Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 89 - Xiantian Tahap Keempat



Pinggiran Lembah Naga


Lin Yan dan Huan Caiyi telah menemukan tempat yang aman untuk Lin Yan berkultivasi dalam waktu kurang dari dua hari.


“Kakak, tunggulah beberapa saat. Aku akan meningkatkan kultivasiku sebelum kita masuk ke Lembah Naga.” Lin Yan berkata sambil mengeluarkan 3.500 batu spiritual dari cincin ruangnya.


“Baiklah, aku akan berjaga-jaga.” Huan Caiyi mengangguk kecil.


Lin Yan pun tidak membuang waktu dan menaruh semua batu spiritual di depannya. Ia pun langsung duduk bersila dan mulai menyerap qi yang ada di dalam batu spiritual.


Huan Caiyi terus menatap adik kecilnya itu yang sedang menyerap batu spiritual. Ia sebenarnya sangat penasaran dengan tubuh unik Lin Yan yang bisa menerobos tanpa hambatan sama sekali. Hanya kendala banyak sumber daya yang menjadi halangan untuk Lin Yan.


Memikirkan kembali tubuh Lin Yan, Huan Caiyi tidak bisa tidak kagum karena tubuh adiknya itu juga kebal terhadap berbagai racun. Jika semua organisasi, klan atau sekte kuat bahkan Kerajaan besar mengetahui hal itu, mereka semua sudah pasti memburu Lin Yan untuk mencari tau apa rahasia tubuh seperti itu.


Saat menatap Lin Yan menyerap batu spiritual, itu juga membuat Huan Caiyi merasa sedikit heran karena qi yang berasal dari batu spiritual itu tampak terserap dengan kecepatan yang luar biasa.


“Apakah itu karena Akar Spiritual Yan'er? Tidak.. jika hanya Akar Spiritual merah, itu tidak akan secepat itu. Pasti karena energi aneh dalam tubuh Yan'er juga berperan penting.” Huan Caiyi menganalisis dengan tepat saat ini. Tidak diragukan lagi bahwa memang benar pemikirannya sangatlah cekatan.


Waktu terus berlalu, sudah lebih sehari Lin Yan berkultivasi.


Qi dalam jumlah yang besar menyelimuti tubuh Lin Yan. Aura di sekitar tempat itu tampak berat karena Lin Yan diambang terobosan baru.


“Qi yang sangat luar biasa. Aku tidak menyangka terobosan tingkat Xiantian akan sekuat ini. Sudah bisa dipastikan bahwa hampir tidak ada kultivator tingkat yang sama yang mampu melawan Yan'er.” Huan Caiyi sangat kagum saat melihat terobosan Lin Yan karena sebelumnya ia tidak pernah melihatnya secara langsung. Biasanya mereka akan berkultivasi bersama-sama dan ia selalu berfokus untuk mengolah qi di dalam tubuhnya dan tidak sempat untuk memperhatikan sekelilingnya.


Bom!


Ledakan qi dalam jumlah yang sangat besar terjadi. Ledakan qi itu tampak sangat mencekam dan sangat berat. Juga, terlihat ilusi samar di atas Lin Yan yang membuat Huan Caiyi sedikit bergetar.


Ini adalah perasaan yang pernah Huan Caiyi rasakan sebelumnya. Tetapi perasaan mencekam itu lenyap seketika.


Setelah itu, Lin Yan membuka matanya dan menatap ke arah bawah. Ia berkerut sedikit karena semua batu spiritual yang ia gunakan telah habis terpakai tetapi Kultivasinya masih jauh untuk mencapai tingkat Xiantian tahap kelima.


“Setiap terobosan akan membutuhkan sumber daya yang jauh lebih besar. Apa-apaan ini?” Lin Yan sedikit kesal sebenarnya karena tau betapa sulitnya untuk mengumpulkan sumber daya dan tubuhnya membutuhkan sumber daya yang semakin lama semakin banyak setiap tingkatnya dari pada kultivator lainnya. Ini adalah sesuatu yang membuat siapa saja kerepotan walaupun memiliki tubuh unik.


“Huft..” Lin Yan menghela nafas panjang dan menatap Huan Caiyi yang selalu menatapnya setiap saat.


“Sepertinya berhasil, Yan'e,” ucap Huan Caiyi dengan senyum lembut seperti biasa ketika berbicara dengan Lin Yan.


