Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 96 - Catatan Klan Zhu



Kaisar Manusia, itu adalah sesuatu yang membuat tubuh Lin Yan menegang seketika. Siapa dia? Sekuat apa dia?


Pertanyaan ini bergema di benak Lin Yan karena tidak menyangka bahwa akan ada sosok seperti itu di dunia ini di masa lalu.


Keberadaan kakek dan neneknya pun sudah dihitung sangat kuat karena Master sekte Naga Langit tidak berani menantangnya. Dan keduanya adalah bagian dari salah satu dari empat klan kuno yang melegenda menurut catatan di tempat itu. Keempatnya memiliki tugas yang mungkin sangat berat menurut Lin Yan.


Dan sosok yang disebut sebagai Kaisar Manusia itu bisa memimpin empat klan kuno. Kakek dan neneknya saja sudah sangat kuat, dan sosok itu mampu mengendalikan empat klan kuno. Berapa jumlah ahli kuat di keempat klan itu? Pasti akan banyak yang sekuat kakek dan neneknya.


Untuk mengendalikan banyak individu sekuat itu, sudah pasti kekuatan Kaisar Manusia jauh di atas mereka semua.


Juga, tentang tempat yang dijaga oleh empat klan kuno membuat Lin Yan sangat tertarik juga. Di Lembah Naga, dikatakan bahwa klan kuno Zhu menjaga peninggalan sejarah. Dan peninggalan sejarah itu pasti berkaitan dengan fenomena yang terjadi di Lembah Naga.


“Apa peninggalan sejarah yang ada di tempat ini Yan'er? Apakah benda itu tercatat di sini?” Huan Caiyi yang telah pulih dari keterkejutannya pun bertanya dengan nada sangat bersemangat karena sangat ingin tau apa itu.


Pertanyaan Huan Caiyi membuat Lin Yan tersadar dari lamunannya, ia pun melihat ke batu lainnya.


Batu selanjutnya menceritakan tentang sejarah klan Zhu dan bagaimana hubungan mereka dengan klan lainnya.


Karena tidak adanya informasi tentang peninggalan sejarah, Lin Yan terus memeriksa batu satu per satu dan kemudian hanya tersisa satu batu.


“Ini dia..” Lin Yan tersenyum sedikit saat membaca baris pertama karena ada tertulis tentang peninggalan sejarah yang dijaga oleh klan Zhu.


“Apa itu Yan'er?” Tanya Huan Caiyi bersemangat.


“Klan kuno Zhu ditugaskan oleh Kaisar Manusia di zaman dulu untuk menjaga dirinya sendiri? Apa maksudnya ini?” Lin Yan berkerut membacanya.


“Menjaga dirinya sendiri? Apakah Kaisar Manusia itu telah tewas dan dimakamkan di tempat ini?” Huan Caiyi pun sedikit heran karena itu disebut sebagai peninggalan sejarah.


“Aku tidak tau. Tetapi tidak ada disebutkan bahwa Kaisar Manusia telah mati dan dimakamkan di sini. Jika itu memang makamnya, sudah pasti akan di catat.” Balas Lin Yan dan merenung sejenak apa maksud dari catatan yang di tinggalkan oleh klan Zhu.


Huan Caiyi juga berpikir keras karena jika memang Kaisar Manusia dimakamkan di tempat itu, sudah pasti klan kuno Zhu akan mencatatnya.


Karena tidak bisa membuat spekulasi, Lin Yan pun terus membaca catatan yang ada di batu tersebut.


“Klan Zhu telah berjanji untuk menjaga apa yang diperintahkan oleh Kaisar Manusia sampai waktunya tiba. Ketika peninggalan sejarah itu sudah mulai membuka qi yang dapat mempengaruhi makhluk hidup lainnya, berarti tugas klan Zhu telah selesai. Awalnya klan Zhu bukan tinggal di Daratan Utara tetapi berada di benua terbesar dunia ini dan disitulah empat klan kuno berada.”


