
Kota Neraka
“Perbedaan tingkat bawah dan tingkat menengah Alam Raja?” Tanya Lin Yan dengan senyum kecil diwajahnya. Tidak lama kemudian, ia pun melanjutkan kembali kata-katanya, “Apa kau ingin melihat perbedaan diantara kita?”
Mata Zuu Tong menyipit sedikit mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Ia pun mendengus karena merasa bahwa Lin Yan terlalu sombong untuk seseorang yang memiliki tingkat kultivasi selevelnya.
“Jangan sombong bocah! Kau akan mati saat ini juga!” Teriak Zuu Tong saat melesat dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Lin Yan dan Xia Yue'er yang menatap kecepatan Zuu Tong tentu tau bahwa mereka tidak akan mampu menghadapinya lagi jika dengan cara biasa.
Oleh karena itu, Lin Yan dan Xia Yue'er saling memandang lalu mengangguk.
“Fusi!”
Bom!
Ledakan qi Cahaya disertai oleh Petir Hitam yang terus-menerus menyambar pun meledak ke segala arah yang membuat Zuu Tong berhenti di tengah jalan sambil mencoba menghalangi cahaya menyilaukan yang tiba-tiba muncul.
Tidak lama kemudian setelah ledakan qi mereda, terlihat sosok berbeda yang memiliki fitur wajah Lin Yan dan Xia Yue'er.
Zuu Tong yang menatap pemuda itupun memasang wajah heran sejenak tetapi memasang wajah serius ketika qi luar biasa dahsyat mulai terpancar dari tubuh pemuda tersebut.
“Kau mengatakan akan memperlihatkan perbedaan antara tingkat bawah dan menengah kultivasi Alam Raja bukan? Jika begitu..”
Tring!
Tombak Pembunuh Naga melayang di depan Lin Yan lalu ia pun menangkapnya lalu melanjutkan kata-katanya, “Jika begitu, aku akan memperlihatkan betapa lemahnya dirimu!”
Zhep!
Setelah mengatakan itu, Lin Yan pun melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi serta mengayunkan Tombaknya yang kini telah dikelilingi oleh Lingkaran Formasi.
“Apa?” Zuu Tong terkejut dengan kecepatan Lin Yan yang tampak lebih tinggi darinya saat ini.
“Aaaaa!” Zuu Tong berteriak keras dan mengayunkan tinjunya ketika menatap Lin Yan yang telah tiba tepat dihadapannya sambil mengayunkan Tombak.
Trang!
Drrrrtttt!
Retakan terlihat di mana-mana saat tombak dan tinju saling berbenturan.
Wajah Zuu Tong sangat muram karena dirinya di dorong mundur sampai-sampai tanah di tempat ia berpijak pun tampak memiliki bekas kakinya yang di paksa menjauh dari posisi semula.
Lin Yan tersenyum kecil lalu qi dalam jumlah yang sangat besar pun merembes dari tubuhnya.
“Jiwa Pelahap Raja Naga!”
Di atas Lin Yan, naga hitam berukuran hampir sepuluh meter pun muncul lalu mengayunkan Tombaknya di lengan kanannya yang telah diselimuti oleh petir hitam.
Menatap itu, Zuu Tong semakin muram karena ia dapat merasakan bahwa naga hitam kali ini yang diciptakan oleh Lin Yan jauh lebih kuat dari pada sebelumnya.
Zhep!
Zuu Tong pun langsung bergerak dengan kecepatan maksimalnya untuk mudur.
Bom!
Ledakan besar terjadi saat tombak di tangan naga hitam membentur permukaan tanah.
Ketika Zuu Tong sudah menghindar, ia pun semakin terkejut saat Lin Yan telah tiba disebelahnya.
“Terima ini!” ucap Lin Yan acuh tak acuh.
Zuu Tong buru-buru mengangkat lengan kanannya untuk menahan serangan Lin Yan.
Trang!
Bom!
Ketika menatap tombak yang diayunkan dari atas ke bawah, kaki Zuu Tong pun tenggelam ke dalam tanah. Ia merasakan berat luar biasa dari serangan sederhana Lin Yan. Tidak hanya itu, tangan kanannya terasa sangat kesemutan saat ini karena qi Petir Hitam yang membaluti tombak Lin Yan.
Buak!
“Hoek..”
Zuu Tong tersedak saat merasakan sakit luar biasa ketika Lin Yan menendang perutnya. Ia pun terpental sangat jauh ke arah dinding gua. Tetapi, sebelum tubuhnya membentur dinding gua, naga hitam berukuran besar tiba di atasnya sambil mengayunkan tombak yang telah dilapisi oleh petir hitam yang sangat liar.