“Ya kakak, walaupun begitu aku membutuhkan sumber daya yang lebih besar lagi untuk menembus tingkat Xiantian tahap kelima.” Lin Yan tersenyum pahit.


“Adalah hal wajar jika seperti itu Yan'er. Tubuhmu sangatlah unik. Itu lebih baik dari pada membutuhkan sumber daya sedikit tetapi kesulitan setiap kali sebelum dan sesudah menembus tahap atau tingkat selanjutnya.” Huan Caiyi membalas dengan wajah sedikit cemberut.


“Um.” Huan Caiyi mengangguk setuju dengan perkataan Lin Yan.


Kemudian, keduanya pun langsung pergi dari tempat itu menuju Lembah Naga yang tidak terlalu jauh.


“Hari sudah mulai gelap. Apa kita masuk sekarang?” Tanya Huan Caiyi saat keduanya telah tiba di pinggiran Lembah Naga.


“Ya. Akan sama saja jika kita masuk di siang hari atau malam hari karena perkataan Patriak klan Zhu tentang situasi di dalam Lembah Naga.” Balas Lin Yan.


Keduanya sebenarnya sangat bingung kenapa ada fenomena seperti itu. Tetapi memikirkan kembali tentang dunia kultivator dengan banyak tempat aneh, tidak akan heran bahwa ada tempat seperti itu. Bahkan Lin Yan pun berpikir kembali tentang Desa Pelangi yang setiap hari akan turun hujan. Itu juga salah satu fenomena alam yang sangat aneh dan sampai sekarang belum terpecahkan kenapa bisa seperti itu.


Sebelum keduanya masuk, Lin Yan membuka buku tua yang diberi oleh Patriak klan Zhu. Ia membacanya dengan seksama untuk mencari sebuah petunjuk juga.


“Apa isi dari buku itu?” Tanya Huan Caiyi.


“Buku ini menceritakan tentang sebuah klan aneh yang pernah tinggal di Lembah Naga. Tetapi mereka tidak terlihat lagi setelah fenomena aneh terjadi. Yang membuat aku bingung, klan itu tampak sangat primitif, tidak seperti para kultivator atau manusia lainnya yang tinggal di kota. Juga, dari buku ini, terlihat bahwa klan yang pernah tinggal di Lembah Naga juga kuat. Informasi ini sangat janggal, jika mereka kuat, kenapa mereka tidak terlihat lagi?” Lin Yan berkerut saat membolak-balik halaman buku.


“Sudah pasti hilangnya mereka terkait dengan fenomena yang dikatakan oleh Patriak klan Zhu. Tetapi aku sama sekali tidak pernah mendengar adanya klan primitif yang tinggal di hutan.” Huan Caiyi juga sedikit heran saat ini.


“Tidak ada gunanya untuk memikirkan hal ini.”


“Ayo kita pergi.” Lin Yan langsung memimpin jalan dengan cara melompat ke atas pohon. Akan lebih baik bagi mereka untuk bergerak diantara pepohonan untuk menghindari bintang roh aneh yang dikatakan oleh Patriak klan Zhu.


Keduanya langsung bergerak di atas pohon dan mencoba untuk mencari pusat Lembah Naga.


Ketika memasuki hutan semakin dalam, memang benar bahwa tempat itu sangat aneh. Walaupun diluar itu gelap karena hari sudah malam, malahan di dalam hutan seperti malam hari yang terang seperti saat bulan purnama muncul.


“Situasi di tempat ini memang sangat aneh.” Huan Caiyi berkata sambil melihat sekelilingnya.


Lin Yan tidak membalas dan mempercepat laju lompatnya dari satu pohon ke pohon lainnya.


“Hm? Apa itu?” Lin Yan yang sedang bergerak, langsung berhenti di salah satu dahan pohon.


Huan Caiyi yang berhenti pun menatap ke arah bawah dan menemukan bintang roh aneh.


“Bukankah itu jenis binatang roh Laba-laba? Kenapa itu memiliki sisik aneh? Yang aku tau, binatang roh seperti itu hanya memiliki bulu, bukan sisik,” ucap Huan Caiyi sedikit tidak percaya saat menatap binatang roh yang sedang memangsa seekor binatang roh lainnya yang tampak aneh.


“Menarik...” Lin Yan merasakan sesuatu yang spesial tentang binatang roh itu dan merasa bahwa datang ke Lembah Naga adalah keputusan yang sangat tepat.