“Siapapun yang membaca ini, kami klan Zhu hanya bisa meminta maaf karena membiarkan peninggalan sejarah itu karena mungkin berpotensi membuat bencana. Tetapi semua ini adalah perintah Kaisar Manusia dan kami tidak mau melanggarnya walaupun kami bisa memilih untuk membuang peninggalan itu atau pun menghancurkannya. Tetapi kami memilih meninggalkannya di tempat ini sesuai permintaan Kaisar Manusia.”


“Peninggalan sejarah itu bertujuan untuk mengingatkan semua manusia di dunia ini siapa sebenarnya Kaisar Manusia itu.”


Setelah Lin Yan membacakan itu, wajahnya semakin berkerut. Untuk mengingatkan semua manusia siapa sebenarnya Kaisar Manusia itu? Apa maksudnya?


“Ini sangat aneh. Klan Zhu mengatakan bahwa mereka ditugaskan untuk menjaga dirinya sampai waktu tertentu. Dan apapun yang disimpan berpotensi menjadi bencana. Kenapa sang Kaisar Manusia meninggalkan sesuatu seperti itu untuk membuat semua manusia mengingat dirinya? Bukankah itu sangat egois?” Huan Caiyi sedikit tidak puas dengan seseorang yang disebut sebagai Kaisar Manusia.


Lin Yan juga merasa apa yang dikatakan oleh Huan Caiyi benar. Apa gunanya untuk meninggalkan benda berbahaya seperti itu agar dirinya diingat oleh semua manusia?


“Lalu di mana peninggalan sejarah itu Yan'er?” Tanya Huan Caiyi lagi.


Lin Yan langsung melihat kembali ke arah batu dan ada beberapa baris kata lagi yang tersisa.


“Peninggalan sejarah itu berada di kedalaman jurang, di sini juga disebutkan jalan untuk pergi ke tempat itu,” ucap Lin Yan setelah membaca baris terakhir.


Lin Yan dan Huan Caiyi saling memandang beberapa saat karena mereka berdua berpikir apakah perlu untuk masuk ke dalam jurang itu atau tidak.


“Bagaimana Yan'er?” Tanya Huan Caiyi karena ini adalah keputusan adiknya untuk masuk ke dalam jurang atau tidak. Jika Lin Yan ingin turun ke sana, ia tidak akan protes sama sekali dan mengikutinya.


“Karena jalannya sudah tercatat di sini, ayo kita lihat apa sebenarnya peninggalan sejarah itu,” ucap Lin Yan mengambil keputusan.


“Jika seperti itu, ayo kita pergi.” Huan Caiyi langsung mengangguk setuju.


Lin Yan tersenyum kecil dan langsung menuntun kakaknya menuju jalan yang tercatat di tempat itu menuju peninggalan sejarah yang dijaga oleh klan kuno Zhu.


Tetapi ada yang janggal menurut Lin Yan, kenapa klan Zhu meninggalkan catatan tentang jalan ke tempat itu. Jika peninggalan sejarah itu penting, seharunya klan kuno Zhu tidak akan membiarkan seseorang untuk mendekat ke tempat peninggalan sejarah diletakkan.


Namun, mengingat kembali catatan tentang pesan Kaisar Manusia agar semua dari manusia mengingat siapa dirinya, itu masuk akal juga.


Keduanya pun tiba di sebuah lubang raksasa tersembunyi di tempat itu. Juga, di pinggiran lubang itu, dibuat jalan memutar mengelilingi lubang di dindingnya untuk jalan ke bawah.


“Ini jalannya.” Lin Yan menatap ke arah bawah dan lubang raksasa itu tampak tidak memiliki dasar sama sekali.


“Aku tidak menyangka bahwa lubang sebesar ini sangat tersembunyi dan terhubung ke jurang itu sebagai jalan untuk masuk,” Lanjut Huan Caiyi yang menatap ke arah bawah.


Tetapi, keduanya merasakan satu hal yang membuat bulu-bulu kuduk keduanya berdiri. Aura yang terpancar dari lubang itu sangatlah mencekam dan itu adalah qi misterius yang jauh lebih padat dari pada yang beredar di Lembah Naga.