dan terlihat di tanah yang terkorek kesamping.


Dengan senyum penuh kegembiraan, Lin Yan mengayunkan tinju kirinya sekuat tenaga.


“Tinju Gelombang Kejut!”


Bang!


Ledakan qi terjadi saat Lin Yan mengayunkan tinjunya. Tinju Lin Yan tidak mengenai tubuh Raja Kera Emas tetapi tetap saja itu membuatnya mundur beberapa meter karena sedari awal, teknik Lin Yan tersebut mampu memukul lawan di jarak satu meter.


Zhep!


Setelah itu, Lin Yan pun melesat kembali dengan penuh semangat untuk bertarung satu lawan satu melawan Raja Kera Emas.


Bang! Bang! Bom!


Suara benturan tinju terdengar terus-menerus.


Para kultivator yang belum mencapai Tingkat Xiantian hanya menatap pertarungan antara Lin Yan dengan Raja Kera Emas. Dua pertarungan lainnya telah diabaikan karena pertarungan Lin Yan tampak jauh lebih mendebarkan.


Bentrokan terjadi terus-menerus dan darah terciprat ke mana-mana. Lin Yan tentu mengalami luka juga. Tetapi sangat terlihat bahwa luka di tubuh Raja Kera Emas jauh lebih banyak. Alasannya tentu sangat sederhana, pemulihan di tubuh Lin Yan jauh lebih tinggi dari pada tubuh Raja Kera Emas.


Di tempat lain, Meng Song dan Meng Yang memasang wajah jelek saat ini ketika menatap kekuatan Lin Yan. Mereka pun sedang bertarung dengan Raja Kera Emas yang terkuat tetapi mereka tidak berani untuk bentrok secara langsung. Bahkan dengan jumlah puluhan kultivator Xiantian, mereka masih sedikit di tekan.


“Biarkan dia untuk saat ini. Walaupun dia kuat, jadi apa? Aku memiliki rencana untuk membereskannya nanti!” balas Meng Yang percaya diri.


Sementara itu, Huan Caiyi terus menatap Lin Yan. Ia tersenyum manis karena baru kali ini melihat Lin Yan yang tampak sangat bersemangat.


“Tampaknya Yan'er sangat menikmati pertarungan itu. Hmp, kakakmu di sini juga tidak akan kalah!” Huan Caiyi juga bersemangat untuk segara bertarung. Ia tentu memiliki sifat yang sama dengan Lin Yan setelah memiliki garis darah Naga di dalam tubuhnya. Ia melihat ke arah Raja Kera Emas yang terkuat dan perlahan mendekat. Ia tentu tidak akan langsung menyerang karena peringatan Lin Yan sebelumnya.


Lin Yan terus bentrok dengan Raja Kera Emas. Ia merasa bahwa tubuhnya semakin lama semakin kuat saat bertarung. Rasa sakit yang ia terima seperti tonik untuk melampaui batas kekuatan tubuhnya sendiri.


Bang!


Kedua tinju kembali bentrok dan kali ini Raja Kera Emas di dorong sedikit. Senyum Lin Yan semakin melebar karena tau apa yang sedang terjadi. Bukan kekuatan Raja Kera Emas yang turun, tetapi kekuatan tubuhnya yang meningkat terus-menerus.


“Ini adalah pertarungan yang sebenarnya!” Lin Yan yang memiliki wajah sangat bersemangat saat ini pun mundur menjaga jarak.


Raja Kera Emas sudah sangat marah dan menerjang ke arah Lin Yan untuk meremukkannya. Ia melompat ke atas dan mengayunkan kedua tinjunya ke arah Lin Yan.


Dengan Mata Raja, Lin Yan semakin mahir untuk menentukan lokasi tepat untuk menghindar dan menyerang.


Bom!


Ledakan terjadi kembali saat kedua tinju yang di gabungkan oleh Raja Kera Emas mengenai permukaan tanah.


Tetapi Lin Yan sudah melompat ke atas lebih dulu dan tiba di depan wajah Raja Kera Emas.


Buak!


Tendangan Lin Yan mengenai tepat di wajah Raja Kera Emas yang membuatnya terhuyung-huyung mundur.


Lin Yan tidak membuang waktu, ketika mendarat di tanah, ia pun langsung melesat kembali dan menendang kaki Raja Kera Emas.


Buak!


Raja Kera Emas merasakan sakit di kakinya dan ia berlutut sambil menopang tubuhnya dengan tangannya.


Lin Yan yang menatap itu, menampilkan senyum lebar. Ia berjongkok di depan Raja Kera Emas lalu melakukan gaya tolakan ke arah atas.


Bang!


Tinju Lin Yan langsung mengenai tepat di dagu Raja Kera Emas yang membuatnya memuntahkan darah berserta beberapa giginya.


“Jika hanya ini yang kau punya, maka matilah!” ucap Lin Yan dengan senyum lebar. Ia pun mendarat kembali dan langsung menendang perut Raja Kera Emas.


Buak!


Kali ini Raja Kera Emas terpental beberapa meter dan Lin Yan mengangkat tangan kanannya ke udara membentuk sebuah cakar. Ia sudah merasa puas bentrok selama beberapa menit dengan Raja Kera Emas dan inilah saatnya untuk mengakhiri pertarungan.


Tangan kanan Lin Yan yang telah membentuk cakar dilapisi oleh qi yang sangat tebal.


Raja Kera Emas perlahan berdiri. Karena sangat marah, ia kehilangan akal sehatnya dan menerjang ke arah Lin Yan.


“Tamatlah riwayatmu!” ucap Lin Yan dan mengayunkan tangan kanannya ke arah bawah.


“Cakar Pemotong Bumi!”


Sraing!


Srak!