“Sial!” Zuu Tong pun menggunakan qi-nya di seluruh bagian dalam tubuhnya lalu mengencangkan otot-ototnya.
Blar!
Lambaian tomgak dari naga hitam pun tampak seperti sebuah Sambaran petir ketika menyantap tubuh Zuu Tong.
“Sialan!”
Duar!
Ledakan besar pun terjadi ketika Zuu Tong berteriak keras. Tubuhnya tampak sedikit mengempis saat ini karena ia menggunakan teknik khusus yang telah ia kembangkan seorang diri selama puluhan tahun.
“Oh?” Lin Yan sedikit terkejut karena tampaknya kali ini Zuu Tong semakin kuat dengan mengorbankan kalori yang ada di tubuhnya. Itu adalah teknik yang lumayan aneh tetapi pastilah sangat hebat karena hanya membutuhkan kalori di tubuh untuk meningkatkan kekuatan.
Zuu Tong dengan wajah gelapnya pun menatap ke arah naga hitam yang berada di dekatnya. Ia pun langsung mengayunkan tinjunya sekuat tenaga. Kali ini, tangannya tampak berapi karena gesekan kecepatan pukulan dengan udara.
“Tinju Api!”
Naga hitam yang ada di dekat Zuu Tong tidak hanya diam dan langsung mengayunkan Tombaknya juga.
Bam!
Sebelum tinju dan tombak saling berbenturan, terlihat qi yang lebih dulu saling bertabrakan.
Lin Yan yang menatap itu sedikit kagum karena kali ini tampaknya kekuatan Zuu Tong mampu menyaingi Nafa hitam atau mungkin sedikit lebih kuat. Ia pun membuat gerakannya dari jauh juga.
Trang!
Lin Yan menghentakkan ujung tombaknya di permukaan tanah lalu qi dalam jumlah yang sangat besar pun berkumpul di sekitarnya.
“Teknik Pembunuh Naga!”
Tanpa membuang waktu, Lin Yan pun mengayunkan tombaknya ke arah tempat Zuu Tong berada dari kejauhan.
“Raungan Naga!”
Ketika Lin Yan mengayunkan tombaknya, sosok naga yang hampir menutupi seperempat gua bawah tanah itupun terlihat. Raungan yang sangat kuat pun ikut terdengar saat sosok naga hitam itu melesat ke arah Zuu Tong yang sedang melakukan bentrokan dengan naga hitam yang memegang tombak.
Angin kencang disertai qi yang begitu padat pun berhembus di tempat tersebut. Zuu Tong yang melihat ke arah samping pun melebarkan matanya saat melihat naga hitam lainnya yang memiliki ukuran jauh lebih besar dengan mencoba melahapnya.
“Sial!” Teriak Zuu Tong saat mengerahkan kekuatan melampaui batas yang dapat ditampung oleh tubuhnya.
“Kekuatan Penghancur Tubuh!”
Blar!
Ledakan besar terjadi saat naga hitam itu menabrak Zuu Tong yang tampak seperti meledakkan tubuhnya walaupun ia sebenarnya meledakkan qi-nya dalam jumlah yang sangat besar.
Wusssh!
Angin bercampur qi pun melesat ke segala arah. Vena Batu Spiritual di tempat itu pun tampak runtuh menjadi serpihan perlahan-lahan. Di mana-mana terlihat retakan yang membuat gua hampir runtuh.
Lin Yan di sisi lain hanya mengarahkan lengannya ke depan lalu membuat Formasi dinding cahaya agar tidak ikut terhempaskan.
Ketika badai angin bercampur qi mereda, terlihat Zuu Tong yang masih berdiri dengan mantap di tempat yang sama.
Lin Yan yang menatap Zuu Tong pun tersenyum sedikit karena kali ini tampaknya Zuu Tong tidak akan mampu melawan lagi.
Saat ini, Zuu Tong terlihat sangat kurus karena telah membakar semua lemak yang ada di dalam tubuhnya hanya untuk menghalau teknik super kuat dari Lin Yan.
“Sial!” Batin Zuu Tong karena tau bahwa ketika ia menggunakan teknik tersebut dan musuh tidak terluka, ia pasti sudah kalah. Awalnya ia mengira bahwa Lin Yan akan ikut terluka tetapi nyatanya hanya naga hitam saja yang ia hancurkan dan itu adalah penentu kemenangan dan kekalahan baginya.